Thursday, June 9, 2016

AGAMA YANG SEJATI

Agama yang sejati, iaitu SIFAT HIDUP MANUSIA. Sesudah tahu kepada sejatinya Agama, barulah mengetahui rukun Islam, dan sesudah Islam haruslah bersungguh-sungguh dengan rukunnya itu, yang 5 perkara: 

1. Syahadat 
2. Shalat
3. Zakat 
4. Puasa
5. Haji 

Rukun Iman: 
Iman kepada Allah, 
Iman kepada Malaikat - Malaikat Allah, 
Iman kepada Kitab - Kitab Allah, 
Iman kepada Rasul - Rasul Allah, 
Iman kepada Hari Kiamat, 
Iman kepada Qadha dan Qadar.

Rukun artinya adalah, rukunnya: 

1. Penglihatan 
2. Pendengaran 
3. Penciuman 
4. Perkataan. 
ke lima adalah Rasa Rasulullah (penguasa RASA)

Fiqih tanpa Tasawuf adalah Fasik. Tasawuf tanpa Fiqih adalah Zindiq. Tasawuf adalah segala hal yang menyangkut tentang kesucian jiwa. Ngaji Tauhid ibarat berdiri di depan sebuah perangkap, salah masuk akan terpenjara sepanjang usia.  Ngaji Fiqih ibarat berjalan di atas mata gergaji, salah langkah, kaki berdarah. Ngaji Tasawuf ibarat berjongkok di atas bara api, SANGGUP DINGIN DI HAWA PANAS dari godaan dunia, godaan Iblis, siap di cela, siap di hina, siap tidak di hargai, siap di sesatkan, siap di kafirkan, dan segala sesuatu yang menyakitkan yang datang kepada hati. Melapangkan hati ketika di hina. Melapangkan hati ketika di cela. Melapangkan hati ketika di sesatkan. Melapangkan hati ketika di kafirkan. Melapangkan hati ketika di khianati. Melapangkan hati ketika tidak di hargai. Melapangkan hati ketika datang musibah. Melapangkan hati ketika datang malapetaka dll.

Menerima segala yang datang dengan ucapan Istigfar, hakikatnya adalah Allah sedang mengangkat derajat akhirat. Ngaji keluar dari poros diri, hanya akan menjauhkan diri dengan Allah. Tharekat adalah suatu perjalanan ruhani di dunia menggunakan kendaraan shalat untuk menemukan hakikat jati diri, dan memahami seluk beluk jiwa, jalan terjal berbatu yang penuh onak dan duri untuk menemukan setetes Rahmat yang langgeng di Dunia dan Akhirat "Sebuah perjalanan diri, mengaji ke dalam poros diri untuk menjalankan turbin di jagat shagir, isinya adalah menzakatkan diri, menzakatkan tenaga, menzakatkan harta, membereskan diri, mendekatkan diri, mensucikan diri dll, menggunakan metode amalan melalui bin ilmu/pengijazahan dari Ustadz, makanya amalan khusus tharekat tidak bisa di babar di umum, akibatnya bisa berbahaya karena wadah di diri seseorang sangatelah menentukan. Tentunya yang sangat mengetahui perihal wadah adalah Ahli Zikir. 

Sepuluh tahun ber-tharekat belum tentu seseorang bisa mencapai derajat ma’rifat. Hanya kehendak Allah yang bisa menjadikan seseorang untuk mencapai derajat ma’rifat. Adab berzikir tidak bersuara keras, tidak menggoyangkan kepala dan badan, bahkan selembar rambutpun tidak ada yang bergerak, suara ayat hanya terdengar oleh telinga sendiri, bibir bergerak atau hati yang berzikirpun sudah sah, zikir harus meresap ke dalam hati, merasakan keluar masuknya nafas, menyatu dengan RASA, dengan sikap tunduk dan pasrah, ruangan dalam keadaan terang benderang. Manfaat zikir adalah untuk menumbuk hati yang keras, pada umumnya arwah-arwah atau nyawa yang tidak sempurna akibat dari kerasnya hati. 

“Sesungguhnya setan itu dapat berjalan pada tubuh anak cucu Adam melalui aliran darah.” (HR. Al-Bukhari, Kitab Al-Ahkam no.7171 dan Muslim, Kitab As-Salam no. 2175). Tharekat adalah memisahkan sifat halal dan haram, sifat baik dan buruk, sifat haq dan bathil dll.  Jika seseorang mengamalkan amalan khusus seperti yang banyak tersebar di internet, mengamalkan tanpa guru, tanpa bimbingan seorang ahli ilmu, sangatelah berbahaya karena penyusup atau virus ini tidak akan tinggal diam. Virus ini akan menyerang hati dan otak, jika saringan otak sudah tidak berfungsi dan sudah tidak mampu lagi menyaring yang halus dan membuang yang kasar, maka hati pun jadi sakit di “ gerogoti “ oleh virus, menjadi hati yang keji, kata hati yang kasar dan perbuatan munkar, melaknat sesama manusia dengan nama binatang.

