Sunday, June 12, 2016

PROSES TERJADINYA PENCIPTAAN NUR MUHAMMAD

Hadist di riwayatkan oleh Imam Ali Bin Abi Thalib: “QABLA’AN YAHLUKAS SAMAWATI WAL ARDHI, WAL ARSYI, WAL QURSYI, WAL HUJUBI, WAL JANNATI, WAN NARI, WAD DUNIA, WAL AKHIRA, WA ADAMA, WA SISAN, WA NUHAN, WA IBRAHIMA, WA SULAIMANA, WA MUSA, WA ISA,” Maksudanya: “Sebelum kejadian Arsyi, Qursyi, hijab 7 lapis Langit dan Bumi, pengertian TURUN NAIK NAFAS kita sudah tersedia berkekalan Surga, Neraka, Dunia dan Akhirat, Nabi Adam AS, Nabi Sis AS, Nabi Nuh AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Musa AS dan Nabi Isa AS.”

KOSONG. (Alam Kosong/ Laesa). 624.000 tahun masih KOSONG, Allah Ta’ala yaitu kosong (waktu naik nafas keatas). Kosong bernama Ujud (Nur Nabi namanya). Jadi, Nur Rasulullah SAW sudah sedia 624.000 tahun lamanya. Kosong itulah sebenar-benar Laisa, bernama HUWA JIBUL WUJUD, NUR MUHAMMAD SAW, tajjali sendiri, menyipikan sendiri, terangkat sendiri. ESA adanya jua. Dari KOSONG menjadi TITIK Itulah kesempurnaan Syahadat adanya denyut (waktu menahan nafas turun) Titik itu bernama NUR SALASIAH (Rahasia Nabi). Yang ter-rahasia lagi ABU KASIM namanya. Inilah adanya 2 nama tapi 1 ujud, tiada lain, NUR.. NUR.. jua Yaitu rahasia TITIK dan KOSONG. Dari TITIK menjadi ALIF. Terjadinya alam semesta (waktu keluar nafas) Qodrat dan Iradatnya bernama Allah Ta’ala, Yaitu Alif semata-mata ASMA dan AF”AL.

Kemudian barulah INSAN ADAM namanya bertubuh Rahim Muhammad SAW, Kemudian NUR MUHAMMAD SAW yang awal-awal memuji dirinya sendiri, Maka, Berlakulah JALAL dan JAMAL ..

Puji Nur Rasulullah SAW, terbagi atas 12 Hijab yaitu:
1. Hijabul Kudus, KEKUASAAN, pujinya “SUBHANA RABBIAL A’LA”
2. Hijabul Akbar, KEBESARAN, pujinya “SUBHANA ALIMISSIRI WA AHFA”
3. Hijabul Minnah, PEMBERIAN, pujinya “SUBHANA RABBIAL ADZIM”
4. Hijabul Rahmah, KASIH SAYANG, pujinya “SUBHANA RAUFFUR RAHIM’
5. Hijabul Sya’adah, KEBAHAGIAAN, pujinya “SUBHANA MAN HUWA DA’IMUN”
6. Hijabul Karomah, KEMULIAAN, pujinya “SUBHANA ALIMUN HAKIM”
7. Hijabul Manjilah, ANUGERAH, pujinya “SUBHANA ZIL MULKIL A’LA”
8. Hijabul Hidayah, PETUNJUK, pujinya “SUBHANA RABBIAL ARSYIL AZIM”
9. Hijabul Nubuah, KENABIAN, pujinya “SUBHANALLAHI WABIHAMDIHI”
10. Hijabul Rib’ah, KEBERUNTUNGAN, pujinya “SUBHANAL MALIKIL KUDDUS’
11. Hijabul Ta’ah, KETAATAN, pujinya “SUBHANAL KADMUL AZALI"
12. Hijabul Syafa’at, SYAFAAT, pujinya “SUBHANAL MALIKUL MA’BUD”

Jadi. Adanya Nur terbagi 12 Hijab dengan puji-pujinya itu tiada lain kesemuanya adalah HU Diri Rasulullah SAW yang awal-awal atau Rahasia Dzat Wajibul Wujud yang sebenar-benarnya.

