Wednesday, March 23, 2016

KEAJAIBAN SHOLAWAT NARIYAH

Kadang-kadang, implikasi ilmu memang tidak bisa dirasakan secara langsung. Sebab, tak semua diri mampu merekam dan memahami makna-makna batin. Allahlah yang membangkitkan kesadaran dan memberi pemahaman kepada seseorang dengan caranya masing-masing. Seorang sahabat, yang sebelumnya begitu keras mengkritik, menghujat dan menganggap kita bidah dan musyrik, bisa jadi akan berlaku sebaliknya di saat yang berbeda. 

Ini terjadi pada sahabat saya yang awalnya menganggap Sholawat Nariyah sebagai bidah dan musyrik. Setelah kejadian sebelumnya, salah satu dari kawan saya mengalami musibah. Orangtuanya bercerai. Kuliahnya hampir yang selesai terganggu. Pembiayaan orangtua terputus. Beban ekonomi di kota besar begitu meningkat. Perasaan galaunya begitu hebat. Hingga akhirnya mengadu kepada saya.

Setelah dia mengungkapkan unek-uneknya, saya bertanya, “Tahukah kamu bagaimana cara menurunkan kegalauan hatimu itu sebenarnya dengan berselawat Nabi?”
“Tidak. Jangan ajak-ajak saya mengamalkan bidah!”
“Lalu, dengan apa kamu berdoa?”
“Dengan berdoa seperti biasa?”
“Apakah kamu sudah berselawat Nabi secara benar sebelum doamu dipanjatkan? Apakah kamu sudah memahami makna selawat Nabi sebelum doa dan di akhir doa?”
Dia terdiam.

“Disinilah sebenar peran selawat Nabi. Kita diperintahkan untuk mengakui dengan keyakinan batinmu, bahwa Rasulullah mempunyai peran terhadap keberagamaanmu, terhadap pemahamanmu pada Allah. Tanpa Muhammad SAW, kamu hanyalah jiwa yang sesat!” Dia terdiam.

“Selawat Nabi itu bisa menurunkan tensi keegoanmu sebagai manusia. Bisa menyadarkanmu tentang posisi jiwamu yang harus selalu mengikuti jejak dan jalan Rasulullah SAW! Pahami selawat Nabi dengan benar.”

Lalu, saya hadiahkan Selawat Nariyah kepada sahabatku yang galau ini:

اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Allahumma sholli sholaatan kaamilatan Wa sallim salaaman taaman ‘ala sayyidinaa Muhammadin Alladzi tanhallu bihil ‘uqadu, wa tanfariju bihil kurabu, wa tuqdhaa bihil hawaa’iju Wa tunaalu bihir raghaa’ibu wa husnul khawaatimi wa yustasqal ghomaamu bi wajhihil kariimi, wa ‘alaa aalihi, wa shahbihi ‘adada kulli ma’luumin laka

“Ya Allah, berikanlah shalawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada Baginda kami Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan. Dan dengannya pula ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, dan memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, dan kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang engkau miliki.”

Bacalah selawat ini. Pahami dengan benar-benar. Insya Allah, hidupmu akan berkah. Kamu akan diajarkan oleh Rasulullah SAW. Untuk waktu kurang dari 2 bulan, sahabatku ini datang kepada saya dengan wajah yang berseri-seri. Dia menceritakan pengalaman luar biasa ketika membaca Selawat Nariyah setiap hari hingga ribuan kali. “Terima kasih, kini orangtua saya sudah rujuk kembali. Alhamdulillah, paman saya ikut membantu uang kuliah saya . Saya pun kini magang di Bank Syariah.” “Subhanallah….”

No comments:

Post a Comment