Tuesday, June 7, 2016

MAKNA LAFAZ RASUL

Makna kalimah RASUL hakekat perkataan RASUL itu adalah hakekat nyawa kita, yang menjadi penyambung rahasia diantara jasmani dan rohani. Berawal huruf Rasul itu mengandung empat huruf yaitu: RA, SYIN, WAW, LAM, Huruf RA itu adalah hakikat nafas, Huruf SYIN itu adalah hakikat ampas, Huruf WAW itu adalah hakekat tanafas, Huruf LAM itu adalah hakikat nupus.

Perlu ditegaskan disini bahwa nyawa itu dijadikan dari jauhar basita dan terbagi pada peringkat:
1. Nafas
2. Ampas
3. Tanapas
4. Nupus

Jika hilang nyawa diantara rohani dan jasmani, maka orang itu akan mengalami apa yang disebut sebagai mati. hidup nafas itu karena ampas,hidup ampas itu karena tanapas, hidup tanapas itu karena nupus, hidup nupus itu dengan sendiri dalam rahasia.

- letak nafas itu pada mulut,
- letak ampas itu pada hidung,
- letak tanapas itu pada tengah- tengah bagian dua telinga,
- letak nupus pada kalbu..

Artinya: Kalbu orang-orang mukmin itu adalah istana Allah s.w.t. dan Letaknya kalbu itu adalah pada jantung manusia.

Seseorang itu hendaklah menyucikan hatinya dengan berzikir supaya kentulan darah kotor di ujung jantung hilang dan bersih, bergeraknya nafas itu dengan zikir dan tidak pernah pula nafas berhenti berzikir didalam waktu 24 jam dalam kehidupan kita sehari-hari.!!

Makna Zikir:

- zikir nafas itu ketika keluar dan ketika masuk adalah . dinamakan syariat letaknya nafas adalah di mulut.
- zikir ampas itu ketika keluar dan ketika masuk adalah dinamakan tarekat letaknya ampas pada hidung.
- zikir tanapas itu tetap diam dengan . letaknya ditengah- tengah antara dua telinga, dinamakan hakikat.
- zikir Nupus ketika naik . dan ketika turun . letaknya didalam jantung dan dinamakan makrifat.

Diri Nupus ini dikenal dengan Othman dan pekerjaan nya dikenal sebagai Ali, Makna Akal atau Imam akal adalah buah pikiran yang dipancarkan oleh Nur dari sudut kalbu yang datang dari dalam dan menghasilkan keyakinan mutlak. Berawal keyakinan terhadap sesuatu, terutama kepada hal-hal yang tidak bisa dicapai oleh otak manusia misalnya perkara-perkara ghaib, hanya boleh diterima oleh satu pancaindera batin yang bernama Nur yang memancar di dalam jantung seseorang.

Nur ini bisa diibaratkan seperti eletrik yang dihasilkan oleh dinamo yang baik, dan menggerakkan beberapa fungsi lain didalam kehidupan sehari-hari. jika nafas berhenti berzikir maka berarti manusia tersebut telah mati, dan bolehdikafankan serta di kuburkan. Oleh sebab itu perlu bagi setiap manusia yang ingin menuju kepada jalan makrifat, mengetahui dan mengenalkan ilmu zikir nafas saja untuk bisa menghancurkan
kekentalan darah di hati yang menjadi tempat iblis bergantung, dan disitulah sebenar benarnya istana iblis. Tanpa menghancurkan kekentalan darah kotor itu, maka Nur Allah s.w.t, tidak mungkin memancar untuk memberikan sinar akal dan iman kepada manusia itu. Sesungguhnya yang dinamakan hati kalbu itu adalah Nur yang dipancarkan dari bagian bawah jantung kearah bagian atas jantung "Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu (bersama dan melindungi hambaNya)." (al Baqarah:152)

Kita semua kenal cara berzikir kepada Allah., Tetapi bagaimana kita Mengenal Bahwa Allah. Mengingat kita seperti Janji Allah dalam Surah dan ayat di atas? Jika tidak, kita akan merasa letih, bosan, dan tidak menemukan indahnya dalam berzikir.. sebab ia hanya "satu arah saja. Bukan komunikasi dua arah. Tenaga, Amalan, Niat, Hajjat berzikir adalah tenaga dari Illahi, ia mempunyai cahaya yang hebat yang datang dari alam Lahut - Alam Rabbaniyah.

Aura dan Cahaya Energi zikir akan menyucikan segala kekotoran pada Minda dan Qalbi secara peringkat berperingkat sehingga Qalbunya akan mengeluarkan cahaya alam Lahut yang tertutup dan terhijab selama ini disebabkan kekaratan dan kekotorannya. yang di maksudkan Nur Cahaya ini adalah Cahaya dari Allah yang mengeluarkan Hamba-Nya yang berzikir dari kegelapan ke dalam Cahaya. Cahaya ini akan bersinar dan meningkatkan frekuensi cahaya pada qalbi dan seterusnya mengeluarkan segala AURA, Kebangkitan, Semangat Kerohanian, tenaga yang tinggi pada jiwanya, menggantikannya dari sifat (mazmumah) ke Qalbu yang bersifat Radhiyah dan Mutmainah. Ia juga akan bergerak menguatkan Ruh Sulthani yaitu cahaya akal sehingga akalnya mempunyai daya ketahanan yang kuat, berfikir tajam dan kreatif.

