Monday, February 16, 2015

KITA BENCI DENGAN KEKAFIRAN BUKAN DENGAN ORANG KAFIR

Kita benci orang kafir, tapi yang kita benci adalah kekafirannya. Orangnya tetap kita sayangi. Yang perlu kita fikirkan dan usahakan adalah bagaimana mereka boleh dapat hidayah, sehingga mati dalam keadaan beriman dan masuk syurga. Bukan selalu memikirkan dan mengusahakan agar mereka cepat mati dan segera masuk neraka. Membunuh orang kafir tanpa mengajak dia beriman terlebih dahulu adalah suatu kezaliman yang besar.

Ketika satu jenazah Yahudi sedang dibawa ke pemakaman lewat depan Rasulullah saw, maka Beliau saw, segera berdiri sebagai penghormatan kepada jenazah Yahudi tsb. Tapi pada saat itu, Beliau saw bersedih kerana satu orang lagi mati tanpa membawa iman.

Satu jamaah saat berdakwah ke Jepang selama 4 bulan, diajak oleh seorang muallaf untuk pergi bersilaturrahmi. Tapi anehnya, muallaf yang asli orang jepang itu membawa mereka ke pemakaman umum. Sesampainya disana, sambil menunjuk ke beberapa kuburan, dia berkata, “Tuan-tuan, ini kuburan ayah dan ibu saya, yang disampingnya adalah kuburan paman saya, yang itu kuburan kakek dan nenek saya, yang itu kuburan sepupu saya, kuburan tetangga saya.  Ketahuilah, sesungguhnya tuan-tuan datang terlambat, mereka mati dalam keadaan tanpa iman, tak ada yang pernah mendatangi dan mendakwahi mereka!"

Tuan2, hari ini setiap 5 menit ada orang kafir tanpa iman. Adalah kezaliman besar kalau kita tidak buat dakwah habis-habisan. 

No comments:

Post a Comment