Wednesday, July 20, 2016

KESEMPURNAAN IMAN - MENCINTAI RASULULLAH S.A.W

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لَايُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
( صحيح البخاري )

Sabda Rasulullah saw : “Belum sempurna iman kalian, hingga aku lebih dicintainya, dari ayah ibunya, dan anaknya, dan seluruh manusia” (Shahih Bukhari)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا بِعَبْدِهِ اْلمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا لَبَّيْكَ يَا مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبـَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِي جَمَعَنَا فِي هَذَا الْمَجْمَعِ اْلكَرِيْمِ وَفِي هَذَا الشَّهْرِ اْلعَظِيْمِ وَفِي الْجَلْسَةِ الْعَظِيْمَةِ نَوَّرَ اللهُ قُلُوْبَنَا وَإِيَّاكُمْ بِنُوْرِ مَحَبَّةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَخِدْمَةِ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَاْلعَمَلِ بِشَرِيْعَةِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Limpahan puji kehadirat Allah Maha Raja Tunggal dan Abadi, Pencipta alam semesta dari tiada dan menjadikan kerajaan langit dan bumi sebagai lambang keluhuran Ilahi, mengenalkan kita kepada keluhuran Allah. Semua yang dicipta Allah dari langit dan bumi, matahari dan bulan, siang dan malam, daratan dan lautan, haiwan dan tumbuhan, tiadalah kesemua itu kecuali sebagai tanda keluhuran Allah, tanda keagungan Allah, yang mengenalkan kita kpd Zat-Nya Yang Maha Luhur. Ketahuilah bahwa seluruh alam semesta ini berzikir mengagungkan nama-Nya, mensucikan namaNya, sbg mana firman Allah s.w.t:

يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Apa yg ada di langit dan bumi bertasbih kpdNya, dan Dialah Yg Mahaperkasa Maha bijaksana”. (QS. Al Hasyr:24)

Sungguh Allah tidak memerlukan pujian dan tidak pula perlu disucikan namun bagiku dan kalian yang banyak mensucikan nama Allah dan memuji Allah maka ia akan dibuat terpuji oleh Allah, disucikan dari dosa, disucikan dari hal-hal yg hina dan dimuliakan hingga sampai kepada puncak keluhuran, itulah balasan bagi mereka yg memuji dan mensucikan Allah s.w.t. Allah s.w.t berfirman dalam hadits Qudsi riwayat Shahih Muslim :

يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ مُحْرِمًا بَيْنَكُمْ فَلا تَظَّالَمُوا

“ Wahai hamba2Ku telah Kuharamkan perbuatan zalim (jahat) kpd diri-Ku dan telah Kuharamkan pula perbuatan zalim diantara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi”.

Semua manusia yg setiap butir selnya diciptakan oleh Allah dari tiada, yg siang dan malamnya selalu dlm bimbingan dan naungan anugerah Allah, didlm rahmat Allah diseru oleh Allah bahwa semua hamba dalam kegelapan dan kesalahan kecuali org yg telah diberi hidayah (petunjuk) oleh Allah, maka mohonlah petunjuk kpd Allah. Seseorg ya telah mendapatkan bimbingan keluhuran namun ia terus meminta kpd Allah utk ditunjukkan kepada jalan keluhuran, maka Allah akan memberinya petunjuk lagi ke jalan yg indah, sehingga ia terus terbimbing kepada hal yg semakin indah tiada berakhir. Oleh sbb itu kita diperintah oleh Allah dlm setiap rakaat utk membaca surat Al Fatihah, yg mana dlm surat itu terdapat ayat :

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
( الفاتحة : 6 )

“Tunjukkan kami ke jalan yang lurus”. (QS. Al Fatihah:6)

