Tuesday, February 18, 2014

20 CARA MENGUATKAN IMAN

“Hai org2 yg beriman, bertakwalah kpd Allah sebenar2nya takwa kpd-Nya dan jgnlah sekali2 kamu mati melainkan dlm keadaan Islam.” (Ali Imran: 102). “Hai sekalian manusia, bertakwalah kpd RabbMu yg telah menciptakan kamu dari seorg diri dan dpdnya Allah menciptakan isterinya dan dpd keduanya Allah mengembang biakkan lelaki dan perempuan yg bnyk. Dan bertakwalah kpd Allah yg dgn (menggunakan) nama-Nya kami saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (An-Nisa: 1). 

“Wahai org2 yg beriman, bertakwalah kamu kpd Allah dan katakanlah perkataan yg benar, nescaya Allah memperbaiki bagimu amalan2mu dan mengampuni bagimu dosa2mu. Dan, brgsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya dia telah mendptkan kemenangan yg besar”. 

Begitulah perintah Allah kpd kita agar kita bertakwa. Namun, iman di dlm hati kita bukanlah sesuatu yg ttp. Iman kita begitu berubah2. Bak gelombang air laut yg kadang pasang naik dan kadang pasang surut. Ketika kondisi iman kita lemah dan kondisi lemah itu kita masih ada dlm kebaikan, kita beruntung. Namun, bila ketika kondisi iman kita lemah dan kondisi lemah itu membuat kita ada di luar koridor ajaran Rasulullah saw., kita celaka. Rasulullah saw. bersabda, “Engkau mempunyai amal yg bersemangat dan setiap semangat mempunyai kelemahan. Brgsiapa yg kelemahannya tertuju pada sunnahku, maka dia telah beruntung. Dan, siapa yg kelemahannya tertuju kpd selain itu, maka dia telah binasa.” (Ahmad). 

Begitulah kondisi hati kita. Sesuai dgn namanya, hati (dlm bahasa Arab qalban) selalu berubah2 (at-taqallub) dgn cpt. Rasulullah saw. berkata, “Dinamakan hati krn perubahannya. Sesungguh nya hati itu ialah laksana bulu yg menempel di pangkal pohon yg diubah oleh hembusan angin secara terbalik.” (Ahmad dlm Sahihul Jami’ no. 2365)

Krn itu Rasulullah saw. mengajarkan kpd kita sebuah doa agar Allah saw. menetapkan hati kita dlm ketaatan. “Ya Allah yg membolak-balikan hati2 manusia, balikanlah hati kami utk taat kpdMu.” (Muslim no. 2654). Hati kita akan kembali pada kondisi ketaatan kpd Allah swt. jika kita sentiasa memper baharui keimanan kita. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya iman itu dijadikan di dlm diri salah seorg di antara kamu sekalian sbgmn pakaian yg dijadikan, maka memohonlah kpd Allah agar Dia memperbaharui iman di dlm hatimu.” (Al-Hakim di AlMustadrak, 1/4; Al-Silsilah Ash-Sahihain no. 1585; Thabrany di Al-Kabir). Bgmn cara memperbaharui iman? Ada 20 sarana yg boleh kita lakukan, iaitu sbg berikut.

1. Perbnyklah Menyimak Ayat2 Al-Quran: 

Al-Quran diturunkan Allah sbg cahaya dan petunjuk, juga sbg ubat bagi hati manusia. “Dan Kami turunkan dari Al-Quran sesuatu yg menjadi ubat dan rahmat bagi org2 yg beriman.” (Al-Isra’: 82). Kata Ibnu Qayyim, yg seharusnya dilakukan oleh seorg muslim utk men yembuhkan hatinya melalui Al-Quran, “Caranya ada dua mcm: pertama, engkau harus mengalihkan hatimu dari dunia, lalu engkau harus menempat kannya di akhirat. Kedua, sesudah itu engkau harus menghadapkan semua hatimu kpd pengertian2 Al-Quran, memikirkan dan memahami apa yg dimaksud dan meng apa ia diturunkan. Engkau harus mengamati semua ayat2Nya. Jika suatu ayat diturunkan utk mengubati hati, maka dgn izin Allah hati itu pun akan sembuh.”

