Friday, July 1, 2016

ZUHUD

“ZUHUD adalah engkau mencintai sesuatu yg dicintai oleh Khaaliq-mu dan engkau membenci sesuatu yg dibenci oleh Khaaliq-mu. Engkau meninggalkan yg halal dari dunia sebagaimana engkau meninggalkan yg haramnya, sebab yg halalnya pasti akan dihisab dan yg haramnya pasti akan mengundang azab. Engkau menyayangi kaum muslimin, sebagaimana engkau menyayangi dirimu sendiri. Engkau memelihara diri dari perkataan2 yg tiada membawa manfaat bagimu, sbgmn engkau memelihara diri dari perkataan2 yg haram. Engkau memelihara diri dari banyak makan, sebagaimana engkau memelihara diri dari memakan bangkai yg amat busuk. Engkau memelihara diri dari aneka macam kesenangan dunia dan perhiasannya, sebagaimana engkau memelihara diri dari panasnya api. Dan engkau tidak panjang angan2 di dunia, inilah arti zuhud yg sebenarnya”. (Hadits Nabi saw riwayat Ad-Dailami).

"ZUHUD di dunia itu bukanlah engkau mengharamkan yang halal, dan bukan pula engkau menyia-nyiakan hartamu. Zuhud di dunia itu adalah engkau tidak menggantungkan diri pada sesuatu yang ada pada tanganmu, tetapi engkau lebih percaya pada sesuatu yang ada pada Tangan Allah. Juga engkau lebih banyak mengharapkan turunnya Rahmat Allah pada saat ditimpa oleh musibah, dan engkau lebih senang menerima musibah, sekalipun musibah itu menimpamu seumur hidupmu" (Hadits Nabi saw riwayat At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dari Abu Dzaar ra.).

Dalam hadits juga dikatakan: “Barangsiapa yang tidak mencintai dunia pasti dicintai Allah”

Barangsiapa yg mengenal dunia pasti membencinya. Barangsiapa yg mengenal Allah pasti mencintainya, pasti jatuh cinta kepada Allah. Jadi, tidak ada obat yang lebih ampuh untuk zuhud kecuali ilmu ttg Allah, karena itu adalah obat utk tidak mencintai dunia. Kadang dlm situasi yang ekstrim seorg zahid bisa jadi meninggalkan dunia karena khawatir mencintainya. Adapun zahid sejati adalah ia yg menyelam di lautan tapi tidak terbasahi. Seperti Nabi Sulaiman a.s. yang hartanya sangat banyak tapi ia tidak mencintai hartanya, sehingga dtg dan hilangnya sama saja. Bukan juga zahid yg meninggalkan dunia krn membenci nya, sehingga begitu saja menyepi dari manusia dan menelantarkan amanah yg Allah Ta'ala berikan.

No comments:

Post a Comment