Thursday, January 3, 2013

KEDATANGAN KEDUA NABI ISA AS

1). KEDATANGAN ISA AS BERSAMA MALAIKAT BERSAYAP.

Isa anak Maryam, akan datang, MENEMPATKAN TANGANNYA DI ATAS SAYAP KEDUA MALAIKAT, ketika ia merundukkan kepalanya, kucuran butir air dengan indahnya bertaburan dan saat ia mengangkat kepalanya, batu jamrud seperti mutiara yang berkilauan akan berjatuhan. Sakina ada padanya dan bumi pun mengkerut di hadapannya. (Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Jilid 17, Hadis No. 814)

2). TURUN DI MENARA PUTIH SEBELAH TIMUR DAMSYIK.

“Isa ibn Maryam akan turun di Menara Putih, di Timur Damsyik”. [HR Thabrani dari Aus bin Aus]

3). HAKIM YANG ADIL.

Isa, putra Maryam, akan turun ke dunia, sebagai Hakim dan Pemimpin yang Adil. Baginda akan mendatangi kuburanku, memberiku salam dan aku akan membalas salamnya. (Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Jilid 17, Hadis No. 1028] [42).

“Demi zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh telah dekat saat di mana putra Maryam turun di antara kalian sebagai hakim yang adil, dia menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah dan harta benda melimpah sehingga tidak seorang pun yg menerimanya.” (Hr. Abu Hurairah, Shahihain)

4). BERMAKMUM KEPADA IMAM AL-MAHDI.

“Bagaimana dengan kalian, apabila Nabi Isa putra Maryam turun kepada kalian, sedangkan imam kalian dari kalangan kalian sendiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

"Imam Mahdi adalah dari umat ini dan Isa as turun dan solat di belakangnya” (Ibn Hajar, Kitab Fathul Bari, syarah Sahih Bukhari)

“Sekelompok dari ummatku akan tetap berperang dalam dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat, sehingga turunlah Isa Ibn Maryam, maka berkatalah pemimpin mereka (Al Mahdi), "Kemarilah dan imamilah solat kami”. Ia menjawab, “Tidak, sesungguhnya sebahagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebahagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada ummat ini (ummat Islam akhir zaman)”. (HR Muslim dan Ahmad).

5). MEMAKAI JUBAH MERAH.

“Tidak ada seorang Nabi pun antara aku dan Isa dan sesungguhnya dia benar-benar akan turun (dari langit), apabila kamu telah melihatnya, maka ketahuilah bahawa ia adalah seorang laki-laki dengan perawakan tubuh sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Dia akan turun dengan memakai dua lapis pakaian yang dicelup dengan warna merah, kepalanya seakan-akan meneteskan air, walaupun dia tidak basah”. (HR Abu Dawud).

6). KEMBALINYA AL-BATTAR DIGENGGAMAN ISA AS, SIMBOLITAS AKHIR DARI KEBENCIAN, PERMUSUHAN, PERANG DAN KEKERASAN.

Al Battar, adalah pedang yang dahulu digunakan Nabi-Nabi pilihan Allah, tertulis nama Nabi-nabi Allah pada ukirannya, Daud as, Sulaiman as, Musa as, Harun as, Yusya as, Zakariya as, Yahya as, Isa as dan Muhammad saw juga ada ukiran gambar nabi Daud saat mengalahkan Jalut.

Pedang al-Batar akan kembali di gunakan Isa as, untuk membunuh Dajjal. Saat Al-Battar digenggam Isa as, menandai akhir dari pedang sebagai simbolitas perang dan kekerasan.

“Jika pedang termanifestasi atas umatku, tidak boleh ditanggalkan sampai tibanya Hari yang dijanjikan.” (HR Tirmizy, kitab Al-Mishkat. 5394)

Dari Abu Hurairah ra bahawasanya Rasulullah saw bersabda, “…Ketika mereka sedang bersiap-siap untuk perang dan merapatkan barisan, tiba-tiba azan dikumandangkan, lalu Isa putra Maryam turun. Saat Dajjal melihatnya, maka dia meleleh seperti garam di dalam air, seandainya dibiarkan niscaya dia pasti binasa, akan tetapi Allah membunuhnya lewat tangan Isa. Lalu Isa memperlihatkan darah DI PEDANG-NYA kepada mereka.” (HR Muslim 2897, Kitab Al-Fitan, di sebahagian kitab tercatat tombak).

