Wednesday, February 17, 2016

ANTARA AZIMAH DAN RUKHSHAH

Di dalam al-Qur'an Allah berfirman dalam Surah al-Baqarah ayat 185:

.....يريد الله بكم اليسر و لا يريد بكم العسر….

(Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan)

Ada sementara orang menggunakan dalil ini untuk mempropgandakan bahwa Tuhan ingin agar orang lebih memilih hal-hal yang mudah (rukhshah) dan menghindari hal-hal yang berat ('azimah) dari ajaran-ajaran agama. Alasannya adalah bahwa yang demikian itulah yang diinginkan oleh Tuhan. Hal ini bertentangan dengan apa yang diamalkan oleh para sufi dan penganut tasawuf. Lalu, bagaimanakah para sufi memahami ayat ini?

Ayat di atas menggunakan kata بكم. Secara ilmu bahasa huruf jar bi pada بكم mempunyai pengertian yang menunjukkan makna "dalam". Seolah-olah Tuhan mengatakan "Allah mengnginkan kamu merasa mudah, bukan merasa berat kerana agama itu berat. Ukuran sulit dan mudah adalah subjektif. Suatu perbuatan itu boleh jadi sulit bagi seseorang, tapi sangat mudah bagi yang lain. Suatu ibadah, puasa misalnya, adalah pekerjaan yang mudah bagi seorang anak SD yang Islam, tetapi sangat berat bagi seorang non muslim walaupun secara fisik ia lebih kuat. Kenapa demikian? Kerana mudah dan sulit itu adalah urusan perasaan, bukan urusan fisik saja. Rasulullah bersabda: كل ميسر لما خلق له (Setiap orang dipermudah untuk hal yang telah ditetapkan baginya).

Di samping itu, kalau benar ayat di atas mengnginkan kita untuk memilih yang ringan saja dari agama ini, pemahaman ini bertentangan dengan kenyaataan bahwa Allah mengakui betapa beratnya shalat, sebagaimana firman-Nya QS alBaqarah:45


....و إنها لكبيرة إلا على الخاشعين 

dan, Dia menjadikan shalat itu sebagai kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Kalaulah benar Tuhan menginginkan kita memilih yang ringan daripada yang berat dalam semua urusan agama, pastilah yang pertama-tama harus ditinggalkan adalah shalat kerana shalat itu SANGAT-SANGAT BERAT menurut firman Tuhan sendiri. WAllahu A'lam!!! 

No comments:

Post a Comment