2. Rasakan Keagungan Allah Spt Yg Digambarkan Al-Quran dan Sunnah: 

Al-Quran dan Sunnah bnyk sekali mengungkap keagungan Allah swt. Seorg muslim yg ketika dihadapkan dgn keagungan Allah, hatinya akan bergetar dan jiwanya akan tunduk. Kekhusukan akan hadir mengisi relung2 hatinya. Resapi betapa agungnya Allah yg Maha Mendgr, Maha Mengetahui, yg memiliki nama-nama yg baik (asma’ul husna). Dialah Al-‘Azhim, AlMuhaimin, Al-Jabbar, AlMutakabbir, Al-Qawiyyu, Al-Qahhar, Al-Kabiir, AlMuth’ali. Dia yg menciptakan segala sesuatu dan hanya kpd-Nya lah kita kembali. Jgn smpi kita termasuk org yg disebut ayat ini, “Dan mrk tidak mengagungkan Allah dgn pengagungan yg semestinya, padahal bumi dan seluruhnya dlm genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dgn tgn kanan-Nya.” (Az-Zumar: 67)

3. Carilah Ilmu Syarie: 

Sbb, Al-Quran berkata, “Sesungguhnya yg takut kpd Allah di antara hamba2Nya ialah org2 yg berilmu.” (Fathir: 28). Krnnya, dlmi lah ilmu2 yg mengantarkan kita pada rasa takut kpd Allah. Allah berfirman, “Adakah sama org2 yg mengetahui dgn org2 yg tidak men getahui?” (Az-Zumar:9).  Org yg tahu ttg hakikat penciptaan manusia, tahu ttg syariat yg diturunkan Allah sbg tata cara hidup manusiadan tahu ke mana tujuan akhir hidup manusia, tentu akan lebih khusyuk hatinya dlm ibadah dan kuat iman nya dlm aneka gelombang ujian ketimbang org yg jahil. Org yg tahu ttg apa yg halal dan haram, tentu lebih boleh menjaga diri dpd org yg tidak tahu. Org yg tahu bgmn dahsyatnya siksa neraka, tentu akan lebih khusyuk. Org yg tidak tahu bgmn nikmatnya syurga, tentu tidak akan pernah punya rasa rindu utk meraihnya.

4. Mengikutilah Halaqah Zikir: 

Suatu hari Abu Bakar mengunjungi Hanzhalah. “Bgmn keadaan mu, wahai Hanzhalah?” Hanzhalah menjawab, “Hanzhalah telah berbuat munafik.” Abu Bakar menanya kan apa sbbnya. Kata Hanzhalah, “Jika kami berada di sisi Rasulullah saw., beliau mengingatkan kami ttg neraka dan syurga yg seakan-akan kami boleh melihat dgn mata kepala sendiri. Lalu stlh kami pergi dari sisi Rasulullah saw. kami pun disibukkan oleh urusan isteri, anak2dankehidupan, lalu kami pun bnyk lupa”. Lantas keduanya mengadukan hal itu kpd Rasulullah saw. Kata Rasulullah, “Demi jiwaku yg ada di dlm genggaman-Nya, andaikata kamu sekalian ttp spt keadaanmu di sisiku dan di dlm zikir, tentu para malaikat akan menyalami kamu di atas kasurmu dan tatkala kamu dlm perjlnan. Ttp, wahai Hanzhalah, sa’atah, sa’atan, sa’atan. (HR Muslim). Begitulah majlis zikir. Boleh menambah kuat iman kita. Makanya para sahabat sgt bersemangat mengadakan pertemuan halaqah zikir. “Duduklah besama kami utk mengimani hari kiamat,” begitu ajak Muaz bin Jabal. Di halaqah itu, kita boleh melaksanakan hal-hal yg diwajibkan Allah kpd kita, membaca Al-Quran, membaca hadisatau mengkaji ilmu pengetahuan lainnya.

5. Perbnyklah Amal Soleh: 

Suatu ketika Rasulullah saw. bertanya, “Siapa di antara kalian yg berpuasa di hari ini?” Abu Bakar menjawab, “Saya.” Lalu Rasulullah saw. bertanya lagi, “Siapa di antara kalian yg hari ini menjenguk org sakit?” Abu Bakar menjawab, “Saya.” Lalu Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah amal2 itu menyatu dlm diri seseorg malainkan dia akan masuk syurga (Muslim). Begitulah seorg mukmin yg shaddiq (sejati), begitu menggunakan setiap kesempatan utk memperbnyk amal soleh. Mrk berlomba2 utk mendptkan syurga. “Berlomba2lah kamu kpd (mendptkan) ampunan dari RabbMu dan syurga yg luasnya seluas langit dan bumi.” (Al-Hadid: 21). 

