Thursday, September 1, 2016

JADIKAN DUNIA SEBAGAI RAHMAT HAI HAMBA NAFSU!

Jangan mengaku-ngaku telah mencapai maqam para rabbani. Kau memuja nafsu, sedangkan mereka hanya menyembah Allah. Dambaanmu dunia, sedangkan dambaan mereka akhirat.

Matamu hanya melihat dunia, pandangan mereka melihat Tuhan penguasa bumi dan langit. Kau mencintai ciptaan, sedangkan mereka mencintai Sang Penciptaan. Hatimu terpaut pada dunia, hati mereka terpaut kepada Tuhan pemilik Arasy. 

Kau adalah korban segala kau lihat, sedangkan mereka tak memerhatikan segala yang kau lihat. Mereka hanya melihat Sang Pencipta segala sesuatu, yang tak mungkin terlihat (mata manusia). Mereka telah meraih tujuan hidup mereka, dan keselamatan mereka terjamin, sedangkan kau tetap menjadi korban nafsu dunia.

Mereka telah lepas lepas dari ciptaan, dari nafsu dunia, dan dari kehendak diri. Dengan demikian, mereka bergegas mendekati hadirat Tuhan yang menganugerahi mereka kekuatan untuk mencapai puncak wujud mereka, iaitu patuh kepada-Nya. 

Itulah wujud redha Allah, yang Dia anugerahkan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya. Mereka menjadikan ketaatan dan pemujaan sebagai kewajiban. Mereka kukuh menjalani keduanya dengan bantuan-Nya tanpa mengalami kesulitan sehingga kepatuhan menjadi ruh hidup mereka. 

Akhirnya, dunia menjadi rahmat dan tempat yang menyenangkan bagi mereka, bagaikan syurga. Ketika melihat sesuatu, mereka melihat Sang Pencipta. Kerana itulah keberadaan mereka memberi daya kepada bumi dan langit. Keberadaan mereka menjadi sumber kesenangan bagi yang mati dan yang hidup. 

Sungguh, Tuhan telah menjadikan mereka pasak bagi bumi ini. Mereka bagaikan gunung-gunung yang tegak berdiri. Mereka adalah yang terbaik di antara yang telah diciptakan dan ditebarkan-Nya di dunia ini. Semoga kedamaian dari Allah melimpahi mereka, juga salam dan rahmat-Nya, selama bumi dan langit masih ada.

Tengku Daeng Mawelle

No comments:

Post a Comment