Thursday, January 15, 2015

BAYAN MAGHRIB MUSYAWARAH JAWA TIMUR

(10 Mei 2008-Oleh Jamaah India, Tarzim (terjemahan) oleh Ulama Madura). Setelah memuji Allah dan memberi salam kepada Rasulullah, maka beliau berkata. Alhamdulillah Allah swt telah gerakkan usaha kita dengan taat dan musyawarah. Saat ini umat telah kehilangan sifat taat, padahal Allah swt telah sembunyikan hidayah dibalik ketaatan. Mulai saat ini hendaknya hidup kita didasari pada ketaatan dan musyawarah. Di daerah kami ada syaikh Muhammad Yunus yg mengatakan bahwa usaha kita telah pada level di mana baik org mendukung atau tidak mendukung, tidak akan mempengaruhi usaha da’wah ini, justru org2 dalam usaha da’wah ini yg menambah atau mengurangi pengorbanan yg akan mempengaruhi usaha dakwah ini. Maulana Saad katakan “Seseorg tidak boleh mempengaruhi org lain tapi besar dan kemalasan pengorbanan dia yg akan mempengaruhi diri sendiri”. Maulana Yusuf katakan “Oleh karena itu setiap 2 tahun sekali kami minta dari setiap Negara utk dtg ke Nizammuddin”. Maka org2 bertanya “mengapa tidak dikirim email atau surat apabila ada arahan lagi?”, maka beliau katakan “agar kalian tidak bekerja sesuai dgn pemikiran kalian sendiri tidak sesuai dgn arahan musyawarah.” 

Maulana Yusuf katakan “hendaknya ada 3 sifat dalam diri kita, 

1). Kesatuan hati, 
2). Kesatuan fikir, 
3). Cara yang betul. 

Karena dengan 3 sifat itu akan ada pertolongan Allah swt, hendaknya Da’i mempunyai: 

1). Ada pengorbanan atas diri, harta dan waktu, 
2). Menangis dan berdo’a kepada Allah swt”. 

Hendaknya Dai memikirkan dan mengusahakan kehidupan Rasulullah saw dan kehendak Allah swt. Allah swt hantar para Nabi dan Allah swt tidak berikan secara material. Rasul saw sejak bayi telah ditinggal Ayahnya dan Ibunya, bahkan kakeknya yg merawatnya pun beberapa tahun kemudian wafat. Belajar sejarah Nabi agar kita tahu apa yg dibutuhkan dlm usaha da’wah ini. Ketika Rasulullah saw menikah dgn Khadijah r.ha yg mana org kaya dan Rasul pun bisa hidup menjadi org kaya spt lainnya, tapi setelah diangkat nabi semuanya diinfakkan. 

Kehidupan Rasul setelah baligh (sebelum diangkat menjadi Nabi) maka Rasul telah mengetahui apa yg dikerjakan di sekitar kaabah misal zina di dlm Kaabah. Thawaf telanjang, mabuk, judi dll, maka Rasul pun saat itu memikirkannya dan Rasul pun pernah mengumpulkan 40 org ttg masalah ini tapi dari 40 org ini tak punya risau sama sekali. Maka Rasul menyendiri di Gua Hira’ selama lebih kurang 40 hari berdoa dan memikirkan masalah ini sehingga Khadijah r.ha mengirimkan makanan ke Gua Hira dan tak satupun org yg ikut. Jadi kita tahu bagaimana Rasul mulai usaha dakwah ini. Setelah diangkat menjadi Rasul, dari 40 org hanya satu yg ikut Rasul utk jlnkan usaha dakwah.

Ketika itu dlm Gua Hira’ dtg malaikat Jibril dgn bentuk aslinya yg mana sayapnya sangat besar dan luas, dan tubuh yg sangat besar dan tinggi. Dan Rasul ketika itu pun ketakutan, tapi Allah SWT berikan ketenangan dan Jibril pun memerintahkan Iqro’ 3x dan didakap dgn badan sebesar itu. Maka kata Masyaikh dlm membaca hadits hendaknya dibaca 3 x. Itulah langkah pertama Allah SWT mulai jalankan usaha da’wah ini dan Rasul pun pulang ketakutan dan bertemu istrinya dan diberikan hidayah utk masuk islam. Maka kita singkirkan pikiran kita bahwa utk jalankan ini usaha butuh kekayaan, pemerintahan, jumlah yg banyak dan lainnya, tapi hendaknya kita pikir usaha ini dapat jln hanya dgn pertolongan Allah SWT. 

Yang pertama Rasulullah pun habiskan kekayaan baginda sampai habis hingga wafat tanpa apapun. Selama umat ini merasa tidak memiliki kekuatan apapun maka Allah SWT akan berikan keselamatan, spt angka nol (0) yg tidak ada nilainya apabila ditambah angka (1) akan menjadi 10, maka apabila semua yang hadir di sini merasa menjadi nol maka sudah cukup utk dunia. Maka setelah diangkat menjadi Rasul, Rasul bilang ke istrinya mulai saat ini tidak ada istirahat selepas hari ini. 

