Friday, March 13, 2015

MENGAPA MENGHINA ULAMA?

Melecehkan ulama padahal kencing yg benar saja tak tahu ilmunya. Sungguh terlalu! Banyak yang bicara seolah-olah lebih hebat daripada ulama, menyalahkan dan merendahkan ulama, mendengarnya serasa mau sebut nama binatang satu persatu, kata orang kendari, dasar kapiting!

Mau diajak berdebat, masalahnya Nabi saw melarang kita berdebat dengan orang bodoh bisa mengeraskan hati, yg masalahnya lagi kita juga adalah ORANG BODOH, jadi org bodoh berdebat dengan org bodoh, keras hatinya jadi berlipat ganda. Jadi doakan aja, semoga mereka dan kita bisa dapat hidayah.

Siapa Ulama?

Ulama adalah orang-orang yang berjuang di jalan Agama melalui ilmu. Mereka adalah orang-orang yang mewarisi Nabi dalam menjaga dan mensyiarkan ilmu agama. Mensyiarkan pengetahuan pada umat agar tetap berpegang pada kebenaran diatas Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Ulama berperanan mendidik dan mengajarkan ilmu-ilmu kepada umat agar mereka berilmu dalam beramal. Sebab keimanan, ucapan dan perbuatan apabila dilakukan tanpa disertai dengan ilmu maka semuanya malah bisa menjadi pedang yang menghunus, baik terhadap orang lain maupun diri sendiri. Pemahaman dalam urusan agama harus menjadi pendalaman yang mendarah daging. Apalagi ketika kita dihadapkan pada berbagai kewajiban yang menuntut kita untuk mengetahui ilmunya.

Mengapa Harus Mencintai dan Memuliakan Ulama?

Allah SWT Berfirman:

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِماً 

بِالْقِسْطِ

“Allah menyatakan bahawasannya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan (juga menyatakan yang demikian itu) para Malaikat dan orang-orang yang berilmu..”(QS Ali-Imran: 18).

Dalam ayat diatas, Allah SWT memulai dengan menyebut nama-Nya Yang Agung. Setelah itu dilanjutkan dengan menyebut malaikat lantas kemudian pada para ahli ilmu. Hal ini menunjukan kemuliaan dan keutamaan para ahli ilmu disisi Allah SWT. Oleh sebab itu tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mencintai para ulama sebagai bahagian dari ahli ilmu.

Rasulullah SAW bersabda,

وقال صلى الله عليه وسلم: أكرموا العلماء فإنهم عند الله 

كرماء مكرمون

“Hendaknya kamu semua memuliakan ulama kerana mereka itu orang-orang yang mulia menurut Allah dan dimuliakan.” (Kitab Lubabul Hadits)

وقال صلى الله عليه وسلم: فَضْلُ العَالِمِ عَلىَ العَابِدِ كَفَضْلِ 

القَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ عَلىَ سَائِرِ الكَوَاكِبِ

Nabi SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas ahli ibadah bagaikan keutamaan bulan di malam purnama atas seluruh bintang-bintang.” (Kitab Lubabul Hadits)

فَضْلُ العَالِمِ عَلَى العَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أُمَّتِي:وفي رواية 

للحارث بن أبي أسامة عن أبي سعيد الخدري عنه صلى 

الله عليه وسلم

Dalam satu riwayat Al Harits bin Abu Usanah dari Sa’id Al Khudri ra dari Nabi SAW bersabda, “Keutamaan seorang alim atas ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas umatku.” (Kitab Tanqihul Qaul)

وقال صلى الله عليه وسلم: من نظر إلى وجه العالم نظرة 

ففرح بها خلق الله تعالى من تلك النظرة ملكا يستغفر له 

إلى يوم القيامة

Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa memandang wajah orang alim dengan satu pandangan lalu ia merasa senang dengannya, maka Allah Ta’ala menciptakan malaikat dari pandangan itu dan memohonkan ampun kepadanya sampai hari kiamat.” (Kitab Lubabul Hadits)

وقال النبي صلى الله عليه وسلم: من أكرم عالما فقد 

أكرمني، ومن أكرمني فقد أكرم الله، ومن أكرم الله فمأواه 

الجنة

Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa memuliakan orang alim maka ia memuliakan aku, barangsiapa memuliakan aku maka ia memuliakan Allah dan barangsiapa memuliakan Allah maka tempat kembalinya adalah syurga.” (Kitab Lubabul Hadits)

رواه الخطيب البغدادي عن جابر  .أكْرِمُوا العُلَمَاءَ فإنَّهُمْ 

وَرَثَةُ الأَنْبِيَاءِ، فَمَنْ أكرَمَهُمْ فَقَدْ أَكْرَمَ الله وَرَسُولَهُ  :وقال 

