Thursday, January 3, 2013

PERTEMUAN RASULULLAH SAW DENGAN IBLIS LAKNATULLAH

Auuzubillaahi mina as-syaithooni ar-rojiim. 

Diriwayatkan dari Muaz bin Jabal ra, dari Ibnu Abbas ra yang berkisah, kami bersama Rasulullah saw di rumah salah seorang sahabat Ansar, di mana saat itu kami di tengah-tengah para jamaah. Lalu ada suara memanggil dari luar, “Wahai para penghuni rumah, apakah kamu mengizinkanku masuk? Sebab kamu memerlukanku.” 

Rasulullah saw bertanya kepada para jamaah, “Apakah kalian tahu siapa yang memanggil dari luar itu?”. Mereka menjawab, “Allah dan RasulNya yang lebih tahu.” Lalu Rasulullah menjawab, “Ini adalah iblis terkutuk, semoga Allah melaknatnya.”

Kemudian Umar ra meminta izin kepada Rasulullah sembari berkata, “Ya Rasulullah, apakah engkau mengizinkanku untuk membunuhnya?” Beliau menjawab, “Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahawa dia termasuk makhluk yang tertunda kematiannya sampai batas waktu yang telah ditentukan? Akan tetapi silakan kalian membukakan pintu untuknya, sebab dia diperintah untuk datang ke sini, maka pahamilah apa yang ia ucapkan dan dengar apa yang akan ia ceritakan kepada kalian.”

Ibnu Abbas berkata, “Kemudian dibukakan pintu, lalu ia masuk di tengah-tengah kami. Ternyata ia berupa orang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Ia berjenggot sebanyak 7 helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda. Kedua kelopak matanya terbelah ke atas, sedangkan kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang seperti taring babi. Sementara kedua bibirnya seperti bibir kerbau. Ia datang sembari memberi salam, “Assalaamualayka ya Muhammad, Assalaamualaykum ya jamaatal muslimin,” kata iblis.

Nabi saw menjawab, “Assalaamu lillaah ya laiin (keselamatan hanya milik Allah, wahai makhluk yang terkutuk). Aku mendengar engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluan tersebut wahai iblis?”

“Wahai Muhammad, akua datang ke sini bukan kemauanku sendiri, tapi aku datang ke sini kerana terpaksa,” tutur iblis.

“Apa yang membuatmu terpaksa harus datang ke sini wahai makhluk terkutuk?” tanya Rasulullah.

Iblis menjawab, “Telah datang kepadaku seorang malaikat yang diutus Tuhan Yang Maha Agung di mana utusan itu berkata, Sesungguhnya Allah swt memerintahmu untuk datang kepada Muhammad saw sementara engkau makhluk yang rendah dan hina. Engkau harus memberitahu kepadanya, bagaimana engkau menggoda dan menggoda anak cucu Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu lalu engkau harus menjawab segala apa yang ditanyakan Muhammad dengan jujur. Maka demi kebesaran dan keagungan Allah, jika engkau menjawab dengan bohong, sekalipun hanya sekali, sungguh Allah akan menjadikan engkau debu yang bakal dihempaskan angin dan musuh-musuhmu akan senang. Wahai Muhammad, maka sekarang saya datang untuk menjawab apa yang engkau tanyakan dengan jujur.”

Rasulullah mulai melempar pertanyaan kepada iblis, “Jika engkau dapat menjawab dengan jujur, maka coba ceritakan kepadaku, siapa orang yang paling engkau benci?”

Iblis menjawab dengan jujur, “Engkau wahai Muhammad, orang yang paling aku benci dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu.”

“Lalu siapa lagi yang engkau benci?” tanya Rasulullah.

“Seorang pemuda yang bertaqwa di mana ia mencurahkan dirinya hanya kepada Allah swt” jawab iblis.

“Siapa lagi?” tanya Rasulullah.

“Orang alim yang warak (menjaga dari syubhat) lagi sabar” jawab iblis.

“Siapa lagi?” tanya Rasulullah.

“Orang yang sentiasa menjaga kesucian dari 3 kotoran (hadats besar, hadats kecil dan najis)” tutur iblis.

“Siapa lagi?” tanya Rasulullah.

“Orang fakir yang sentiasa bersabar, tidak pernah menuturkan kefakirannya kepada siapapun dan juga tidak pernah mengeluhkan penderitaan yang dialaminya” jawab iblis.

“Lalu dari mana engkau tahu dia bersabar?” tanya Rasulullah.

“Wahai Muhammad, bila dia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya kepada sesamanya selama 3 hari, maka Allah tidak mencatat perbuatannya dalam kelompok orang-orang yang sabar,” jawab iblis.