“Isa, anak Maryam, akan menjadi penguasa yang adil dan bijaksana di atas seluruh bangsa. PERMUSUHAN dan KEBENCIAN akan menghilang, apa saja yang bersengat akan kehilangan sengatnya, sehingga anak-anak boleh bermain-main dengan ular berboleh tanpa terluka dan singa pun menjadi jinak. Serigala akan seperti anjing di antara domba dan seluruh dunia akan sarat dengan perdamaian seperti sebuah bejana yang terisi air.

7). PERANG AKAN BERAKHIR

Bumi akan seperti sebuah piring perak. Tanaman akan berbuah seperti di saat Nabi Adam hidup, sehingga sekelompok orang akan berkumpul bersama mengelilingi sepiring buah anggur yang manis dan segar dan mereka akan puas. Sapi jantan akan murah sekali, begitu juga kuda-kuda.

Kemudian, umat manusia akan berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang membuat kuda-kuda menjadi murah?” Baginda berkata, “Kerana tidak dipakai untuk berperang lagi.” Kemudian, mereka bertanya kembali, “Apa yang membuat sapi-sapi jantan sangat murah?” Ia menjawab, “Kerana seluruh muka bumi akan dibajak.” (Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Jilid 17, Hadis No. 919)

8). PENENTU AJAL Al-MASIH DAJJAL, AKHIR “ENERGI NEGATIF” DI DUNIA.

Sangatlah pantas rasanya Allah memberi wewenang khusus kepada Isa as untuk mengakhiri riwayat kedustaan dan Energi negatif Dajjal. Sebab, Beliaulah yang selama ini namanya di hinakan oleh Dajjal.

Beliau adalah subjek utama kedustaan Dajjal terbesar dalam upayanya mengingkari Tauhid dan melecehkan kenabian Rasulullah saw, dengan cara merubah Injil, merefleksikan kedustaannya atas Nama Jesus Christ, lalu menciptakan istilah ANTICHRIST dalam membodohi penganut agama dusta yang di buatnya, padahal, istilah tersebut ialah manifestasi sifatnya sendiri dan yang terfatal, dia merusak ajaran tauhid Isa as dengan ideology pagan Trinitas.

Saat kita mengkaji konspirasi lebih mendalam, kita bertemu pada satu kesimpulan, bahawa setiap kebencian, iri, dengki, sentimen dan permusuhan, berasal dari energy negatif yang telah lama di agendakan Iblis-Dajjal dan pengikutnya; Reptilian dan illuminatus.

Berbagai cara mereka lakukan untuk menyempurnakan kekuatan gelap energi negatif, melalui inversi sejarah, agama baru, kebanggan palsu, hedonisme, mindcontrol media, hiburan; musik, seni dan penulisan, serta kesehatan; segala unsur kimia pada makanan dan obat-obatan yang mempengaruhi rendahnya vibrasi tubuh sehingga menjadi beban dalam mengamalkan kebaikan/ibadah.

Boleh di artikan, bahawa hakikat kedatangan Isa as, seperti Energi positif yang akan melebur segala jenis Energi negatif, saat Isa as mematikan pusat Transmiternya, yakni Dajjal. Setelah itu, manusia berada dalam kedamaian dan ketaatan bersama Isa as selama 40 tahun.

“Tidak ada seorang pun yang diberi kuasa untuk melenyapkan Dajjal kecuali Isa, putra Maryam.” (Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Hadis No. 791)

“Allah akan membunuh Al Masih Palsu (Dajjal) melalui tangan Isa, putra Maryam.” (Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Hadis No. 791)

“Kemudian, bumi akan terang benderang disinari Nur Ilahi dan Isa, putra Maryam, akan turun ke bumi. Isa akan membunuh Al Masih Palsu dan tidak ada seorang pun pengikutnya yang bersembunyi di belakang benda apapun, kerana benda itu akan berteriak dan berkata, Di belakangku ada seorang pengikut Dajjal...Kemudian orang-orang akan hidup selama 40 tahun. Tidak akan ada seorang pun yang akan mati dan mereka tidak akan sakit.” (Tafsir Al-Imam Suyuti 6:158).

“Masjid-masjid akan menengadah saat Isa Al Masih muncul, sebab ia akan datang kembali dan bagi orang yang hidup hingga tiba kedatangannya, mereka akan beriman kepadanya.” (Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Jilid 17, Hadis No. 803).

