Thursday, January 15, 2015

BAYAN SYURA KH MUKHLISIN

(Kami dengar Kami taat vs Kami dengar Kami Fikir dulu). Asslkm Wr Wb. Allah menciptakan bumi yang nampaknya luas kalau dibanding langit pertama hanya laksana pasir ditengah ladang pasir. Bintang2 yang jumlahnya ratusan trilyun per galaksi itu semuanya masih di langit pertama. Sedangkan kita tidak tau berapa banyak galaksi yang ada. Allah berfirman: Walaqod zaiyanna sama addunya bimasobiha. Artinya: Saya Allah swt telah menghiasi langit pertama dgn bintang2. Padahal ada bintang yg besarnya lebih besar dari bumi, sehingga bumi terlihat seperti pasir saja. Nanti langit pertama dibanding kedua laksana pasir ditengah padang pasir. Begitu pula langit kedua dibanding langit ketiga, langit ketiga dibanding langit keempat, dan keempat dibanding langit kelima, kelima dibanding langit keenam, dan langit keenam dibanding langit ketujuh, laksana pasir ditengah padang pasir. 

Alangkah besarnya langit ketujuh Alangkah besarnya dzat yg menciptakan langit ke tujuh. Begitu juga langit ketujuh dibanding Kursi Allah Swt, dan Kursi dibanding Arasy Allah Swt, perbandingan nya seperti pasir ditengah padang pasir. Jadi yg nampak dimata ini bukannya apa2 dibanding yg tidak nampak. Yg nampak ini tidak nampak dibanding yang tidak nampak. Nanti Indonesia ini dalam peta bumi ini kecil sekali. Jawa timur ini kecil dibanding indonesia. Magetan ini seperti titik saja dibanding jawa timur. Kita sendirian di magetan tidak akan nampak. Jadi Manusia itu kecil sekali, namun yang kecil ini yang diberi t/jawab oleh Allah Swt. Allah tidak pandang pada gunung2 ataupun lautan2 yg besar2, bahkan dunia ini tidak dipandang oleh Allah Swt. Justru yang dipandang malah manusianya, ini karena manusia ini mempunyai t/jawab yg besar sbgi Khalifah fil Ardhi, Khalifah di muka bumi. 

Khalifah fil Ardi ini banyak diperebutkan, bahkan malaikatpun juga meminta ttpi sama Allah tidak diberikan, tetapi Allah Swt tidak memberikannya. Bahkan Iblis, Azazil, juga berambisi ingin jadi khalifah. Mendengar bahwa Allah ingin mengangkat Khalifah fil ardhi, si Iblis Azazil ini langsung meningkatkan ibadahnya. Si Iblis ini meningkatkan ibadahnya bukan karena Allah tetapi karena ingin diangkat sbg khalifah fil ardhi. Maka ketika Nabi Adam AS diangkat sebagai khalifah, setelah diberi ilmu oleh Allah Swt, maka si Iblis ini jadi hasut. “Wa’alama adama khullaha”. Jadi Adam AS diangkat oleh Allah Swt karena ilmu yg sudah diajarkan oleh Allah Swt. Ilmu inilah yg mengangkat derajat Adam AS, diberi ilmu terlebih dahulu baru diangkat sbg khalifah. Melihat keadaan ini si Iblis ini tidak suka, sehingga dia menghasut. Org hasut itu maka dia akan menjadi tidak karuan saja. Sudah tidak jadi khalifah, hasut lagi. Singkat cerita, ketika adam AS diangkat jadi khalifah, semua diperintahkan Allah utk sujud ke Adam. 

Semua sujud, kecuali iblis yg nolak sujud karena tidak bisa menerima keputusan bahwa Adam AS yang terpilih sebagai Khalifah fil Ardhi. Nabi Adam AS diangkat ke surga, namun karena ulah org hasut, asbab hasutan iblis, akhirnya Adam AS dikeluarkan dari Surga. Di Surga ini bagi Adam AS semuanya boleh dilakukan kecuali memakan buah Khuldi. Ada ulama katakan, Nabi Adam AS stlh makan buah khuldi ini dia ingin buang air. Sementara di surga tidak ada tempat utk buang air, tempat buang air ini hanya ada di dunia. Makanan di surga ini tidak berserat kecuali buah khuldi, sehingga semua makanan di surga ini tidak akan menyebabkan seseorg akan buang air. Setelah Adam AS makan buah khuldi akhirnya dia keluarkan dari surga untuk turun ke bumi. 

Adam AS ini sebenarnya diturunkan ke Bumi ini untuk diangkat derajatnya. Walaupun asbabnya harus dengan berbuat kesalahan dulu, yaitu dengan melanggar larangan memakan buah khuldi. Nampaknya seperti diturunkan derajatnya yaitu dari surga ke dunia. Maka utk dapat menjadi Khalifah Fil Ardhi ini, maka Adam AS harus turun ke bumi, kalau hanya di surga saja tidak bisa menjadi Khalifah fil Ardhi. Iman yg dikehendaki Allah Swt adalah Iman bil Ghoib. Adam AS diturunkan ke bumi agar bisa menyempurnakan Iman Bil Ghoib, kalo disurga terus tidak akan sempurna Imannya. Alladzi yu’minuna bil ghoibi : Mereka yg beriman kepada yg tidak nampak. Kalau nampak dimata semua orang percaya. Iman itu tidak nampak tapi percaya. Ada 3 perkara :

1. Ada tapi tidak nampak, 
2. Tidak ada dan tidak nampak, 
3. Ada dan Nampak

Nabi Adam AS di surga dulu di layanin serba ada, mau makan serba ada, mau apa aja serba ada. Seperti seorang yang sowan pada Raja, silahkan makan, silahkan menikmati pelayanan, tetapi tidak ditemui oleh Rajanya itu sendiri. Namun setelah Nabi Adam AS turun ke bumi ini. Sumaajtaba’u robbuhu : Allah Swt memilihnya / menghargainya. Tadinya mau ngapain aja dipersilahkan di surga, tetapi belum terlalu dihargai. Jadi diturunkan ke bumi ini merupakan suatu kehormatan. Dan Surga dan Neraka ini dibikin harus ada yang menempati. Kalau Nabi Adam AS disurga terus maka Jahannam ini akan kosong terus. Sementara Allah ini telah bersumpah bahwa Dia akan memenuhi Neraka itu. La’am la’an jahannama : Pasti Saya akan memenuhi Jahannam itu. 

Maka Nabi Adam AS diturunkan kebumi untuk di uji, mana dari keturunannya nanti yang akan dikembalikan ke surga lagi, dan mana yang dikirim ke Neraka. Sifat-sifat Allah ini akan nampak jika ada orang. “Dia itu sabar?” “Kenapa?” “Ya gak apa-apa, sabar aja?” Lho orang sabar itu harus diuji, kalau tidak apa2 yg semua org bisa sabar. Contoh sifat Allah yg Maha Pengampun ini akan nampak bila ada orang yang maksiat. Hadits Nabi SAW: Kalau kalian tidak dusta/maksiat maka Allah akan hancurkan kalian. Nanti Allah Swt akan munculkan kaum yang lain, mereka suka berbuat maksiat, lalu mereka minta ampun, maka Allah akan ampuni. Kita ini sudah banyak dosa tinggal minta ampun saja pada Allah Swt, tidak perlu nyari dosa, karena kita udah banyak dosa. Hadits Nabi SAW: Qullu ibnu adam khottho wakhur khotto in attawabun : Setiap anak adam ini banyak dosanya. Kita sholat ini seribu dosa, kalo gak sholat satu dosa. Kita dakwah ini seribu dosa, tapi kalo gak sholat satu dosa. Kalau gitu gak mau dakwah dan gak mau sholat, jgn, dakwah aja. 

Org sholat teringat anak, istri, bangunan. Ini dosa semua, tapi kecil2, mudah diampuni. Kalau gak sholat dosanya cuman satu, yaitu gak sholat itu sendiri, tapi besar sekali, sulit diampuni. Org dakwah juga demikian, orang dakwah ini seribu dosa, teringat anak, teringat istri, masih membawa HP ketika keluar, dan sering kali belum berangkat sudah dihitung tanggal baliknya. Ini semua dosa, tapi kecil2 dosanya, mudah diampuni, kalo gak dakwah dosanya besar sekali, susah diampuni. Kalau gak dakwah itu dosa besar sekali ya pak Kyai ? lho kok gak tau toh. Kalo gak tau malah dosa terus, seperti kita punya keran dari PAM ngocor terus, padahal hanya untuk wudhu dan masak. 

Tau-tau rekening akhir PAM keluar 5 juta rupiah, padahal hanya dipakai hanya untuk wudhu dan masak. Trus ditanya, apakah kerannya gak ditutup? tidak, yah jadi itu ngalir terus. Walaupun gak tau tetep bayar. Kita ini gak tau tetep dosa, bukan berarti gak dosa, dosa justru jalan terus karena kita gak tau dan tidak cari tau. Org pakai motor gak pakai helm, dijegat polisi, lalu dia beralasan sungguh mati pak polisi saya gak tau ada peraturan harus pakai helm. Tau gak tau, baca gak baca, pakai helm ini wajib, tetep dihitung sbg pelanggaran kena tilang. Begitu pula kalau kita ini gak tau ttg syariat, gak tau itu bukan berarti gak dosa, tetep dosa. 

Imam Ghazali memberi perumpamaan ttg singa. Org dikejar singa, awas singa, saya tidak mau nengok, kalau tidak nengok saya tidak diterkam. Ini salah paham, ini nengok gak nengok tetep akan diterkam, bukan berati kalau nengok atau tidak ditengok gak diterkam, pasti diterkam. Skrg ini yg terjadi kita diperingatin awas ada singa tapi kita sakit gak bisa lari. Awas singa, tapi gak bisa lari karena sakit. Sudah tau ada singa tapi gak bisa lari, sudah tau maksiat ini dosa, diancam neraka, tapi gak bisa lari. Banyak org sudah tau bahwa solat ini wajib, kalaupun gak tau mudah diberi tahu. Tapi yang udah tau bahwa sholat itu wajib, tapi gak mampu menjalankan. Hari ini 100% semua org tau bahwa sholat itu wajib, namun hanya berapa percent yg menjalankan. Hari ini semua org tahu bahwa solat berjamaah di mesjid itu sunnah Nabi SAW, kapan Nabi Saw pernah tidak berjamaah, tapi berapa banyak yg mau mengamal kannya. 95% org tau fadhilah solat berjamaah ini 27 darjat ttpi 95% nya juga tidak mengamalkan, ini karena sakit tadi. Sakit tapi tidak terasa sakit, tangan ini sakit tapi di cubit tidak terasa, ini namanya stroke, mati separoh, sakit parah namanya. 

