Tuesday, August 16, 2016

HAKIKAT SYUKUR MENURUT SYEIKH ABDUL QADIR AL JAILANI

Menurut Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani, dlm pandangan Ahli Hakikat, SYUKUR adalah mengakui nikmat yg diberikan oleh Sang Pemberi nikmat secara khusus. Allah menyebut Diri-Nya sbg “Yang Maha Mensyukuri (Asy-Syakur)” dlm erti yang meluas. Maksudnya, Dia akan membalas para hamba atas syukur mereka. 

Membalas syukur juga disebut sbg syukur. Ada pula Ahli Hakikat yg mengatakan bahawa Hakikat Syukur adalah memuji org yg telah berbaik hati memberi (al-muhsin) dgn mengingat2 kebaikannya. Syukur hamba kepada Allah bererti memuji-Nya dengan mengingat2 kebaikan yang Dia berikan. Sedangkan Syukur Allah kpd para hamba adalah pujianNya atas si hamba dgn menyebut (menyanjung) kebaikannya.

Kemudian, kebaikan budi pekerti seorang hamba adalah ketaatannya kepada Allah, dan kebaikan Allah adalah kemurahan-Nya memberi nikmat kepada hamba-Nya. Syukur hamba yang sebenarnya adalah pengakuan lisan dan ketetapan hati akan nikmat yang diberikan Tuhan. Syukur dapat dibagi menjadi beberapa macam:

1) Syukur dengan lisan, yakni mengakui nikmat yang diberikan dengan penuh pujian dan ketundukan

2) Syukur dgn anggota tubuh, yakni dgn komitmen pemenuhan hak dan kewajiban, serta pengabdian

3) Syukur dengan hati, yakni bersimpuh di atas permaidani syuhud (penyaksian Allah) dengan mengekalkan penjagaan kesucian (kehormatan). 

Sebagai contoh, bentuk syukur mata adalah dengan menutupi aib yang engkau lihat pada diri temanmu. Syukur telinga adalah menutupi aib yang kau dengar darinya. Syukur orang yang alim terwujud dalam keseluruhan ucapannya. Syukur ahli ibadah terwujud dalam perbuatannya. Syukur kaum Ahli Makrifat terwujud dengan sikap istiqamah mereka di jalan Allah dalam banyak keadaan (ahwal) mereka. 

Keyakinan mereka bahwa semua kebaikan yg mereka jalani, dan ketaatan, penghambaan, serta zikir yg mereka jalankan, semuanya berkat taufik, nikmat, pertolongan, dan daya upaya Allah. Pengakuan tentang kelemahan, kehinaan, kebodohan, kemiskinan dan kefakiran mereka di depan Allah juga merupakan bentuk syukur para Ahli Makrifat. Abu Bakar Al-Warraq juga mengatakan, “Mensyukuri nikmat bererti menyaksikan anugerah dan menjaga kesuciannya.”

No comments:

Post a Comment