صلى الله عليه وسلم

Nabi SAW bersabda, “Hendaknya kamu semua memuliakan para ulama, kerana mereka itu adalah pewaris para Nabi, maka barangsiapa memuliakan mereka berarti memuliakan Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Al Khatib Al Baghdadi dari Jabir ra, Kitab Tanqihul Qaul)

وقال النبي صلى الله عليه وسلم: نَوْمُ العَالِمِ أَفْضَلُ مِنْ 

عِبَادَةِ الجَاهِلِ

Nabi SAW bersabda,“Tidurnya orang alim itu lebih utama daripada ibadah orang bodoh.” (Kitab Lubabul Hadits)

وقال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ زَارَ عَالِمًا فَكَأَنَمَّا 

زَارَنِي، وَمَنْ صَافَحَ عَالِمًا فَكَأَنَّما صَافَحَنِي، وَمَنْ جَالَسَ عَالِمًا 

فَكَأَنَّما جَالَسَنِي في الدُّنْيَا، وَمَنْ جَالَسَنِي في الدُّنْيَا 

أَجْلَسْتُهُ مَعِيْ يَوْمَ القِيَامَةِ

Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa mengunjungi orang alim maka ia seperti mengunjungi aku, barangsiapa berjabat tangan kepada orang alim ia seperti berjabat tangan denganku, barangsiapa duduk bersama orang alim maka ia seperti duduk denganku didunia dan barangsiapa yang duduk bersamaku didunia maka aku mendudukkanya pada hari kiamat bersamaku.” (Kitab Lubabul Hadits)

وعن أنس بن مالك أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال

مَنْ زَارَ عَالِما فَقَدْ زَارَنِي، وَمَنْ زَارَنِي وَجَبَتْ له شَفَاعَتي، 

وكانَ لَهُ بِكُلِّ خَطْوَةٍ أَجْرُ شَهِيدٍ

Dari Anas bin Malik ra, bahawasanya Rasulullah bersabda: “Barangsiapa mengunjungi orang alim berarti ia mengunjungi aku, barangsiapa mengunjungi aku maka ia wajib memperoleh syafa’atku dan setiap langkah memperoleh pahala orang mati syahid.” (Kitab Tanqihul Qaul)

وعن أبي هريرة قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه 

وسلم يقول: مَنْ زَارَ عَالِما ضَمِنْتُ لَهُ عَلى الله الجَنَّةَ

Dari Abu Harairah ra, saya mendengar Rasulullah saww. bersabda: “Barangsiapa mengunjungi orang alim, maka aku menjamin kepadanya dimasukkan syurga oleh Allah” (Kitab Tanqihul Qaul)

فقيه واحد متورع أشد على الشيطان من ألف عابد مجتهد 

جاهل ورع:وقال صلى الله عليه و

Nabi SAW bersabda: “Seorang alim fiqih yang perwira (wara’) adalah lebih berat bagi syaitan daripada seribu orang ahli ibadah yang tekun yang bodoh lagi perwira” (Kitab Tanqihul Qaul).

Sungguh hina apabila kita menemukan orang-orang yang membenci ulama. Hal ini menyedihkan kerana merupakan pelecehan terhadap agama. Sebab, agama sentiasa diperjuangkan oleh ilmu-ilmu yang disyiarkan oleh ulama. Lantas apabila ada orang yang menghinakan ulama itu berarti ia sungguh-sungguh telah melecehkan agama. 

Bukan hanya itu, orang yang melecehkan ulama seolah sedang menentang Nabi saw sebab Nabi saw jelas-jelas memerintahkan kita selaku umatnya agar memuliakan ulama, bukan malah menghinakannya. Nauzubillah. Semoga kita dijadikan orang-orang yang selalu dekat dengan ulama. Mencintai dan memuliakannya dengan penuh keikhlasan. Serta dijadikan orang yang sentiasa tidak bosan untuk mengambil ilmu dari mereka. Agar kita menjadi orang-orang yang diangkat derajatnya dan didekatkan dengan Allah swt.

Mari kita mencintai para ulama, sbb para ulama adalh warasatul anbiya… 

Hujjatul Islam Imam Ghozali ra bukanlah dari keturunan ulama, tetapi orang tuanya yang sangat ta'zim, mahabba, wa takrimah kepada ulama2 dan berdoa kepada Allah semoga anaknya menjadi ulama dan alhamdulillah anak2nya menjadi ulama yg terkenal.

No comments:

Post a Comment