Jadi bagaimana kita mengobati penyakit agar bisa sembuh. Tapi kalau tidak terasa sakit, maka tidak akan mau masuk rumah sakit. Kalau sakit tapi tidak terasa sakit, ini bahaya. Kalau sudah tau sakit skrg bagaimana mengobatinya. Sakit seperti apapun selama org masih hidup maka dia pasti ingin sembuh, kalau dia terasa sakit pasti dia ingin berobat. Org yg terkena penyakit dlm ini lebih berat dibanding org yg kena penyakit kulit. Contoh: jika org terkena parang awalnya berat tapi lukanya tambah lama tambah sembuh. Beda sama org yg terkena sakit paru2 atau jantung atau ginjal ini lebih berat dibanding org yg terluka kulitnya karena parang. 

Ini karena yang sakit dalam ini awalnya ringan tapi tambah lama tambah berat, tambah lama tambah kronis. Begitu juga penyakit rohaniah atau agama, awalnya dikit tapi makin lama makin banyak dan makin parah. Kalau sakit jasmani ini paling paling mati ujungnya, sakit jantung ujungnya paling2 mati, sakit paru2 paling2 ujungnya mati. Sedangkan penyakit rohaniah atau iman ini ujung2nya paling2 masuk neraka, lho kok masuk neraka paling2. Ini keliru namanya justru masuk Neraka ini yang harus paling dipikirkan dan dihindari, karena ini sakit yang menyebabkan penderitaan yang selama-lamanya. Kalau ingin mengobati berarti kita harus mau masuk rumah sakit untuk di rawat, sedangkan penyakit Rohani ini pengobatannya di mesjidnya Allah swt. Masalahnya rumah sakit ini bukan hanya gedung saja atau mesjid bangunannya saja, didalamnya tidak seperti mesjid atau rumah sakit. 

Mesjid dan rumah sakit yang kita cari adalah yg di dalamnya fungsi dan keadaannya benar2 mirip rumah sakit atau mesjid. Namanya rumah sakit tapi didalamnya tidak ada dokter, tidak ada perawat, tidak ada alat kedokteran, tidak ada obat, tidak ada ruang perawatan, ini bukan rumah sakit namanya. Hari ini ada mesjid, bangunan ada namanya tertulis dalam bahasa arab bahkan, tapi didalamnya seperti tempat wisata bahkan menjadi pasar tempat orang jual beli bukan ibadah, ini bukan mesjid namanya. Ada gedung seperti mesjid, di daerah solohtigo menuju magelang, ternyata setelah didekati rupanya sekolah tinggi theology kristen. Kalau di barat sana banyak gedung seperti gereja, ternyata mesjid, ini karena memang dulunya gereja dijual lalu dijadikan mesjid, hanya salibnya saja yg diturunkan. Dengan Khuruj Fissabillillah didlmnya ada peralatannya yaitu :

1. Peralatannya adalah Ushul2 Dakwah
2. Enam Sifat adalah Obatnya
3. Dokternya adalah Nabi Saw.

Sakit Rohaniah apa saja asal dia mau masuk dlm dakwah pasti bisa disembuhkan asal ikut tertib. Ini kre kerja dakwah ini adalah dosis tinggi, kalau dgn kerja dakwah tidak bisa sembuh, tidak mungkin sembuh dgn usaha2 lainnya. Kalau dgn dosis tinggi saja tidak bisa disembuhkan, maka sulit disembuhkan dgn obat yg lain. Semua yg merasa sakit insya allah kita berangkat semua. Sakit kita itu parah tidak cukup dgn 3 hari, 40 hari aja tidak cukup, makanya perlu di ulang2 4 bulan lagi berulang2. 

Faedah Dakwah ini banyak sekali, Allah memanjakannya: “Intansurullah yan surkum wayusabbit aqdamakum” artinya : Barangsiapa menolong agama Allah pasti Allah akan menolong dia. Janji Allah ini pasti lebih pasti dpd matahari terbit dari ufuk timur, tiap hari terbit dari ufuk timur, tapi suatu saat muncul di ufuk barat menjelang kiamat. Janji Allah tidak pernah meleset, suatu saat Allah bohong ini tidak mungkin dan tidak pernah. Bahkan kata masyeikh jika kita sudah menolong agama Allah kita masih ragu2, ini kita berdosa. Hanya saja bentuk pertolongan Allah ta’ala ini kita tidak tau, tapi pasti ada pertolongan Allah, tidak boleh kita ragu2, ini adalah janji dari Allah swt. “Ya Ayyuhalladzi na amanu aminu” Artinya : “Wahai org2 yg beriman, berimanlah kalian”

Orang sudah beriman disuruh beriman lagi, ini maksudnya gimana ? Wahai orang yang duduk, duduklah kalian, ini gimana ? kok orang sudah duduk disuruh duduk. Secara hukum ini gak boleh. Tapi ini kata-kata Allah : “Wahai org2 beriman, berimanlah kalian” jelas ini ada rahasianya disana. Ini maksudnya org2 yang beriman diminta untuk meningkatkan iman. Jadi kewajiban kita ini untuk meningkatkan iman. “Aminu kamma amannan naas” : Berimanlah kalian seperti imannya mereka para sahabat (maksud daripada “naas”). Tapi orang munafik berkata, “Anu’minu kama amana sufaha ?” artinya : “Apakah kami harus beriman seperti mereka yang bodoh2 ini?” orang munafik menganggap para sahabat ini orang-orang bodoh. 

Maka Allah membantah: “Ala innahum humus sufaha” artinya : “ingatlah mereka itulah yang bodoh”. Ini karena kebodohannya yang menganggap orang pinter itu bodoh. Jadi iman yang dikehendaki Allah Swt ini adalah imannya seperti imannya sahabat. Iman para sahabat sudah diterangkan banyak sekali di kitab Hayatus Sahabat, yang isinya adalah kargozari, laporan kisah kehidupan sahabat. Bahkan dalam Al Quran banyak sekali kargozari mengenai masalah2 dakwah. Namun kisah2 ini bukan dongeng untuk membuat orang ngantuk agar cepat tidur, bukan, tapi untuk dijadikan acuan sebagai tertib dakwah. 

Bagaimana Dakwahnya Nabi Nuh ketika itu dikisahkan dalam Al Quran: “Robbi inni dakwatul qoumi lailam wannaharo” artinya : “ Ya Allah saya mendakwahi kaumku siang dan malam” Ini maksudnya bahwa yang namanya dakwah itu harus dilakukan selaama 24 jam, siang dan malam. Tidak boleh siang saja malam tidur, atau malam saja siang tidak. “Wala ya dzidtum du’ai illa fir roro” artinya : “Ya Allah mereka saya dakwahi tapi malah lari” malah melakukan ini dan itu. Ini wajar orang kita dakwahi malah kabur, ini hal biasa, karena sudah Allah kabari di dalam Al Quran. Nabi Yusuf dalam penjara tetap melakukan dakwah kepada teman2nya padahal di penjaran inikan sumpek, sempit, banyak problem dan ruwet, kawannya cuman 2 orang tetapi Nabi Yusuf tetap berdakwah. Hayatus Sahabat itu kitab tertib dakwah. Seseorang datang kepada Maulana Yusuf agar mau membuat buku khusus tentang tertib dakwah. 

Maulana Yusuf rah.a katakan bahwa sudah dia buat buku tersebut yaitu kitab Hayatus Sahabah. Jadi Hayatus Sahabah ini semua tertib dakwah sudah ada didalam kitab tersebut. Nanti setelah dakwah dan mujahaddah baru nusroh ghoibiyah turun. Nabi Musa AS diterangkan didalam Al Quran bahwa Nabi Musa AS nyantri ditempat Nabi Syuaib AS untuk belajar agama selama 10 tahun. Namun kisah nyantrinya Nabi Musa AS tidak diceritakan dalam Al Quran. Beda ketika Nabi Musa AS mulai berdakwah semuanya langsung diceritakan oleh Allah dalam Al Quran. Baru pulang dengan istrinya dari Madyan untuk menengok ibunya yang sakit, tau-tau ditengah jalan melihat api, yang bukan sembarang api. 

Asbab Api yang dilihat oleh Musa AS, Allah Swt memberikan wahyu: “innani annaloha la illaha illa anna” artinya : “Aku ini Allah tidak ada tuhan selain Aku”. Allah Swt mengajarkan kpd Musa AS tidak ada yg bisa memberi manfaat dan mudharat selain Aku, Allah Swt. Perkara ini ditalkinkan oleh Allah Swt kepada Musa AS. Setelah itu Musa AS ditanya oleh Allah Swt : Apa yang ada ditangan kamu wahai Musa ? Musa AS menjawab : ini adalah tongkat saya yang saya gunakan untuk ini dan itu. Saya masih mempunyai hajat yg banyak pada tongkat ini. Musa AS menjelaskan manfaat dari tongkat tersebut padahal Allah Swt baru saja mentalkinkan ttg siapa yg memberi manfaat dan mudharat terhadap sesuatu. Asbab ini Allah perintahkan Musa AS melempar tongkatnya tersebut sehingga berubah menjadi ular yg besar, sehingga Musa AS lari tunggang langgang melihat kejadian ini. 

Baru saja Musa AS menjelaskan manfaat dari tongkatnya, kini sama Allah dirubah menjadi ular yang bisa memyebabkan Mudharat yang besar bagi Musa AS. Lupa dengan pelajaran yang Allah kasih akibatnya menjadi mudharat bagi Musa AS. Nabi Musa AS tidak tau kehendak Allah sehingga menyebabkan tongkat yg tadinya bisa memberi manfaat menjadi mendatangkan mudharat yg besar, hingga lari. Nabi Musa AS belajar 10 tahun dengan Nabi Syuaib AS tapi belum praktek, jadi ketika tongkat jadi ular, Musa AS lari tunggang langgang. Maka Allah Swt memerintahkan Nabi Musa untuk menangkap lagi tongkat yg menjadi ular tersebut. Nabi Musa AS berusaha menangkap ular tersebut yg besar dan lincah, padahal kalo besar tidak lincah tapi ini Allah jadikan lincah, dgn penuh rasa takut. Ketika perintah tangkap ular itu turun dari Allah Swt dikatakan Nabi musa mengamalkannya dgn penuh rasa takut kpd ular, tetapi lebih takut lagi kalo tidak mengamalkan perintah Allah Swt. 