“Lalu siapa lagi wahai Iblis?” tanya Rasulullah.

“Orang kaya yang bersyukur.”

“Lalu apa yang boleh memberitahumu bahawa ia bersyukur?”

“Bila saya melihat dia mengambil kekayaannya dari apa saja yang dihalalkan dan kemudian disalurkan pada tempatnya.”

“Bagaimana keadaanmu bila umatku menjalankan solat?”

“Wahai Muhammad, aku langsung gelisah dan gemetar.”

“Mengapa wahai makhluk terkutuk?”

“Sesungguhnya apabila seorang hamba bersujud kepada Allah, sekali sujud maka Allah akan mengangkat satu darjat kemuliaan. Apabila mereka berpuasa, maka saya terikat sampai berbuka kembali. Apabila mereka menunaikan haji, maka saya menjadi gila. Apabila membaca Al-Quran maka saya meleleh seperti timah yang dipanaskan. Apabila bersedekah, orang yang bersedekah itu mengambil kapak lalu memotong saya menjadi dua.”

“Mengapa demikian wahai Abu Murroh (julukan iblis)?”

“Sebab dalam sedekah ada 4 perkara yang perlu diperhatikan, dengan sedekah itu Allah akan menurunkan keberkahan dalam hartanya, menjadikan dia disenangi di antara makhlukNya, dengan sedekah itu pula Allah menjadikan sesuatu penghalang antara dia dengan neraka dan akan menghindarkan segala bentuk bencana dan penyakit.”

“Lalu bagaimana pendapatmu tentang Abu Bakar?”

“Dia sewaktu jahiliyah tidak pernah taat padaku, apalagi sewaktu masuk Islam.”

“Bagaimana dengan Umar bin Khattab?”

“Demi Allah, setiap kali bertemu dengannya pasti aku akan lari darinya.”

“Bagaimana dengan Utsman?”

“Aku merasa malu terhadap orang yang para malaikat saja malu kepadanya.”

“Bagaimana dengan Ali bin Abi Thalib?”

“Aku berharap kepada Allah untuk tak akan pernah dipertemukan olehnya.”

“Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan umatku berbahagia dan mencelakakanmu sampai batas waktu yang telah ditentukan.”

“Tidak dan tidak mungkin, bagaimana umatmu boleh bahagia sementara aku sentiasa hidup dan tidak akan mati sampai batas waktu yang telah ditentukan. Lalu bagaimana engkau dapat berbahagia terhadap umatmu, sementara aku boleh masuk bila saja melalui aliran darah dan daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan, sungguh aku akan menyesatkan mereka seluruhnya, baik yang bodoh maupun yang alim, yang awam maupun yang boleh membaca Al-Quran, yang nakal maupun yang rajin beribadah, kecuali hamba-hamba Allah yang mukhlis (murni).”

“Siapa menurut engkau hamba-hamba Allah yang mukhlis?”

Iblis menjawab dengan panjang lebar, “Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahawa orang yang masih suka harta dan suka dipuji maka dia belum murni kepada Allah. Sesungguhnya seorang hamba selagi masih suka harta dan pujian, sementara hatinya selalu bergantung pada kesenangan dunia, maka dia lebih taat kepadaku. Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahawa cinta harta itu termasuk dosa yang paling besar? Kemudian cinta kedudukan adalah dosa besar juga. Aku mempunyai 70,000 anak, sedangkan tiap anak dari jumlah itu memiliki 70,000 syaitan. Di antara mereka ada yang saya tugaskan untuk menggoda ulama, menggoda para pemuda, menggoda para orang tua, anak-anak muda bagi kami tidak masalah, sedangkan anak kecil lebih mudah kami permainkan sekehendak kami. Di antara mereka juga ada yang aku tugaskan untuk menggoda orang yang tekun beribadah, menggoda orang yang zuhud. Mereka keluar masuk dalam keadaan yang berbeda dan dari satu pintu ke pintu yang lain, sehingga mereka berhasil dengan menggunakan cara apapun. Aku ambil dari mereka nilai keikhlasan dalam hatinya sedang mereka beribadah tidak kerana Allah, sementara mereka tidak merasakan itu. Apakah engkau lupa wahai Muhammad kisah seorang rahib yang berbuat ikhlas selama tujuh puluh tahun, sehingga dengan doanya ia dapat menyembuhkan penyakit? Akan tetapi aku tak pernah putus asa menggodanya sampai ia sempat berbuat zina dan membunuhnya dan akhirnya mati dalam keadaan kafir. Itu semua berkatku Muhammad. Kebohongan itu dari aku, aku adalah makhluk yang berbohong pertama kali. Orang yang berbohong adalah temanku, barang siapa yang bersumpah atas nama Allah dengan berbohong, maka ia kekasihku. Menggunjing dan mengadu domba adalah buah santapan dan kesukaanku. Kesaksian dusta adalah penyejuk mataku. Barang siapa bersumpah dengan menceraikan istrinya (talak) maka hampir tidak boleh selamat, sekalipun hanya sekali. Andaikan itu benar kerananya orang membiasakan lidahnya mengucap kata-kata tersebut, istrinya haram baginya. Kemudian dari pasangan itu menghasilkan keturunan haram, sehingga semuanya masuk neraka kerana gara-gara satu ucapan.”