“Isa, putra Maryam, akan kembali ke dunia. Baginda akan berdoa dan mengumpulkan umat manusia untuk mengikutinya dan kesolehan akan meningkat olehnya.” (Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Jilid 17, Hadis No. 802).

“Isa Al Masih, putra Maryam, akan datang sebelum Hari Kiamat. Ia membuat orang-orang menjadi kaya bathinnya, bersama nya, mereka tidak lagi butuh siapa pun.” (Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Jilid 17, Hadis No. 813).

“Isa, putra Maryam, akan datang kembali dan saat Dajjal melihatnya, ia akan mencair seperti lilin. Dan Isa akan membunuhnya.” (Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Jilid 18, Hadis No. 812).

“Apabila ini memang orangnya, kekuatanmu tidak setara, kerana hanya Isa, putra Maryam, yang mampu menandinginya.” (Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Jilid 17, Hadis No. 1014).

“Wahai umat manusia! Aku tiada lain hanya manusia biasa. Aku mengingatkan engkau kepada Allah. Hari Kiamat tidak akan datang sampai munculnya 30 pendusta. Dan yang terakhir adalah munculnya Dajjal yang akan mengaku Tuhan. Isa, putra Maryam, akan datang dan Allah akan menghancurkan Al Masih Palsu itu. Kemudian, setelah serangan demi serangan kematian menggugatmu. (Tidak ada lagi pintu tobat) (Kitab Kanzul Umal, Al-Muttaqi al-Hind, Jilid 17, Hadis No. 994)

9). KEADILAN ALLAH ATAS BANI ISHAQ, WUJUD KESETARAAN NASAB DAN AKHIR SENTIMEN RAS.

Tentang kedatangan Isa putra Maryam, adalah saat dimana keadilan Allah ditegakan dan ditampakkan di muka bumi. Keadilan segala sisi, termasuk mengenai persoalan garis keturunan, yang selalu menjadi alasan utama konflik 3 agama samawi. Konflik sakral yang di prakarsai Iblis dan Dajjal. Walau Rasulullah saw mewakili garis Ismail as, namun beliau di beri kedudukan sebagai Nabi akhir zaman untuk seluruh ummat manusia, nasab, suku dan bangsa-bangsa.

Adalah wajar kenapa Beliau Saw yang terpilih sebagai Nabi terakhir dari silsilah Ismail as. Sebab, Nabi-nabi sebelumnya telah banyak terpilih dari Bani Ishaq untuk keuturunannya, bani Israil.

Sementara dua tokoh kedatangan yang dijanjikan, yakni Al-Mahdi dan Isa Putra Mariam, keduanya mewakili garis keturunan dari dua silsilah yang selalu bermasalah itu. Al Mahdi sendiri keturunan dari ayah seorang Bani Ismail dan Ibunya keturunan pengikut nabi Isa as bernama Syamun As-syafa, seorang Bani Ishaq. Dan Nabi Isa a.s sendiri, jelas sebagai wakil bagi keturunan Bani Ishaq.

Ismail dan Ishaq, keduanya anak dari bapak Tauhid kita, Ibrahim as. Silsilah Ibrahim as melalui garis Sam bin Nuh as, secara geneologi menjadi cikal bakal bangsa semit. Dua dari Anak nabi Nuh as lainnya, Ham dan Yafits menjadi cikal bakal Ras Non-Semit(Yafits: Bangsa Kaukasia/Eropa, Troya/Romawi Kuno, Amerika, Asia; Mongoloid, Austronesia, Yajuj Majuj/Dwarf. Ham: Afrika, Hindia, Polinesia).

Selain ada Nabi Khusus untuk Bani Ibrahim as, juga ada Nabi yang diutus kepada Bangsa-bangsa selain semit. Diriwayatkan ada 124.000 Nabi dan 313 Rasul. Sebahagian besar Nabi dan Rasul, khusus untuk Bani Israil.

Jadi, pada hakikatnya, seluruh Ummat adalah keturunan Nuh as, keturunan Adam as, keturunan Nabi-Nabi Islam, Fitrah seluruh manusia adalah muslim. Maka dari itu, maksud dari kedatangan Al-Mahdi dan Isa as, ialah sebagai pemersatu setiap bangsa dan ras, lalu mengembalikan fitrah mereka sebagai Bani Adam as yang diikat kalimat Tauhid sebagaimana yang pernah mereka persaksikan saat di lauh mahfuz. Dan ini berlaku hanya kepada Ummat yang mau beriman.