Zikir NAFAS yang digabungkan dengan teknik pernafasan ISMUL ZAT - ISMUL AZHAM yang betul, atau disebut oleh ahli Muqarabun sebagai zikir nafas, akan memberikan kesan yang lebih hebat. Imam Ghazali mengatakan zikir yang dilakukan dengan cara menahan nafas akan mempercepatkan proses penyucian hati (membakar mazhumah) dan membina semangat. Sebatang tubuh yang hidup mesti mempunyai nafas, melihat, mendengar, merasa dan ini semua termasuk didalam Sifat Al Hayat dan Sifat Tubuh yang bernyawa. Seorang insan bisa hidup tanpa mata, telinga, tangan, hidung dan anggota tubuh yang lain tetapi kita tidak bisa hidup tanpa nafas. Kita bisa berjalan, berkata-kata dan melakukan apa saja.., ini semua berlakukarena Qudrat dan Iradat Allah. Memahami Qudrat dan Iradah Allah wajib difahami melalui TAKLUK dari Sifat Maani. Ketahuilah bahwa Insan yang ber-akal wajib mengenal Allah dan Maha Pencipta dengan Penyerahan Nafas ini setiap saat kepada Allah, jika tidak maka kita belum lagi mengenal Allah secara hakiki dan juga secara konsisten. Dari mana datangnya Nafas?

Kita hanya berada pada ILMUL YAKIN belum lagi ke peringkat AINUL YAKIN dan Haqqul YAKIN sehingga kita dapat dikatakan sudah merasakannya dari dalam dan luar. Di manakah permulaan dan letaknya nafas ini? Dengan cara apa datangnya Nafas ini ke dalam diri kita? dan juga kedalam setiap daun, setiap ekor semut, dan juga kedalam setiap mahkluk yang hidup dan sedang berada di semua alam syahadah dan Malakut? Untuk mengetahuinya kita harus kembali pada asal kejadian kita yaitu di antara pertalian ibu dan anaknya. Awal Mula terjadi benih diperut ibu ialah di bagian PUSAT. Di situlah awal mulanya nafas dan dari situ permulaan benih itu membesar menjadianggota tubuh yang sempurna.

Dimanakah letaknya rahasia pengenalan dan penyataan diri kita yang sebenarnya di alam fizik ini?
Kita belum mempelajari alam Arham, alamul Arwah dan alamul Barzakh dan alam nyata yaitu Alam Baqa. Letaknya rahasia diri kita ialah di atas PUSAT (jaraknya dua jari di atas pusat). Karena di situlah awal mulanya kejadian kita. Dan situlah letaknya jalan pengenalan kita kepada Allah. Tetapi ini hanya baru peta ke arah mengenal rahasia dan ILMU lautan yang hakiki itu. Untuk mencapai makam tersebut ada 5 tahap atau latihan yang perlu kita lakukan:

- Menfanakan diri (mematikan diri)
- Mengenal Diri Asal
- Mengenal Diri Di Alam Fanaa ini
- Mengqasadkan diri dalam afal Allah (perbuatan Allah)
- Mengqasadkan diri dalam ilmu Allah (pengetahuan Allah)

INGAT.

Pengetahuan Allah amat luas dan tidak terbatas!! Kalau Dia tidak berpengetahuan, mungkinkah terjadi segala sesuatu ini? Tentu tidak akan terjadi.. Mustahil kalau Allah itu TIDAK MAHA BIJAKSANA. Adapun pengetahuan manusia makhluk tetap terbatas dan penuh dengan kejahilan dan segala pengetahuan yang ada pada Insan hanya setitik dalam lautan ILMU ALAMIIN dan segala ILMU yang wujud atau yang termaktub dalam Lauhul Mahfudz adalah setitik dalam ILMU Khazanah Robbul Alamiin. Sedang Allah Yang Maha Ada, justru Dialah yang mencipta akal dan pengetahuan dan seluruh ALAMIIN. Seluruh Aqal dan lautan intelek di sisi Allah itu seperti sebutir pasir saja. Begitu Mulia, Agung, BesarNya Allah dan MAHA TINGGI dalam segala aspek. Dan kunci/pokoknya amalan ini ialah: LA HAULA WA LA QUWWATA ILLA BILLAHIL-ALIYYIL AZHIM.

