Tuesday, March 15, 2016

DAHSYATNYA SHALAWAT NABI

Allah memerintahkan kita shalat, tapi Dia tak shalat. Allah memerintahkan untuk berzakat, tapi Dia tak zakat. Allah memerintahkan untuk berhaji, tapi Dia tak berhaji. Tapi, Allah memerintahkan kita bershalawat untuk Nabi, Dia sendiri pun bershalawat untuk Nabi. Sungguh shalawat adalah rahmat yang sempurna, kesempurnaan atas rahmat bagi kekasih-Nya. Disebut sebagai rahmat yang sempurna, karena tidak diciptakan shalawat, kecuali hanya pada Nabi Muhammad SAW.

Shalawat kita kepada Nabi adalah doa yang ditujukan pada Rasulullah SAW sebagai bukti rasa cinta, sayang, rindu, terima kasih dan hormat kita kepadanya. Shalawat juga merupakan wujud doa dari para malaikat, bahkan Allah SWT memerintahkan malaikat untuk mendoakan mereka yang bershalawat, sebagaimana yang terkandung dalam firman-Nya pada Surat AI-Ahzab ayat 56: ”Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS Al-Ahzab [33]: 56).

Shalawat dari Allah SWT berarti memberi rahmat baginya. Shalawat dari malaikat berarti memohon ampunan (istighfar) baginya, dan shalawat dari orang mukmin berarti doa agar diberi rahmat seperti ungkapan:Allahmuma sholli 'ala Sayyidina Muhammad, berarti "Ya Allah, limpahkan- lah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad saw”. Hanya shalawat, ibadah yang Allah SWT sendiri juga melakukannya. Shalawat sedemikian dahsyatnya hingga Allah SWT menjalankannya sendiri, dan memerintahkan malaikat dan manusia untuk bershalawat kepada Rasulullah saw.

"...Kelak di hari kiamat, seluruh manusia akan menghadap pada Rasulullah Saw sambil berucap, 'Dengan kemuliaanmu Muhammad, selamatkan aku dari siksa-Nya.' Saat itu, hanya syafaat Rasulullah Saw yang dapat menyelamatkan kita dari siksa-Nya…”. Shalawat merupakan jalinan hubungan Rasulullah SAW kepada Allah SWT dan rasa terima kasih kita pada Rasulullah Saw. Semakin banyak kita bershalawat, maka semakin bertambah cinta kita kepadanya, dan Allah SWT pun akan mencintai kita.

Dalam hadits riwayat Ibnu Majah dan Thabrani, Rasulullah SAW bersabda: “Kalau seseorang bershalawat kepadaku, malaikat juga akan mendoakan keselamatan yang sama baginya. Untuk itu, bershalawatlah, meski sedikit atau banyak”. Shalawat adalah ungkapan rasa terima kasih kita pada Rasulullah SAW atas segala jasa dan pengorbanannya yang telah menuntun kita ke jalan yang benar. Ia pengingat akan keistimewaannya dalam setiap langkah dalam kehidupan ini, sekaligus rasa syukur kita pada Allah SWT.

Kelak di hari kiamat, seluruh manusia akan menghadap pada Rasulullah Saw sambil berucap, "Dengan kemuliaanmu Muhammad, selamatkan aku dari siksa-Nya." Saat itu, hanya syafaat Rasulullah Saw yang dapat menyelamatkan kita dari siksa-Nya. Syafaat yang merupakan bantuan Rasulullah Muhammad Saw dengan izin Allah SWT yang dapat meringankan, bahkan menghapus semua dosa kita. Lalu, siapa lagi yang menjadi rahmat bagi seluruh alam ini selain Nabi Muhammad saw? Sebagaimana firman-Nya yang terkandung dalam surat Al-Anbiya' ayat 107. "Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam." (QS Al-Anbiya' [21]: 107).

No comments:

Post a Comment