Satu kemungkinan besar dan boleh jadi keliru, bahawa Kedudukan Almahdi as dan Isa as, seperti dua Imam yang mewakili Bani Ismail dan Bani Ishaq, mereka ibarat Kaisar dan Raja. Kalau kita kalibrasi dengan Injil, Isa as sebenarnya adalah Raja yang di tunggu Bani Israil, Alquran dan Hadis pun mendukungn hal itu, maka tentunya kedatangan beliau kedua kalinya layak sebagai obat pelipur kerinduan bani israil yang telah beriman, mengingat mereka telah lama didustai Dajjal. Sedangkan Al-Mahdi, ia sebagai Imam yang mewakili Ahlu bait/Bani Ismail, ia Kaisar bagi keseluruhan bangsa keturunan Adam as di Akhir Zaman.

“Al-Mahdi adalah Ahlul Bait, akan mengisi dunia dengan kebaikan dan Isa bin Maryam akan turun pada saat itu dan Al-Mahdi akan membantu Isa membunuh Dajal di Palestina dan Al-Mahdi akan memimpin dunia dan Isa akan solat di belakangnya (sebagai kehormatan kepada Ahlu Bait). (Ibn Hajar, Kitab Al-Sawaiq).

“Tidak ada nabi atau utusan Allah di antara aku (Muhammad) dan Isa, hanya Isa lah yang akan mengungguliku di bangsaku setelah aku.” (Kitab Tafsir Imam Suyuthi).

“Allah tidak akan mengecewakan suatu bangsa. Aku yang pertama dan Isa yang terakhir dari bangsa itu.” (Kitab Kanzul Umal, Al Muttaqi al-Hind, Jilid 17, Hadis No. 1025).

“Kalimat manusia menjadi satu, tidak ada yang disembah kecuali Allah, perang dihentikan, ORANG-ORANG QURAISH KEHILANGAN KERAJAANNYA. Bumi seperti piring besar dari perak, ia menumbuhkan pohon-pohon dengan janji Adam, sehingga beberapa orang memakan setangkai anggur dan mereka kenyang dan beberapa orang memakan satu buah delima dan mereka kenyang. Sapi jantan harganya segini-segini. Sementara kuda hanya dengan beberapa keping dirham….” (HR. Ibnu Majah no. 4128, al-Hakim 4/436-437).

Al-Mustawrid al-Qurasyi berkata kepada Amr ibn al-Ash (ketika al-Qurasyi mengunjungi kediamannya), “Saya pernah mendengar Nabi saw bersabda, “Saat datang hari yang di janjikan, orang-orang Romawi akan menjadi mayoritas.” Ketika Amr ibn al-Ash mendengarnya, ia kaget dan berkata, “Cermati ucapanmu!” Al-Mustawrid al-Quraysi berkata, “Aku mengatakan apa yang aku dengar dari Rasulullah.” Amr ibn al-Ash berkata, “Jika apa yang kamu katakan benar, maka itu boleh dipercaya kerana mereka memiliki empat keutamaan. Mereka orang yang paling tenang dan sabar dalam menghadapi percekcokan. Mereka cepat pulih setelah mengalami musibah. Mereka kembali menyerang setelah dipukul mundur. Mereka bersikap baik kepada orang miskin, anak yatim dan orang lemah. Keutamaan kelima dalam diri mereka adalah bahawa mereka tidak mendukung penindasan penguasa tiran.” (Shahih Muslim, “Kitab al-Fitan,"hadis ke-2898 dan disebutkan oleh murid al-Albani, Mushthafa Syalabi dalam Shahih Asyrat al-Saah, h.179). 

Hadis diatas dikutip oleh Syeikh Maulana Muhammad Hisyam Kabbani, dalam kitabnya yang berjudul “The Approach of Armageddon”. Dibawah ini keterangan beliau mengenai Hadis diatas, “Pada masa lalu, orang-orang nonmuslim biasa disebut dengan Ajam (untuk orang Parsi) atau Rum (untuk orang Romawi). Semua orang yang berasal dari Eropa atau daerah di luar kawasan Semenanjung Arab akan disebut sebagai orang Rum.