Apabila umat ini tidak sanggup meninggalkan ketenangan atau istirahat maka Allah tidak akan turunkan angin hidayah. Dikatakan Masyaikh apabila semua org di dunia ini keluar 4 bulan tidak akan bisa hilangkan kebatilan, baru yg bisa menghancurkan adalah hati/perasaan yg ada dalam hati kita, karena kita belum bisa hancurkan kebatilan yg ada dalam hati kita. Bagaimana Rasul mulai usaha da’wah ini, dimulai dari keluarga yaitu Rasul pun habiskan semua hartanya dan harta keluarganya sehingga anak2 beliau menangis sehingga Khadijah r.ha menangis, tapi bukan karena harta habis, tetapi karena anak2nya menangis (mubayin mau menangis). 

Mubayin bertanya ,”apakah ada yang bisa menghancurkan kekuatan Allah ?” jawab hadirin, “Tidaaak”, lalu beliau berkata “ lalu mengapa kalian takut lakukan pengorbanan? Sebagaimana tidak ada yg bisa hancur kan kekuatan Allah maka begitu juga tidak ada yg bisa hancurkan yg ikut dlm usaha da’wah. Maka org kafir pun memutuskan hubungan dgn umat islam dan menuliskannya di depan ka’bah, bahwa kami (org kafir) putus hubungan dgn Muhammad dan pengikutnya, tapi Rasul katakan kpd pamanya hendaknya dituliskan Allah dan RasulNya saja. Laa ilaaha illallaah Muhammadur Rasulullaah, jadi nama Nabi berada di tengah2 Allah, sehingga tidak ada satupun kekuatan yg dapat menghancurkan Rasul. 

Maka org yg hidup mencontoh nabi, maka tidak ada satu kekuatan batil pun yg akan menghancurkan kita, maka perlu kita hidupkan sunnah Rasulullah saw yaitu 3 perkara Sirah, Surah dan Syarirah. Alhamdulillah surah dan sirah sudah sedikit demi sedikit kita mulai mencontoh nabi, tapi dalam syarirah kita masih jauh, kita masih ada pikir bagaimana ikut usaha dakwah tapi tidak rugi perdagangan kita, biar tidak hilang dunia kita dll. Maka usaha ini adalah usaha Rasulullah saw maka harus dgn cara Rasulullah saw, jgn sampai kita ingin usaha ini tapi ingin hidup spt org kafir. Kita harus korban spt Rasulullah saw. Dan ini tidak hanya Rasul saja tapi juga sahabat beliau. 

Dlm peperangan khaibar 3 bulan Rasul dlm rumah tidak nyala api. Mubayin bertanya, “Coba kita buktikan skrg org islam mana yg ada yg 3 bulan tidak nyala api dapurnya?” hadirin menjawab, “Tidak”, beliau lanjutkan lalu mengapa takut jlnkan usaha dakwah. Sampai di Madinah, masjid Nabawi 4 tahun tidak nyala lampu, lalu bagaimana kehidupan Rasul dan para sahabat. Satu shof shalat berjamaah pingsan semua dan itu selama 23 tahun tidak 40 hari, 4 bulan. Maka sampai akhir hayat pun di rumah Rasul pun tidak ada lampu yg menyala. Maka org pun bertanya kpd Aisyah r.ha ttg hal itu, dijawab kalau seandainya ada minyak di rumah kami maka kami akan minum karena kelaparan. 

Pengorbanan bukan 40 hari atau 4 bln, tapi semua yg kita punya kita korbankan. Bagaimana slps 13 tahun buat usaha dakwah, kehidupan Rasul dan para sahabat semua telah sempurnakan pengorbanan, baru tahun ke 14 (perang badar) Allah berikan pertolongan. Pertolongan ketika itu Allah turunkan malaikat, maka bagaimana pengorbanan kita utk agama ini? Sedangkan sahabat selama 13 tahun telah korbankan seluruhnya utk agama ini. (Mubayin dgn nada menangis) beliau menyampaikan. 

Pada Perang Khaibar mendptkan ghanimah, maka Rasulullah membagi semuanya kpd umat islam dan saat itu istri Rasulullah menunggu utk mendptkan makanan, minuman, minyak dan lainnya, ttpi Rasulullah kembali dgn tangan kosong dan ketika itu isteri Rasulullah bertanya ttg hal itu maka Rasul katakan saya dikirim ke dunia ini bukan utk hidupkan dapur keluargaku tapi dapur semua umat islam. Maka kalau kita tidak ikut cara Rasul, maka sulit utk mendtgkan hidayah dari Allah. (Mubayin Menangis) 

Maka slps membentuk jamaah para sahabat diteruskan oleh tabi’in2, hingga 4 abad berjln sehingga muncul ulama2 contoh Kota Bukhara yg melahirkan Imam Bukhari yg mana org alim saat ini kalau belum ngaji kitab bukhori belum disebut alim, ttpi karena usaha ini begitu ditinggalkan secara ijtimai dan beberapa tahun (20-25 tahun) yg lalu jamaah dikirim ke Bukhara (di kota dari Rusia), jamaah bertemu dgn seorg nenek. Nenek ketika itu melihat jamaah berpikir bahwa jamaah ini adalah org islam dilihat dari penampilannya berjubah dan berserban, nenek itu pun bertanya apakah jamaah bawa Alquran, ketika itu jamaah tidak membawa Alquran krn ditinggal di Masjid. 

