Thursday, March 10, 2016

NASIHAT IBNU ATHAILLAH

"Untuk mendekat kepada Allah, jangan engkau menunggu hatimu kosong dan bersih dari segala sesuatu selain-Nya. Karena, jika demikian, dapat membuatmu abai terhadap Hak-Nya dalam menetapkan keadaanmu.”

لاَ تَتَرَقَّبْ فُرُوْغَ اْلاَغْيَارِ فَإِنَّ ذَالِكَ يَقْطَعُكَ عَنْ وُجُوْدِ الْمُرَاقَبَةِ لَهُ فِيْمَا هُوَ مُقِيْمُكَ فِيْهِ.

(Syekh Ibnu Atha'illah dalam kitab Al-Hikam). 

AMALAN YANG SUKAR DIKERJAKAN

Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib r.a. berkata: 

إِنَّ أَصْعَبَ الْأَعْمَالِ أَرْبَعُ خِصَالٍ الْعَفْوُ عِنْدَ الْغَضَبِ وَالْجُوْدُ فِى الْعُسْرَةِوَالْعِفَّةُ فِى الْخَلْوَةِ وَقَوْلُ الْحَقِّ لِمَنْ يَخَافُهُ أَوْ يَرْجُوهُ

“Amal yang paling sulit ada empat, yaitu:

1) Memberi maaf ketika marah;
2) Bermurah hati ketika dalam keadaan sulit;
3) Iffah (memelihara diri dari yang haram) ketika sendirian; dan
4) Mengatakan sesuatu yang haq, baik itu kepada orang yang diseganinya maupun orang yang mengharapkannya.”

Berkaitan dengan marah, Rasulullah saw pernah bersabda: 

مَنْ كَفَّ غَضَبَهُ كَفَّ اللهُ عَنْهُ عَذَابَهُ

“Barang siapa yang menahan amarahnya, maka Allah akan menahan adzab darinya.”

مَنْ كَفَّ غَضَبَهُ وَبَسَطَ رِضَاهُ وَبَذَلَ مَعْرُوْفَهُ وَوَصَلَ رَحِمَهُ وَأَدَّى أَمَانَتَهُ أَدْخَلَهُ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ يَوْمَ الْقَيَامَةِ فَى نُوْرِهِ الْأَعْظَمِ

“Barang siapa yang menahan amarahnya, melapangkan dadanya, suka berbuat kebaikan, menyambung silaturrahim, dan menunaikan amanatnya, maka kelak pada hari Kiamat Allah SWT akan memasukkannya ke dalam cahaya-Nya yang paling Agung.” (HR. Ad-Dailami). (Kitab Nashaihul-Ibad, Imam Nawawi Al-Bantani). 

No comments:

Post a Comment