"Wahai Muhammad, sesungguhnya ada di antara umatmu yang menunda-nunda solat. Ketika ia hendak menjalankan solat maka aku selalu berada padanya dan mengganggunya, masih ada waktu, teruskan engkau sibuk dengan urusan dan pekerjaan yang engkau lakukan. Sehingga ia menunda solatnya dan kemudian solat di luar waktunya. Akibatnya ia akan memikul dosanya kelak. Kalau aku kalah, maka aku akan mengirim kepadanya salah seorang dari syaitan-manusia yang akan menyibukkannya. Kalau aku masih kalah juga maka aku diamkan sampai ia melakukan solat. Ketika dalam solatnya aku berkata, meliriklah ke kanan dan ke kiri, akhirnya ia melirik. Maka pada saat itu wajahnya aku usap dengan tanganku. 

Wahai Muhammad, engkau tahu kalau seseorang hanya melirik dalam solatnya akan menanggung dosanya. Kalau dalam solatnya ia mampu mengalahkanku, sementara dia solat sendirian, maka aku buat dia tergesa-gesa. Dia seperti ayam yang sedang makan, begitu tergesa-gesa. Kalau dalam solat berjamaah, dia akan ku buat mendahului imam kerana kepalanya ku tarik. Jika aku masih kalah juga maka aku perintahkah dia mematah-matahkan jari jemarinya, sehingga berbunyi. Sesungguhnya dia termasuk orang yang bertasbih kepadaku. Kalau itu belum mempan juga, maka aku tiup hidungnya sehingga dia menguap. Saat itulah anak-anakku masuk dan dia makin rakus kepada dunia dan berbagai perangkapnya.”

"Bagaimana umatmu boleh bahagia Muhammad, sedangkan aku perintahkan orang miskin untuk tidak solat dan aku berkata padanya, solat hanya kewajiban orang yang diberi nikmat, kemudian kepada orang yang sakit, akan aku buat dia terlena akan salah satu ayat Allah, “...... dan tidak apa-apa bagi orang yang sakit” (QS. An-Nur: 61) padahal tidak apa-apa di sini menyangkut kehidupan biasanya, bukan tidak apa-apa untuk meninggalkan solat. Sehingga dia merasa aman ketika meninggalkan solat, padahal jika dia mati pada saat itu juga, dia termasuk orang yang kafir dan Allah sungguh akan memurkainya. Bagaimana engkau merasa bahagia atas umatmu wahai Muhammad, sedangkan aku boleh memurtadkan seperenam dari umatmu?”

Kemudian Rasulullah meneruskan pertanyaan, “Wahai makhluk terkutuk, siapa temanmu?”

Iblis: “Orang yang suka makan riba.”

Rasulullah: "Lalu siapa teman dekatmu?”

Iblis: “Orang yang berzina.”

Rasulullah: "Siapa teman tidurmu?”

Iblis: “Orang yang mabuk.”

Rasulullah: "Siapa tamumu?”

Iblis: “Pencuri.”

Rasulullah: "Siapa utusanmu?”

Iblis: “Dukun, tukang sihir.”

Rasulullah: "Apa yang menyenangkan pandangan matamu?”

Iblis: “Orang yang bersumpah dengan talak.”

Rasulullah: "Siapa kekasihmu?”

Iblis: “Orang yang meninggalkan solat Jumaat.”

Rasulullah: "Wahai makhluk terkutuk, apa yang menyebabkan punggungmu patah?”

Iblis: “Suara ringkik kuda untuk berperang di jalan Allah.”

Rasulullah: "Apa yang menjadikan tubuhmu meleleh?”

Iblis: “Taubatnya orang yang bertaubat.”

Rasulullah: "Apa yang membuat hatimu panas?”

Iblis: “Orang yang beristighfar kepada Allah, baik siang atau malam.”

Rasulullah: "Apa yang membuatmu malu dan hina?”

Iblis: “Sedekah secara rahsia.”