Begitulah mrk. Sehingga keadaan mrk spt yg digambarkan Allah swt., “Mrk sedikit sekali tidur pada waktu mlmdan pada akhir2 mlm mrk memohon ampunan (kpd Allah). Dan, pada harta2 mrk ada hak utk org miskin yg meminta dan org miskin yg tidak mendpt bahagian.” (Az-Dzariyat:17-19) Bnyk beramal soleh, akan menguatkan iman kita. Jika kita istiqamah dgn amal-amal soleh, Allah akan mencintai kita. Dlm sebuah hadis qudsy, Rasulullah saw. menerangkan bahawa Allah berfirman, “HambaKu sentiasa bertaqarrub kpdKu dgn mengerjakan nafilah sehingga Aku mencintainya.” (HR Bukhari)

6. Lakukan Berbagai Mcm Ibadat: 

Ibadah memiliki bnyk ragamnya. Ada ibadah fisik spt puasa, ibadah materi spt zakat, ibadah lisan spt doa dan zikir. Ada juga ibadah yg yg memadukan semuanya spt haji. Semua ragam ibadah itu sgt bermanfaat utk menyembuhkan lemah iman kita. Puasa membuat kita khusyu’ dan mempertebal rasa muraqabatullah (merasa diawasi Allah). Solat rawatib dpt menyempurnakan amal-amal wajib kita kurang sempurna kualitas nya. Berinfak mengikis sifat bakhil dan penyakit hubbud-dunya. Tahajjud menambah kekuatan. Bnyk melakukan berbagai mcm ibadah bukan hanya membuat baju iman kita makin baru dan cemerlang, tapi juga menyediakan bagi kita begitu bnyk pintu utk masuk syurga. 

Rasulullah saw. bersabda, “Brgsiapa yg menafkahi dua isteri di jln Allah, maka dia akan dipanggil dari pintu2 syurga: ‘Wahai hamba Allah, ini adalah baik.’ Lalu brgsiapa yg menjadi org yg bnyk mendirikan solat, maka dia dipanggil dari pintu solat. Brgsiapa menjadi org yg bnyk berjihad, maka dia dipanggil dari pintu jihad. Brgsiapa menjadi org yg bnyk melakukan puasa, maka dia dipanggil dari pintu ar-rayyan. Brgsiapa menjadi org yg bnyk mengeluarkan sedekah, maka dia dipanggil dari pintu sedekah.” (HR Bukhari)

7. Hadirkan Perasaan Takut Mati Dlm Keadaan Su’ul Khatimah: 

Rasa takut su’ul khatimah akan mendorong kita utk taat dan sentiasa menjaga iman kita. Penyebab su’ul khatimah adalah lemahnya iman menenggelamkan diri kita ke dlm jurang kedurhakaan. Sehingga, ketika nyawa kita dicabut oleh malaikat Izrail, lidah kita tidak mampu mengucapkan kalimat laa ilaha illallah di hembusan nafas terakhir.

8. Bnyk2lah Ingat Mati: 

Rasulullah saw. bersabda, “Dulu aku melarangmu menziarahi kubur, ketahuilah skrg ziarahilah kubur krn hal itu boleh melunakan hati, membuat mata menangism mengingatkan hari akhiratdan jgnlah kamu mengucapkan kata2 yg kotor.” (Sahihul Jami’). Rasulullah saw. juga bersabda, “Bnyk2lah mengingat penebas kelazatan2, yakni kematian.” (HR Tirmizi). Mengingat-ingat mati boleh mendorong kita utk menghindari diri dari berbuat durhaka kpd Allah; dan dpt melunakkan hati kita yg keras. Krn itu Rasulullah menganjurkan kpd kita, “Kunjungilah org sakit dan iringilah jenazah, nescaya akan mengingatkanmu terhadap hari akhirat.” (Sahihul Jami). Melihat org sakit yg sdg sakaratul maut sgt memberi bekas. Saat berziarah kubur, baygkan kondisi keadaan org yg sudah mati. Tubuhnya rusak membusuk. Ulat memakan daging, isi perut, lidahdan wajah. Tulang2 hancur. Baygan spt itu jika mem bekas di dlm hati, akan membuat kita menyegerakan taubat, membuat hati kita puas dgn apa yg kita milikidan tambah rajin beribadah.