Meskipun kita telah diberi petunjuk ke jalan yang benar berupa Islam, namun kita terus meminta agar ditunjukkan ke jalan yang lurus, mengapa? karena kita selalu dalam godaan hawa nafsu syaitan, selalu terjebak dalam kehinaan dan maksiat, maka terus meneruslah meminta kepada Allah agar Allah memberikan ampunan kepada kita, kekuatan dan kemampuan kepada kita untuk menjauhi segala larangan-Nya dan mengerjakan hal-hal yang diperintah-Nya. Jika Allah tidak memberikan hal itu kepada kita, maka lemahlah kita dari taat kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam hadits qudsi :

يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا الَّذِي أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيْعًا فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ

“Wahai hamba2Ku, sesungguhnya kalian dalam kesalahan di siang dan malam, dan Aku lah Yang Maha Mengampuni semua dosa2, maka mohonlah pengampunan kepada-Ku akan Kuampuni dosa-dosa kalian”

Sungguh Maha Indahnya dan Maha MuliaNya Rabbul ‘alamin Yang menawarkan pengampunan kepada hambaNya yang berbuat salah. Allah Maha Mengetahui bahwa manusia adalah tempat kesalahan di siang dan malam, kecuali para nabi dan rasul yg ma’sum, jauh dari kesalahan dan Allah adalah Yg mengampuni dosa2 dan menerima taubat hamba2Nya. Jadi jika ada yang protes kalau artikel2, atau nasihat2,ilmu2 atau yang lainnya jika penyampaiannya ada yang salah atau yang lainnya maka hal itu adalah wajar, karena kami adalah manusia biasa bukan nabi atau rasul yang terbebas dari kesalahan. Maka jika bukan nabi atau rasul pastilah terdapat kesalahan. Kemudian Allah berfirman dalam hadits qudsi :

يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلاَّ مَنْ أَطْعَمْتُ فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ ، يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ إِلاَّ مَنْ كَسَوْتُ ، 

فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ

“ Wahai hamba2Ku kalian semua dlm kelaparan kecuali yg telah Kuberi makan, maka mintalah makan kpdKu Aku akan memberi kalian makan, wahai para hambaKu, kalian semua tanpa pakaian (telanjang) kecuali org yg telah Aku berikan pakaian kpdnya, maka mintalah pakaian kpdKu Aku akan memberi kalian pakaian”.

Tentunya makanan disini mempunyai makna yang dalam, bahwa makanan yang kita makan jika Allah tidak memberikan manfaatnya kepada kita maka makanan itu boleh menjadi racun atau penyakit bagi tubuh kita. Dan jika ketika akan memakan makanan tanpa mengucapkan basmalah, dan setelah selesai makan tidak mengucapkan hamdalah maka makanan itu akan menjadi racun bagi dirinya. Maka mintalah makanan kepada Allah, banyak org2 yang tidak beriman kepada Allah namun mereka tetap mendapatkan makanan dan dapat makan namun boleh jadi makanan yang mereka makan membawa bahaya atau penyakit baginya. Begitu pula mohonlah kepda Allah makanan rohani, banyak diantara kita yang siang dan malam dalam kegembiraan, jika ia tidak diberi santapan rohani maka ia akan mersa dalam kesedihan walaupun sebenarnya dia dalam kegembiraan, dia akan melalui siang dan malamnya dalam keadaan sedih,susah, kesal dan gundah. 

Sebaliknya banyak orang yang dalam kesempitan, kesedihan dan musibah namun jika Allah memberikan kelapangan dalam hatinya maka ia akan lewati hari-harinya dengan sabar dan doa maka musibahnya akan segera disingkirkan oleh Allah dan digantikan dengan kenikmatan dan jika ia lewati kenikmatannya dengan bersyukur dan banyak berbuat baik maka Allah akan tumpahkan kenikmatan-Nya , merekalah org2 yg Allah berikan kpdnya santapan rohani. Dan Allah berfirman supaya hamba meminta pakaian kepadaNya. Semua org merasa dapat membeli pakaian, namun pakaian disini mempunyai makna yang sangat dlm yaitu pakaian yg menutupi aib-aib manusia, banyak org yg memakai pakaian setebal2nya namun aib-aibnya tetap terlihat. Allah s.w.t Maha Mampu menutupi aib hamba2Nya, dan sebaik2 pakaian adalah ketakwaan sebagaimana firman Allah s.w.t:

وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ

( الأعراف : 26 )

“ Dan pakaian takwa itulah yang lebih baik”.( QS. Al A’raf : 26 )

Begitu pula dengan Pakaian ketakwaan itulah pakaian yang paling mulia dari pakaian yang lainnya, tentunya pakaian yang lain juga kita pakai, namun jika kita menggunakan pakaian ketakwaan tentunya siang dan malam kita penuh dengan dosa dan kesalahan yang terus menumpuk dari hari ke hari, maka pakain ketakwaan itu adalah bekal kita untuk menghadap Allah s.w.t. Maka mintalah kepada-Nya pakaian dan pakaian khusus adalah pakaian ketakwaan. Kemudian Allah berfirman dalam hadits qudsi :

إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوْا ضَرِّيْ فَتَضُرُّوْنِيْ، وَلَنْ تَبْلُغُوْا نَفْعِيْ فَتَنْفَعُوْنِيْ

Sungguh sebaik-baik semua tidak akan dapat memberi manfaat atau berguna untuk Allah. Semua manusia berbuat baik maka hal itu tidak akan membawa manfaat bagi Allah s.w.t. Allah Maha melimpah kan manfaat, Allah tidak perlu sesuatu apapun dari kita. Begitu pula jika semua manusia berbuat kemungkaran maka hal itu tidak akan dapat membuat Allah rugi. Kita dapat merugikan orang lain namun tidak dapat membuat Allah rugi atau beruntung. Dan firman Allah dalam hadits qudsi :

يَا عِبَادِي ، لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ مِنْكُمْ لَمْ يَزِدْ ذَلِكَ فِي 

مُلْكِي شَيْئًا . يَا عِبَادِي ، لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ ، وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ ، كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ مِنْكُمْ لَمْ

يَنْقُصْ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئًا

“Wahai hamba-Ku, jika semua golongan manusia dan jin dari golongan pertama hingga terakhir berbuat baik dengan hati yang paling bertakwa sekalipun hal itu tidak akan menambah sedikit pun kerajaan-Ku. Whai hamba-hamba-Ku jika seluruh jin dan manusia dari golongan pertama dan terkahir berbuat jahat maka hal itu tidak pula mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun”

Maksudnya, bahwa Allah tidak perlu sesuatu kepada kita namun kita yang selalu perlu kepada Allah dalam setiap waktu dan saat, kita selalu memerlukan bantuan Allah karena jika Allah tidak membantu kita, saat ini kita tenang2 saja mungkin saja ada seribu makhluk yang sedang berniat jahat kepada kita, mungkin ada sihir yang sedang dikirim kepada kita, atau ada fitnah yang sedang dilontarkan kepada kita, atau mungkin ada rencana jahat untuk mencelakakan kita tanpa kita ketahui, namun hal itu tersingkirkan karena kekuatan Allah yang melindunginya. Allah Maha Tahu setiap getaran hati hamba-Nya, niat-niat hamba-Nya. 

Misalnya ada yang hadir di majelis2, kemasjid2 barangkali dengan niat mencuri, sehingga pencuri pun membawa jadual maulid yang akhirnya setiap majelis ada yang kehilangan handphone atau yang lainnya, yang hadir maulid semakin ramai dan pencuri pun semakin ramai. Allah Maha Tahu tentang hal itu, mengetahui niat dalam hati kita. Ada yang hadir dengan niat mencuri dan ikut desak-desakan dengan orang yang mahu bersalaman namun bukan untuk bersalaman tapi untuk mengambil dompet atau handphone, maka waspadalah dalam hal ini . Namun ingat Allah s.w.t Maha Luhur dan Maha Melihat perbuatan hamba2Nya. Firman Allah dalam hadits qudsi :