Bahwa:
- Hijabul Kudus 624.000 tahun lamanya,
- Hijabul Akbar 900 tahun lamanya,
- Hijabul Minnah 800 tahun lamanya,
- Hijabul Rahmah 700 tahun lamanya,
- Hijabul Sya’adah 600 tahun lamanya,
- Hijabul Karomah 500 tahun lamanya,
- Hijabul Manjilah 400 tahun lamanya,
- Hijabul Hidayah 300 tahun lamanya,
- Hijabul Nubuah 200 tahun lamanya,
- Hijabul Rib’ah 100 tahun lamanya,
- Hijabul Ta’ah 50 tahun lamanya,
- Hijabul Syafa’at 23 tahun lamanya.

Kitab tentang NUR MUHAMMAD SAW yang aslinya sangat langkah adanya. Banyak para Da’i dan Ulama yang mengatakan Nur Muhammad SAW ini ‘dijadikan’ karena mereka belum mengetahui lebih mendalam lagi tentang paham Nur Muhammad SAW yang hakiki atau yang awal-awal. Oleh karena itu ajaran Islam tentang Iman, Islam, Ikhsan inilah yang menjadi asal Hijab Nur Rasulullah SAW, yaitu Nur yang hidup yang di katakan Qadim.

Pemakaiannya: Amalkan puji Nur yang 12 Hijab di atas satu persatu, Mengamalkanya dari 1000X atau 100X atau jangan di hitung. Itulah maksudanya mengumpulkan kebahagian dunia dan akhirat, guna mendapatkan derajat yang agung disisi manusia juga wara mendapat derajat kewalian dunia dan akhirat. Satu persatu dari puji yang kita sampaikan maka kita akan mendapatkan anugerah dari Rasulullah SAW, Hidayah, Rahmat dan Syafa’at Amin Yaa Rabbal Alamin

PROSES TERJADINYA MANUSIA

Bagian I: Sesungguhnya diri manusia itu adalah ditajallikan dari diri Zatul-Haq, dengan tujuan untuk me-nyata-kan diriNya sendiri. Hingga nyata-lah diri manusia itu di dalam jasadanya. Dalam uraian ini, marilah kita napak tilas kembali akan proses perjalanan kita yang pernah kita sama-sama lalui mulai dari proses perpindahan diri rahasia Allah s.w.t. dari Alam Roh() ke Alam Misal (alam kandungan ibu) ke Alam Ijsam () hingga kepada Alam Insan (Manusia). Sesungguhnya nyatanya diri seorang manusia itu untuk menyatakan diri Allah swt. Berawal Nur Muhammad itu adalah daripada Nur Allah yang ditajallikan daripada diri Empunya Diri dengan 4 anasir yaitu () dan Adam a.s. itu daripada Nur Muhammad yang ditajallikan kepada 4 anasir yaitu tanah nurani, angin nurani, air nurani, dan api dan manusia itu ditajallikan daripada Adam a.s. dengan 4 anasir yaitu waddi, maddi, mani, manikam, adapun nyawa itu adalah daripada Jauhar Basita yang terdiri daripada 4 anasir yaitu nafas, ampas, tanafas dan nufus.

“Ingatlah firman Allah s.w.t. didalam Al Quran tentang persumpahan tugas manusia dalam memper-saksi-kan Tuhan”. Surah: Al Araaf ayat 172. Setelah Allah s.w.t. mentajallikan Dirinya barulah Allah taala menjadikan nyawa insan yang berasal dari pada jauhar yaitu nafas, Ampas, tanapas dan nufus dan Roh manusia dijadikan dari () yaitu () Dan (). Sesungguhnya hal ini semua sudah dinyatakan oleh Allah didalam al-Quran. Manusia sebenarnya mempunyai permulaan tetapi tidak ada kesudahan, dan manusia akan kembali ke alam () karena permulaan manusia dari alam (). Bermula alam Gaib itu adalah alam lauhut yaitu () Alam jabarut yaitu () Alam malakut yaitu (), Alam roh (), Alam missal (), Alam ijsan () dan Alam Insan (). Sesungguhnya manusia yang berasal dari pada Alam Gaib kemudian dipindahkan kealam batin yaitu Alam lauhut, Alam Jabarut, Alam Roh dan dipindahkan kealam perut ibu dan bapak yaitu() dan (), kemudianya dipindahkan pula kealam dunia untuk dizahirkan.

