Friday, August 12, 2016

NASIHAT-NASIHAT DAN KISAH TAULADAN

“Tanamlah dirimu dalam tanah kerendahan, sebab tiap sesuatu yang tumbuh tetapi tidak ditanam, maka tidak sempurna hasil  buahnya." (Ibnu Athaillah). Ustadz Salim Bahreisy ra. mensyarahkan: Tiada sesuatu yg lebih berbahaya bagi seseorg yg sedang beramal, dpd menginginkan kedudukan dan kemasyhuran di tengah2 masyarakat. Hal ini termasuk dari tipu daya hawa nafsu. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa berendah-hati maka Allah akan memuliakannya, dan barangsiapa sombong, Allah akan menghinakannya.”

Ibrahim bin Adham rah berkata: “Tidak benar2 menuju kpd Allah siapa yg beramal utk kemasyhuran dirinya.” Ayyub As-Sakhtiyani ra berkata: “Demi Allah, tiada seorang hamba yang bersungguh2 ikhlas pada Allah, melainkan ia merasa senang jika tidak mengetahui kedudukannya.” Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal ra, Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya riya’ meski sedikit, termasuk syirik. Dan siapa yg memusuhi seorang Waliyullah, berarti telah berperang terhadap Allah. Dan Allah menyayangi hamba-Nya yg bertakwa namun tidak terkenal, yg bila tidak ada tidak dicari, bila ada tidak dipanggil serta tidak dikenal. Hati mereka laksana pelita hidayah (petunjuk), mereka terhindar dari segala kegelapan kesukaran.

Abu Hurairah ra berkata: Ketika kami  di Majlis Rasulullah saw tiba-tiba Baginda bersabda: “Besok pagi akan ada seorang ahli Syurga yang solat bersama kalian”. Abu Hurairah berkata: "Aku berharap semoga akulah orang yang ditunjuk oleh Rasulullah itu”. Maka pagi-pagi aku solat di belakang Rasulullah saw dan tetap tinggal di Majlis setelah org2 pulang. Tiba-tiba ada seorang hamba hitam berkain compang camping datang dan berjabat tangan pada Rasulullah saw sambil berkata: “Ya Nabiyallah, doakan semoga aku mati syahid”. Maka Rasulullah saw berdoa, sementara kami mencium wangi kasturi dari tubuhnya. Kemudian (setelah orang itu pergi) aku (Abu Hurairah ra) bertanya: “Apakah orang itu Ya Rasulullah?”.  Jawab Nabi: “Ya benar. Ia seorang hamba dari bani fulan”. 

Abu Hurairah bertanya lagi: “Mengapa tidak kau beli dan kemudian kau merdekakan ya Nabiyallah?”. “Bagaimana aku akan dapat berbuat demikian, bila Allah hendak menjadikan dia seorang Raja di Syurga. Hai Abu Hurairah, sesungguhnya di Syurga itu ada Raja dan org2 terkemuka. Dan hamba sahaya ini salah seorang Raja dan terkemuka. Wahai Abu Hurairah, sesungguhnya Allah mengasihi kpd makhluk-Nya yg suci hati, yg menyembunyikan diri dari masyarakat nya, yang bersih, yg rambutnya terurai (tidak tersisir rapi), yg perutnya kempis kecuali dari hasil yg halal, yang bila akan masuk istana raja niscaya tidak diperkenankan (krn tampilan lahiriahnya), bila meminang wanita bangsawan tidak diterima, bila tidak ada tidak dicari, bila hadir tidak dihiraukan, bila sakit tidak dijenguk, bahkan bila meninggal jenazahnya tidak dihadiri.”

Ketika Sahabat bertanya: "Tunjukkan kepada kami seorang dari mereka ya Nabiyallah”. Nabi menjawab: “Uwais Al-Qarny ra, seorg berkulit coklat, lebar kedua bahunya, sdg tingginya, selalu menundukkan kepala nya sambil membaca al-Quran, di bumi tidak dikenal  ttpi terkenal di langit. Andaikan dia bersungguh2 minta sesuatu kepada Allah, pasti Dia beri. Di bahu kirinya ada bekas belang sedikit. Hai Umar dan Ali, jika kamu kelak bertemu dengannya, maka mintalah dia membacakan istighfar untuk kalian”. 

Sedangkan Syarah Syeikh Fadhlala Haeri dlm terjemahnya: “Kalau perbuatan2 kita tidak didasarkan pada pengabdian yg rendah hati (tawadhu) kepada Allah, maka perbuatan2 tersebut tidak akan menunjukkan hasilnya dan tidak terbebas dari kepalsuan serta kemusyrikan (menyekutkan Allah) secara halus. Bila kita menginginkan reputasi atau penghargaan, maka buah dari perbuatan kita yg spt itu akan masam dan busuk, krn sifat dunia yg selalu berubah”. Pencari spiritual yg berjaya tidak mempedulikan apa yg muncul sbg hasil akhir perbuatan, krn ia merasakan RahmatNya sejak awal penyerahan dirinya kpd Allah SWT.

No comments:

Post a Comment