Wednesday, January 27, 2016

QIAMUHU BINAFSIH (BERDIRI DENGAN SENDIRI)

5 yang awal dari sifat-sifat Allah yang 20:

1) Wujud - Ada
2) Qidam - Sedia
3) Baqa' - Kekal
4) Mukholafatuhu Lilhawadith - Tidak sama dengan yang baru (ciptaanNya)
5) Qia muhu binafsih - Berdiri dengan sendiri...

Allah berdiri dengan sendirinya (Qiyamuhu Ta'ala bi nafsihi). Allah ta'ala Maha Hebat, Maha Berkuasa. Allah ta'ala tidak berkehendak (tidak memerlukan) kepada zat yang lain. Allah tidak memerlukan kepada apapun. Hanya makhlukNya (yang bersifat baharu) memerlukan kepada Allah.

Dalil Aqli: Jika Allah tidak berdiri dengan sendirinya, tentulah Ia memerlukan zat yang lain. Maka ia adalah mustahil bagi Allah . Jika Allah memerlukan kepada yang menjadikanNya, ini membawa erti Allah adalah baharu. Tentulah ia tidak dapat diterima oleh akal. Maha Suci Allah daripada perkara tersebut.

Dalil Naqli: Firman Allah :

وَٱللَّهُ ٱلۡغَنِىُّ وَأَنتُمُ ٱلۡفُقَرَآءُ

Ertinya : Allah Maha Kaya (tidak berhajat kepada yang lain) dan kamu faqir. (Surah Muhammad : 38)

dan Firman Allah lagi:

إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (٦)

Ertinya : Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak berhajat apa-apa pun) daripada sekalian alam. (Surah al Ankabut: 6)
SIFAT 20 BAGI Allah SWT.

Sifat-sifat Allah terdiri atas 3, yaitu sifat wajib, sifat mustahil dan sifat jaiz.

1. SIFAT-SIFAT WAJIB BAGI ALLAH SWT.

Sifat wajib adalah sifat yang harus ada pada Dzat Allah swt. sebagai kesempurnaan bagi-Nya. Sifat-sifat wajib Allah tidak dapat diserupakan dengan sifat-sifat makhluk-Nya maka sifat Allah wajib diyakini dengan akal (wajib aqli) dan berdasarkan Al Qur’an dan hadits Nabi saw. (wajib naqli). Menurut para ulama kalam sifat wajib bagi Allah itu ada 20 sifat, sebagai berikut:

1) Wujud artinya Ada
2) Qidam artinya Dahulu / sediakala
3) Baqa’ artinya Kekal
4) Mukhallafatu lil Hawaditsi artinya Berbeza dari Semua Makhluk
5) Qiyamuhu Binafsihi artinya Berdiri Sendiri
6) Wahdaniyah artinya Esa
7) Qudrat artinya Berkuasa
8) Iradat artinya Berkehendak
9) Ilmu artinya Maha Mengetahui
10) Hayat artinya Hidup
11) Sama’ artinya Mendengar
12) Bashar artinya Melihat
13) Kalam artinya Berfirman / Berkata2
14) Qadiran artinya Maha Berkuasa
15) Muridan artinya Maha Berkehendak
16) ‘Aliman artinya Maha Mengetahui
17) Hayyan artinya Mahah Hidup
18) Sami’an artinya Maha Mendengar
19) Bashiran artinya Maha Melihat
20) Mutakalliman artinya Maha Berkata2

Kedua puluh sifat wajib Allah ini dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu sifat nafsiyah, salbiyah, ma’ani, dan ma’nawiyah.

a. Sifat NAFSIYAH adalah sifat yang hanya berkaitan dengan Zat Allah semata-mata. Sifat ini terdapat dalam sifat wujud.

b. Sifat SALBIYAH adalah sifat yang hanya dimiliki oleh Allah, sedangkan makhluk tidak memilikinya. Sifat ini terdapat dalam lima sifat Allah, yaitu qidam, baqa, mukhalafatu lil hawaditsi, qiyamuhu binafsihi, dan wahdaniyah.

c. Sifat MA’ANI adalah sifat-sifat abstrak yang wajib ada pada Allah. Sifat ini terdapat pada tujuh sifat Allah, yakni qudrat, iradat, ‘ilmu, hayat, sama’, basher, dan kalam.

d. Sifat MA’NAWIYAH adalah keumuman/kelaziman dari sifat ma’ani. Sifat ini tidak dapat berdiri sendiri kerana setiap ada sifat ma’ani tentu ada sifat ma’nawiyah. Sifat-sifat yang termasuk ma’nawiyah ada tujuh, yaitu qadiran, muridan, ‘aliman, hayyan, sami’an, bashiran, mutakalliman.

2. SIFAT-SIFAT MUSTAHIL BAGI ALLAH SWT

Sifat mustahil bagi Allah swt. adalah sifat yang tidak layak dan tidak mungkin ada pada Allah swt. Sifat-sifat mustahil ini merupakan kebalikan dari sifat wajib bagi Allah sehingga jumlahnya sama. Sifat-sifat mustahil bagi Allah adalah sebagai berikut.

1) ‘Adam artinya tidak ada
2) Huduts artinya baru atau permulaan
3) Fana artinya binasa atau rusak
4) Mumatsalatu lil Hawaditsi artinya menyerupai yang baru
5) Ihtiyaju li ghairihi artinya membutuhkan sesuatu selain dirinya
6) Ta’adud artinya berbilang lebih dari satu
7) ‘Ajzun artinya lemah
8) Karahah artinya terpaksa
9) Jahlun artinya bodoh
10) Mautun artinya mati
11) Shamamun artinya tuli
12) ‘Umyun artinya buta
13) Bukmun artinya bisu
14) ‘Ajizan artinya Mahalemah
15) Mukrahan artinya Maha terpaksa
16) Jahilan artinya Mahabodoh
17) Mayyitan artinya Mahamati
18) Ashamma artinya Mahatuli
19) A’ma artinya Mahabuta
20) Abkama artinya Mahabisu

3. SIFAT JAIZ. (HARUS) BAGI ALLAH SWT

Allah swt selain memiliki sifat wajib dan mustahil juga memiliki sifat jaiz. Menurut arti bahasa jaiz artinya boleh. Yang dimaksud dengan sifat jaiz bagi Allah swt. yaitu sifat yang boleh ada dan boleh tidak ada pada Allah. Sifat jaiz ini tidak menuntut pasti ada atau pasti tidak ada. Sifat Jaiz Allah hanya ada satu yaitu Fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu, artinya memperbuat sesuatu yang mungkin terjadi atau tidak memperbuatnya. Maksudnya Allah itu berwenang untuk menciptakan dan berbuat sesuatu atau tidak sesuai dengan kehendak-Nya.

No comments:

Post a Comment