Setelah hidup didunia ini, sebagai tempat proses penyucian diri dengan diri Empunya diri maka kita manusia nantinya akan dipindahkan pula kesatu alam yang dinamakan Alam Barzah dari seterusnya ke Alam Akhirat. Adapun proses pemindahan Rahasia dari Diri Empunya Diri, mulai Alam Gaibul Gaib melaluiAlam Ijsan dan Alam Insan hingga sampailah kepada Alam Dunia adalah sebagai berikut:
1. Saat kita didalam zat Allah namanya:
2. Saat rahasia turun keubun-ubun bapak namanya.
3. Saat rahasia masuk keubun-ubun bapak  namanya.
4. Saat rahasia didalam ubun-ubun bapak (nyata)  namanya.
5. Saat didalam otak bapak namaya.
6. Saat rahasia bergerak didalam otak bapak namanya.
7. Saat rahasia didalam ruang mata bapak  namanya.
8. Saat rahasia turun kedada bapak namanya.
9. Saat rahasia turun kejantung bapak namanya.
10. Saat rahasia turun kepusat bapak namanya.
11. Saat rahasia turun kepinggang bapak namanya.
12. Saat rahasia di-ujung zakar bapak namanya.
13. Saat ibu dan bapak bersetubuh (birahi) namanya.
14. Saat tergantung mani di-ujung zakar bapak namanya.
15. Saat mani menitik kedalam rahim ibu namanya.
16. Saat bersatu mani dengan manikam ibu dan bapak namanya.
17. Saat berpindah mani kedalam rahim ibu namanya..
18. Saat sehari didalam didalam rahim ibu namanya.
19. Saat tujuh hari didalam rahim ibu namanya.
20. Saat 14 hari didalam rahim ibu namanya.
21. Saat berpindah kedalam perut ibu pada hari yang ke 31 namanya.
22. Saat usia diantara 41 hingga 80 hari namanya ()
23. Saat usia 81 hari hingga 119 hari namanya ()
24. Saat 120 hari terdiri () dan () yaitu nyata huruf () dan jalan hidup.
24. Saat usia 130 hari jadi telunjuk kanan.
26. Saat usia 131 hari jadinya kepala.
27. Saat usia 132 hari jadilah dua tangan.
28. Saat usia 133 hari jadilah dua kaki.
29. Saat usia 134 hari jadilah 360 ulang-tulang.
30. Saat usia 135 hari jadilah 248 sendi-sendi.
31. Saat usia 136 hari jadilah 360 urat-urat besar.
32. Saat usia 137 hari jadilah daging-daging.
33. Saat usia 138 hari jadilah kulit.
34. Saat usia 139 hari jadilah rambut.
35. Saat usia 140 hari jadilah kuku.
36. Saat usia 141 hari jadilah hidung.
37. Saat usia 142 hari jadilah mulut.
38. Saat usia 143 hari jadilah.
39. Saat usia 144 hari jadilah dua telinga dan rongga-rongga hidung.
40. Saat usia 145 hari ditiupkan nyawa kedalam badan kita.
41. Saat usia 160 hari sudah ada ari-ari dan tembuni.
42. Saat usia usia diantara 200 hingga 240 hari namanya () yaitu nyawa hidup dengan Hayat Tuhan.
43. Saat usia di antara 241 hari hingga 270 hari namanya () telah lengkap dengan ari-ari, tembuni, ketuban, tali, inilah empat saudara manusia.

Ari artinya = cahaya
Tembuni artinya = api
Ketuban artinya = air
Tali artinya = angin. 

~ Nur yang awal ~. Ilmu Hakekat Insan. Bahwasanya yang pertama-tama terjadi pada Diri-ku sesudah Nur yang awal-awal adalah Nur Habibi, Di kata oleh ‘bahasa tasauf pasaran’ adalah Dzat Allah.

Lalu IA mengatakan dzikir yang awal-awal yaitu Nur Muhammad SAW dan bersholawat yang awal-awal Nur Muhammad SAW, Maka, Nur Muhammad memuji diri sendiri kepada Nur Habibi yang awal-awal. Dzikir Nur yang awal-awal yaitu: “LAA ILAHA ILLALLAH MUHAMMAD UJUDULLAH” Tiada yang disembah melainkan Allah, Tiada lain .. Wahai.. Tuhan, bahwasanya Diriku pada ujud DiriMu jua,. “LAA ILAHA ILLALLAH NUR HAQQULLAH”. Tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah, maka Dialah rahasia Nur awal-awal dan rahasia Nur Muhammad SAW.