● Tahap Pertama: Matilah sebelum kamu di matikan. Janganlah kamu hidup seperti orang yang BAHLOL/bodoh (bangkai yang berjalan), tanpa menyadari bhw Hayyat dan Kekuatan itu segalanya adalah Mutlak Kepunyaan Allah. Allah tidak pernah dan tidak akan membagikan kekuatanNya atau sifatNya dengan siapapun di alam ini baik di alam fanaa atau di alam baqaa. Mengumpulkan NAFAS dengan Satu. Pukulan atau satu gengaman Jiwa dari satu titik Awal untuk. Awal adalah dari Jantung yang terletak dekat dengan paru-paru dan denyut jantung. Pada titik ini kita menyatakan diri kita seolah-olah mati Anda adalah sebagaimana apa yang kita
sebelum kita lahir.

Mematikan diri dengan cara mengumpulkan segala nafas kita di bagian qalbi (maqamnya atau pengenalan tajjalinya di alam malakut ~ alam yang anda menyerahkan sepenuhnya kepada Allah) lalu ditarik ke atas di bagian ubun-ubun kepala (maqamnya atau pengenalan tajjalinya alam jabarut) sambil tarik nafas dan bila sudah sampai kebagian ubun-ubun kepala lalu tahan nafas untuk seketika. Setelah itu turunkan/lepaskan nafas hingga kebagian 2 jari di atas PUSAT (maqamnya alam lahut) lalu tahan nafas untuk seketika.

Kosongkan fikiran dan minda anda [tumpukan perhatian hanya kepada bunyi Nafas yaitu ISMUL ZAT DAN ISMUL AZHAM], dan tumpukan pada point 2 jari di atas PUSAT. Rasakan pada waktu itu kewujudan kita telah tiada yang ada hanya Allah. Setelah itu ambil nafas seperti biasa seketika dan lakukan lagi latihan 1.

● Tahap Kedua: Mengiktikadkan Bahwa semua kuasa dan qudrat yang terdapat didalam diri dan diluar diri itu bukan milik anda, tetapi Qudrat Allah (Mengiktikadkan Tauhid - Bukan denganHululiyyah - Tasbih Munsah - Itihad tetapi Tauhid yang iktikadkan dalam Al Quraan dan Hadits Sohih Nabi Mulia s.a.w) Mengqasadkan diri kita pada pergerakan Allah yaitu segala gerakan yang berlaku pada diri kita bukan lagi gerakan kita tetapi adalah gerakan Allah.

Kembali pada pokoknya: LA HAULA WA LA QUWWATA ILLA BILLAHIL-ALIYYIL AZHIM Bahwasanya apa saja gerakan yang berlaku pada diri kita bukan lagi gerakan kita tapiadalah Qudrat dan Iradat Allah. Misalnya: Kita lakukan latihan 1 dan bila sampai di point (PUSAT) kita memohon kepada Allah agar diberikan pergerakan. Dan setelah itu serahkan segala-galanya pada gerakan Allah. jangan difikirkan lagi apa gerakan yang hendak kita lakukan. Pergerakan ini bisa digunakan dalam membantu mereka yang dalam kesusahan seperti scan tubuh orang sakit dll. Kosongkan fikiran kita dan biarkan tubuh kita bergerak dengan sendirinya. Waktu itu bukan kita lagi yang mengawal tubuh kitatetapi adalah dari gerakan Qudrat Iradat Allah. Setiap apapun yang disaksikan oleh mata hendaklah ditanggapi oleh hati bahwa itu adalah af'al Allah (perbuatan) dari Allah s.w.t.

● Tahap 3: Mengenali melalui ILMU Tauhid dan ILMU. Maarifah dengan pengenalan bahwa segala ILMU yang wujud dalam diri kita adalah pemberian dari Allah. Mengqasadkan diri kita di dalam ilmu Allah yaitu segala apa yang akan berlaku semuanya berada di dalam ilmu dan ketentuan Allah.~ LA HAULA WA LA QUWWATA ILLA BILLAHIL-ALIYYIL AZHIM Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan (daya dan kekuatan) Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Hadits Rasulullah SalaAllahu Aalaihi Wasalam: LA TATAHARRAKU DZARRATUN ILLA BI IDZNILLAHI. Tidak bergerak satu zarrah pun melainkan atas izin Allah. Untuk mencapai tahap yang sempurna harus memperbanyak BERZIKIR NAFAS dan berlatih dalam Mengenal Allah dengan TAUHID Yang Benar.

Menurut pandangan Wali-Wali Allah, semakin kita dekat dengan Allah maka semakin tinggi dan benarlah apa yang kita pelajari ini. Mengeluarkan segala sifat-sifat negatif,tinggalkan tindakan negatif dan jangan berkommunikasi dengan syaitan dan nafs, walaupun sesaat. Tinggalkanlah sifat sombong, riak, takabur, hasad dengki di dalam diri kita karena jika ada salah satu dari sifat-sifat ini di dalam diri kita maka amalan ini akan menjadi penghalang karena ilmu ini juga berada di dalam Qudrat Iradat Allah. Serahkan segala-galanya pada urusan Allah karena kita adalah manusia yang lemah yang tiada daya dan kekuatan.

No comments:

Post a Comment