Wednesday, June 1, 2016

PENGKAJIAN DIRI

Dalam rahim Bapak 40 hari. Mada, Madi, Mani, Manikam Pusat, Jantung, Watsulbi, Muntarait, Otak Dalam Otak ada Lemak, Dalam Lemak ada Minyak, Dalam Minyak ada Nur, Dalam Nur ada Nur Akal, Dalam Nur Akal ada Hizabbannur, Dalam Hizabbannur Hidayamul Amanah Allah SWT.

PENYAKSIAN DI ALAM ROH

ALAS TUBIRABBIKUM : ..... Benarkah Aku Tuhan Engkau
KALU BALA : ..........Benar Engkau Tuhan kami
SHAHIDANA : …......... Menyaksikan

SUSUNAN DALAM RAHIM BAPAK

Di Otak : 7 hari
Di Rulang Belakang : 7 hari
Di Watsulbi Muntarait : 7 hari
Di Tulang Data : 7 hari
Di Pusat : 7 hari
Di Kalam : 7 hari
7 hari x 6 Jumlah = 42 hari

Dalam Rahim Ibu 9 Bulan + 9 hari / 7 Bulan + 7 hari = Titik (NOKTAH).

1 hari : HU
3 hari : ALLAH
7 hari : INNALLAH (hanya Allah)
4 bulan + 4 hari : TURABBUNNUR… (Tanah Nur)
7 bulan + 7 hari : SUBHANALLAH… (Maha Suci Allah)
8 bulan + 8 hari : ALHAMDULILLAH… (Puji Bagi Allah)
9 bulan + 9 hari : INNA ANNA AMANNA (Sesungguhnya Aku beriman/Pembawa Amanah Allah SWT)

Ujud artinya Ada, Mustahil Tiada, Mana yang Mustahil. Adalah Akwan Agiyar kita. Wajib Allah Ta’ala ada. Tidak sah Ma’rifatnya, bila tidak mengetahui asal kejadian Diri kita ini.

Itifak/Mufakat Seluruh Arifbillah. Adapun mengenal diri itu adalah mengetahui asal Nabi Adam A.S.  Fahamnya ialah “ADAM” adalah nama adab atau nama syari’at atau nama hakikat, atau nama kebesaran bagi kesempurnaan tajalli NUR MUHAMMAD. Dan MUHAMMAD adalah nama keesaan yang menghimpun nama Adam dan nama Allah. Pada bahasa/ ilmu bahasa Arab; “ADAM” itu damirnya “HU” . ”MUHAMMAD" itu damirnya “HU”. ”ALLAH" itu damirnya “HU”. 

Pada makna Syari’at “HU” itu bermakna Dia Seorang Laki-laki, 
Pada makna Hakikat adalah jumlah yang banyak rupa wujudanya, 
Pada makna Hakikat “HU” itu adalah “Esa” tiada berbilang-bilang.

Itulah isyarat Al Qur’an: “HUWAL HAYYUN QAYYUM” yang HAIYUN awal tiada ada permulaannya “WAHUWAL’ALI YIL’AZIM” yang bersifat denga sifat-sifat kesempurnaan lagi maha besar.  “HUWAR RAHMANURRAHIM” yang bersifat Rahman dan Rahim. “HUWARABBUL ‘ABSIL KARIM” yang memiliki Arasy yang Maha Mulia, 

Arasy itu nama kemuliaan Diri Nabi Kita yang sebenar-benarnya, tetapi juga menjadi nama Majazi bagi sesuatu tempat atau alam Ghaib yang dimuliakan adanya, sama halnya seperti JIBRIL, MIKAIL, IZRAFIL, ISMA’IL, NUHAIL, SURAIL. Menurut tafsir yang me’I’tibar semuanya dengan bahasa Suryani atau bahasa Arab di zaman Purba, yang bernama ABDULLAH - maka yang … ABDULLAH itu adalah Nabi kita yang bernama MUHAMMAD itu sendiri.