Maka Nabi Musa AS menangkap ular dgn sepenuh daya pikiran dan kekuatan sehingga ular tersebut itu menjadi tongkat lagi. Namun tongkat yg sudah tertangkap khasiatnya sudah beda. Sebelum tertangkap tongkat hanya digunakan utk panduan jalan, mengambil buah, sama menggiring kambing, fungsi keduniaan saja. Stlh mendapat tarbiyah dari Allah Swt, tongkat tersebut mendtgkan manfaat yg berbeda yaitu menjadi asbab hidayah. Asbab tongkat yg sudah di tarbiyah Allah Swt tadi menyebabkan para ahli firaun masuk islam, 4000 penyihir firaun masuk islam, bani israil masuk islam. Kata Ulama, dunia org mukmin ini spt tongkat Nabi Musa AS. “Wamatilka fiya min nikhaya mukmin” : “Apa yg berada ditangan kananmu wahai mukmin?” “Ya dunia ya ufuk alanafsi wal ahli walmaali walya fiya ala ma’rifun” Ini adalah dunia saya saya infakkan: diriku, ahliku, hamba sahayaku, yg saya mempunyai hajat. “Alkiha” tinggalkan dunia 4 bulan saja. 

Ketika ditinggalkan semua pada protest seakan2 mudharat akibatnya, istri ngambek, anak nangis, tetangga gunjing, gak karu2an semuanya. Padahal kita minta tinggalkan tidak selama nya. Nanti setelah pulang kita pegang lagi dunia yg kita tinggalkan. Maka setelah pulang, dipegang lagi dunia nya, tapi dunianya sudah beda fungsinya. Dulu sebelum berangkat 4 bulan dunianya digunakan utk menambah kebendaan: memperbaiki rumah, membangun gedung, memperbanyak harta, membeli baju dan lain2. Namun setelah 4 bulan dunianya sudah berubah fungsinya yaitu justru digunakan utk men gambil takaza2, dikirim ke eropa, amerika, afrika, china, australia, dunianya kini menjadi asbab hidayah. 

Dunia yang pertama hanya untuk kebendaan, tapi dunia yang kedua setelah ditarbiyah jadi untuk asbab hidayah seperti tongkat Musa AS. Dunia yang masih dalam kantong ini harta benda yang disebut dunia, tetapi ketika sudah digunakan, disedekahkan, utk agama ini menjadi amal. Dunia ini kalo sudah menjadi asbab hidayah ini bukan dunia lagi namanya, tetapi sedekah atau amal, yang tertinggal dalam kantong itu baru dunia. Selama masih dirumah itu namanya dunia, tetapi ketika sudah dipakai utk Khuruj Fissabillillah menjadi hidayah itu amal namanya. Dulu para sahabat yang fakir-fakir ini ngiri pada sahabat2 yang kaya : “Ya Rasullullah SAW, orang-orang kaya itu pahalanya banyak.” 

Jadi yang diirikan oleh sahabat itu amal pahalanya bukan kebendaannya. Mereka sholat, kita juga sholat, mereka puasa kita juga puasa, tetapi mereka bisa beramal dengan harta mereka, mereka bisa sedekah, mereka bisa haji, sementara kita tidak bisa. Ini yang diirikan para sahabat yang fakir terhadap sahabat yang kaya yaitu kemampuan mereka dalam beramal. Lalu Nabi Saw menawarkan, “Maukah kalian aku beri amalan yang dapat melebihi amal2 mereka ?” mereka menjawab, “Mau ya Rasullullah.” Jawab mereka semangat. Nabi Saw menjawab, “Baca Subhanallah 33 kalo, Alhamdullillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali setelah sholat.” Lalu pulanglah mereka dan mengamalkannya. Setelah beberapa lama kemudia yg kaya dengar ada amalan spt itu sehingga si sahabat yg kayapun ikut mengamal kan. Lalu para sahabat yang miskin tadi mengadu kpd Nabi SAW bahwa sahabat yg kaya sudah tahu amalan tersebut dan ikut mengamalkannya, sekarang kita tertinggal lagi oleh mereka. 

Maka Nabi SAW katakan, “Itu adalah anugerah dari Allah yg diberikan kpdasiapa yg Dia kehendaki.” Ulama katakan maksudnya kalo diadu yg satu dgn amalan dan yg satu dgn maal, harta, maka yg menang adalah yg dgn amalan. Tetapi jika yg satu dgn amalan dan yg satu dgn maal plus amalan maka ini yg lebih baik adalah yg kedua yaitu dgn maal dan amalan. Satu lawan Dua yanh menang yang Dua. Kalo orag fakir mengandal kan amalan sedagkan org kaya mengandalkan hartanya atau maal saja maka yg menang adalah yg fakir dgn amalan. Tetapi kalo si kaya mengandalkan maal dan amalan, maka di bandingkan dgn si fakir, akan lebih menang yg dua yaitu si kaya yg menggunakan maal dan amalan. Jadi hadits ini utk org kaya. Hadits itu ada dua ada utk org kaya, tetapi ada juga hadits utk org miskin. 

Ada hadist utk laki2, ttpi ada juga hadits utk p’puan. Ada Hadits utk pemerintah ttpi ada hadits utk rakyat umumnya. Masalahnya hadits org kaya dipakai sama org fakir, ini keliru namanya, tidak sesuai. Ini kejadian org kaya mencari dan memakai haditsnya org miskin. Org miskin mencari dan memakai haditsnya org kaya. Akhirnya ketika ketemu: Si Kaya bilang org miskin gak boleh minta2 nanti jadi begini dan begitu, Si Miskin ngeluarin dalil lagi org kaya harus bersedekah memberi kpd si miskin kalo tidak nanti akan menjadi begini dan begitu, akhirnya tak tentu arah hasilnya. Bukannya menggunakan haditsnya sendiri utk diri sendiri ttpi malah mengunakan hadits org lain utk menekan yg lain, ini kacau namanya. 

Maka kita laki2 ini tidak boleh menggunakan Hadits utk p’puan, ini salah penggunaan namanya. Hadist ttg laki2 dibaca oleh laki2 itu sendiri utk mentarghib laki2 itu sendiri agar diamalkan bukan utk menekan p’puan, begitu pula sebaliknya, ini yg benar. Rasullullah Saw itu tauladan utk seluruh umat: ada tauladan sbg suami, sbg ayah, sbg tetangga, sbg panglima. Sbg Rakyat ada petunjuknya dari Nabi utk diamalkan, utk istri juga ada petunjuknya utk diamalkan, sbg suami spt itu juga, dan yg lain2. “Walakum fi Rasullullillah uswatun hasanah” : “Dlm diri Rasullullah SAW ada tauladan yg bagus.” Ini contoh2 tauladan diberikan utk ummat, tinggal ikut saja. Sampai dikatakan semua manusia ini buta yg celik hanya Nabi saw. 

Kalau kita ikut terus sama Rasullullah Saw maka insyaAllah ketika Rasullullah Saw masuk surga kita juga akan ikut. Kalau Rasullullah masuk neraka apakah kita akan ikut? oh itu tidak mungkin rasullullah masuk neraka. Jadi kalau sama2 org buta, berdua jln, tuntun tuntunan akan celaka dua2nya, akan masuk ke jurang. Ajaibnya hari ini ada org buta mengkritik org celik atau org yg melihat. Aneh tapi nyata, org buta mengkritik org celik. Si buta dituntun sama yg melihat, lalu si buta bilang, “Pak feeling saya bapak ini keliru.” 

Ini lucunya namanya kita yang buta mengkritik Nabi SAW satu-satunya yang mampu melihat. Ini namanya orang buta mengkritik orang melek. Wahyu dari Allah Swt ini “Sami’na wa atho’na” kami dengar kami taat. Ini ada ajaran islam liberal, padahal tidak ada yang namanya islam liberal, yang ada Iblis itu sendiri yang liberal. Jadi JIL ini bukan jaringan islam liberal, tapi jaringan iblis liberal. Mereka ini pola fikirnya bukan sami’na wa atho’na tapi “sami’na watafarna”, kami dengar kami pikir2 dahulu, kami seminarkan dulu, kami logikan dulu. Ini memang benar tapi ini ada salahnya. Ini aneh, wong ayat quran itu “Qollallahu ta’ala…” kata-kata Allah Swt itu dipikir-pikir dahulu ini hanya kerjaan jaringannya iblis laknatullah alaih. Hanya orang goblok dan bodoh menyalahkan firman Allah Swt dan sunnah Nabi SAW. 

Mereka berpikir Nabi SAW keliru, bahkan Allah Swt bisa salah, ini goblok atau tolol namanya, sama aja itu goblok atau tolol. Ayat “Sami’na wa Atho’na” turun diwaktu sahabat tidak mampu untuk mengamalkan. “Wa intubdu ma fi anfusikum autukhfu yuhasibkum bihillah” : “Kalau kalian menampakkan apa yg berada didalam hati kalian (yg kalian sembunyikan) maka akan di hisab oleh Allah Swt.” Diperlihatkan ataupun disimpan akan dihisab oleh Allah Swt. Umpamanya ada suatu alat perekam yg canggih bisa merekam suara dlm hati, kira2 dgn rekaman itu kita bisa malu atau tidak, jika di dengarkan rahasia2 hati kita. Jika kita pernah terbesit dihati ingin mencuri, berzina, atau perbuatan maksiat lainnya kira2 malu tidak jika di dengarkan ke org. Namanya org gila ini adalah org yg tidak bisa ngerem lisannya dari bisikan hati yg langsung terungkap melalui mulut. 

Jadi kalau kita tidak bisa ngerem lisannya dari isi hatinya berarti kita gila semua. Inilah yg dikeluhkan sahabat, mrk merasa tidak mampu jika sampai yg didlm hatipun akan dihisab. “Kemarin itu ketika di taklifkan itu yg saya mampu utk dishisab, ttpi yg dlm hati ini juga mau dihisab, ini saya tidak mampu ya Rasullullah” kata sahabat. Kok yg dlm hatipun akan di hisab, sahabat tidak mampu. Maka Rasullullah Saw menekan, “Apakah kamu akan Sami’na wa assoyna, saya dengar saya akan maksiat, katakanlah kamu akan sami’na wa atthona, kami dengar kami taat.” Maka sahabat setiap bisikan hati ini gak karu2an, mrk menyebut, “Sami’na wa attho’na gufronaka”, “Kami dengar kami taat ampunilah saya”. Sehingga lisan ini sudah terlatih dgn “kami dengar kami taat maka ampuni kami ya Allah”. Sehingga turunlah ayat: “Sami’na watho’na gufronnaka robbana wa ilaikal mashir.” 