9. Mengingat-ingat Dahsyatnya Keadaan Di Hari Akhirat: 

Ada beberapa surah yg menceritakan kedahsyatan hari kiamat. Misalnya, surah Qaf, Al-Waqi’ah, Al-Qiyamah, AlMursalat, An-Naba, AlMuththaffifindan At-Takwir. Begitu juga hadis2 Rasulullah saw. Dgn membacanya, mata hati kita akan terbuka. Seakan-akan kita menyaksikan semua itu dan hadir di pemandangan yg dahsyat itu. Semua pengetahuan kita ttg kejadian hari kiamat, hari kebangkitan, berkumpul di mahsyar, ttg syafa’at Rasulullah saw., hisab, pahala, qishas, timbangan, jembatan, tmpt tinggal yg kekal di syurga atau neraka; semua itu menambah tebal iman kita.

10. Berinteraksi Dgn Ayat-ayat Yg Berkaitan Dgn Fenomena Alam: 

Aisyah pernah berkata, “Wahai Rasulullah, aku melihat org2 jika mrk melihat awan, maka mrk gembira krn berharap turun hujan. Namun aku melihat engkau jika engkau melihat awan, aku tahu ketidaksukaan di wajahmu.” Rasulullah saw. menjawab, “Wahai Aisyah, aku tidak merasa aman jika di situ ada azab. Sbb ada suatu kaum yg pernah diazab dikrnkan angindan ada suatu kaum yg melihat azab seraya berkata, ‘Ini adalah awan yg akan menurunkan hujan kpd kami’.” (HR Muslim). Begitulah Rasulullah saw. berinteraksi dgn fenomena alam. Bahkan, jika melihat gerhana, terlihat raut takut di wajah beliau. Kata Abu Musa, “Matahari pernah gerhana, lalu Rasulullah saw. berdiri dlm keadaan ketakutan. Beliau takut krn gerhana itu merupakan tanda kiamat.”

11. Berzikirlah Yg Bnyk: 

Melalaikan zikirulah adalah kematian hati. Tubuh kita adalah kuburan seblm kita terbujur di kubur. Ruh kita terpenjara. Tidak boleh kembali. Krn itu, org yg ingin mengubati imannya yg lemah, harus memperbnyk zikirullah. “Dan ingatlah RabbMu jika kamu lupa.” (Al-Kahfi: 24) “Ingatlah, hanya dgn mengingat Allah lha hati menjadi tentram.” (Ar-Ra’d: 28). Ibnu Qayim berkata, “Di dlm hati terdpt kekerasan yg tidak boleh mencair kecuali dgn zikrullah. Maka seseorg harus mengubati kekerasan hatinya dgn zikrullah.”

12. Perbnyklah Munajat Kpd Allah Dan Pasrah KpdNya: 

Seseorg selagi bnyk pasrah dan tunduk, nescaya akan lebih dkt dgn Allah. Sabda Rasulullah saw., “Saat seseorg paling dkt dgn Rabb-nya ialah ketika ia dlm keadaan sujud, maka perbnyklah doa.” (HR Muslim). Seseorg selagi mau bermunajat kpd Allah dgn ucapan yg mencerminkan ketundukan dan kepasrahan, tentu imannya semakin kuat di hatinya. Semakin menampakkan kehinaan dan kerendahan diri kpd Allah, semakin kuat iman kita. Semakin bnyk berharap dan meminta kpd Allah, semakin kuat iman kita kpd Allah swt.

13. Tinggalkan Angan2: 

Ini penting utk meningkatkan iman. Sbb, hakikat dunia hanya sesaat saja. Bnyk berangan2 hanyalah memenjara diri dan memupuk perasaan hubbud-dunya. Padahal, hidup di dunia hanyalah sesaat saja. Allah swt. berfirman, “Maka bgmn pendptmu jika Kami berikan kpd mrk kenikmatan hidup bertahun2, kemudian dtg kpd mrk azab yg telah dijanjikan kpd mrk, nescaya tidak berguna bagi mrk apa yg mrk selalu menikmatinya.” (Asy-Syu’ara: 205-207). “Seakan2 mrk tidak pernah diam (di dunia) hanya sesaat saja pada siang hari.” (Yunus: 45)

14. Memikirkan Kehinaan Dunia: 

Hati seseorg tergantung pada isi kepalanya. Apa yg dipikirkannya, itulah orientasi hidup nya. Jika di benaknya dunia adalah segala2nya, maka hidupnya akan diarahkan utk memperolehnya. Cinta dunia sebangun dgn takut mati. mDan kata Allah swt., “Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yg memperdaya.” (Ali Imran). Krn itu pikir kanlah bawa dunia itu hina. Kata Rasulullah saw., “Sesungguhnya makanan anak keturunan Adam itu boleh dijadikan perumpamaan bagi dunia. Maka lihatlah apa yg keluar dari diri anak keturunan Adam dan sesungguhnya rempah2 serta lemaknya sudah boleh diketahui akan menjadi apakah ia.” (Tabrani). Dgn memikirkan bahawa dunia hanya spt itu, pikiran kita akan mencari orientasi ke hal yg lebih tinggi: syurga dan segala kenikmatan yg ada di dlmnya.

