Monday, May 2, 2016

RAJA ABDULLAH 2, PEMEGANG TAHTA SYAM

(Sultan Aulia Mawlana Syaikh Nazim Adil Haqqani qs - Lefke Cyprus - 28 April 2012). Audzubillahi minasy syaitahnir rajim, Bismillahir Rahmaanir Rahim. Kita berada diakhir zaman dimana Rasulullah saw mengatakan, ”Setelahku adalah para Kulafa Rasyidin, setelah itu para Pangeran, dan setelah itu para Raja. Dan setelah Raja adalah para Tiran (Diktaktor). Kemudian seseorang dari Ahlul Bayt (keturunan Nabi saw) akan muncul dan mengisi dunia dengan kedamaian yang sebelumnya dipenuhi dengan ketidak adilan dan korupsi. Dan para tiran akan dihancurkan, dan kita sudah dekat dengan waktu dimana para Raja akan memerintah kembali. Dan Allah swt akan mengirimkan dukungan untuk Islam. Dan kemudian seseorang dari keturunan Nabi Muhammad saw akan muncul untuk memimpin (Sayidina Mahdi as)

Wahai para Raja dan yang terhormat Raja Abdullah II dari Yordania yang diberkahi, yang berasal dari keturunan Nabi saw, yang akan membawa orang Arab dan seluruh muslim, dimana saat ini seluruh umat Islam tidak memilki Imam dan Kalifah yang mewakili Nabi Muhammad saw. Dan saat ini dari timur ke barat, siapakah yang dapat membawa beban dari keturunan Nabi saw untuk dapat bersama dengan Sayidina Mahdi as?. Maka saat ini, kehormatan dan kekuatan diberikan kepada Raja Abdullah II dari Yordania.

Saya adalah hamba yang lemah dan fakir, dan pesan ini telah kami terima untuk disampaikan kepadanya bahkan sebelum dia dilahirkan, 70 tahun yang lalu. Ketika saya berada di Syam bersama Sayyidina Syaikh Abdullah Faiz ad-Daghestani qs yang juga merupakan guru dari Raja Abdullah I dari Jordan yang merupakan Amir dan Imam dari Jordan yang juga seorang Raja. Dan Raja Abdullah I mengirimkan Mufti Jordan untuk mengunjungi Syaikh Abdullah Faiz ad-Daghestani qs. King Abdullah I telah mengambil bay'at kepada Syaikh Abdullah Faiz qs dalam tariqah Naqshbandi Aliyyah.

Mufti tersebut menyampaikan pesan dari Raja Abdullah I, apakah yang harus kami lakukan. Kemudian Syaikh Abdullah Faiz ad-Daghestani qs menyuruhku untuk menulis surat kepada Raja Abdullah I, surat itu sangat panjang. Syaik Abdullah Faiz qs memperingatkan agar Raja Abdullah tidak hadir pada salat jumat di Masjid Al-Aqsa, karena seseorang akan membunuhnya. Tetapi beberapa waktu kemudian seorang amir mengundanganya ke Palestina dimana bertepatan dengan hari Jumat. Mungkin Raja Abdullah terlupa dengan pesan tersebut dan memang sudah takdir yang digariskan Allah swt bahwa dia akan meninggal disana ditembak oleh seseorang.

Dan King Abdullah II saat ini adalah cucu dari King Abdullah I, dia adalah salah satu dari singaNya Allah. Sepuluh negara di wilayah Syam akan berada dibawah kepemimpinan King Abdullah II. Sekarang kita berada didalam zaman para Tiran, dimana mereka dengan ribuan siasat dan trik menyebabkan umat muslim terlupa dengan perlunya Imam bagi Muslim, Kekalifahan Islam, Kesultanan Islam. Seluruh dunia Islam terjatuh kedalam jurang kehancuran dan tidak memiliki jalan keluarnya.

Saya yang lemah ini hanyalah pelayannya King Abdullah II, usia saya sudah tua. Saya menerima pesan dari para ahlul Syam, wahai King Abdullah janganlah takut, karena dukungan Allah bersamamu dan Syam terbuka saat ini tanpa kepemimpinan. Umumkan kepada penduduk Syam bahwa engkau adalah keturunan Nabi Muhammad saw (ahlul bayt) dan akan menjadi Raja terakhir untuk memerintah tanah Syam, jangan ragu-ragu dan jangan takut. Umumkan bahwa kau adalah ahli waris dari Nabi saw sebagai kalifah Rasulullah saw, dan akan membawa bendera Rasulullah saw.