Ini ketika sahabat baru menerima saja, tidak mampupun masih sami’na watho’na, kok skrg malah ada sami’na watafakarna. Sama2 mahluk seorg jendral bicara ke prajuritnya memberi perintah, semua prajurit pasti akan sami’na watho’na, mrk bilang, “Siap…”, tidak ada prajurit yg bilang, “InsyaAllah”. Ini krn mereka dilatih utk siap, jendral ini tidak membayar prajurit, padahal jendral dan prajurit sama2 dibayar oleh negara. Gak ada pernyataan jendral yg sudah memerintahkan prajurit, lalu si prajurit bilang, “nanti kalau saya mati gimana?” atau “nnt saya musyawarah kan dulu sama istri” atau “nanti kalau saya tertembak gimana?” ini resiko jadi tentara, kalau takut mati atau tertembak tidak usah jadi tentara. Tentara kok kayak gitu gak karu2an. Kita ini tentaranya Allah, ditaskil harus sami’na wa atho’na. Kita ini jadi gak karu-karuan ini akibat kita belajar dari org kafir dan yahudi. Hampir seluruh ulama katakan: “Innal hadza ilmadinun fandhuru amman takhuzu dinakum”. Ilmu ini adalah agama lihatlah dari mana kalian mengambil ilmu ini. Ini sama2 muslim hanya saja yg satu ini dhoif ilmunya, jadi gak usah diambil. 

Imam Malik Rah.A katakan bahwa dlm mesjid ini, mesjid nabawi, jika ada 70 org yg jika dia berdoa akan langsung turun hujan, tapi saya tidak akan mengambil ilmu agama ini melainkan dari ahlinya. Utk Doa mereka ahlinya, tapi untuk ilmu saya akan ambil dari ahlinya. Sedangkan org2 skra ini mengambil ilmu bukan dari ahlinya ttpi dari org2 kafir dan yahudi, sehingga guru2nya ke Neraka mrk ikut. Ilmu agama kok belajar dari van hauten, robert armstrong, gak karu-karuan hasilnya. Knp mrk ini belajar kok dari yahudi padahal masih banyak ulama2 yg ahlullah. Katakanlah ada air yg jernih dan bersih di alirkan lewat peralon dari Nabi SAW, terus mengalir singgah di ulama2 terus mengalir, masih bersih, lalu jatuh di comberan, yaitu yahudi dan nasrani, kira2 mau gak minum dari comberan. 

Bagi Allah ini orang kafir ini seperti: Ulaika kal an’am balhum adhol : Orang kafir seperti hewan ternak. Coba kamu kerbau bagaimana pendapat kalian? ini aneh kerbau kok ditanyai pendapatnya. Maka kita pegang ilmu ini dari sanadnya dari pesantren2 dari ulama-ulama yang Haqqoni dan yang Rabbani, ini suatu nikmat yang besar. Imam syafei bersyair: Kehidupan seorang pemuda, wallahi, dengan ilmu dan taqwa. Saya menafsirkan dengan ilmu itu dengan pesantren, dan taqwa itu dengan khuruj fissabillillah. Apalagi yg di pesantren, harus lebih lagi digalakkan keluar di jalan Allah. 

Ini sudah tidak dipesantren, tapi juga tidak khuruj fissabillillah, maka ini kata imam syafei yg tidak berilmu dan tidak bertaqwa : La’tibaro lizatihi yaitu seperti bangkai berjalan, Tidak punya arti apa-apa. Ilmu diambil sama2 org islam, sami’na wa athona, apa kata Allah pasti benar, apa kata rasullullah ini haditsnya shahih maka kita harus mengikuti. Imam Syafei pernah ditanya oleh seseorg apakah kamu mengikuti semua hadits hadits nabi SAW sbg pedoman agamamu. Imam syafei ditanya begini terkejut, dan balik bertanya, “Apakah kamu melihat saya sbg org gereja? atau melihat dari saya ada tanda2 nasrani atau yahudi, ada hadits Rasullulah Saw yg tidak diambil ?” Jadi org2 yg tidak mengambil hadist nabi saw hanya org2 yahudi dan nasrani.

Maulana Mustaqim katakan :

1. Sahabat ini ciri-cirinya ialah Sami’na wa atho’na ( kami dengar kami taat )
2. Yahudi ini ciri-cirinya ialah Sami’na wa assoyna ( kami dengar kami ingkari )
3. Kaum logika ini ciri-cirinya ialah Sami’na wa tafakkarna/watajaddalna (kami dengar kami pikir dulu)
4. Kita umumnya ciri-cirinya ialah Sami’na wa nashina ( kami dengar tapi lupa lagi 2x )

Mau taat tapi lupa, maka perlu sering2 di ingatkan dgn khuruj fissabillillah. Manusia ini mmg fitrahnya pelupa, maunya sih sami’na wa attho’na, tapi baru sampe di sami’na wa nashina, gak papa yang penting tidak menentang. Didalam dakwah ini Allah Swt memanjakan banyak sekali. Semua ahli langit dan ahli bumi mendoakan memohonkan ampun bagi kita yg sedang berjuang dijalan Allah mengajarkan kebaikan dengan berdakwah. Semuaanya dari nyamuk, belalang, burung, mendoakan ampunan untuk kita. Nyamuk mau nyokot kita tapi malah kita geplak, gak papa, padahal dia lagi mau memohonkan ampun untuk kita. Kata Ulama ini ada rahasianya knp semua mahluk di bumi ini mendoakan orang yang sedang berdakwah. Ini karena kelestarian dunia ini karena ada agama, bukan karena ada ekologinya, atau karena ada ekosistemnya, atau krn ada hutannya, bukan itu semua. Ini krn di dunia ini masih ada org yg mengucap kan “La illaha illallah”. 

Walaupun Hutan rindang , lebat, dan banyak, ekologinya bagus, ekosistemnya jalan, tapi tidak ada yg mengucapkan “La illaha illallah” maka Allah akan gulung alam ini dikiamatkan. Sementara kelestarian “La illaha illallah” krn ada org yg dakwah. Jadi semua hewan2 dan mahluk2 di dunia dan di langit ini berhutang jasa kpd org beriman atau manusia yg masih mengucapkan “La illaha illallah”. Para Ahli langit dan ahli bumi yg jumlahnya trilyunan banyaknya hanya Allah yg tau, memahami perkara jasa org dakwah ini sehingga Allah masih jaga alam ini asbab adanya org yg mengucapkan La illaha illallah. Asbab ini mrk doakan maghfiroh utk kita walaupun kita sdg tertidur sekalipun. Tapi hanya yg ikut dakwah, kalau tidak dakwah yg tidak di doakan, gimana tidak mau ikut dakwah tapi minta di doakan.

Di dalam dakwah ini kita tinggal ikut saja Rasullullah, tidak perlu ngarang sendiri. Nanti kalau Rasullullah Saw masuk surga kita tinggal ikut aja. Maualana Abdul Baqi dari pakistan mengatakan, kalau kita sujud syukur dari skrg hingga kita meninggal dunia krn dipilih Allah karena ikut usaha dakwah ini, maka itu nilai nya kecil. Mengapa kecil? karena hasilnya gak sebanding, dipilih ikut, tapi nanti di gabungkan sama sahabat masuk surga. Ini tidak sebanding dgn usaha yg kita lakukan dibanding dgn anugerah yg Allah kasih asbab dakwah ini. Rasullullah Saw bersabda: “Antama aman ahbabta”: “Kalian akan bersama yg kalian cintai”. Ketika kita keluar kita belajar 6 sifat sahabat, perjuangan sahabat, cara berpikirnya sahabat, bicarakan sahabat. Diluar dakwah ini semua ngaku cinta sahabat, tapi tidak ada yg tahu siapa itu Saad bin Abi Waqqash, Khalid bin Walid, Thalhah, Hudzaifah. Justru yg mrk tahu itu malah spt superman, batman, michael jackson, mak lampir, apa faedahnya tahu semua itu, ngakunya cinta sahabat. Pengetahuan itu utk apa. “Layadh duru jahlu walayanfa’u ilmu”

Siapa presiden Venezuella? tahu atau gak tahu tidak ada manfaat dan mudharatnya. Banyak org yg tahu tidak ada manfaat dan mudharat nya, tapi pingin tahu aja, ini untuk apa? Beda dgn sunnah Nabi Saw, kalau tahu manfaatnya banyak kalau tidak tahu mudharatnya banyak. Bagaimana mengetahui Sunnah Rasul dan Fadhilah Dakwah. Jadi kalau di dunia ini sudah tidak ada lagi yg mengucapkan “La illaha illallah”, maka Allah akan musnahkan dunia ini. Inilah sebabnya semua mahluk di dunia ini mendoakan kita, walaupun kita membunuh mereka, membunuh nyamuk, membunuh ayam, membunuh serangga, tidak apa2 mereka tetap mendoakan kita. Subhanallah, inilah kita manusia sebagai Khalifah fil Ardhi. Sebetulnya jin2 itu takut pada manusia, ini krn khalifah fil ardhi ini manusia. 

Namun keadaannya kebalik krn kebanyakan manusia takutnya sama jin sebegitu sekali. Asbab Dakwah ini maka Allah akan kumpul kan kita bersama Rasullullah dan para Sahabat. Masalahnya apa kita tidak malu nanti ketemu sahabat? mereka berjuang ada yg sampai dipotong kepalanya, ditusuk dari kemaluannya, ditarik kuda hingga putus anggota badannya, hartanya habis utk di jalan Allah. Namun ketika kita ditanya saya Alhamdullillah sudah 3 hari, saya sudah 40 hari, saya sudah 4 bln, ini apa kalau dibandingkan sahabat. Nanti ada yg bilang kita ini sibuk jadi tidak ada waktu krn mencari rizki. Maulana Ilyas Rah.A katakan: “Gunakan hartamu utk agama atau nanti hartamu akan habis tapi bukan utk agama”, “Gunakan waktumu utk agama atau waktumu akan habis tapi bukan utk agama”, “Matilah kalian utk agama atau nanti kalian juga akan mati tapi bukan utk agama”, “Sibukkan diri dlm agama atau kalian juga akan ttp sibuk tapi bukan dlm agama”.