Lalu nenek itu pun minta supaya besok dibawakan Alquran ke rumahnya. Maka besoknya jamaah dtg ke rumahnya dan ternyata nenek itu telah menunggu di depan pintu. Jamaah dipersilakan masuk dan langsung nenek meminta utk diperlihatkan Alquran. Maka stlh jamaah memberi kan Alquran kpd nenek tersebut, nenek menangis karena diberikan kesempatan utk melihat Alquran selama masih hidup dan bahkan dia berjanji barangsiapa yg memperlihatkan Alquran kpdnya maka dia akan memberikan kotak yg berisi seluruh perhiasan dia. Lalu diambillah kotak tersebut utk diberikan kpd jamaah.

Hadirin inilah apabila da’wah ditinggalkan secara ijtima’I, di kota Bukhara dulu yang keluar ulama2 tapi sekarang untuk melihat Alquran saja susah. Maka hadirin hendaknya kita merasa kasihan kepada seluruh umat, binatang saja kalo ada yang jatuh ke api orang kafir pun ingin menyelamatkannnya lalu bagaimana kalo manusia yang jatuh ke api neraka. Apakah ada pikir lain dari Rasul kecuali utk menyelamat kan umat ini dari api neraka. Alhamdulillah Allah SWT telah berikan taufiq kepada Maulana Ilyas untuk memikirkan umat ini, ia pergi haji ke Baitullah menangis merisaukan umat ini dan berdo’a kepada Allah agar diberikan penyelesaiannya, hingga setelah pulang dari haji beliau terus menangis dan berdo’a spt itu juga, berhari2 dalam keadaan seperti itu hingga istrinya bertanya, “wahai suamiku ada apa? Kenapa engkau menangis seperti ini?” jawab beliau kalau saja ada dua org yg menangis maka Allah SWT akan turunkan hidayah. Akhirnya kedua kalinya beliau pergi haji dan terus berdo’a sehingga mendengar suara kembalilah dan kerjakan usaha ini. 

Sehingga beliau bertanya kpd ulama2di Madinah bagaimana ini saya tidak sanggup jalankan usaha ini, tapi kata ulama di Madinah jalankanlah karena bukan kamu yg akan menjalankannya tetapi usaha kamu yang diterima. Sehingga sampai beliau di rumah semua kekayaan yg beliau miliki dikorbankan dan istrinya pun diceritakan tentang pengorbanan Fatimah, Khadijah dan sahabiyah2 lainnya r.anhum, sehingga istri beliau pun menyerahkan seluruh hartanya sehingga usaha ini tersebar sampai ke seluruh dunia. 

Maka ini 1 orang saja bisa buat perubahan ke seluruh dunia, maka apabila 10 orang saja di Indonesia atau di P jawa atau di Madura ini buat pengorbanan yg sama maka akan cukup untuk merubah dunia ini. Allah swt letakkan asas usaha ini mulai dari Nabi Ibrahim yaitu pengorbanan Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan Siti Hajar hingga dapat berdiri Baitullah sehingga semua orang sampai saat ini berkunjung ke Ka’bah. Sama dgn perang Tabuk yang saat itu harus meninggalkan kurma yang akan dituai, maka saat ini org pergi haji akan pulang dgn membeli kurma Madinah. Begitu juga dgn Maulana Ilyas yg membuat jamaah dgn kekurangan makanan sehingga saat ini jamaah pun tidak pernah kelaparan lagi.

Skrg jgn lihat dulu korban Nabi, tapi Maulana Ilyas yg mana beliau korbankan hingga kelaparan, sehingga saat ini org ribuan dtg ke rumahnya dpt makan terus. Mubayin bertanya, “Dari mana ini?”, jawab hadirin, “dari khasanah Allah”, mubayin melanjutkan, “lalu apakah khasanah Allah hanya utk rumah beliau?”, jawab hadirin, “tidak”, lanjut beliau lagi, “lalu mengapa kalian takut berkorban.” Mubayin bercerita ttg permisalan datangnya rejeki Allah, kita mengangap saat ini apabila kita memasang fikiran seperti perdagangan, kantor, pertanian adalah tempat utk mengalirkan rejeki, namun jawab beliau sesungguhnya kita ini mempersempit aliran rezeki dari Allah. 

Maka kalau kita tidak meninggalkan fikiran2 ini maka rezeki Allah akan sulit mengalir. Di kubur akan ditanya siapa Tuhanmu, kalau kita tidak melepas fikiran itu maka akan susah untuk menjawab. Kita akan menjawab toko yang memelihara saya, anak akan menjawab bapak yang memelihara saya, istri akan menjawab suamiku yang memelihara saya. Oleh karena itu semua siap untuk melepas fikiran? Diawali dgn korban selama 4 bulan… Insya Allah. (Tasykil).

No comments:

Post a Comment