Monday, January 6, 2014

RAHSIA ZIKIR UNTUK MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH

Ibn Abbas r.a. menuturkan: Ketika Allah Swt. menciptakan Arasy, maka Allah memerintahkan para malaikat pemikul Arasy agar memikul Arasy tersebut. Lalu mereka merasa berat memikulnya, maka Allah Ss.w.t berfirman, “Bacalah, Subhanallah”, Para malaikat itu pun membaca, Subhanallah hingga mereka merasa ringan memikul Arasy.

Malaikat-malaikat itu terus membaca Subhanallah sepanjang masa, sampai Allah s.w.t menciptakan Nabi Adam. Ketika Nabi Adam bersin, maka Allah s.w.t mengilhamkan kepada Baginda agar membaca Alhamdullilah. Maka, Allah s.w.t berfirman, “Yarhamuka Rabbuka (semoga Tuhanmu merahmatimu). Kerana itulah, Aku menciptakanmu, wahai Adam”. Para malaikat berkata, “Ini adalah kalimat ke dua yang agung, kami tidak boleh melupakan kalimat ini”.

Mereka menyambungkan kalimat tersebut dengan kalimat pertama. Sehingga sepanjang masa malaikat mengucapkan, “Subhanallah Walhamdullilah” Malaikat-malaikat terus membaca kalimat tersebut sampai Allah mengutus Nabi Nuh a.s. Dalam sejarah disebutkan bahawa kaum Nabi Nuh adalah kaum pertama yang menjadikan berhala sebagai sembahan mereka. Lalu Allah s.w.t mewahyukan kepada Nabi Nuh agar ia menyuruh kaumnya untuk mengatakan “Laa Ilaha Illallah” hingga Allah meredhai mereka. Para malaikat berkata, “Ini adalah kalimat ketiga yang akan kami gabungkan dengan dua kalimat sebelumnya”. 

Mereka pun mulai mengatakan “Subhanallah Walhamdullillah Wala Illaha Illah”. Kalimat ini terus diucapkan oleh para malaikat sepanjang masa, sampai Allah s.w.t mengutus Nabi Ibrahim a.s. Allah s.w.t memerintahkan agar Nabi Ibrahim mengurbankan anak kesayangannya, Ismail. Kemudian Allah menggantinya dengan seekor domba. Ketika Ibrahim melihat domba itu, maka ia berkata, “Allahu Akbar”, sebagai luapan kegembiraannya. Para malaikat berkata, “ini adalah kalimat keempat yang agung. Kami akan menggabungkannya dengan tiga kalimat sebelumnya”. 

Akhirnya, para malaikat itu mulai mengucapkan, “Subhanallah Walham dullillah Wala ilaha illa Allah Wa Allahu Akbar”. Waktu malaikat Jibril menceritakan hal ini kepada Rasulullah s.a.w, maka karena kekagumannya, beliau berkata, “La hawla wala quwwata illa billahil alyyil azim”. Maka, Jibril berkata, “Ini adalah kalimat penutup dari empat kalimat sebelumnya”.

Abu Hurairah r.a. juga meriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w pernah bersabda, “Siapa bertasbih kepada Allah 33 kali setiap kali selesai solat, bertahmid kepada Allah sebanyak 33 kali dan bertakbir kepada Allah 33 kali maka, jumlahnya 99 kali. Kemudian ia menggenapkannya menjadi 100 dengan bacaaan La ilaha illa Allah wahdahu la syarika lah lahu al-mulku wa lahu al-hamdu wa huwa ala kulli syayin qadir, maka, Allah akan mengampuni semua kesalahan-kesalahannya, meskipun sebanyak buih lautan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Diriwayatkan bahawa Nabi Musa a.s bertanya kepada Allah s.w.t: “Wahai Tuhanku, bagaimana saya dapat membedakan antara orang yang Engkau cintai dengan orang yang Engkau benci?”

Allah s.w.t menjawab: “Hai Musa, sesungguhnya jika Aku mencintai seorang hamba, maka Aku akan menjadikan dua tanda kepadanya”. 

Musa bertanya: “Wahai Tuhanku, apa kedua tanda itu?”

Allah s.w.t menjawab: “Aku akan mengilhamkan kepadanya agar ia berzikir kepadaKu agar Aku dapat menyebutnya di kerajaan langit dan Aku akan menahannya dari lautan murkaKu agar dia tidak terjerumus ke dalam azab dan siksaKu. Hai Musa, jika Aku membenci seorang hamba, maka Aku akan menjadikan dua tanda kepadanya”.

Musa bertanya: “Wahai Tuhanku, apa kedua tanda itu?”

Allah s.w.t menjawab: “Aku akan melupakannya berzikir kepadaKu dan Aku akan melepaskan ikatan antara dirinya dan jiwanya, agar ia terjerumus ke dalam lautan murkaKu sehingga ia merasakan siksaKu”.

(Syeikh Abd al-Hamid Anquri dalam Munyah al-Waizhin wa Ghunyah al-Mutazzhin).

No comments:

Post a Comment