Kata Maulana Abdul Qadir hanya ada 4 orang yang tidak sibuk :
1. Orang yang sudah meninggal dunia
2. Orang yang sedang di penjara
3. Orang yang sedang dirawat di rumah sakit
4. Orang gila

Kita ikut dalam usaha ini merupakan suatu kemuliaan yg besar dari Allah Swt. Org2 spt kita ini dgn segala kelemahan kita tapi dipilih oleh Allah melanjutkan usaha para Nabi SAW, ini merupakan suatu kemuliaan. Dahulu org yg membawa usaha ini Allah pilih org2nya ada qualifikasi iman, akhlaq, kesiapan berkorban nya. Kini kita yg lemah2, Allah pilih kita, patut kita syukuri, caranya bagaimana? yaitu dan istiqomah dlm kerja dakwah, istiqomah sampai mati. Org sudah terpilih sbg menteri malah lebih memilih kerja sbg penggosok WC, ini bagaimana? Org jadi kepala desa dpt gaji dan fasilitas karena dia harus memikirkan desanya. Nanti kalau jadi bupati lebih gede lagi gajinya dan fasilitas nya lebih banyak lagi karena lebih berat kerjanya dibanding kepala desa, dia harus memikirkan satu kabupaten yg terdiri dari banyak desa. 

Begitu juga kalau jadi Gubernur harus memikirkan satu propinsi tapi gajinya tambah besar dan fasilitasnya tambah banyak lagi. Begitu juga kalau jadi presiden rumahnya saja dpt istana, kenderaannya helikopter, gajinya lebih besar lagi dan fasilitasnya terbaik diberikan, ini krn presiden memikirkan satu negara. Namun serendah2nya Da’i ini lebih tinggi dari presiden. Ini karena presiden hanya memikirkan satu negara, da’i ini memikirkan seluruh alam. Presiden hanya utk 5 tahun, kalo da’i ini sampai hari kiamat. Presiden itu memikirkan hanya ada yg ada diatas bumi itu juga bagian2, kalau dai memikirkan yg ada dibawah bumi, diatas bumi, di langit bahkan sampai akherat. Ini luar biasa kemuliaannya yg Allah kasih, tapi kok kita milihnya jadi penggosok WC, ini bagaimana? Meninggalkan dakwah utk mencari dunia, Masya Allah. 

Beras ini penting tapi usaha atas beras lebih penting lagi. Ada beras 10 gudang, tapi kalau dimakan terus menerus dan tidak diusahakan lagi maka suatu saat pasti habis. Agama ini penting tapi usaha atas agama lebih penting lagi. Kalau hanya mengandal kan amal agama nanti kalau semua yang beramal mati tidak ada yang meneruskan, maka suatu saat nanti amal2l agama ini akan hilang. Bahkan kata ulama, dunia ini seperti badan, agama ini sptiruh. Kalau badan tidak ada ruhnya, ya tidak bisa bergerak bahkan membusuk dan rusak. Jadi dunia tanpa agama, yang ada kerusakan, manusianya berbuat onar, membuat kezaliman dimana2, merusak dan bermaksiat. Jadi kalau Agama ini di ibaratkan badan, maka Usaha Agama ini seperti nyawa dlm badan. Kita ini mau berusaha menjadi ruhaniah dlm agama. 

Usaha agama spti badan, maka pengorbanan ini seperti ruhnya. Jadi usaha dakwah ini harus dgn pengorbanan : korban harta, korban diri, korban waktu, korban perasaan, korban perdagangan, korban keluarga, korban pekerjaan. Jika pengorbanan spt badan, maka musyawarah ini seperti ruhnya. Jika musyawarah ini spt badan, maka ketaatan ini seperti ruhnya. Jadi sgt penting sekali masalah ikut dlm kerja dakwah ini. Dulu yang ikut dlm kerja dakwah ini adalah para nabi AS, para sahabat RA, para ulama tabi’in wat tabi’in, para wali Allah, tapi skrg malah kita2 ini yg dhoif dan banyak kekuarangan yg terpilih. Ini krn akhir jaman ini menjadi jamannya obralan. Kebaikan2 di obral begitu juga keburukan2 diobral, banyak sekali. Pakaian dulu banyak compang camping, bahkan pakaian baru diluar hari raya ini dianggep aneh dan gak wajar, jadi di olok2. Makan ayam itu hanya waktu hari raya dan mauludan, jadi ada org kenduri gak diundang bisa marah. Beda hari ini gak diundang biasa saja karena semuanya sudah diobral jadi biasa saja. 

Dulu cari kitab Jami’ush saghir dan ihya ulumuddin susah sekali, kalaupun ada cepat sekali habisnya. Dulu pernah terjadi satu kitab ihya ulumuddin ini setara dengan dua kerbau. Kalau sekarang 2 kerbau dapat satu toko kitab. Jadi dulu ilmu itu mahal sekali, pakaian itu mahal sekali, tapi kini semuanya sudah di obral sehingga ilmu kini murah, pakaian mudah. Kebaikan2 di obral, keburukan2 juga di obral. Intan berlian diobral, tapi ular dan kalajengking juga di obral. Dengan jumlah uang yang sama bisa beli kitab atau beli berlian tapi kok yang dibeli malah ular dan kala jengking. Ini kok ular dan kalajengking murah sekali ? nanti malah dipatuk, goblok namanya. Begitu juga hari ini kemaksiatan-kemaksiatan di obral, tapi kebaikan-kebaikan juga di obral. Dakwah yang demikian tinggi nilainya kini di obral, setiap orang bahkan di ajak terus. Kalau ada orang di ajak gak mau ini kenapa gak mau? padahal ini sudah di obral. Waktu ini adalah spt uang, maka kita habiskan jangan utk beli kalajengking atau maksiat yg bisa menghancurkan kita, tapi kita habiskan untuk membeli apa yang bisa kita gunakan di akherat kita nanti. 

Banyak sekali fadhilah dakwah ini, kita tidak akan sanggup menghitungnya, apalagi waktu puasa ramadhan pahalanya berlipat2 kali. Kalau diluar ramadhan ini pahalanya 700.000 utk yg khuruj fissabilllillah, maka ketika puasa dikali 70, berarti sekitar 49.000.000, itupun utk yg belum nikah, kalau sudah nikah dikali 70 lagi, Masya Allah. Ulama dari Bangladesh katakan bahwa dakwah di bulan ramadhan ini Insya Allah pasti diterima. Amal itu mudah, diterimanya oleh Allah Swt ini yg sulit. Amal itu mudah, duduk kita disini saja mendengarkan bayan ini sudah amal. Tidur cara rasullullah Saw sudah amal, makan cara rasullullah Saw sudah amal. Tapi yg diterima oleh Allah Swt ini yg sulit. Ada kisah seorg pelacur memberi minum seekor anjing. Seburuk2nya org itu pelacur memberi minum seekor anjing seburuk2nya binatang. Kita pernah dengar nama org yg namanya pak kutilang, atau pak gajah, tapi kita tidak pernah dengar nama org ini anjing. Bahkan kalau kita panggil anjing org bisa marah, ini sangking hinanya anjing ini. 

Padahal menurut ulama anjing ini mempunyai minimal 10 sifat utama para wali. Anjing itu taat dan patuh, ini sifat wali. Kepada majikan yang memberinya makan, maka dia akan penurut sekali, disuruh pergi dia akan pergi, di suruh dtg dia akan dtg. Dulu ada org namanya Abu Ustman Al Khairi, beliau pernah diundang ke rumah seseorg. Setelah sampai depan rumah orgnya si org tersebut bilang tidak jadi, baru jalan jauh dikit dipanggil bilang jadi. Setelah mendekat tidak jadi, akhirnya pergi lagi, agak jauh dipanggil lagi dibilang jadi, setelah mendekat akhirnya tidak jadi lagi, pergi dipanggil lagi dibilang jadi terus sampe 4 kali. Si org rumah ini memuji, bahwa beliau ini baik sekali dibilang gak jadi pergi, dipanggil, balik lagi sampe 4 kali, tidak marah2. Abu Ustman Al Khairi berkata utk menghindari pujian, bahwa seekor anjing juga bisa spt itu. Anjing itu taat dan baik sekali, jika digebuk dia tetep ingetnya tangan yg memberi nya makan bukan gebukannya, tetep taat. 

Anjing itu amanah sekali beda sama kucing yang suka mencuri makanan. Anjing itu kalau mau makan pasti menunggu majikannya, tidak ada anjing yg mencuri itu tidak ada, kucing ada, tapi anjing tidak. Sampai matipun si anjing ini amanah, jika majikan bilang jangan kamu makan melainkan dari tangan saya, inipun diikuti. Suatu ketika si anjing ini lupa diberi makan oleh majikan nya, majikannya pergi lama, si tetangga memberi makan tapi dimakan oleh si anjing, akhirnya mati memegang amanah majikannya. Anjing ini zuhud, tidak senang pada dunia, tidurnya dimana2 bisa, bahkan senengnya tidur di tempat gak karu2an. Anjing ini Qona’ah diberi apa aja dia nerima aja, tetep senang sama keadaannya. Banyak sekali sifat baik pada anjing ini, tapi kok kenapa najis mugholadoh. 

Dari sekian banyak sifat baiknya ada 2 sifat buruk anjing :

1. Jika sendirian dia sombong, sukanya menggonggong dan menyalak, pamer kekuasaan.
2. Tidak suka sama Ijtima’i amal, jadi jangan sampe karkun tidak suka ijtima’i amal.

Jadi 10 sifat baik pada anjing ini jadi hilang asbab 2 sifat jelek ini. Jadi kita karkun jgn sombong dan tidak suka ijtimai amal, bisa jadi jadi najis mugholadoh. Sifat yg Allah benci ini sombong, dan sifat yg disenangi Allah Swt ini adalah Sifat Tawadhu. Sifat Tawadhu ini merupakan nikmat dari Allah Swt, dan satu2nya nikmat yg org tidak akan hasut. Kalau sombong ini baliyat suatu musibah. Org kalau sombong sering lupa diri, “Kau tau siapa saya?” lupa siapa dia ini, sampe harus tanya org lain. Ada seorg jendral pulang setelah menang perang, diajalan bertemu seorg sufi. Maka si jendral mengatakan, “Kamu ini tidak tahu siapa saya?” si sufi tadi bilang, “Oh saya tahu siapa kamu, kamu ini dulunya adalah hanya sepercik mani yg menjijikkan, nanti suatu saat akan menjadi bangkai yg busuk. Saat ini kemana2 kamu membawa kotoran.” Jadi apa yg mau disombongkan, sifat sombong ini harus dihilangkan. “Man tawadho alillah rofa’adhoh” : “Barangsiapa tawadhu krn Allah maka akan diangkat oleh Allah”. 