Pada kenyataannya, istilah Rum memiliki dua makna. Salah satunya adalah orang-orang ahlul-kitab dan dalam kasus khusus ini adalah orang-orang Eropa Timur. Makna kedua adalah, yaitu makna yang dimaksudkan hadis tersebut, mereka yang berasal dari Konstantinopel (sekarang Istanbul), orang-orang Eropa dan peradaban Barat secara umum.

Nabi saw berbicara tentang orang-orang Rum yang akan menjadi kelompok terbesar di akhir zaman. Kini, ada sekitar 1,2 milyar umat Islam, tetapi jumlah seluruh ahlul-kitab lebih besar dari itu. Nabi saw berkata bahawa jumlah orang-orang Rum akan bertambah besar menjelang datangnya Hari Kiamat. Pernyataan tersebut sangat menyentuh orang-orang Islam, kerana hadis tersebut menunjukkan bahawa kiamat sudah semakin dekat.”

Imam al-Bukhari berkomentar bahawa hadis tentang orang-orang Rum yang akan menjadi kelompok mayoritas menunjukkan bahawa “di akhir zaman, orang-orang Rum akan masuk Islam. Kerana sifat-sifat baik mereka hanya ditemukan dalam diri orang-orang beriman.”

Imam al-Bukhari mendukung kesimpulan tersebut dalam hadis lainnya, “Demi Yang jiwaku ada di tangan-Nya, jika iman itu ada di atas langit, maka orang pertama yang akan mengambilnya adalah orang-orang Romawi dan Parsi.” (Shahih al-Bukhari, 6:63, penjelasan surat Al-Jumuah; Shahih Muslim, hadis ke-2546).

Mengenai Parsi:

“Apakah kalian pernah mendengar suatu kota yang terletak sebahagiannya di darat dan sebahagiannya di laut?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Pernah wahai Rasulullah”. Baginda saw bersabda, “Tidak terjadi hari kiamat, sehingga ia diserang oleh 70,000 orang dari Bani Ishaq. Ketika mereka telah sampai di sana, maka mereka pun memasukinya. Mereka tidaklah berperang dengan senjata dan tidak melepaskan satu panah pun. Mereka hanya berkata Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka jatuhlah salah satu bahagian dari kota itu.”

Berkata Tsaur (perawi hadits), “Saya tidak tahu kecuali hal ini, hanya dikatakan oleh pasukan yang berada di laut. Kemudian mereka berkata yang kedua kalinya Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka jatuh pula sebahagian yang lain (darat)”.

Kemudian mereka berkata lagi, “Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka terbukalah semua bahagian kota itu. Lalu mereka pun memasukinya. Ketika mereka sedang membagi-bagikan harta rampasan perang, tiba-tiba datanglah seseorang (syaitan) seraya berteriak, “Sesungguhnya dajjal telah keluar”. Kemudian mereka meninggalkan segala sesuatu dan kembali.” (HR. Muslim, Kitabul Fitan wa Asyratus Saah).

Imam Nawawi dalam syarahnya tentang 70 ribu Bani Ishaq berpendapat bahawa, “Penduduk (Farisi) Parsi adalah orang-orang yang dimaksud dengan keturunan Ishaq”. Al-Masudi dalam kitabnya yang berjudul Muruj az-zahab berpendapat, “Orang-orang yang mengerti tentang jalur-jalur nasab orang Arab dan para hukama menetapkan bahawa asal-usul orang Parsi adalah dan keturunan Ishaq putra Nabi Ibrahim.

“Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab (Orang Yahudi dan Nashrani, Bani Ishaq umumnya), kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (QS. An-Nisa: 159).

“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia (Hawariyyun), “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah”. LALU SEGOLONGAN DARI BANI ISRAIL BERIMAN DAN SEGOLONGAN LAIN KAFFIR maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang”. (Ash Shaff 14)

“Aku adalah orang yang paling berhak terhadap putra Maryam. Para nabi adalah saudara-saudara se-ayah. Antara aku dan dia (putra Maryam) tidak ada seorang nabi pun.” (Shahih Muslim No.4360)

“Wahai sekalian manusia, ketahuilah bahawa Tuhan kamu satu dan kamu semua adalah dari satu keturunan, yaitu keturunan Nabi Adam a.s. Semulia-mulia manusia di antara kamu di sisi Allah s.w.t. ialah orang yang paling bertakwa. Aku telah tinggalkan kepada kamu dua perkara dan kamu tidak akan sesat selama-lamanya selagi kamu berpegang teguh dengan dua perkara itu, iaitu kitab al-Quran dan Sunnah Rasulullah.” (Shahih Hadis)

“Dan kalau Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (yang bersatu dalam agama yang satu), tetapi Dia hendak menguji kamu (dalam menjalankan) apa yang telah disampaikan kepada kamu. Oleh itu berlomba-lombalah kamu membuat kebaikan(beriman dan beramal soleh). Kepada Allah jualah tempat kembali kamu semuanya, maka Dia akan memberitahumu apa yang kamu berselisih padanya.” (Al-Maidah:48)

10). MENYELAMATKAN MANUSIA DARI SERANGAN BANGSA YAKJUJ DAN MAKJUJ.

