Tuesday, April 5, 2016

SEMOGA KITA DAPAT HIDUP AMAN & DAMAI

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم. أما بعد:

Sesungguhnya seagung-agungnya wasiat adalah wasiatnya Robb semua makhluk yaitu bertaqwa kepada Allah dengan ketaqwaan diperoleh keamanan disemua tempat (dunia dan akhirat) dan terjaga dari kehancuran serta diperoleh pula kebahagiaan hidup dan bertempat tinggal, kebaikan yang banyak dan mendatangkan barakah, Allah Ta'ala berkata:

وَلَوْأَنَّأَهْلَالْقُرَىآَمَنُواوَاتَّقَوْالَفَتَ حْنَاعَلَيْهِمْبَرَكَاتٍمِنَالسَّمَاءِوَالْأَرْضِ [الأعراف/96].

" Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi"(. (Al-A'raf: 96).

Sesungguhnya keamanan adalah tuntutan yang penting dan simpanan yang berharga, karena keamanan adalah ketenangan seseorang, keluarga dan manusia untuk hidup dengan kehidupan yang bahagia di dunia yang mereka tidak takut akan ancaman teraniayannya agama mereka, jiwa-jiwa mereka, kehormatan mereka danharta-harta mereka. Bahkan keamanan adalah asas semua kehidupan yang berperikemanusian. Dan Allah telah menganugerahkan keamanan atas hamba-hamba-Nya, Allah Ta'ala berfirman:

+فَلْيَعْبُدُوارَبَّهَذَاالْبَيْتِ (3) الَّذِيأَطْعَمَهُمْمِنْجُوعٍوَآَمَنَهُمْمِنْخَوْفٍ _ [قريش/3، 4].

"Maka hendaklah mereka menyembah Robb pemilik rumah ini (Ka'bah (yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan". (Al-Qurasiy: 3-4). Dan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berkata:

«من أصبح آمنا في سربه معافى في بدنه، عنده قوت يومه ، فكأنما حيزت له الدنيا»

"Siapa saja yang pada pagi harinya dia beriman di rumahnya, yang sehat badannya serta memiliki makanan yang cukup untuk hari itu maka seolah-olah dunia dan seluruh isinya dikumpulkan untuknya. (HR. At-Timridziy, dari Ubadillah bin Mihshan).

Dan jika keamanan sudah hilang serta sudah goncang tiang-tiangnya maka janganlah kamu bertanya tentang fitnah dan kerusakan yang besar yang akan terjadi yang diakibatkan hilangnya keamanan tersebut, karena keamanan dan keimanan adalah beriringan yang saling menguatkan (mengharuskan), tidak bisa terpisahkan dan tidaklah para shahabat Radhiyallahu 'Anhum hijrah dari Mekkah ke Habasyah (Etiopia) kecuali untuk memperoleh keamanan. Dan tidaklah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan para shahabatnya yang mulia Radhiayallahu 'Anhum hijrah dari Mekkah ke Madinah kecuali untuk mendapatkan keamanan sehingga kaum muslimin bisa beribadah kepada Allah 'Azza wa Jalla dalam keadaan aman. 

Karena bagaimana mungkin kehidupan itu bisa tegak tanpa adanya keamanan dan ketenangan?. Dan bagaimana mungkin ditegakkan peribadahan kepada Allah Ta'ala, berjalankan kegiatan masjid, ditegakkannya syia'r-syi'ar Islam tanpa adanya keamanan dan ketenangan?! Dan bagaimana mungkin kehidupan manusia bisa tegak tanpa keamanan dan ketenangan?!

Sesungguhnya Islam adalah agama rahmat dan penuh ketenangan dan juga Islam adalah agama keamanan dan ketentraman, dan karena menjaga keamanan dan ketentramanlah Allah memperingatkan kaum muslimin dari fitnah. Allah Ta'ala berkata:

وَاتَّقُوافِتْنَةًلَاتُصِيبَنَّالَّذِينَظَلَمُوامِ نْكُمْخَاصَّةًوَاعْلَمُواأَنَّاللَّهَشَدِيدُالْعِق َابِ [الأنفال/25].

"Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya)". (Al-Anfaal: 25). Dan berkata Nabi Shallallahu 'Aalihi wa Sallam ketika menjelaskan bahayanya fitnah: 

«يُوشِكُ (أن يقرب) أَنْ يَكُونَ خَيْرَ مَال ِالْمُسْلِم ِغَنَمٌا يَتْبَعُ بِهَا شَعَفَ الْجِبَالِ (أي رؤوس الجبال) وَمَوَاقِعَ الْقَطْرِ، يَفِرُّبِدِينِهِ مِنَ الْفِتَنِ».

"Hampir-hampir akan terjadi suatu waktu yang sebaik-baik harta seorang muslim adalah seekor kambing yang dia mengikutinya kepuncak-puncak gunung dan tempat air yang dialari mengasingkan diri dari fitnah, dengan membawa agamanya". (Muttafaqun ‘Alaih).

Dan karena inilah tugasnya orang yang bahagia adalah menjauhi fitnah sebagaimana Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

«إن السعيد لَمَن جُنِّبَ الفِتَن، إن السعيد لَمَن جُنِّبَ الفِتَن، إن السعيد لَمَن جُنِّبَ الفِتَن، ولَمن ِابْتُلِي َفصبر، فَواها (أي فوا عجبا له».

"Sesungguhnya orang yang bahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah, sesungguhnya orang yang bahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah, sesungguhnya orang yang bahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah, dan juga diberi cobaan maka dia bersabar, maka betapa mengagumkan kebahagian yang dimilikinya)". (HR. Abu Dawud).