Walaupun seluruh dunia merendah kan, tapi diangkat oleh Allah Swt ttp akan diri terus. Fadhilah2 dakwah ini bnyk sekali, masyeikh katakan dlm usaha dakwah ini ribuan berkah utk ribuan keturunan. Kita ini perkataan masyeikh ini cukup percaya saja, krn itu berdasarkan ilham dan keberkahannya kita rasakan sekali kalau kita ikuti. Pemerintah bingung, Masyarakat bingung, org kaya bingung, org fakir bingung, kita ini generasi bingung, tapi org dakwah tidak bingung, santai saja, lempeng dan lurus aja. Hari ini org bnyk demonstrasi, ada bom meledak, tapi org dakwah santai saja. Bom mahluk, Demo mahluk, tidak dpt mendtgkan manfaat atau mudharat tanpa seizin Allah. Hakekatnya, Itu mahluk semua, tidak bisa berbuat apa2, bukan suatu masalah.

Bom itu mahluk, kalau Allah menghendaki makanan bisa jadi bom, kalau Allah menghendaki bom bisa jadi makanan. Bagi da’i ini yang dipandang Allah swt nya saja, tidak ada persoalan, tidak kesan, yang penting bagaimana Allah ridho dan senang. Matipun dalam dakwah langsung surga. Semua orang yang mati itu tidak ada yang berharap dihidupkan lagi, kecuali orang dakwah. Orang dakwah ketika mati dibangkitkan ditanya oleh Allah Swt, kamu mau apa, malah menjawb ingin dihidupkan lagi utk dakwah lalu dimatikan lagi lalu dihidupkan lagi untuk dakwah, begitu jawabnya. Ini karena melihat fadhilahnya orang dakwah. Tapi ini yang tahu bagi yang sudah mati, kita yang belum mati tidak tahu. Kok bisa ada permintaan seperti itu, padahal kita mati satu kali aja takut, kok bisa ? sekarang kita sudah hidup maka kita gunakan sisa hidup kita untuk dakwah, yang lalu biarlah berlalu dgn segala maksiat dan pahalanya tinggal kenangan biarlah berlalu. 

Sekarang yang penting kedepannya sisa umur kita mau diapain, biasanya yang namanya sisa umur ini lebih pendek rata2. 3 hari dibanding 70 tahun (3/70) dengan 70 tahun dibanding selama-lamanya (70 /∞  ini lebih lama mana? lebih lama selama2nya, ini jawaban orang tidak paham dengan pertanyaan, ini matematika. Ini lebih lama 3 hari per 70 tahun karena ini seper 10.000, umpamanya, kalo dibanding dengan 70 tahun dibanding selama2nya dapet berapa? ini seperti satu tetes dibanding lautan. Jauh sekali perbandingannya satu tetes dibanding lautan kalo seper 10.000 ini seperti satu tetes cangkir dibanding lautan. Jadi 3 hari per 70 tahun lebih lama dibanding dengan 70 tahun dibanding selama2nya. Maukah senang2 3 hari untuk susah2 70 tahun atau maukah susah2 3 hari untuk senang2 70 tahun. Ini mudah sekali jawabannya, tentunya mendingan milih susah 3 hari demi kesenangan 70 tahun. Padahal ini itu lebih lama dibanding dengan 70 tahun dibanding selama2nya. Coba kita bicara sisa umur saja dululah, bukan 70 tahun susah tidak. Contoh : kalo kita sekarang umur 50 tahun masih ada 20 tahun sisa umur misalnya, kalau kita 40 tahun masih ada sisa umur 30 tahun. 

Maukah susah 20 tahun atau 30 tahun demi mendapatkan kebahagiaan yang selama2nya. Dan itu 20 atau 30 tahun tidak susah terus, tiap tahun hanya 4 bulan saja. Padahal 4 bulan itu kalau kita rinci lagi ada tidurnya, ada senangnya, ada kenyangnya makan, ada ngobrol-ngobrolnya, jadi susahnya dimana ? apakah jaulah itu susah ? apakah taklim itu susah ? apa susahnya ? memang gak ada susahnya, “tapi kan”, itu kebanyakan jawaban kita “Tapi kan… ini dan itu”. Jangan ber “Tapi … Tapi” ini karena “Tapi” ini merusak. “Masya Allah pak Kyai Alhamdullillah mau datang kemari, ini seperti pucuk dicinta ulampun tiba……Tapi…” walah ini mah habis sudah, rusak kesenangan kalau ada kata-kata “Tapi…maaf”. “Saya sebenernya udah lama pingin ikut pak kyai….tapi…” walah ini mah susah namanya pasti gak akan ikut. Jangan ber “Tapi…Tapi…” ingin ikut titik langsung berangkat jangan pake “Tapi…”. Sami’na Wa Atho’na titik jangan ada koma “Tapi…”. 

Org mau seribu jalan org tidak mau seribu alasan. Kata org malaysia org hendak seribu daya, org tidak hendak seribu dalih. “Saya sebenernya mau ikut… tapi maaf pak kyai…” loh minta maaf ini jangan sama saya atau kyainya, tapi minta maaf sama Allah, diterima gak “Tapi..” nya sama Allah. Kalo pingin ikut lansung berangkat, kalo tidak bisa apakah alasannya diterima Allah atau tidak, jadi ya berangkat saja. Baik saya berikan jalan keluar bagi yang masih, “Tapi…”, yaitu daftarkan dahulu namanya, lalu musyawarah kita carikan jalan keluarnya. Jangan “Tapi..” dimusyawarahkan diputuskan sendiri, “Ini karena ada ini dan itu, jadi menurut saya yang terbaik adalah keputusannya tidak berangkat.” Wah kacau ini namanya musyawarah sendiri, diputusin sendiri. Musyawarah ini bahasa bumi, kalau targhib bahasa langit, sptiliat khazanah Allah, Yakin saja pada Allah, jgn lihat kantong, ini targhib namanya. Musyawaroh itu bahasa bumi, jgn takut, kita kumpul sama2 lihat berbagai kemungkinan, dipikirkan bersama2 jln keluarnya. 

Dalam Dakwah ini ada 2 bahasa: 

1. Bahasa Langit, 
2. Bahasa Bumi

Kalau di luar dakwah ini bahasanya bumi saja tidak pernah sampai langit, dikit-dikit uang, dikit2 uang terus jln keluarnya, tidak pernah sampai langit. Targhibnya bahasa langit, Rasullullah Saw berkata…, selalu itu refferensinya, nanti musyawarahnya bahasa bumi. Contoh : ketika Targhib jangan liat kantong khazanah Allah maha luas tanpa batas, tapi ketika di taffakud, “Loh katanya jgn liat kantong.” Ini sudah mulai bahasa bumi. Dulu Maulana Umar Phalanpuri ditanya, “Berapa taffakudnya..” dia bilang, “nanti.. nanti.. saya mau sholat dulu”, terus dibalas, “yah sholat dulu sana 2 rakaat minta pada Allah, baru setelah selesai berapa kesiapannya…” Jadi tafakkud ini bahasa bumi,tidak usah takut, asal jgn diputusin sendiri. Jika disuruh pulang, ya pulang dgn pahala. Jika disuruh berangkat, ya berangkat apa adanya. Ini baru namanya jln keluar. Taskil org lain itu mmg sulit, paling mudah itu taskil diri sendiri, saya paksa diri saya utk mau. 

Dalam diri manusia itu ada 2 perkara :

1). Nafsu yang mengajak kepada kejelekan dan menghalangi kebaikan, 
2). Rohaniah yang mengajak kepada kebaikan dan menghalangi kejelekan.

Kemarin waktu jln ke tempat musyawarah disini pasti ada nafsu yg menghalang2i jgn berangkat, tapi ada satu sisi yg memaksakan tetep berangkat, namun krn nekat mengambil keputusan akhirnya bisa sampai disini kan. Begitu juga waktu di taskil utk berangkat khuruj terjadi peperangan dlm diri kita memilih berangkat atau tidak, antara nafsu dan rohaniat kita bertempur. Jawabannya, yg dpt berangkat adalah yg nekat, yg memenangkan keputusan, utk berangkat. Sudah berangkat aja nekat: 1. Yg Nekat itu Berkat, 2. Yg Was was itu Tewas.

Utk kebaikan itu kita harus nekat, yg nekat itu berkat, dan ragu2 pangkal kegagalan. Masa ikut Nabi Saw kita ragu2, wong yg ikut setan aja tidak ragu2. Padahal ketika mau ikut setan ada juga yang menghalangi, walaupun ada juga yang nekat untuk bermaksiat. Kok kita yg berbuat baik kok ragu2: bagaimana istri saya ? bagaimana anak saya ? jawabannya berangkat saja !! Pada bulan Ramadhan ini luangkan waktu utk berjuang di jalan Allah. Jika kita tidak mau paksakan luangkan waktu, maka waktu tidak ada yg luang2, sampe2 pengangguran aja sibuk dengan penganggurannya. Petani sibuk dengan pertaniannya, pedagang sibuk dengan perdagangannya, siapa yg mau meluangkan waktu untuk agama ? ya mulai dari saya, diri sendiri dulu. Cari waktu luang, kalau tidak dicari ya tidak ada yg luang2. Seperti kita mukul paku ke kayu utk buat kursi, kalo dilihat lobang utk paku tidak akan ada, harus diusahakan, dipaksakan, dipukul pukul kedalam kayu sampe dia masuk. 

Begitu juga kita, seperti paku, dipaksakan dulu dipukul ke dalam kayu, dipaksakan dulu keluar 3 hari, masih belum masuk juga harus semakin dalam semakin kuat pukulannya, tingkatin 40 hari, lebih kuat lagi 4 bulan, baru masuk pakunya. Paku ini meluangkan tempat agar bisa memberikan manfaat, begitu juga dgn kita harus kita paksakan meluangkan waktu baru bisa mendatang kan manfaat. Jangan kayak sekarang begitu panen, sibuk belanja buat bertani lagi, panen, begitu lagi, gak luang2 waktunya. Setan ini pintar kerjanya menyibukkan orang dgn keuntungan agar dia tidak ada waktu beramal. Ketika mau beramal ditimbulkan was-was, rugi katanya kalau tidak jualan di Ramadhan ini. Rugi apanya ? yang rugi itu yang tidak mau dakwah, itu yang rugi. Kalau tidak dagang paling2 rugi, kalau tidak dakwah paling2 masuk neraka, lho masuk neraka kok paling2, ada2 saja. Memang ini keahlian setan memalingkan manusia dari amal yang sebenarnya. Seperti haji dikatakan thawaf ka’bah itu keliling 7 kali, tapi keliling pasarnya bisa 70 kali, inilah kerjaan setan. 