“Maka saat mereka telah keluar (dari diding tembaga yang mengurung mereka sejak zaman raja Zulkarnain) maka Allah swt berkata kepada Isa ibn Maryam, “Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba (Yakjuj dan Makjuj) yang tidak mampu diperangi oleh siapapun, maka hendaklah kamu mengasingkan hamba-hambaKu ke Thur (Thursina). Dan di Thur terkepunglah Nabiyullah Isa beserta para sahabatnya, sehingga harga sebuah kepala sapi lebih mahal dari 100 dinar kamu hari ini. Kemudian Nabiyullah Isa dan para sahabatnya, menginginkan itu, maka mereka tidak menemukan sejengkal pun dari tanah di bumi kecuali ia dipenuhi oleh bau anyir dan busuk mereka. Kemudian Nabi Isa dan sahabatnya meminta kelapangan kepada Allah swt maka Allah mengutus seekor burung yang akan membawa mereka kemudian menurunkan mereka sesuai dengan kehendak Allah, kemudian Allah menurunkan air hujan yang tidak meninggalkan satu rumah pun dikota atau di kampung, maka Ia membasahi bumi sehingga menjadi seperti sumur yang penuh.” (HR. Ahmad, Muslim dan Tirmizi dari An Nawwas bin Samam).

11). NABI ISA AS MENJALANKAN SYARIAT HAJI

“Demi Zat yang diriku berada ditanganya, sesungguhnya Ibn Maryam akan mengucapkan tahlil dengan berjalan kaki untuk melaksanakan haji atau umrah atau kedua-duanya dengan serentak.” (HR Ahmad dan Muslim dari Abi Hurairah).

12). DISTINKSI JUDAS DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN KRISTEN

1). Judas si murid shaleh, pemuda pilihan yang diserupakan, Islam dan Kristen berlainan perspektif tentang pribadi Judas Iskariot, di manuskrip kristiani, Judas dianggap murid yang berkhianat. Sementara dalam riwayat Islam, Judas adalah salah seorang dari Hawariyun (murid setia Isa as).

2). Mengenai Hawariyyun, Ijma sepakat berdasarkan Al-Quran, tidak ada yang berkhianat diantara mereka. Makna Hawariyun yang juga di maknai “meraka yang berpakaian Putih”, itu pun sudah cukup menjelaskan kalau mereka bersih dari keingkaran.

3). “Penolong Isa as, para Hawariy diangkat kerana pakaian putih. "Menurut Ibnu Katsir Hawariy dalam bahasa Arab bererti dukungan. “Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata, "Hawariy berarti penolong". (Imam Ibnu Katsir d.774/1352).

4). “Yunus bin Habib mengatakan, Hawariy adalah “seorang yang tulus” dan Ibn Al-Kalbi ia didefinisikan sebagai makna "teman". (Qatadah d.117/695).

Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia, “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku.” Mereka menjawab, “Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai Rasul) bahawa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)”. (QS. 5:111)

5). Pemuda pilihan itu, Judas lah orangnya, “Siapakah di antara kalian yang bersedia diserupakan dengan aku, lalu dibunuh untuk menggantikan aku, maka ia akan menjadi temanku di syurga.”

Maka tampillah salah seorang hawariyyun yang paling muda umurnya di antara mereka sebagai tanda kesediaannya, namun nabi Isa berkata, “Duduklah”.

Kemudian Nabi Isa as mengulang lagi pertanyaan serupa, namun pemuda tersebut kembali berdiri sebagai tanda kesediannya, nabi Isa as pun menolaknya untuk kedua kalinya, “Duduklah”.