ITULAH RAHSIA YANG TELAH DIRAHSIAKAN

Bahwa, Martabat AHADIYAH bermaksud atau bermakna pengakuan pada ke-ESA-an, ke-BESAR-an, dan ke-SEMPURNA-an,  NUR MUHAMMAD SAW semata-mata. Sejalan dengan bunyi ayat: “FISITTATI AYYA MIN SUMAS TAWA ALAL ARSY”. Kesempurnaan kejadian semesta alam adalah dalam 6 masa (hari PERHIMPUNAN), kemudian sempurnalah kebesaran ALLAH kejadian Arsyi yang Maha Mulia. Maksud kalimat diatas adalah: Tiada lain hanya NUR MUHAMMAD SAW, DIA yang bertajjali, DIA.. DIA.. jua.. Maha Suci yang menamai dirinya sendiri. Yaitu Ismu Dzat, Namanya yaitu ALLAH. Karena ada ‘bahasa tasauf pasaran’ maka menjadi simpang siur, Paham ini berawal pada zaman kegoncangan terjadi yaitu kaum Yazid sampai kepada pemerintahan Bani Abbas, Mereka merubah paham yang Haq kepada yang Batil. Maka, mulailah timbul sifat 20, lalu timbul tentang adanya paham Dzat, bahwa Allah itu Laisa Kamislihi Syaiun.

HU itulah adanya yang laisa kamislihi syaiun..
HU itulah yang benar-benar Sifat 20.
HU itulah diri hakiki Nabi kita SAW.
HU tajalinya bernama HUWA JIBUL WUJUD (namanya ALLAH).

Jadi. HU dan HUWA Sebenar-benarnya NUR MUHAMMAD SAW jua pelakunya “ASYHADU ANNI AHMAD AINUL HAQ” Itulah yang bernama RAHASIA DIRI, RABBANI namanya. Berdiri Sholat jua pun tiada yang lain “USHALI HAQQI MUHAMMADIN ALLAHU AKBAR” “ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAHU MUHAMMADURRASULULLAH” Dalam satu nafas, tarik .. tahan 1 detik. Inilah Syahadat yang di pakai oleh Ahli Bai’at. “ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADDARASULULLAH” Kalau sudah paham meluruskannya.

~ Nur ala Nur ~

Ilmu Hakekat Insan. HILANGKAN bunyi detik dengan peleburan yang sempurna, Hilangkan, lenyapkan semuanya, 12 hijab dalam 12 bulan, Berjumlah 360 hari dalam setahun, Menjadi 360 berhala di dalam diri, Dengan turun naik nafasmu leburkan semuanya, AHDIAYAH. Tidak ada tetapi ujud. Itulah Nur Habibi sebutan bagi Dzat Allah Ta’ala Itullah ujud nyata Natijah Muhammad DZATUL BUHTI Bernama IA ALLAH. turun naik nafas HU ALLAH LA TA’YIN Naik turunnya AHMAD AMINULLAH WAHDAH Ada tetapi belum berupa, NUR MUBSIRAH ALLAH Wujud kita rahasia Muhammad Sani Dzatiyah Muhammad “ASYHADU ANNI AHMAD AINUL HAQ” Leburkan.., mesrakan.., TA’YIN AWAL ALLAH HU WAHDIYAH Sudah ada nyata. Nur Muhammad berdiri sendiri ujudanya,

ALLAH U  AKBAR. ALIF Alifullah itu adalah Dzat Allah atau Nur atau Huwa yaitu DIRI ALLAH tiada lain DIRI AHMAD jua, sebenar-benarnya Nur Muhammad SAW, karena Muhammad itulah yang bernama Allah.

KAF: Nyawa yang berhubungan dengan jantung di dalam fuad yang hidup, itulah yang sholat jatim hingga ada DA’IM, bicaralah sebagaimana mestinya.

BA: Af’al Allah adalah kelakuan Muhammad SAW, karena kenyataan Allah di perlihatkan kepada nabi Muhammad SAW, yaitu NURUN ALA NURIN.

RA: Maka hendaknya diri yang nyata ini dapat melakukan suatu perintah yang di sebabkan dari rahasia perintah yang berasal dari Ruh Idhafi yang memerintah nyawa, lalu nyawa memerintah diri, hingga berlakulah yang sebenar-benar diri yang HAQ namanya, tiada huruf tiada suara, karena bersumber dari Nur Muhammad SAW. Itulah pemakaian yang syah anatara turun naik, seperti firmanNya: “QOD JAA AKUMUL HAQ MIRRABBIKUM” Sesungguhnya yang datang kepadamu adalah HAQ dari pada Tuhanmu

Itulah adanya NUR KEPADA NUR. Maksudanya: Dari Ujud Idhafi yaitu ujud hakiki kepada kedzahiran wujud Mutlak.

No comments:

Post a Comment