Selain Ramadhan tidak terlalu laris, giliran Ramadhan laris sekali, sengaja sama setan dibuat seperti ini kondisinya. Ada suatu tempat, itu setiap sore hampir maghrib banyak sekali pembeli, sebelum ashar tidak ada pembelinya, kerjanya dipinggiran waktu dimana setan suka mengganggu manusia. Sesudah Maghrib langsung sepi maka dikenal sebagai pasar setan. Setan ini pandai tapi lemah, nafsu ini bodoh tapi kuat. Sudah tau tidak ada faedahnya tapi ingin saja, seperti menonton sinetron, ini tidak ada fadhilahnya, tapi orang suka nonton. Sinetron tentang anak yatim berhasil membuat orang nangis, padahal aktonya senang dapet uang bayaran. 

Orang nangis menonton aktornya, si aktor gembira udah diabayar, kok mau dikibulin televisi. Mak Lampir, superman, batman, itu semua fiktif, bohong, tidak ada, tapi kok orang suka dan mau aja dikibulin kisah bohong. Asal muasal televisi dan kisah2nya yang dibuat2 ini kononnya ciptaannya orang yahudi. Kalau kisah nyata yang paling baik ini adalah kisahnya orang islam yaitu kisah para Anbiya AS dan kisah Sahabat RA. Karena yahudi ini tidak punya kisah2 seperti itu sehingga mereka merekayasa cerita2 untuk mengelabui kita. Didalam suatu bayan diceritakan ada seseorang membuat dongeng yang membuat orang takjub, ketika ceritanya menjadi seru di stop sama si pendongeng utk dilanjutkan besok. Sehingga orang penasaran ingin datang lagi besoknya utk mendengarkan dongeng. Besoknya begitu lagi, dia lanjutkan dongengnya sampai pada moment paling seru di stop lagi, terus dilanjutkan besok hingga hari ke enam. Lalu singkat cerita ada yang nanya kpd si pendongeng ini siapa dia kok bisa begitu ahli dalam berdongeng. Si pendongeng katakan bahwa dia itu adalah Iblis Laknatullah Alaih. 

Iblis bikin cerita, jangan2 mahabrata dan lain2 ituadalah cerita iblis, tidak ada yang sungguhan semuanya fiktif. Kini kisah2 yang beredar kebanyakan adalah cerita fiktif, rekayasa semuanya, karena yang asli dan nyata hanya kisah dalam islam yaitu kisah sahabat RA. Maka kita kembali saja ikut Rasullullah Saw, tidak usah ikut yahudi. Bagaimana belajar ikut Rasullullah Saw? Kalau belajar TK berapa tahun? 2 tahun. Setelah 2 tahun bawa ijazah TK ke jakarta melamar pekerjaan. Bilang ke pewawancara, ini ijazah TK lho 2 tahun lamanya, org jemaah tabligh aja cuman 4 bulan, lho bawa2 jemaah tabligh segala. Ini hanya 4 bln saja sgt sebentar. Dunia sementara, akherat selama2nya. Untuk dunia yang sementara ini pantesnya 3 hari utk dunia, 27 hari utk akherat. Dalam 1 tahun, untuk dunia 40 hari saja, untuk akherat 320 hari. 

Bagaimana kalau spt itu? jawaban org2 pasti, “Bagaimana bisa kayak gitu pak kyai, 320 hari utk dunia saja masih kayak gini apalagi cuman dikasih 40 hari utk dunia?” padahal kita tahu dunia ini sementara dan akherat selama2nya, maka secara porsi waktu seharusnya lebih diutamakan akherat. Maulana Ilyas ini bijaksana nya luar biasa, utk dakwah itu sebenarnya bukan 3 hari atau 40 hari atau 4 bl, tapi seumur hidup. Kalau ditaskil keluar seumur hidup, bingung, kurang lagi ditaskil 1 tahun, masih bingung juga. Maka yg di tawarkan oleh Maulana Ilyas Rah.A ini 10% saja dari waktu kita. Nabi ersabda: “Kalian (sahabat) dlm suatu zaman jika meninggalkan sepersepuluh saja maka kalian akan hancur, tapi akan dtg kalau mrk berpegang teguh pada seper sepuluhnya mrk akan selamat”. Sepersepuluh dari 24 jam itu 2.5 jam, sepersepuluh dari 30 hari ini 3 hari, sepersepuluh dari 360 hari itu 36 hari. Kenapa 40 hari kalau gitu? ini ada rahasianya. “Apa itu rahasianya pak kyai?” wah kalau dikasih tau ini bukan rahasia lagi. Mau tahu, ya ikut saja. 

Dalam kisah para Aniya AS :

1. Nabi Ibrahim AS dibakar dalam api ini 40 hari
2. Nabi Yunus didalam perut ikat selama 40 hari
3. Nabi Nuh dalam perahu selama 40 hari.

Fadhilah rahasia itu banyak :

1. Barang siapa tahu fadhilah shaf awal, maka dia akan berebut di shaf awal
2. Barang siapa tahu fadhilah adzan, maka dia akan berebut untuk adzan.

Ini adalah fadhilah rahasia. Jadi 4 bulan ini adalah 3 x 40 hari. Kalau 40 hari pertama masih banyak kurangnya, kita perbaiki di 40 hari kedua, kalo masih belum sempurna maka kita sempurnakan di 40 hari yang ketiga. Insya Allah kita niat berangkat, jgn sampai niat saja tidak. “Pokoknya saya mau datang tok aja.” Lho jangan, kok dibuat “pokoknya” ? kok dibuat “Tok…” ? harusnya kita bilang “Kalau baik, saya mau ikut.” Atau “Kalau baik, saya mau berangkat.” Gitu lho. Kalau tidak baik ? apanya yg tidak baik ? Fadhilah dakwah ini apakah tidak baik ? ribuan berkah dalam dakwah ini tidak baik ? Banyak orang nyari berkah sampai sowan kepada ulama dan wali-wali. Padahal yang diminta keduniaan juga. Silahkan saja, padahal keluar Fissabillillah ini berkahnya lebih banyak. 

Sunnah rasullullah saw ini berkahnya luar biasa. Sahabat RA mempunyai sehelai rambut Nabi SAW, dia katakan, “Sehelai rambut ini lebih aku sukai daripada dunia beserta isinya.” Ini karena cintanya sahabat RA kepada Nabi Saw, ini baru yang benar. Namun kini sehelai rambut rasullullah Saw ini sudah tidak ada, sunnah Nabi Saw ini lebih tinggi daripada sehelai rambut Nabi Saw saat ini. Satu Sunnah Nabi Saw ini lebih tinggi daripada langit beserta isinya. Sunnah Nabi Saw ini berapa nilainya ? kata Maulana Ilyas Rah.A seorang Ulama besar katakan bahwa yang dia ketahui dari sunnah nabi Saw ini baru satu persent (1 %). Ini kata siapa? maulana Ilyas Rah.A ulama besar. Kalau ada yang mengatakan maulana ilyas ini org bodoh ini adalah org bodoh. Kalau sekelas ulama besar seperti maulana ilyas saja bilang baru tahu cuman satu persen gimana kita ? Lalu ditambah lagi oleh Maulana ilyas dari yang dia tahu dan yang dia amalkan baru satu persen juga. 

Dalam suatu kitab dikatakan Sifat2 Rasullullah Saw kalau lautan dijadikan tinta, dan pohon2 jadi pena, seluruh manusia dan jin menulis sifat2 dalam Rasullullah, maka seluruh manusia akan mati, lautan akan kering, pohon2 akan habis, dan sifat Rasulullah Saw masih banyak lagi. Jadi Rasullullah Saw ini bukan laki2 biasa. Kamu laki2, saya laki2, bukan spt itu, tidak sebanding Nabi Saw itu mulia, kalau dibandingkan kita ini rendahan. Karena kita belajar dari org yahudi dan nasrani, ikut2i gaya mereka, maka kita rendahkan sunnah rasullullah Saw. Maka kita agungkan daripada sunnah rasullullah Saw. “Qul innama ana basaro mislukum yuha innaya”

semua yang dilakukan Rasullullah Saw ini adalah wahyu. Jadi rasullullah Saw ini tidak mungkin salah. Setiap apa yang dilakukan Nabi Saw ini adalah paling baik. Apa yang dilakukan Nabi Saw cocok untuk kesehatan, untuk keselamatan, untuk apa saja. Yang menkritik Nabi Saw ini adalah org murtad, mengkritik Nabi Saw ini sama dengan mengkritik Allah Swt. Bahkan dikatakan, Rasullullah Saw beristri sembilan ini dibilang sebagai dari bagian Mukjizat. Saya ini lebih muda dari Nabi Saw, tapi kalau punya istri empat ini kerepotannya sudah luar biasa untuk menunaikan hak mereka. Sedangkan Rasullullah Saw satu hari ini 9 kali, padahal umur sudah tua, sering lapar lagi. Ini mukjizat namanya, saya berbicara dalam rangka mengagungkan Rasullullah Saw. 

Beda dengan Yahudi dan Nasrani yang menghina-hina rasullah saw seakan nabi ini bejat dan lain-lain. Lisan dan Logika kita tidak boleh seperti mereka, yahudi dan nasrani. Ini karena kehidupan Nabi Saw ini berdasarkan wahyu termasuk pernikahan Nabi Saw, ada maksudnya dari Allah Swt. Makanya kalau mau belajar, belajarlah dengan ulama yang Amilin dan Sholihin. Mau belajar sama muridnya orang-orang yahudi dan nasrani. Kita ikut saja Rasullullah Saw, jangan ikut yahudi dan nasrani. Maka untuk belajar mengikuti Rasullullah Saw ini adalah berangkat khuruj fissabillillah selama 4 bulan, seharusnya seumur hidup, tapi untuk tahap awal dipermudah. Susahnya itu meluangkan waktu ini, maka harus kita paksakan. 

Maksud Hidup itu untuk Dakwah. Maksud hidup itu apa? dalam hidup ini ada 2 hal: 

1. Ada Maksud Hidup, 
2. Ada Keperluan Hidup. 

Kita punya rumah ada Maksud Rumah dan Ada keperluan rumah. Maksud Rumah itu adalah untuk ditinggali oleh istri dan anak. Keperluan rumah itu seperti WC. Kalau tidak ada WC mau buang air dimana ? buang air di tempat tidur ? atau di ruang tamu ? ini lucu-lucuan namanya. Harus ada WC, tapi WC nya ini sederhana saja. Ada rumah yang sederhana tapi WC nya mewah : ada TV nya, ada Radionya, ada tempat kopinya, surat kabar di wc, telepon di wc, apakah mau hidup di WC ? Ingin ke jakarta keperluannya mobil . 