Kemudian Nabi Isa as mengulang lagi pertanyaannya yang ketiga kalinya dan pemuda itupun kembali berdiri menyatakan kesediannya, barulah Nabi Isa as menerima dengan rasa terharu atas keteguhan iman pemuda tersebut, “Engkaulah orang itu”

Beberapa hari berikutnya, ketika orang-orang Yahudi telah berhasil mengepung Nabi Isa as, maka pemuda tersebut berubah menyerupai Nabi Isa, akhirnya dia ditangkap oleh orang-orang Yahudi dan Nabi Isa as selamat yang akhirnya terangkat ke langit dan akan turun kelak menjelang hari
kiamat untuk menghakimi orang-orang Yahudi. (Abi Hatim dari Ibnu Abbas, tafsir Ibnu Katsir QS. 5:157).

Komparasi-Kalibrasi dengan Injil:

“Tetapi, lihat, tangan orang yang menyerahkan Aku, ada bersama dengan Aku di meja ini.” Lukas 22:21- (Kalimat tangan orang yang menyerahkan Aku ditafsirkan sebagai konteks pengkhianatan Judas).

“Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.” Lukas 22:24 (Ayat ini ditafsirkan sebagai permasalahan dalam menduga siapakah si pengkhianat itu)

Namun Jesus menjawab, “Melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang PALING MUDA dan pemimpin sebagai pelayan.” Lukas 22:26

Jelas sekali persamaan versi pada dua sumber skriptur diatas. Hanya martabat dogma dan keimanan lah yang merubah persepsi keduanya.

Ibnu Katsir, berdasarkan riwayat Ibnu Abbas ra diatas, mengatakan pemuda yang diserupakan ialah Simon Petrus (Syamun As-Syafa), sementara, pada kitab yang sama juga di nukil keterangan Ibnu Ishaq ra, tentang Jumlah Hawariyuun sebanyak 12 pengikut yang di rekrut dari 12 suku bani Israil, jumlah ini sesuai dengan versi Nasrani. Dari 12 jumlah pengikut itu, Ibnu Ishaq ra, mencantumkan juga nama Judas. Jika, Judas juga tercantum sebagai Hawariyun, maka jelas bahawa Judas adalah termasuk dari mereka yang “bersih”, yakni memberi kita kepastian, bahawa JUDAS BUKAN PENGKHIANAT. Wallahu alam.

“Dan kerana ucapan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putera Maryam, Rasulallah.” Padahal, mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahawa yang mereka bunuh itu adalah Isa.” (An Nisaa:157).

Ciuman Judas, skenario uji ketaatan bukan Khianat:

Kristiani menafsirkan ciuman Judas sebagai bentuk pengkhianatan Judas dan cara ia menunjukan siapa Isa as. Sementara Islam memandang ciuman Judas adalah ekspresi ketaatan dan penghormatan Judas kepada gurunya, symbol keharuan juga sekaligus perpisahan dengan gurunya sebelum Isa as diangkat Allah ke Langit.

Kalimat “Eli, lama sabachtani…? Dan pandangan ke langit:

Pada Matius 27:46 tertulis “Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring, “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Ayat itu dipahami mereka yang beriman pada teori Jesus/Isa as yang di salib, sebagai doa, bukan sebuah ratapan keluh kesah.

Namun, ini mungkin menjadi rancu bagi mereka yang berkeyakinan sebaliknya. Pertama, tidak mutlaknya validitas ayat yang di catat Mathius, terutama pada kalimat doa itu, menimbang banyak kontradiksi pada riwayat skriptur mereka. Kedua, sangatlah ironis jadinya jika seorang yang “bersih” meratapi pengorbanannya.

Dan pandangan kelangit, yang sering mereka gambarkan, lebih menunjukan kemungkinan besar itu sebuah tatapan haru bagi seseorang yang rindu kepada kekasihnya (gurunya), dengan harapan berjumpa dengan tuhannya (ALLAH). Tatapan itu lebih menunjukan ikhslasnya pengorbanan, atau kerinduan seorang mujahid kepada guru dan Rabb-nya.

Penyangkalan Petrus (Syamun ash-syafa) mengenal gurunya:

Kristiani menafsirkan penyangkalan Petrus sebagai bentuk kelemahan Imannya, sebab takut untuk ditangkap. (Injil Matius 26:69-74, Injil Markus 14:67-71, Injil Lukas 22:56-60 , Injil Yohanes 18-25-28).