Hakikatnya yang melaknat tersebut hatinya sudah dikapling iblis. Jika sudah begini, apakah ibadah shalat di terima Allah?  Setiap ayat memiliki khodam, tapi apakah yang di amalkan mendatangkan sifat nurr ataukah sifat api? Setiap orang mempunyai SIFAT ILMU - nya masing-masing, semua asalnya dari satu cahaya, karena hati sudah ditumpangi virus maka berubah menjadi sifat api.  Apakah yang di undang itu Rahmat atau Istidraj? Sangat tipis, halus, bagaikan semut hitam yang berjalan di atas batu hitam di kegelapan malam, di dalam gua yang gelap yang benar dikatakan salah, yang salah dikatakan benar.

Suatu amalan misalnya Istigfar, perlu jutaan wirid jika ingin mengetahui isi Istigfar. Seorang koruptor dan dukun juga mempunyai Istigfar, apakah Istigfarnya mampu mengundang Rahmat? 

Apakah Istigfarnya membuat hati, perilaku, perkataan menjadi semakin baik? ataukah masih sering marah-marah? Apakah Istigfarnya sanggup menggetarkan jiwa? Apakah Istigfarnya mampu meneteskan air mata? Apakah Istigfar koruptor mampu mengusir virus yang sudah mengkapling hatinya? Tanpa disadari Virus ini sudah lama menutupi dirinya, dan menjadi benalu bagi dirinya, Virus yang sangat mengerikan, virus yang sanggup menyengsarakan jutaan rakyat Indonesia. Taubat seorang koruptor dan para penjarah kekayaan Indonesia yaitu mengembalikan semua uang yang di korupsinya lalu meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena menyangkut Haqul Adam (Ishlah), kemudian setelah selesai, barulah dirinya memohon ampunan kepada Allah dan mengadakan pertaubatan dan taubat di lakukan bukan ketika berbuat salah saja. Virus bukan hanya dari amalan saja, tapi asalnya ada yang dari 7 turunan di atas, sifat ilmunya apakah sifat nurr ataukah sifat api? 

Apakah yang di dapatkannya dari makanan haram, jalan rejeki yang haram ataukah barang haram? Apakah harta haramnya dizakatkan? Apakah harta haramnya di pakai berhaji? Turun-temurun sifat ilmu mencari wadah di 7 turunan ke bawah, contohnya:  seorang Ibu sanggup membunuh anaknya, tidak shalat, suami istri bertengkar hebat, tawuran dll. Hakikatnya adalah virus - virus yang merancang kepada hawa nafsu. Sebuah amalan haruslah di proses, teruji oleh hukum fiqihnya, ushul fiqih, kemana lughotnya dll. Jika wadah kotor amalanpun belum teruji efeknya bisa jadi gila, ada sebagian orang mengatakan, jika mengikuti tasawuf bisa gila, ternyata yang tidak bertasawufpun sudah banyak yang hilang kesadaran dirinya, tidak tahu malu, tidak shalat, hidup dan rejeki-Nya di nikmati setiap saat, rejeki-Nya dihambur-hamburkan. Semoga hidayah Allah menghujam ke dalam hati.

Misi Iblis hanya satu yaitu MEMADAMKAN SHALAT. Efek lain dari suatu amalan yang disisipi penyusup misalnya bisa ngobatin dengan kesembuhan yang sangat cepat, penyakitnya di pindahkan ke kambing, ternyata makhluk Jinn yang menahan sakit selama hidup si pasien, ketika sakaratul maut sangat susah nyawa untuk keluar karena Jinn ingin menguasai nyawa pasien. Di sinilah peranan Aqiqah, Qurban, Kifarat Qurban = Aqoidul Iman 50 (dasar Islam), syarat dan rukunnya harus terpenuhi, menguasai/paham ila ruhi, ila hadrotin, wa ila hadrotin, khususon ila ruhi, paham peta jalannya do’a, dari dhohir sampai baathin, dari dunia sampai akhirat. Jika alamatnya salah maka makhluk bertanduk akan mengisapnya dan akan menjadi kekuatannya, mereka sangat pintar dan kuat. 

Iblis beribadah sudah 1000 tahun, sakti dan pintar, perlu kekuatan jasmani dan ruhani sebab sesembelihan adalah mengganti darah (membuang sampah) menjadi darah ilmu/sifat nurr/ kembali kepada sifat fitrah Ruh, memisahkan sifat halal dan sifat haram, sifat baik dan sifat buruk, haq dan bathil dll.  Asalnya suci dan bersih maka kembalipun harus dalam keadaan suci dan bersih, tidak meninggalkan ampas. Inilah contoh virus yang ada di dunia saat ini, di pasar, di jalan, di mall dll, keyakinan di perjual belikan (dukun, pesugihan, santet, tenung, harta karun dll) agar dagangan laris, mengurangi timbangan, agar usaha berhasil, agar jabatan naik, agar terlihat cantik dan memikat, agar di percaya atasan tujuannya hanya untuk mencari kekayaan dll. Berapa banyak jumlah pasar di Indonesia? Dan berapa banyak pedagang yang mengurangi timbangan? Berapa banyak pedagang kecil yang melakukan penipuan? Ayam tiren, cumi bangkai dll. Tanpa terasa bencana dan malapetaka sedang di undang di Negeri ini. Banyak yang sudah bukan manusia sejati lagi tertukar dengan sifat munafik, sifat zhalim, sifat sombong dll. Akhirat adalah gambaran dunia.

No comments:

Post a Comment