15. Mengagungkan Hal-hal Yg Terhormat Di Sisi Allah: 

“Brgsiapa yg mengagungkan syiar2 Allah, maka sesungguhnya itu dari ketakwaan hati.” (Al-Hajj: 32). “Dan brgsiapa mengagungkan apa-apa yg terhormat di sisi Allah, maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Rabb-nya.” (Al-Hajj:30). Hurumatullah adalah hak-hak Allah yg ada di diri manusia, tmptatau waktu tertentu. Yg termasuk hurumatullah, misalnya, lelaki pilihan Muhammad bin Abdullah, Rasulullah saw.; tmpt2 suci (Masjid Haram, Masjid Nabawi, Al-Aqha)dan waktu-waktu tertentu spt bln-bln haram. Yg juga termasuk hurumatullah adalah tidak menyepelekan dosa2 kecil. Sbb, bnyk manusia binasa krn mrk menganggap ringan dosa2 kecil. Kata Rasulullah saw., “Jauhilah dosa2 kecil, krn dosa2 kecil itu boleh berhimpun pada diri seseorg hingga ia boleh membinasakan dirinya.”

16. Menguatkan Sikap Al-wala’ wal-bara’: 

Al-wala’ adalah saling tolong menolong dan pemberian kesetiaan kpd sesama muslim. Sdgkan wal-bara adalah berlepas diri dan rasa memusuhi kekafiran. Jika terbalik, kita benci kpd muslim dan amat bergantung pada musuh2 Allah, tentu keadaan ini petanda iman kita sgt lemah. Memurnikan kesetiaan hanya kpd Alah, Rasul dan org2 beriman adalah hal yg dpt menghidupkan iman di dlm hati kita.

17. Bersikap Tawadhuk: 

Rasulullah saw. bersabda, “Merendahkan diri termasuk bahagian dari iman.” (HR Ibnu Majah). Rasulullah juga berkata, “Brgsiapa menanggalkan pakaian krn merendahkan diri kpd Allah padahal dia mampu mengenakannya maka Allah akan mmggilnya pada hati kiamat bersama para pemimpin makhluk, sehingga dia diberi kebebasan memilih di antara pakaian2 iman mana yg dikehendaki utk dikenakannya.” (HR Tirmizi). Maka tak hairan jika baju yg dikenakan Abdurrahman bin Auf (sahabat yg kaya) tidak beza dgn yg dikenakan para hamba yg dimilikinya.

18. Perbnyk Amalan Hati: 

Hati akan hidup jika ada rasa mencintai Allah, takut kpdNya, berharap bertemu dgnNya, berbaik sangka dan redha dgn semua takdir yg dittpkan-Nya. Hati juga akan penuh dgn iman jika diisi dgn perasaan syukur dan taubat kpdNya. Amalan2 hati spt itu akan menghadirkan rasa khusyuk, zuhud, warak dan mawas diri. Inilah halawatul iman (kemanisan iman)

19. Sering Menghisab Diri: 

Allah berfirman, “Hai org2 yg beriman, bertakwalah kpd Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yg diperbuatnya utk hari esok (akhirat).” (Al-Hasyr: 18). Umar bin Khattab r.a. berwasiat, “Hisablah dirimu sekalian seblm kamu dihisab.” Selagi waktu kita masih longgar, hitung2 lah bekal kita utk hari akhirat. Apakah sudah cukup utk mendpt ampunan dan syurga dari Allah swt.? Sungguh ini sarana yg efektif utk memperbaharui iman yg ada di dlm diri kita.

20. Berdoa Kpd Allah Agar Diberi Kettpan Iman: 

Perbnyklah doa. Sbb, doa adalah kekuatan yg luar biasa yg dimiliki seorg hamba. Rasulullah saw. berwasiat, “Iman itu dijadikan di dlm diri salah seorg di antara kamu bagaikan pakaian yg dijadikan, maka memohonlah kpd Allah agar Dia memperbaharui iman di dlm hatimu.” Ya Allah, perbaharuilah iman yg ada di dlm dada kami. Ttpkanlah hati kami dlm taat kpdmu. Tiada daya dan upaya kami kecuali dgn pertolonganMu.

No comments:

Post a Comment