Islam memandang berbeda (tafsir Ibnu Katsir), penyangkalan Petrus adalah bukti kepahaman Petrus tentang siapa Jesus sebenarnya. Petrus telah mengetahui kalau Jesus itu adalah Judas yang telah di serupakan dengan gurunya. Itu kenapa dia menolak mengakui mengenal gurunya, sebab dia sudah mengetahui skenario sebenarnya.

ENIGMA DALAM DOGMA

1). Fenomena Stigmata

Stigmata adalah kejadian ghaib yg menimpa para Rahib dan pendeta Katolik dimana mereka tiba tiba saja tanpa sebab yg jelas mengalami 5 buah luka penyiksaan Al Masih (luka cambukan dipunggung, luka mahkota duri di kepala, luka paku salib di TELAPAK TANGAN, luka paku salib di kaki dan luka tusukan tombak diperut). Fenomena ini, adalah misteri yang agak sulit terpecahkan, adakah ini “anugrah” ataukah dissiosiasi mental? Jika ini dissosiasi mental, maka hal serupa juga terjadi pada pengikut Syiah Rafidhah. Wallahu alam.

"Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)? Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah. Katakanlah, “Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu.” Atau apakah kamu hendak memberitakan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nyadi bumi, atau kamu mengatakan (tentang hal itu) sekadar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh syaitan) memandang baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan (yang benar). Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorangpun yang akan memberi petunjuk.” (Ar Rad:33).

2). Konspirasi kaffan Turin

Kain kaffan Turin adalah kain kaffan yg konon dipakai untuk membungkus jasad Isa Al masih/Jesus setelah dia mati di tiang salib. Di kain ini tercetak “sketsa" wajah yg konon adalah wajah asli Isa Al masih/Yesus. National Geographic pernah membahas misteri ini dan membuktikan kepalsuannya. Kaffan ini terbukti hasil karya Leonardo Da Vinci dan ia berasal dari abad ke 13 Masehi, sedangkan Peristiwa Penyaliban terjadi pada abad 1 Masehi. Begitu juga Lynn Picknett dan Clive Prince lewat bukunya The Templar Revelation, menjelaskan adanya rahsia gelap Vatikan mengenai Jesus/Judas, Magdalena dan Kain Kafan Turin ini.

3). Makam kosong siapa?

Kalau dari sisi Nasrani, peristiwa ini menghubungkan kita pada sosok Magdalena dan Jesus. Tapi, jika kita memandangnya dari sisi Islam, tautannya bukan lagi pada Jesus, melainkan pada Judas. Pertanyaannya, ada apa antara Judas dan Magdalena dalam versi Injil dan Islam sebenarnya? Dan kemanakah Jasad Judas?

Buku-buku seperti The Tomb of God, The Davinci Code, The Gospel of Judas, Holly Blood-Holly Grail, The lost Gospel, The Lost Treasure of Jerusalem, memberi kita puzzle-puzzle konspirasi tentang apa yang sebenarnya terselubung di balik peristiwa Magdalena mendatangi kubur Jesus/Judas.

Karya-karya itu otomatis mengarahkan kita pada teori bahawa Jesus tidak mati disalib, hal ini pun sejurus dengan keimanan penganut Kristen Tauhid (Unitarianisme) yang menyakini teori Jesus tidak di salib.

Disamping itu, ada lagi teori tentang Harta Karun hasil pencurian para templar dari Jerusalem, yang di bawa ke Roma, lalu dipindahkan ke Rennes le Chateau (Perancis selatan), paska penaklukan Roma oleh Barat. Harta karun itu sampai sekarang masih misteri dan belum terpecahkan hingga kini dan Magdalena sendiri, diyakini jasadnya terkubur di Marseilles, perancis Selatan. Richard Andrews dan Paul Schellenberger berpekulasi dalam karyanya The Tomb Of God, bahawa, “Sesungguhnya rahsia itu memang lebih dari sekedar harta-benda, namun juga meliputi suatu pengetahuan rahsia yang selama ini ditutup rapat oleh Vatikan”. So, mungkinkah Harta karun tersebut, jasad Judas? Wallahu alam.

Thread ini bersifat tinjauan subjektif, berdasarkan perspektif Islam dan Konspirasi. Mengenai distinksi dan misteri, kami berharap agar tidak menanggapinya dengan hujatan, hinaan dan celaan. Kita bahas persoalan ini dengan pengetahuan dan hikmah. Agar kita tidak menyalahi adab dan syariat.

"Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, kerana mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.” (QS Al anam 108).

No comments:

Post a Comment