Sunday, February 8, 2015

JAMAAH JALAN KAKI

Untuk cepat sampai ketujuan memang dengan kendaraan. Untuk cepat sampai kepada Allah dengan berjalan kaki (Bayan Masyaikh)

Tertib Jama’ah Jalan Kaki

MAKSUD DAN TUJUAN

1. Mencari keridhoan Allah SWT

2. Untuk menghidupkan amal masjid di daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh jamaah biasa, supaya ada suasana agama

3. Untuk mengurangi kemurkaan Allah SWT dan mempercepat turunnya rahmat Allah

4. Untuk menghayati kehidupan Nabi SAW dan para Sahabat RA, karena yang paling mendekati jalannya Nabi SAW dan para Sahabat RA adalah Jama’ah jalan kaki

5. Untuk mendapatkan sifat-sifat da’i yang sempurna, yaqin, taqwa, tawakkal, tawadhu, zuhud, sabar, qona’ah, ikhlas dan istikhlas

6. Untuk melatih sifat berkorban

7. Untuk belajar kerja dakwah dan menjadikan dakwah maksud hidup

8. Agar lebih cepat tercapainya maksud yaitu memperbaiki diri, jamaah cash dan menghidupkan amal masjid

9. Dengan kendaraan lebih cepat mencapai tujuan, sedangkan dengan jalan kaki lebih cepat menuju Allah

10. Jama’ah jalan kaki bukan jama’ah yang kurang biaya.

RUTE JAMAAH

1. Ditentukan dari markaz

2. Jama’ah diberangkatkan bayan hidayah dari markaz yang telah di setujui oleh Syuro Indonesia

3. Jama’ah senantiasa dinusroh dari markaz pusat / markaz daerah

4. Jama’ah diberi bayan hidayah/wabsyi di markaz tempat jama’ah tersebut di beri bayan hidayah berangkat

5. Untuk sementara jama’ah jalan kaki 4 bulan dikeluarkan dalam provinsi masing-masing, apabila melebihi target dapat dikeluarkan di luar provinsi

6. Berjalan dua-dua yang masih terlihat mata dan tidak bergerombol atau terlalu jauh berpencar

7. Jika hujan, berhenti dan berteduh

8. Masjid-masjid tempat kepindahan boleh dikhususi boleh juga tidak, kalau dikhususi, boleh disiapkan 2 atau 3 masjid, tapi jika tidak dikhususi, bila nanti sampai ditempat tujuan agar segera dikhususi

9. Jika didalam suatu kampung terdapat masjid dan musholla, diutamakan datang ke masjid (tempat yang paling ramai)

10. Perpindahan jama’ah dilakukan pada pagi hari agar program sempurna dapat dibuat (ta’lim pagi tepat waktu).

11. Lamanya disetiap masjid tergantung takazza (tidak mengejar jarak dan waktu)

12. Untuk memudahkan kontrol, setiap masjid yang dikunjungi hanya 2 hari, jika melalui kota mengikut kepentingan 3 atau 4 hari (dengan musyawaroh), kalau tidak maka jama’ah sulit dikontrol (jama’ah hilang)

13. Kalau ada tasykilan 1 jama’ah penuh (lebih dari 6 orang) untuk masa kurang dari 7 hari agar dikeluarkan terpisah, tidak digabung dengan jama’ah induk, tetapi dikeluarkan tidak terlalu jauh dari jama’ah induk. Jika lebih dari 7 hari atau terus 40 hari, jama’ah tasykilan dikirm ke markaz terdekat

14. Dianjurkan untuk membawa tenda

15. Bila istirahat dalam perjalanan, segera buat amalan (misalnya ta’lim)

Doa orang Musafir adalah Maqbul disisi ALLAH.

No comments:

Post a Comment