Maka Raja Abdullah akan memilki tiga Resimen Pasukan, Pasukan dengan bendera Sayidina Muhammad saw, Pasukan dengan Bendera Sayidina Mahdi as, dan Pasukan dengan Bendera Kerajaannya. Dia harus menaikkan bendera itu dengan genderang perang, dan aku yang akan pertama kali berbayat kepadanya. Dan aku umumkan kepada seluruh dunia muslim bahwa dia adalah Kalifah pewaris Nabi saw. Dan dia akan menaikkan bendera Islam dan dia akan mendapat kemenangan dan akan bergabung bersamanya 10 negara Islam dibawah kepemimpinannya. Wahai mareka yang mendengarkan suhbah ini, sampaikan pesanku ini untuk seluruh muslim diseluruh dunia.

Kemudian Sayidina Mahdi as akan datang dari daerah Qadam di Syam. Dan saya hamba yang lemah ini yang pertama kali berbayat kepadamu King Abdullah II, dan saya umumkan kepada seluruh Raja dan Sultan dinegeri Islam untuk berbayat dan bergabung serta mendukung King Abdullah.

Wahai King Abdullah, saya yang pertama kali berbayat kepadamu, terimalah bayat ku wahai Raja Abdullah, terimalah bayatku wahai Raja Abdullah. Aku melihatnya, dia akan bersama dengan Sayidina Mahdi as. Dan saya memerintahkan kepada seluruh umat muslim dunia, untuk mengambil bayat kepadanya. Dan siapa yang tidak berbayat kepadanya maka dia bukan muslim, dan seluruh Aulia akan mengambil bayat kepadanya. Seluruh dunia harus berbay'at kepadanya karena dia diberkahi didunia dan di akhirat. Karena dia adalah Kalifah Islam, jika kalian tidak mendukungnya maka kalian akan dihancurkan.

Dia adalah kalifahnya Rasulullah saw, mewakili Nabi saw dan mewakili Sayidina Mahdi as hingga kedatangannya. Pimpinlah mereka dengan Bismillah, maka akan ada dukungan Kekuatan Allah kepadanya. Dan dia akan memimpin pasukan untuk masuk ke Libya, Yaman, Irak, Turky, Hijaz dan siapapun yang mendukungnya maka mereka adalah ahli surga.

Terimalah bayatku, terimalah bayatku, semoga engkau menerima bayatku ini wahai Raja Abdullah, tulislah namaku diurutan pertama atau terakhir. Taubat Yaa Rabbi, saya telah menyampaikan pesanmu Yaa Rasulullah saw. Semoga dihari Mahsyar nanti namaku tertulis didalamnya sebagai yang memberi bayat kepadamu wahai Raja Abdullah. Dan tentara surgawi akan mendukungnya, maka janganlah takut wahai Raja Abdullah. Fatiha.

Saya akan mencium tangan dan kaki Raja Abdullah karena Raja Abbdullah bersama yang haqq, maka tidak ada yang dapat diatas yang Haqq. Bersukurlah wahai ahlul bayt di Jordan. Pesan ini datang kepadaku ketika kalian datang kesini, sampaikan salamku kepada Yang Mulia Raja Abdullah, ketika kalian kembali ke Jordan, ciumlah tangan dan kaki Rajamu, mudah-mudahan dia mau melihatku, karena perbendaharaan dunia berada dibawah kakinya. Semua yang menentangnya akan dikalahkan, karena dia mendapat dukunganNya. Fatiha. Wa min Allah at Tawfiq.

Nota Kecil Tambahan: Memandang laut adalah Sunnah. Ketika kalian sedang gelisah, gugup stres dan depresi, pergilah ke laut dan lakukan Dzikrullah. Setiap gelombang dan setiap tetes air mempunyai Malaikat yang melakukan Dzikrullah; oleh sebabnya itu adalah Sunnah untuk pergi ke laut dan bahkan memasukkan kaki kalian ke dalam air, Malaikat itu akan datang dan membuat kalian merasa rileks. Dan para Malaikat akan mengirimkan kebahagiaan kepada kalian dan pekerjaan kalian. (Mawlana Syekh Hisyam Kabbani)

No comments:

Post a Comment