Maka yang wajib bagi seorang muslim ketika menghadapi fitnah adalah bersabar dan bergegas untuk beramal shalih dan menyibukan diri dengan beribadah kepada Allah Ta'ala, karena Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

بادروا بالأعمال فتنا كقطع الليل المظلم يصبح الرجل مؤمنا ويمسي كافرا أويمسي مؤمنا ويصبح كافرا يبيع دينه بعرض من الدنيا قليل.

"Bergegaslah untuk beramal ketika menghadapi fitnah, yang fitnah itu seperti sebagian malam yang gelap yang seseorang itu beriman pada pagi hari dan menjadi kafir di sore harinya, atau seseorang itu beriman di sore hari lalu menjadi kafir di pagi harinya. Dia menjual agamanya dengan harta benda dunia yang sedikit). (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Dan wajib bagi seorang muslim untuk memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ketika Allah dan Rasul-Nya menyerunya. Karena dalam seruan itu terdapat kebahagian dunia dan akhirat. Allah Ta'ala berfirman:

يَاأَيُّهَاالَّذِينَآَمَنُوااسْتَجِيبُوالِلَّهِوَل ِلرَّسُولِإِذَادَعَاكُمْلِمَايُحْيِيكُمْ [الأنفال/24].

"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kalian kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kalian).(Al-Anfaal: 24).

Dan siapa saja yang tidak memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya maka sungguh dia memasukan dirinya ke dalam fitnah, Allah Ta'ala berkata:

فَلْيَحْذَرِالَّذِينَيُخَالِفُونَعَنْأَمْرِهِأَنْت ُصِيبَهُمْفِتْنَةٌأَوْيُصِيبَهُمْعَذَابٌأَلِيمٌ [النور/63].

"Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih). (An-Nuur: 63).

Karena seorang muslim wajib untuk berhukum dengan syari'at Allah dan dia menundukkan dirinya dalam pergaulannya, perbuatannya, dan aktivitasnya pada syari'at Allah Ta'ala. Hal ini tidak akan terwujud kecuali dia harus kembali kepada ulama yang memiliki pemahaman yang dalam dan orang yang diberi pemahaman oleh Allah Ta'ala, dan juga orang yang diberi hikmah dan diberi petunjuk tentang kebenaran dakwah di jalan Allah terutama waktu terjadinya fitnah, karena ketika terjadi fitnah maka tercampurlah kebenaran dengan kebatilan sehingga perkara-perkara menjadi samar pada kebanyakan manusia maka wajib kembali kepada ulama, Allah Ta'ala berfirman:

وَإِذَاجَاءَهُمْأَمْرٌمِنَالْأَمْنِأَوِالْخَوْفِأَ ذَاعُوابِهِوَلَوْرَدُّوهُإِلَىالرَّسُولِوَإِلَىأُو لِيالْأَمْرِمِنْهُمْلَعَلِمَهُالَّذِينَيَسْتَنْبِط ُونَهُمِنْهُمْ [النساء/83].

"Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya akan dapat mengetahuinya dari mereka). (An-Nisa': 83.)

Dan karena inilah maka agama Islam memerintahkan untuk taat kepada pemimpin kaum muslimin dalam perkara yang bukan maksiat, supaya menjaga keamanan dan ketenangan kaum muslimin, Allah Ta’alaberkata:

يَاأَيُّهَاالَّذِينَآَمَنُواأَطِيعُوااللَّهَوَأَطِ يعُواالرَّسُولَوَأُولِيالْأَمْرِمِنْكُمْ [النساء/59].

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kalian). (An-Nisa': 59).

Dan Islam memperingatkan dari ketidaktaatan kepada pemimpin untuk menjauhi fitnah sebagaiamana perkataan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam:

«من خرج من الطاعة وفارق الجماعة ، فمات على ذلك فميتته جاهلية»

"Siapa saja yang keluar dari ketaatan (kepada penguasa) dan memisahkan diri dari jama'ah (kaum muslimin), lalu dia mati dalam keadaan seperti itu maka matinya itu adalah mati jahiliyyah". (HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Dan siapa saja yang ingin mematahkan tongkat kaum muslimin dan memecah persatuan mereka serta menggoyangkan keamaan mereka maka hukumnya sebagimana yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam:

مَنْ أَتَاكُمْ وَأَمْرُكُمْ جَمِيعٌ يُرِيدُ أَنْ يُفَرِّقَ جَمَاعَتَكُمْ فَاقْتُلُوهُ (كائنا من كان).

"Siapa saja yang ingin memecahkan tongkat kalian atau memecah (persatuan) jamaah kalian maka bunuhlah (siapapun orangnya)". (HR. Muslim).

Maka hendaknya orang-orang muslimin berhati-hati dari sebagian manusia yang dunggu akal pikirannya, yang muda-muda umurnya, yang mereka berusaha untuk mengobarkan fitnah, kekacauan, kebencian, kedengkian dan kebencian diantara pemuda-pemuda mereka. Benarlah Allah ketika Dia berfiman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَى مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ (204) وَإِذَا تَوَلَّى سَعَى فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ (205) وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ (206) [البقرة/204-206].

"Dan diantara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal dia adalah penantang yang paling keras. Dan apabila dia berpaling (dari kalian), dia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan. Dan apabila dikatakan kepadanya: "Bertaqwalah kepada Allah", bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya". (Al-Baqarah: 204-206). 

(Asy-Syaikh Abu Abdirrahman Yahya bin Ali Al-Hajuriy, Diterjemahkan oleh: Abu Nu'aim Ali bin Mu'allim Al-Bloriy Al-Jawi). 


No comments:

Post a Comment