Monday, March 7, 2016

SELALU ADA HARAPAN & PENGAMPUNAN

Abu Sa'I'd Al-Khudri r.a. meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda "Di antara umat sebelum kalian, ada seorang lelaki yang pernah membunuh 99 orang, lalu ia bertanya tentang siapakah orang yang paling alim di dunia ini? Maka dia pun ditunjukkan kepada seorang rahib.Akhirnya,dia pun pergi untuk menemuinya. Dia (pendosa) pun mengadu bahwa dirinya telah membunuh 99 orang; "Apakah masih ada peluang bagi dirinya untuk bertobat?" tanyanya.

Sang rahib lalu menjawab, "Tidak!!!" Maka,mendengar hal itu, dia segara membunuh sang rahib hingga dia menyempurnakan orang yang dibunuhnya menjadi 100 orang. Setelah itu, pendosa pun kembali bertanya tentang siapakah orang paling alim di muka bumi ini? Maka,ditunjukkanlah seorang alim yang kemudian dia kunjungi dan dia bertanya kepada si alim: "Saya telah membunuh 100 orang, masih adakah peluang bagiku untuk bertobat?”

Sang alim menjawab, "Ya, masih. Siapa yang akan menghalangi antara engkau dan tobatmu?! Pergilah ke suatu tempat bernama 'ini' dan 'itu'; disana ada orang-orang yang selalu beribadah kepada Allah SWT. Beribadahlah seperti mereka dan jangan kembali ke negeri asalmu, sebab itu adalah tempat buruk.” Maka lelaki itu pun pergi mengikuti si alim.Tapi, baru saja ia melewati separuh perjalanannya, maut menimpanya.

Malaikat rahmat berselisih dengan malaikat azab tentang siapa yang paling berkuasa untuk mengurus orang itu. Malaikat rahmat berkata, "Orang ini datang kemari dalam keadaan tobat,menghadapkan dirinya kepada Allah SWT.” Tapi, Malaikat azab berpendapat beda,"Orang ini tidak pernah berbuat kebaikan apa pun!”

Maka datanglah malaikat lain yang menyerupakan seperti manusia. Kedua kelompok malaikat bersepakat menjadikannya sebagai penengah di antara mereka. Orang itu berkata, "Ukurlah jarak di antara kedua tempat. Jarak manakah yang lebih dekat, itulah yang menjadi keputusan kita." Mereka lalu mengukur kedua jarak tersebut, dan mendapati sedikit lebih dekat ke tempat tujuannya. Akhirnya, si pendosa itu pun dibawa oleh Malaikat rahmat.

Dalam versi lain disebutkan, ternyata ia sejengkal lebih dekat ke tempat tujuannya. Dalam riwayat lainnya lagi, maka Allah mewahyukan kepada tanah yang satu," Menjauhlah!" dan kepada yang satu lagi, "Mendekatlah!" Kemudian berfirman, "Ukurlah jarak antara keduanya!" Maka ketika diukur, mereka mendapati sejengkal lebih dekat ke tempat tujuannya. Karena itu ia diampuni Allah SWT. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Mari kita memperbanyak kebaikan agar tobat kita diterima Allah SWT. Tuhan selalu memberi kesempatan dan harapan pada kita,namun sering kali kita mengabaikannya.

No comments:

Post a Comment