يَا عِبَادِي ، لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ ، وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمُ اجْتَمَعُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ ، فَسَأَلُونِي ، فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مِنْكُمْ مَا سَأَلَ لَمْ يَنْقُصْ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْبَحْرُ أَنْ يَغْمِسَ فِيهِ الْمِخْيَطُ غَمْسَةً وَاحِدَةً

“Wahai hamba-hamba-Ku, jika manusia dan jin dari yang pertama hingga yang terakhir berkumpul dalam satu tempat yang luas, kemudian meminta kepada-Ku kemudian aku berikan kepada semua yang meminta apa yang mereka minta, maka hal itu tidak mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun kecuali seperti sehelai benang yang dicelupkan ke dalam lautan sekali celupan”

Seluruh hajat hamba tiada artinya di hadapan Allah, jika Allah berikan semua hajat itu maka hal itu tidak akan mengurangi kerajaan Allah sedikitpun. Berbeza halnya jika kita memberikan sesuatu yang kita miliki maka sesuatu itu akan berkurang dari kita. Namun Allah pencipta segala sesuatu, jika Allah berkehendak untuk menciptakan sesuatu maka akan tercipta. Sebagaimana firman-Nya :

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
( يس : 82 )

“Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “jadilah!”, maka jadilah sesuatu itu”. (QS. Yasiin : 82 )

Kemudian Allah berfirman dalam hadits qudsi :

يَا عِبَادِي إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أَحْفَظُهَا عَلَيْكُمْ ، فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا ، فَلْيَحْمَدِ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ ، وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا 
يَلُوْمَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ

“Wahai hamba2Ku, sesungguhnya hal itu adalah amal2 kalian, maka barangsiapa yang mendapatkan kebaikan (surga), maka hendaknya ia memuji Allah, dan jika ia mendapatkan selain itu ( neraka) maka jangan salahkan yang lain kecuali dirinya sendiri”

Maksudnya jika kita mendapatkan surga maka kita hendaknya memuji Allah, karena setiap pahala kita dikalikan 10 hingga 100 kali ganda dan banyak dosa-dosa yang dihapus Allah. Namun jika dengan hal itu masih tetap mendapat neraka, padahal dalam setiap salat ada penghapusan dosa, dalam istighfar ada penghapusan dosa, membaca zikir ada penghapusan dosa, hadir di majelis zikir ada penghapusan dosa dan semua perbuatan baik diberi pahala dan penghapusan dosa, tetapi masih masuk neraka juga, maka jangan salahkan selain dirinya sendiri.

Saudara saudariku yang kumuliakan, telah bersabda Rasulullah s.a.w riwayat Shahih Al Bukhari :

لَايُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُوْنَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ

“Tidak sempurna iman salah seorang diantara kalian sampai aku lebih dicintainya dari orang tuanya, anaknya dan semua manusia”

Maka belum sempurna iman seseorang sehingga Rasulullah s.a.w dicintainya lebih dari semua orang. Nabiyullah Ibrahim AS ketika diberi ujian oleh Allah s.w.t untuk menyembelih anaknya, mana yang lebih ia cintai, Allah s.w.t atau anaknya?!, maka nabi Ibrahim pun menjalankan perintah Allah, namun sebelum ia menyembelih nabi Ismail, Allah s.w.t memerintah malaikat Jibril untuk menahan tangan nabi Ibrahim kemudian menggantikan sembelihannya dengan seekor domba. Allah ingin menguji sampai dimana keimanan dan kecintaan nabi Ibrahim kepada Allah, maka dikatakan oleh Rasulullah bahwa ummat ini harus lebih mencintai nabi Muhammad s.a.w dari semua manusia.

Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani berkata dalam kitab Fathul Bari bisyarh Shahih Al Bukhari bahwa iman mempunyai tingkatan, dan semakin seseorang cinta kepada Rasulullah s.a.w maka semakin sempurna imannya dan di saat itulah ia mencapai tangga kesempurnaan iman, dan terus mencintai Rasulullah. Al Imam Ibn Hajar menyampaikan riwayat sayyidina Umar yang berkata : “wahai rasulullah aku lebih mencintaimu dari seluruh manusia kecuali diriku sendiri”, maka Rasulullah bersabda : “belum sempurna wahai Umar, kecuali aku lebih engkau cintai dari dirimu sendiri”, kemudian sayyidina Umar bin Khatthab berkata : “wahai Rasulullah, sekarang aku lebih mencintai dirimu dari semua manusia bahkan dari diriku sendiri”, maka Rasulullah menjawab : “sekarang wahai Umar”, barulah sayyidina Umar masuk ke dalam gerbang kesempurnaan iman, demikian terus menuju tangga2 iman yang lebih sempurna lagi, demikian pula murid2 sayyidina Muhammad s.a.w yang lainnya. Dan kita jangan berputus asa, teruslah berusaha dengan kemampuan kita untuk meniti tangga2 kesempurnaan iman itu dengan mencintai sayyidina Muhammad s.a.w. 

Tentunya setiap individu mempunyai kemampuan yang berbeza, namun teruslah berusaha dan tidak berputus asa untuk menuju kesempurnaan iman dengan lebih mencintai Rasulullah dari semua manusia bahkan dari dirinya sendiri. Dan harus kita fahami bahwa perayaan maulid nabi Muhammad s.a.w atau syiar-syiar diadakan adalah agar kita semua semakin mencintai nabi Muhammad s.a.w. agar diantara ummat muslimin muslimat ini tidak terjadi perpecahan, dan juga tidak ada perbezaan pendapat bahwa orang yang mengakui bahwa ada nabi setelah nabi Muhammad s.a.w maka ia telah murtad, seluruh madzhab telah sepakat akan hal itu. Namun ada perbezaan cara namun tidak ada permusuhan dan perpecahan dengan kita karena tujuan mereka sama namun cara berbeza. 

Al Musnid Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh, dengan cara bayan (penjelasan) dan ta’lim. Ketika banyak orang yang berkunjung kepada beliau dan bertanya : “wahai Habib, jika banyak faham dan aliran2 sesat telah muncul maka apa yang harus kita perbuat?” maka beliau menjawab : “buatlah majelis2 umum yg semua org dapat hadir, karena majelis2 seperti itu akan menyekat aliran2 sesat”. namun tidak ada ikhtilaf bahwa yg mengakui ada nabi terakhir setelah nabi Muhammad s.a.w maka hal itu murtad. 

Dan dianjurkan agar terus menyebarkan syiar, dgn acara Isra’ Mi’raj, Nisfu Sya’ban , Haul Ahlu Badr insyaAllah. Semoga keadaan muslimin muslimat semakin dirahmati oleh Allah s.w.t, bersatu tanpa ada perpecahan, semakin Allah tebarkan hidayah sehingga mereka yg dlm kerusakan aqidah diberi taubah dan hidayah dari Allah s.w.t, dan mereka yang dalam niat-niat yang kurang baik , semoga dilimpahi taubat untuk tidak mengulangi lagi, saya doakan org yg berniat buruk datang ke majelis2 dan ia bertobat maka Allah akan limpahi rahmat dan kemakmuran, amin. 

فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا

يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم …لاَإلهَ إلَّاالله…لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ اْلعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ…لاَ إِلهَ إِلَّا 
الله رَبُّ اْلعَرْشِ اْلعَظِيْمِ…لاَ إِلهَ إلَّا اللهُ رَبُّ السَّموَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ…مُحَمَّدٌ 
رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ،كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى 
مِنَ اْلأمِنِيْنَ.


No comments:

Post a Comment