Tuesday, February 23, 2016

ANTARA WALI WALI ALLAH

Antara Syaidina Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad Ba’alawy r.a dengan As-Syeikh Abu Madyan r.a dan As-Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani rah.  Menurut Al-Imam Al-Habib Muhammad bin Husin Al-Habsyi dalam Kitab beliau; " Al-'Uqud Al-Lukluiyah " beliau mengatakan: “Sesungguhnya Kepimpinan Para Wali diserahkan dari As-Syeikh Abdul Qadir Al-Jailany kepada As-Syeikh Abu Madyan Syu'aib Al-Maghriby yang akhirnya diserahkan kepada Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad. Bin Ali Ba'alawy rah”.

Sebahagian para pemuka Tasawwuf berpendapat bahwa As-Syeikh Abdul Qadir Al-Jailany adalah Pemimpin Para Wali Masyhur sedangkan Sultan Para Wali Mastur adalah Al-Faqih Al-Muqaddam, sedangkan perbandingan jarak Derajat Masyhur dan Mastur tersirat dalam satu Qoul Tasawwuf: “Sesungguhnya sudah beberapa banyak orang telah masyhur menjadi Para Wali hanya kerana berkah dari satu Wali Mastur”. Telah ditanya Al-Imam Al-Haddad ra ( Shohib Ar-Rotib ) oleh kalangan Ulama' mengenai Al-Imam Al-Qutb Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali Ba'alawy dan Al-Imam Al-Qutb Ar-Rabbany As-Syeikh Abdul Qadir Al-Jailany yang manakah diantara mereka yang lebih utama?

Beliau berkomentar: “Sesungguhnya mereka berdua adalah tokoh besar kaum Sufi dan Wali yang agung akan tetapi kami (Bani Alawi) bernisbah dan mendapatkan Barakah dan Al-Madad dari Penghulu kami Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali Ba'alawy, lebih besar”.

Sekali waktu As-Syeikh Muhammad bin Abdullah bin Abu Alwi Al-Makanniy bermujadalah (berdebat) dengan ayahnya, mengenai maqam As-Syeikh Abdul Qadir Al-Jailany dan maqam Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam, yang manakah diantara mereka yang lebih tinggi, As-Syeikh Muhammad bersikukuh mengatakan bahwa maqam Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam lah yang lebih tinggi dari As-Syeikh Abdul Qadir Al-Jailany, sedangkan ayahnya mengatakan sebaliknya, akhirnya perselisihan mereka ini ditanyakan kepada Sayyidina Al-Qutb Al-Ghauts Al-Habib Abdurrahman As-Segaff, beliau berkata: “Tidaklah kami memuliakan seorang wali pun diatas Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam ra, dan setiap maqam Wali itu berubah sesudah wafatnya kecuali maqam Sayyidina Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali Ba'alawy rah”.

As-Syeikh Muhyidin Ibnu Al-Araby di dalam kitabnya Al-Futuhat mengatakan: “Syeikh kami, Abu Madyan di Maghrib (penjuru barat) dan As-Syeikh Abdul Qadir Al-Jailany di Masyriq (penjuru timur), di dalam memberikan wejangan-wejangan bagi para murid dari kaum Thariqah dan membimbing makhluk ke jalan Allah”.  Dan Tarbiyah As-Syeikh Abu Madyan sendiri telah menghasilkan Para Wali dalam jumlah seribu orang. Menurut As-Syekh Abdullah bin As'ad Al-Yafi'iy ra, sebahagian Ulama'-Ulama' Tasawwuf dari Yaman, Ilmu Thariqoh mereka bernisbah kepada As-Syeikh Al-Kabir Al-'Arifbillah Abu Madyan Syu'aib Al-Maghriby, kalau Abu Madyan Al-Maghriby adalah Imam Para Wali dan Sufi di penjuru barat sedangkan As-Syeikh Abdul Qadir Al-Jailany Imam Para Wali dan Sufi di penjuru timur.

No comments:

Post a Comment