Boleh sebelum ke jakarta di cat mobilnya dulu biar apik, tapi jangan gonta ganti cat akhirnya gak berangkat2. Ngecat atau mendandani mobil ini hanya keperluan bukan maksud. Kita punya keperluan hidup dan maksud hidup. Makan dan Minum ini hanya keperluan, tapi maksud hidup itu untuk dakwah. Boleh kita nyari makan dan minum sebagai keperluan, untuk menguatkan kita, untuk apa? untuk dakwah, karena maksud hidup itu untuk dakwah. Bukannya hari-hari nyari makan dan minum, maksud hidup malah dilupakan. Bani Israil itu bingung 40 tahun dalam satu mil, kalo kini sejengkal kali sejengkal binging selama 60 tahun, sampe ke amerika untuk isi perut. 

Ada seorang Da’i Buzruk, orang tua, ditanyai, “Mbah kenapa manusia ini senang pada dunia?” kebetulan disitu ada lemper, katakan kalo sekarang harganya 500 rupiah, kalo udah dibuka jadi tinggal 300 rupiah. Kalo sudah digigit lempernya, ya sudah tidak ada harganya lagi. Masih nanya lepehannya yang udah keluar jadi kotoran berapa? ini lebih gawat lagi, menghinakan namanya. Kalau sudah dimakan, lalu masuk WC itu harganya berapa ? penghinaan namanya, begitu kok disenangi, senang kok sama yang di WC? kalau ada orang yang nawarin Madu palsu kira-kira ada yang mau beli tidak? ini dunia ini sudah kasih tahu palsu kok orang pada rebutan. “wama hayatuddunya illa mata’ul ghurur” à Dunia itu tipuan. Dunia itu hanya tipuan seperti permainan saja. 

Jadi kita tinggalkan dunia yang sementara ini, sebelum kita meninggalkan dunia. Enak mana meninggalkan dunia atau ditinggalkan dunia? gak enak semua, disuruh milih kok gak enak semua. Padahal ini pasti, ditinggal dunia jadi orang fakir, meninggal dunia ya mati namanya. Besok mati, sekarang mau apa ? ada polisi bilang besok kamu mau saya tembak. Trus kta bilang besok saya mau panen, ini dagangan belum laku. Kata polisi silahkan dipanenkan, silahkan dilakukan dagangannya, pokoknya besok saya tembak. Jadi kalau waktu tinggal satu hari apa yang kita lakukan? ya untuk amal. Amal yang seperti apa? yang pahalanya kecil atau yang pahalanya besar? besar tentunya, kalau diberitahu ingin diamalkan atau didengarkan saja. Yang paling besarnya pahalanya itu ya Dakwah Fissabillillah di jalan Allah.

“Wamanahsanu qoulan mimman da’a illallah” à Mengajak org ke Allah ini amalan paling baik. Memberitahu ini mudah mengamalkan yg sulit. Menumbuhkan kemauan, skrg ini mau atau tidak itu saja. Bayan panjang2 ini sebenarnya utk merayu saja atau nanti ada yg dtg kerumah merayu2 lagi. Ada kisah di Bangladesh: “Seorang petani dirayu sama jemaah taskil untuk keluar fissabillillah, dia menolak karena mendekati masa panen. Masih tidak mau dtg rombongan yg keluar utk mentaskil lagi petani ini. Masih tidak mau tidak selang beberapa lama dtg lagi rombongan keluar mentaskil petani ini. Akhirnya petani mau juga dan berangkat menjelang Panen. 

Ketika berangkat, ada kejadian pencuri ini mengambil hasil panen nya dari sawah. Setelah dikumpulkan di markaz pencuri, si ketuanya nanya ini curian dari mana? si pencuri bilang dari si fulan petani. Lalu si ketua bilang, “Gawat ini punya jemaah tabligh, bahaya kalau kita curi ini, bisa celaka kita, kualat nantinya.” Akhirnya singkat cerita dikembalikanlah di antar kerumah si petani tadi. Pagi2 bangun istri terkejut ada hasil panen di rumahnya, si istri menyangka suaminya sudah memesan orang untuk memanen hasilnya untuk diantar kerumah. “Baik sekali suami saya ini, sungguh perhatian sama istrinya, gak mau ngerepotin istri, ngirim orang untuk memanen hasil.” Setelah pulang 40 hari si suami menanyakan kepada istri apakah ketika dia berangkat 40 hari, hasil panen sudah diambil dari sawah. Si istri terkejut karena dia pikir suaminya sudah mengirim orang untuk melakukannya, sehingga dilaporkanlah kejadian tersebut kpd suaminya.” 

Hikmah dari kisah ini adalah Allah mampu mengguna kan tangan pencuri atau org jahat utk menyelesaikan masalah kita asbab keluar di jalan Allah. Allah Maha Kuasa bisa menggunakan pencuri yang mau berniat jahat sama kita, menolong kita panenan. Kita yakin saja terhadap Allah dan janji2 Allah.Andaikata kita yakin pada janji Allah sama seperti kita yakin sama janji gubernur atau atasan kita. “Sepagi sepetang dijalan Allah lebih baik dpd dunia beserta isinya” (hadits). Harga dunia seisinya ini kira2 berapa? Gak bisa di nilai. Kita kerja 100 tahun membeli kecamatan glodok saja tidak akan bisa. Ini sepagi sepetang dijalan Allah bisa membeli dunia beserta isinya ini gimana ? 

Kisah 1: 

“Seorg anak kecil dibawa ayahnya ke PLTA ada turbin berputar2. Turbin ini berputar sehari hasilnya miliaran. Anak kecil ini tidak ngerti kenapa turbin yg kerjanya cuman mutar2 kok bisa menghasil kan miliaran, padahal ayahnya banting tulang disawah sepagi sepetang cuman dapat rp. 50.000 saja. Maka si anak di bawa ke madiun, ke magetan, ke Bojonegoro, ke lamongan, ke pacitan, ke semarang, kata bapaknya bahwa semua tempat itu bayar ke PLTA krn turbin tadi. Si anak mikir kalau begitu bisa lebih dari miliaran bayarnya.” Ini adalah hasil pemikiran dari otaknya seorg insinyur. 

Bagaimana bekerja dgn Dzat yg menciptakan otaknya insiyur. Turbin tadi hanya muter2 saja bisa miliaran hasilnya, bagaimana dgn pagi sepetang dijalan Allah? jawabnya lebih baik dari dunia beserta isinya. Tapi kenapa kita tida mau dengan tawaran dari Allah? seharusnya mau. Nabi Saw bersabda: “i’mali duniaka ka’anaka ta’ishu abada. Wa a’mali akherohtaka ka’anaka tamu tughoda” Artinya : “Bekerjalah kalian seakan2 kalian hidup selama nya, beramalah kalian seakan2 mati esok”. Beramal itu tidak ada hari esok, yg ada hari ini besok sudah mati, tetapi kalo kerja dunia ini santai saja. Gagal kerja hari ini lusa bisa dikerjain lagi, gagal besok usaha kan minggu depan atau bulan depan atau tahun depan, santai saja karena hidup selama2nya, tidak usah khawati, masih banyak waktu untuk dunia. Tapi untuk akherat, segerakan, krn hari esok sudah tidak ada lagi utk beramal, hari esok itu sudah harus mati, jadi sekarang ini beramal. 

Masalahnya tidak nampak dimata, kalau nampak dimata jangankan manusia ayam saja juga percaya. “Ayam sini saya beri gabah, jangan lari goblok..!” wong ayam di goblok2in, tebarin aja gabahnya, ayamnya dtg semua bahkan ayam tetangga ikut juga. Ini karena nampak dimata, walaupun digebuk atau diusir, datang lagi ayamnya karena nampak dimata fadhilahnya. TKI kita di Malaysia di usir, eh datang lagi, diusir, dtg lagi, ini krn fadhilahnya nampak dimata. Makanya Allah Swt bilang dalam Al Qur’an: “Alladzi na yu’minuna bil ghoibi wamimma rozaqnahum yun fikun” ertinya: Mereka yang iman dgn yg tidak nampak dimata. Janji Allah Swt pasti lebih pasti dari terbitnya Matahari dari ufuk timur !! Mari kitaq siapkan diri kita utk berangkat.

Kisah Taskil Maulana Umar Phalampuri: Ketika Maulana Umar baru pulang taskyl 1 tahun di jazirah arab baru sampe di markaz , pulang bawa jemaah taskilan. Maulana Yusuf, amir dakwah waktu itu, minta agar Maulana umar mau pergi menemani jemaah sebagai takaza, padahal tiket pulang sudah di beli. Baru pulang sudah tiskyl lagi, karena waktu itu belum ada banyak org yg mengurusi jemaah di Nizamuddin, akhirnya maulana umar pergi sama jemaah tersebut untuk takaza selama 10 hari. Setelah 10 hari pulang ke Nizammuddin baru nyampe ada takaza lagi jemaah dalam negeri, lalu diminta sama maulana yusuf untuk menambah masa. Maulana Umar ini sudah berat sekali mengambil takaza tersebut, tapi tetep taat pada Amir, berangkat juga menemani jemaah takaza 10 hari lagi. Setelah 10 hari pulang, nyampe markaz diminta lagi oleh Maulana Yusuf untuk menemani jemaah tersebut. 

Maulana Umar karena letihnya keluar 1 tahun dan sudah 2 x 10 hari ambil takaza, minta izin kepada maulana yusuf untuk pulang dulu. Maulana Yusuf marah besar ke maulana umar lebih mementingkan dunia, pulang ke rumah, dibanding takaza dakwah. “Jadi Maulana tidak mau mendahulukan dakwah dari diri maulana kalau gitu pulang saja.” Kata maulana yusuf. Mendengar ini maulana yusuf marah, akhirnya maulana umar pergi lagi tidak jadi pulang bawa jemaah takaza 10 hari yang ketiga. Kata Maulana Umar, 1 bulan yang tidak niat ini lebih berat dari yang 1 tahun keluar dengan niat. Waktu satu tahun keluar itu sudah dihitung, sedangkan yang satu bulan ini diluar perhitungan. Berat sekali bagi seorang maulana umar. Ini karena tarbiyah dalam 1 bulan ini lebih tinggi dari pada tarbiyah untuk 1 tahun. Inilah Mujahaddah mereka, makanya hidayah turun diseluruh alam asbab pengorbanan mereka.  Oleh karena itu yg sudah mau pulang, jangan pulang dulu, kita catat nama saja, lalu minta dimusyawarahkan dibelakang. Kalaupun pulang, balik bawa pahala hasil musyawarah.

No comments:

Post a Comment