Wednesday, February 5, 2014

TIGA LANGKAH MENUMBUHKAN KECINTAAN ANAK BACA AL-QURAN

Subhanallah, betapa indahnya keluarga yg ayah, ibudan anak2nya, seluruhnya memiliki kecintaan terhadap Al-Quran. Pertama, mengajak anak utk mengerti keutamaan2 dari membaca Al-Quran. Allah Taala tidak pernah memberikan perintah, melainkan telah disiapkan balasan kebaikan2 yg luar biasa, termasuk dlm hal membaca Al-Quran. Rasulullah bersabda, “Siapa yg membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dgn bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan ‘Alif-Laam-Miim’ satu huruf akan ttp Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (Hr Tirmizi). 

Kemudian, sabdanya, “Siapa yg membaca 100 ayat pada suatu mlm dituliskan baginya pahala solat sepjg mlm.” (Hr Ahmad). Hadis kedua ini tepat utk memotivasi anak memanfaatkan sebhg mlmnya utk mem baca Al-Quran. “Setidaknya 100 ayat nak kamu baca di waktu mlm, insyaAllah kamu akan dpt pahala spt org solat sepjg mlm,” begitu mungkin sekadar contoh dlm mendorong anak2 kita mengamalkannya. Dan, smpikanlah keutamaan ter besar dari membaca Al-Quran ini kpd anak kita, “Bacalah Al Quran krn sesung-guhnya dia akan dtg pada hari kiamat sbg pemberi syafaat kpd org yg mem bacanya” (Hr Muslim).

Kedua, bangun budaya membaca Al-Quran di dlm rumah sendiri. Orgtua tentu sgt ingin anak2nya gemar membaca Al-Quran. Ttpi sgt tidak pantas jika anak diharap cinta Al-Quran, s'mtara orgtua justru tidak berusaha memberi teladan. Oleh krn itu, sejatinya Tiada alasan utk tidak boleh membangun budaya mulia ini. Mulai saja secara bersama2. Ayah, ibu, anak, semuanya membiasa kan diri membaca Al-Quran bersama setiap lepas Maghrib smpi Isya’. Lebih baik lagi, jika slps Isya’ hingga terasa mengantuk. 

Hal ini akan sgt baik, mengingat jam-jam tersebut bnyk sekali acara di TV yg kurang tepat bagi tumbuh kembangnya iman dari anak2 kita. Mungkin, pada awal kali mencoba, membangun budaya ini terasa berat. Ttpi, semua boleh dilakukan dgn enjoy krn kebiasaan. Oleh krn itu, berat di awal jgn smpi menghalangi kita dari membudayakannya bersama anak2, di rumah kita sendiri.

Ketiga, mengambil pelajaran dari keluarga yg menghafal Al-Quran. Sekadar membaca mungkin akan menimbulkan kesan monoton. Utk itu sgt penting orgtua mencari referensi keluarga penghafal Al-Quran. Di negeri ini sudah mulai bermunculan keluarga2 yg anak2 dan orgtuanya penghafal Al-Quran. Selain itu juga sudah mulai cukup bnyk pondok tahfidz. Dgn demikian, langkah kita utk mendpt pelajaran dari mrk yg telah membuktikannya, bukan lagi suatu yg sulit. Tinggal kemauan semata. 

Jika mmg ada referensi, jgn sungkan utk ber-silaturrahim dgn keluarga yg anak2nya hafal Al-Quran. Keluarga itu tentu memiliki pengalaman hidup yg sgt berguna bagi kita yg baru berupaya mem bangun budaya membaca Al-Quran bersama anak di rumah sendiri. Kita boleh dialog dgn mrk, bgmn perjuangannya menanamkan rasa cinta terhadap Al-Quran, sehingga anak2nya boleh hafal Al-Quran. Jika sudah dilakukan, kita boleh meminta bantuan doa kpdnya, agar kita dan anak2 kita dimudahkan dlm menghafal Al-Quran.

Subhanallah, betapa indahnya keluarga yg ayah, ibu dan anak2nya, seluruhnya memiliki kecintaan terhadap Al-Quran, sehingga sentiasa membacanya. Dan, Tiada waktu yg dilalui, melainkan sentiasa ada ayat2 Al-Quran yg disenandung kan. Kemudian tidak berpikir, berbicara dan bertindak, kecuali sesuai tuntunan Al-Quran. Wallahu a’lam.

No comments:

Post a Comment