Friday, January 17, 2014

AKIBAT MENINGGALKAN SOLAT

Kebanyakan orang yang menderita sakit jiwa (pada umumnya) tidak melakukan solat. Perbuatan yang demikian adalah perbuatan yang sia-sia terhadap makna hidup dan merupakan penyebab penguasaan syaitan atas dirinya. Allah berfirman, "Peliharalah segala solat (mu) dan (peliharalah) solat wustha." (Al-Baqarah [2]: 238).

Barangsiapa selalu menjaga dan memenuhi panggilan solat, maka seolah-olah ia menjaga dirinya sendiri. Pembalasan itu tergantung pada amal perbuatan, sebagaimana firman Allah: "Ingatlah kalian kepadaKu, maka Aku akan ingat kepada kalian.” (Al-Baqarah [2]: 152)

"Jika kamu menolong agama Allah, nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu" (Muhammad [47]: 7)

Sepertinya, pada ayat-ayat di atas dikatakan, "jagalah solat, supaya Tuhan yang menyuruhmu solat menjagamu" Atau "Jagalah solat, sehingga solat itu akan menjagamu"

Solat menjaga diri orang yang bersolat dalam beberapa hal, diantaranya:

1). Menjaga dari kemaksiatan. Firman Allah: "Sesungguhnya solat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar." (Al-Ankabut 29:45). Barangsiapa menjaga solat, maka solat akan menjaganya dari perbuatan keji.

2). Menjaganya dari ujian dan cobaan. Allah s.w.t berfirman, "Jadikanlah solat dan sabar sebagai penolongmu" (Al-Baqarah [2]: 45)

3). Menjaganya dari siksa kubur dan siksa api neraka pada hari kiamat. Orang yang melakukan solat bererti berada dalam perlindungan dan penjagaan Allah. Rasulullah bersabda, "Barangsiapa menjalankan solat subuh, niscaya ia berada dalam tanggungan Allah. Allah tidak meminta ganti tanggunganNya dengan sesuatu apapun. Barangsiapa meminta tanggunganNya dengan sesuatu, maka ia akan menemukannya, kemudian menelungkupkan wajahnya di dalam neraka jahannam" (HR. Muslim)

Barangsiapa tidak mau menjalankan solat, bererti ia telah mengahdapkan dirinya kepada bahaya  yang telah dijanjikan oleh Allah, iaitu mencabut pertolonganNya dari dirinya. Akibatnya, tidak ada lagi tempat berlindung bagi dirinya. Setelah Allah meninggalkannya, ia pun akan mendapatkan dirinya berhadapan sendirian dengan syaitan.

Sebagaimana orang soleh mengatakan, "Demi Allah, tidak ada musuh yang memusuhimu, kecuali setelah engkau meninggalkan Allah. Jangan kau kira musuh telah menang, tetapi Allah Sang Penjagalah yang telah berpaling"

Rasulullah s.a.w bersabda, "Barangsiapa melakukan solat subuh, nescaya ia berada dalam tanggunganNya. Barangsiapa mengabaikan tanggungan Allah, maka Allah akan membenamkan wajahnya ke dalam neraka.”

Diriwayatkan bahwa Al-Hajjaj memerintahkan Salim bin Abdullah untuk membunuh seorang laki-laki, kemudian Salim berkata kepada laki-laki tersebut, "Apakah engkau melakukan solat subuh?" laki-laki itu menjawab, "Ya" Dia (Salim) berkata, "Pergilah" Setelah itu, Al-Hajjaj berkata kepada Salim, "Apa yang mencegahmu dari membunuhnya?" Salim berkata, "Bapak saya telah menceritakan kepada saya bahwasanya ia pernah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda, "Barangsiapa mengerjakan solat subuh, niscaya Allah berada di sampingnya sepanjang hari" Maka dari itu, aku benci untuk membunuh seseorang yang didampingi oleh Allah"

Kemudian Al-Hajjaj bertanya kepada Ibnu Umar ra "Apakah kamu telah mendengar [riwayat] ini [dari Rasulullah]?" Ibnu Umar menjawab, "Ya"

Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah s.a.w bersabda, "Jika engkau keluar dari rumahmu, maka bersolatlah dua rakaat, nescaya tercegahlah kamu dari jalan keluar yang buruk. Dan jika engkau masuk ke dalam rumahmu, maka bersolatlah dua rakaat, nescaya akan tercegahlah kamu dari jalan masuk yang buruk"

Rasulullah s.a.w bersabda, "Sesungguhnya Allah s.w.t berfirman, "Wahai anak Adam! Cukupkanlah untukKu empat rakaat (solat) pada permulaan hari (pagi), nescaya Aku akan mencukupimu dengannya pada penutup hari (petang)" - solat Dhuha.

Solat adalah pelindung dan penjaga. Barangsiapa meninggalkan solat, maka Allah akan meninggalkannya. Allah pun menghukumnya dengan menjadikan syaitan sebagai temannya. Akibatnya, syaitan tidak akan berpisah dengannya, baik pada waktu ia diam maupun berjalan, dan ia (syaitan) akan menjadi teman hidupnya.

Setan adalah seburuk-buruk teman. Allah berfirman: "Barangsiapa berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan), maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar, tetapi mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. Sehingga apabila orang yang berpaling itu datang kepada Kami (di hari kiamat), dia berkata, "Aduhai, semoga (jarak) antara aku dan kamu seperti jarak antara masyriq dan maghrib, maka syaitan itu adalah sejahat-jahatnya teman yang menyertai manusia" (Harapanmu) itu sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu di hari itu karena kamu bersekutu dalam azab itu" (Az-Zukhruf [43]: 36-39)

Dalam sebuah hadith disebutkan, "Jika ada tiga orang (muslim), baik di kota maupun di desa, dan tidak didirikan solat pada mereka (bertiga), maka syaitan tentu menguasai mereka. Tetaplah kalian pada kelompok, kerana sesungguhnya serigala akan memakan (anak kambing) yang ketunggalan". Nabi s.a.w telah menerangkan bahwa syaitan adalah serigalanya manusia dan ia adalah musuh yang paling memusuhi.

Sebagian ulama salaf berkata, "Aku melihat seorang hamba dihempaskan diantara Allah dan syaitan. Bilamana Allah berpaling darinya, maka syaitan akan menguasainya. Jika Allah menguasainya, maka syaitan tidak akan berkuasa atas diri si hamba itu"

No comments:

Post a Comment