Thursday, March 10, 2016

SARAPAN PAGI BAGI JIWAMU

Imam Al-Ghazali mengatakan: “Siapa yang memasuki waktu pagi sedang ia berharap bisa mendapati waktu sore, atau sebaliknya siapa yang berada di waktu sore lalu berharap bisa mendapati waktu pagi, maka sebenarnya ia lemah dan menunda-nunda amalnya. Ia hanya bisa berjalan dengan tidak berdaya. Karena itu, aku nasihati orang itu dan diriku juga dengan nasihat yang diberikan Rasullah SAW ketika beliau bersabda, “Shalatlah seperti shalatnya orang yang akan berpisah (dengan dunia).”

Beliau telah diberi kemampuan berbicara dengan ucapan yang singkat, padat, dan tegas. Itulah nasihat yang berguna. Siapa yang menyadari dalam setiap shalatnya bahwa shalat yang ia kerjakan merupakan shalat terakhir, maka hatinya akan khusyuk dan dengan mudah ia bisa mempersiapkan diri sesudahnya. Tapi, siapa yang tak bisa melakukan hal itu, ia senantiasa akan lalai, tertipu, dan selalu menunda-nunda hingga kematian tiba. Hingga, pada akhirnya ia menyesal karena waktu telah tiada. Aku juga mewasiatkan padanya agar hanya ridha dengannya dan berhati-hati terhadap berbagai tipuan yang ada. Tipuan jiwa hanya bisa diketahui oleh mereka yang cendekia”. (Imam Al-Ghazali dalam Kitab Bidayatul-Hidayah). 

No comments:

Post a Comment