Wednesday, June 1, 2016

MENIADAKAN DIRI

Inilah pelajaran yang sebenarnya untuk Ma’rifat mengenal Allah dan menghilangkan keduniawian serta mempelajari ilmuNYA dengan meniadakan atau menghilangkan diri/tubuh pada tingkah laku kita, Maka tidak boleh lagi disebut Allah dan tidak termasuk lagi pada huruf “HA“ dalam pelajaran mematikan diri/tubuh seperti : Zat, Sifat, Asma dan Af’al yang ada pada kita. Jika kita sudah tidak ada (memfa'nakan diri/tubuh) inilah yang dimaksud dg menyerahkan diri kepada Allah Ta’ala, maka bertemulah kita Ghaib di dalam Ghaib, Ujud di dalam Ujud, Zat di dalam Zat, Sifat di dalam Sifat, Asma di dalam Asma, Af’al di dalam Af’al, Sir di dalam Sir, Rahasia di dalam Rahasia dan Rasa di dalam Rasa yang menerima Zauk atau Widdan. 

Dalil yang menunjukkan hilangnya diri pada Allah Ta’ala adalah sebagai berikut: “TIZIBUL BADANI SARAL QALBI” artinya Hancurkan Badan jadikan Hati. “TAZIBUL QALBI SARANRUH” artinya Hancurkan Hati jadikan Ruh. “TAZIBUL RUHI SARANNUR” artinya Hancurkan Ruh jadikan Nur. “TAZIBUNNURI SARAS SIRRI” artinya Hancurkan Nur jadikan Rahasia. “TAZIBUSSIRRI ILLA ANA ILLA ANA” artinya Hancurkan Rahasia jadikan Aku ya Aku yang Mutlak, dan yang sebenarnya Aku itu adalah Rahasia sekalian Makam Manusia yang berada di dalam hati atau batin.

“ALQOLBU KAMASALIL MURA WANAJRA FIIHI RABBAHU” artinya Hati Manusia itu diumpamakan Cermin, apabila dilihatnya Cerminnya, maka kelihatanlah Tuhannya yang Rahasia, karena rupa kita yang berada di dalam batin inilah yang diakui oleh Allah, sebab rupa dari RahasiaNYA. Allah Ta’ala berfirman: “AL INSAN SIRRI WASIRRI WASIFATI LA GHAIRI”. artinya Insan itu adalah RahasiaKU dan RahasiaKU itu adalah tidak lain dari pada ZatKu yang Wajibbal Wujud. Allah Ta’ala berfirman: “AL QALBI HAYATI SIRRI ANA ILLA ANA” . artinya Di dalam missal itu hati, di dalam SirKu adalah Aku Rahasia segala Insan yang ada di dalam Batin. Demikianlah yang sebenarnya untuk mengenal Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman dalam Hadits Qudsi: “MAN ‘ARA FALLAH FAHUWALLAH” artinya Dengan sesungguhnya siapa yang mengenal Allah, maka ia bernama Allah dan Muhammad, karena hayat itu adalah hidup dengan sendirinya yang berasal dari Hayyun, sedangkan Manikam itu artinya ketuhanan, itulah sifat Allah Ta’ala yang dizahirkan kepada Muhammad dan Adam serta Insan dari kenyataan kelakuan yang disertai dengan sifat, Hayat, Ilmu, Kudrad, Iradat, Sama’, Bashar, Kalam. 

Maka Tajallilah Zat Muhammad dan Adam serta Insan dan Diri/tubuh yang dijadikan dari 4 (empat) macam yaitu : 
- Mada
- Madi
- Mani
- Manikam 
artinya Ketuhanan yang disertai dengan sifat yang tersebut di atas pada kenyataan sesuatu faedah kelakuan (martabat).

“MAN ALIFU KHALAK NARU WAHUWA RUHUL INSANU”. Artinya: Hilangkan huruf Alif, jadikan Nama atau Asma Manusia, Fanakan dirimu di dalam Zat Allah.

“LAM AWAL KHALIFATUHIY WAHUWA HAFSAL INSANU”. Artinya: Hilangkan huruf Lam Awal, jadikan Nafas Manusia, Fanakan Sifatmu di dalam Sifat Allah.

“LAM AKHIR KHALAKA ASMAI WAHUWADDARUL INSAN”. Artinya: Hilangkan Huruf Lam Akhir, jadikan Daerah Manusia, Fanakan Namamu di dalam Nama Allah.

“WAA HAA, I, KHALAKAL ARDHI WAHUWA BADANUL INSANU”. Artinya: Hilangkan Huruf “H”, jadikan Badan/Tubuh Manusia, Fanakan Af’almu di dalam Af’al Allah.

Arti dari nama ALLAH pada diri/ tubuh: 
Alif: Jari kelingking menjadi Huruf Alif
Lam Awal: Jari Manis menjadi Huruf Lam Awal
Lam Akhir: Jari Tengah menjadi Huruf Lam Akhir
Ha: Jari Telunjuk dan Ibu Jari menjadi Huruf Ha.

Artinya 4 Anasir Diri pada Tubuh:
Huruf Alif: Menjadi Nafas
Artinya Nafas: adalah Angin
Huruf Lam Awal: Menjadi Air Liur 
Artinya Air Liur: adalah Air
Huruf Lam Akhir: Menjadi Darah
Artinya Darah: adalah Api
Huruf Ha: Menjadi Hawa dan Rasa
Artinya Hawa dan Rasa: adalah Bumi/Tanah.

Demikianlah penjelasan dr apa yang dimaksudkan dg arti Nama Allah yang ada pada Diri kita, agar dapat diketahui sebagaimana yang dipelajari oleh Guru.

AKU YANG ADA DALAM RAHASIA DIRIMU ITU ADALAH NUR ILAHIAH YANG PERLU KAU KENALI DAN HAYATI KARENA IA ADALAH HAKIKAT DIRIMU. AKUlah yang menggerakkan setiap gerakan yang kau lihat dan rasa dan AKUlah yang berada dibalik kedudukan tsb. AKU KETUHANAN berbeda dengan AKU KEHAMBAAN dan AKU TUHAN berbeda dengan AKU HAMBA. AKU ADALAH HAMBA YANG MENERIMA AMANAH DARI TUHANKU DARI ALAM YANG MAHA GHAIB (ghaibul ghuyyub) yaitu DZATUL HAQ. AKU-lah yang menjalankan pekerjaan Tuhan pada KEADAAN KEHAMBAAN. Oleh karena itu Tuhan ku Menamakanku . ENGKAULAH QODIM PADA KETUHANANKU dan ENGKAULAH MAHADDIST PADA KEADAAN KEHAMBAANKU.

Oleh karena itu pastikanlah kau dapat memahami akan martabatmu pada kedua-dua keadaanmu itu, yaitu.....

1) KETUHANAN MU
2) KEHAMBAAN MU

DIRIKU dan AKU adalah satu juga antara AKU dan ALLAH satu juga karena POKOK (Asal muasal) DARI SEGALA yang ada (Wujud) itu ADALAH ALLAH juga.

ALLAH = Hakikat Dari Segala Ciptaan
AKU = Ketuhanan Rahasia Ilahiah
DIRIKU = Cahaya Ketuhanan
BADAN = Kenyataan Bagi Yang Ghaib.

1 comment: