Wednesday, July 20, 2016

RAHSIA BERSERAH DIRI KEPADA ALLAH

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan: “Janganlah memilih untuk menarik kenikmatan2 dan menolak setiap musibah. Jika memang kenikmatan itu telah menjadi milikmu, engkau pasti akan berusaha menariknya atau menghindarinya. Begitu juga dengan musibah, musibah itu merupakan suatu keadaan yg dapat menimpamu, yg jika telah menjadi bagianmu, maka ia akan menuntunmu, baik ketika engkau menghendakinya atau engkau berusaha untuk menghilangkannya dengan berdoa, bersabar atau menguatkan diri pada apa yg menjadi kerelaan dan keridhaan Allah. 


Tetapi, serahkan saja semuanya kpd Allah, sbb ketentuanNya akan berlaku kpd dirimu. Jika terdapat kenikmatan dlm dirimu, maka berusaha lah utk bersyukur dan, jika engkau mendpt musibah, maka berusahalah utk bersabar dan tetap bersabar! Atau, boleh juga dgn berusaha utk menyusuaikan diri, berusaha menikmati, menghilangkan diri di dlmnya, sesuai dgn kadar kemampuan dirimu. Lalu, tetaplah berjalan di atas jalan Allah swt, dimana engkau diperintahkan untuk mentaatiNya agar engkau sampai kpd Dzat Yang Maha Tinggi. Pada saat itulah engkau akan menempati kedudukan org2 terdahulu dari golongan shiddiqqin, syuhada, dan shalihin. 

Serta agar engkau juga dapat melihat dgn mata kepala sendiri org2 yg sudah mendahului engkau di sisi Sang Maha Penguasa dan melihat kedekatan mereka kpdNya.Mereka adalah org2 yg telah menemukan semua bentuk kesenangan, kegembiraan, rasa aman, kemuliaan dan kenikmatan di sisi Allah swt. Tinggal kanlah setiap musibah yang mendatangimu! Pergilah jauh meninggalkan jalannya! Jangan hanya terpaku dan takut menghadapi kedatangan dan kedekatannya. Ingatlah bahwa panas api musibah itu tidak lebih panas daripada api Neraka Jahannam. 

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh sebaik-baik manusia, sebaik-baik manusia yang dipangku oleh bumi dan dinaungi oleh langit, Rasulullah, Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya Neraka Jahannam itu berkata kepada seorang Mukmin; ‘Hai Orang Mukmin, lewatlah engkau di atasku, Sungguh, nyala apiku telah padam dengan cahayamu!” (HR Thabrani)

Maka, tidaklah cahaya seorang Mukmin yang membuat padam kobaran api Neraka Jahannam itu, kecuali hanyalah cahaya yang telah mendampinginya di kehidupan dunia, yang diperuntukkan bagi orang yang melewati kehidupan dan cobaan hidup di dunia. Jadi, padamkanlah kobaran api Neraka Jahannam dgn menggunakan cahaya ini! Dan, temukanlah dinginnya kesabaranmu, keserasian dan keindahan ketaatan mu kpd Sang Maha Penguasa, serta gerakkanlah apa yang terdapat dalam dirimu! Musibah itu datang kepadamu bukan untuk membinasakanmu. Tetapi, musibah itu dtg untuk memberimu cobaan dan ujian kepadamu serta menunjukkan kebenaran keimananmu dan memperkokoh tali imanmu. Batin musibah itu akan memberi kegembiraan kepada Tuhanmu dengan rasa bangga-Nya kepadamu.

Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya, Kami benar2 akan menguji engkau agar engkau mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara engkau, dan agar Kami menyatakan (baik-buruknya) hal ihwalmu.” (QS Muhammad: 31). (Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Futuhul-Ghaib).

No comments:

Post a Comment