Tuesday, April 5, 2016

ILMU MAKRIFAT DARI SYAMSUDDIN AS-SUMTRANI

“Tidak diragukan lagi, wahai saudaraku! Sesungguhnya wujudmu dan wujud semua yang maujud, tidaklah (memancar) dari Zat Allah SWT, tapi dari terangnya cahaya Al-Haqq Ta’ala.  Tidak diragukan pula bahwa munculnya cahaya itu, (mengarah) terbatas sesuai tempatnya. Sehingga, sudah pasti antara Al-Haqq dan tempat (cahaya memancar), terdapat koneksi yang sumbernya adalah salah satu dari sifat Zat. Sedangkan sifat itu sendiri bagi Zat adalah salah satu nama dari nama-nama Allah Ta’ala. Maka, nama-nama Allah SWT telah tampak memancar pada dirimu dan pada segala sesuatu. Dan, itu merupakan rahasia-rahasia ketuhanan.

Oleh sebab itu, Allah SWT adalah Maha Zahir dengan zhuhûr-nya sifat Jamal dan Kamal dari nama-nama-Nya. Dan, Allah SWT itu Maha Samar dengan memperjalankan kegaiban huwiyah-Nya dalam zhuhûr-Nya. Maka, Allah SWT terhadap segala sesuatu Maha Mengetahui. Pengetahuan Allah itu sendiri adalah inti keberadaan-Nya. Sedangkan, (apa yang kita sebut sebagai) “sesuatu” itu hanyalah serpihan tunggal dari nama-nama-Nya yang bersifat lahiriah (tampak).

Maha Suci Allah yang telah menghalangi makhluk dengan cahaya-Nya, dan membuat mereka tidak “melihat” karena sangat jelasnya zhuhûr Allah. Allah SWT adalah Zat yang Maha Nyata, tidak ada sesuatu pun yang lebih nyata dari-Nya. Dia Maha Samar, tidak ada yang lebih samar dari-Nya. Maha Awal tapi menjadi inti akhir. Maha Nyata tapi menjadi inti kesamaran”. (Syamsuddin As-Sumatrani (w.1630) dalam Jawharul-Haqaiq).

No comments:

Post a Comment