Oleh karena itu di dalam ayat “ISRA’” Nabi kita itu bernama ABDULLAH menunjukkan nama MUHAMMAD itu adalah juga Penghulu sekalian malaikat dan kebesaran nama MUHAMMAD itulah yang sebenar-benarnya yang diisyaratkan oleh Al Quran dengan huruf-huruf yang tidak dapat ditentukan atau dihinggakan namanya, karena sangat luas kandungannya, mulai dari ALIF, LAM sampai NUR ada 29 tempat. Jadi semuanya nama-nama yang mulia, di langit dan di bumi itu adalah nama kemuliaan dan kesempurnaan tajalli NUR MUHAMMAD itu semata-mata, dan menjadi nama Majazi pada tiap-tiap Wujud yang dimuliakan pada alam ini.

Itulah isyarat Al Qur’an: “WAHUAL LAZI FISSAMA ILLAHUW WAFIL ANDHI ILLAHUN”. dan dialah yang sebenar-benarnya memiliki sifat-sifat Ketuhanan yakni sifat kesempurnaan yang ada di langit dan sifat-sifat kesempurnaan yang ada di bumi,  dan ayat “LAHUL ASMA’UL HUSNA” artinya hanyalah dia yang sebenar-benarnya memiliki nama-nama yang mulia dan yang terpuji yang telah maujud pada semesta alam ini.

Asalnya Nabi Allah Adam itu nasarnya Air, Api, Angin, Tanah, maka turunlah kepada kita :

Tanah = Tubuh kita hurufnya
Angin = Nafas kita hurufnya
Api = Darah kita hurufnya
Air = Rasa kita hurufnya

Dg itulah kita ketahui arti mengenal diri namanya.

Adapun kejadiannya Tanah bernama Syari’at = Tubuh kepada kita
Adapun kejadiannya Angin bernama Tarikat = Laku kepada kita
Adapun kejadiannya Api bernama Hakikat = Hati kepada kita
Adapun kejadiannya Air bernama Ma’rifat = Rasa kepada kita

Itulah mengenal diri namanya.

Syariat umpama Kaki
Tarikat umpama Tangan
Hakikat umpama Tubuh
Ma’rifat umpama Kepala

Adapun yang bernama Diri Terdiri itu Rahasia namanya
Adapun yang bernama Diri Tajalli itu Roh namanya
Adapun yang bernama Diri Terperi itu Hati namanya
Adapun yang bernama Diri Diperikan itu Tubuh namanya

Mengenal Adam Menurut :

Syari’at : adalah ia Manusia yang Pertama
Tarikat : adalah ia Hakikat yang Muncul
Hakikat : adalah ia Asma Allah
Ma’rifat : adalah Hanya Allah (ILLallah)

ASYHADU bagi kita adalah Lidah. ALLA bagi kita adalah Badan. ILLAHA bagi kita adalah Hati. ILLALLAH bagi kita adalah Roh

HUWA bagi kita adalah Rahasia (Air). Yang sebenar-benar Diri ialah Nyawa/Roh. Yang sebenar-benar Nyawa/Roh adalah Muhammad. Yang sebenar-benar Muhammad adalah Allah. Yang sebenar-benar Allah adalah segala Sifat Allah Ta’ala. Yang sebenar-benar Sifat Allah Ta’ala adalah Zadtullahita’ala

Sifat Allah Ta’ala adalah wujud Allah Ta’ala yang mempunyai Wujud dan hakikat pada semua yang ada, baik besar maupun kecil. Bagaimanapun juga pada pandangan lahir maupun batin yang sebenar-benarnya adalah termasuk satu sifat yang sempurna, tidak bertulang, berdaging, berdarah, atau berkulit. Yakin kita pada berbagai sifat dan warna adalah Hanya satu, menurut yakin Ma’rifat kita.

Yang bernama Wujud Hakiki yaitu Zadtullahita’ala.  Wujud Hakiki itu mustahil pada pandangan awam, wujud majazi itu tidak ada pada pandangan wujud hakiki. Wujud ‘Am (umum) itu meliputi pada alam, dan nyata pada Muhammad. Yang sebenar-benarnya Manusia yaitu Muhammad. Sebenar-benarnya Muhammad yaitu Allah. Sebenar-benarnya Allah yaitu Zadtullah itulah sebabnya kita manusia dilebihkan Allah Ta’ala dari pada semesta alam ini, karena asalnya kejadian sekalian itu dari Muhammad.

No comments:

Post a Comment