Tuesday, February 23, 2016

KERAMAT SANG MURSYID MENGHADAPI ORANG-ORANG RAFIDAH

Kisah dari Syekh Umar QaddasAllahu Sirrah. Dalam silsilah tarekat Naqsyabandiyah ada seorang syekh mursyid bernama Syekh Umar QaddasAllahu Sirrah berasal dari Bagdad. Setiap di mana beliau memasuki sebuah kota atau daerah, semua penduduknya mendapat Hidayah dari Allah Subhannahu Wata'ala, yaitu bertaubat dan mengikuti petunjuk syekh menuju jalan Allah.

Pada suatu hari ketika beliau bersama murid-muridnya memasuki daerah dimana hampir semua penduduknya Syi'ah Rafidhah, murid-muridnya mulai cemas dan dirundung ketakutan oleh sikap arogansi kaum rafidhah.

Tibalah datang waktunya shalat magrib, lalu beliau memasuki masjid dan menugaskan seorang muridnya untuk mengumandangkan adzan maghrib dengan suara yang keras dan lantang. Kerana ini merupakan tugas dari gurunya, maka dengan terpaksa sang murid tersebut melantunkan adzan dengan suara yang nyaring,lalu mereka kemudian segera melaksanakan sholat maghrib. Seusai sholat seperti biasanya syekh duduk khusyu 'tadhorru' menundukkan kepala dan memejamkan matanya. Tiba-tiba sekonyong-konyong datanglah seorang rofidhi menghampiri syekh yang hendak mengusirnya dengan membawa tongkat. Melihat tingkah laku mereka, murid-muridnya marah dan ingin menghadapi orang itu, tapi syekh mencegah mereka dan membiarkan orang itu menghamprinya.

Ketika di hadapan syekh, maka beliau mengambil tongkat orang itu dengan mudah tanpa perlawanan. Lalu syekh mengeluarkan sapu tangan dan menghamparnya lantas memegangnya, orang itu meminta sapu tangan tersebut dengan paksa. Maka syekh berkata kepada orang itu," boleh tapi bukalah telapak tanganmu dan akan kupukul 10x dengan sapu tangan ini dan kau juga memukul telapak tanganku 10x dengan sapu tangan ini!”

Tanpa pikir panjang orang Syi'ah Rofidhi tersebut menuruti perintah Syekh. Sebelum mereka berpisah, Sang Syekh berpesan kepadanya,"Ambillah sapu tangan ini dengan syarat setiap kamu bertemu dengan orang-orang yang langsung berhadapan denganmu pukullah wajahnya dengan sapu tangan ini, kemudian orang tersebut menyetujui dan siap melakukan perintah syekh tersebut. Syekh dan murid-muridnya kemudian diijinkan untuk bermalam di masjid tersebut.

Malam berganti pagi, tak disangka terjadi sesuatu yang ajaib dan di luar dugaan murid-muridnya, sejumlah besar penduduk daerah itu berbondong-bondong mendatangi Syekh kemudian bertaubat, Allahu Akbar… SubhanAllah Yang Rahmat-NYA meliputi segala sesuatu.

(Dikutip oleh Tim Sarkub dari Kitab Al-Mawahib Al-Sarmadiyyah, Karangan Syekh Muhammad Amin Al-Kurdi).

No comments:

Post a Comment