Rasulullah: "Apa yang menyebabkan matamu buta?”

Iblis: “Solat sunnah sebelum subuh.”

Rasulullah: "Apa yang membuat kepalamu pecah?”

Iblis: “Solat berjamaah.”

Rasulullah: "Siapa yang boleh membahagiakanmu?”

Iblis: “Orang yang meninggalkan solat.”

Rasulullah: "Siapa orang yang celaka menurut engkau.”

Iblis: “Orang yang dermawan atas nama Allah.”

Rasulullah: "Apa yang menyita pekerjaanmu?”

Iblis: “Majelis taklim.”

Rasulullah: "Bagaimana engkau makan?”

Iblis: “Dengan tangan kiri dan jemariku.”

Rasulullah: "Di mana engkau berteduh ketika panas?”

Iblis: “Di bawah kuku manusia.”

Rasulullah: "Berapa kebutuhan yang pernah engkau minta kepada Allah?”

Iblis: “Sepuluh macam.”

Rasulullah: "Apa saja itu wahai makhluk yang terkutuk?”

Iblis: “Aku meminta agar aku boleh bersekutu dengan anak cucu Adam dalam harta dan kekayaan dan anak-anak mereka. Akhirnya Allah mengizinkanku bersekutu dalam kelompok mereka. 

“Dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan pada anak-anak dan berilah janji mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan kepada mereka melainkan tipuan belaka.” (QS. Al Isra: 64).

Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka aku akan ikut memakannya. Aku juga ikut memakan makanan yang bercampur riba dan haram serta segala macam harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dariku yang terkutuk. Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari syaitan ketika bersetubuh dengan istrinya, maka aku akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkkan anak yang mendengarkan dan taat kepadaku. Begitu pula orang yang mengenderai kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka aku adalah temannya. 

“Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki.” (QS. Al Isro: 64)

Aku memohon kepadaNya agaraku punya rumah, maka tandas adalah rumahku. Aku memohon agar saya punya masjid akhirnya pasar adalah masjidku. Aku mohon agar saya punya Al-Quran, maka syair adalah Al-Quranku. Aku mohon agar punya azan, maka terompet adalah azanku. Aku mohon agar punya tempat tidur, maka orang yang mabuk adalah tempat tidurku. Aku memohon agar diberi teman-teman dekat, maka orang yang menginfakkan hartanya untuk kemaksiatan adalah teman dekatku. 

“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara syaitan dan syaitan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al Isra: 27).

Rasulullah saw bertanya kepada iblis, “Andaikan tidak setiap apa yang engkau ucapkan itu didukung oleh ayat-ayat dari kitab Allah, tentu aku tidak akan membenarkanmu.”

Lalu iblis berkata lagi, “Wahai Muhammad, aku memohon agar aku boleh melihat anak cucu Adam tetapi dia tidak dapat melihatku. Kemudian Allah menjadikanku boleh mengalir melalui aliran darah mereka. Diriku boleh berjalan sesuai dengan kehendakku ke mana saja dengan cara apapun. Sesungguhnya orang yang mengikutiku lebih banyak dari orang yang mengikutimu.

Aku mempunyai anak bernama Atamah (semoga Allah melaknatnya), dia akan kencing di mata umatmu sehingga mereka tertidur dan akhirnya meninggalkan solat isya. Andaikan tidak kerananya tentu manusia tidak akan tidur lebih dahulu sebelum solat Isyak. Aku juga punya anak yang bernama Mutaqadhi (semoga Allah mengutuknya) tugasnya untuk membangkitkan keinginan umatmu untuk memamerkan harta dan kelebihannya, sehingga Allah akan membatalkan 99 dari 100 pahala. Kemudian anak saya yang lain Kuhyal (semoga Allah mencelakakannya) di mana ia bertugas mengusapi celak mata umatmu ketika berada di majelis taklim dan ketika solat Jumaat, sehingga ia tertidur dan tidak mendengarkan khotib dan hilanglah pahalanya.

Setiap kali ada perempuan keluar rumah, sesungguhnya ada ribuan pasukanku yg mengikutinya. Mereka ada yang duduk di pinggulnya, di buah dadanya, di bibirnya, di kukunya dan di lain tempat yang membuat perempuan itu menarik secara dunia. Sehingga dia menabur maksiat yang siap disantap oleh para pemuda. Lain halnya dengan umatmu yang berjilbab, tentu saya menggodanya tidak lewat cara itu, kerana tubuhnya tertutup sangat sulit bagi saya jika masih menerapkan cara itu.

Wahai Muhammad, sebenarnya aku tidak boleh menyesatkan sedikitpun. Akan tetapi aku boleh mengganggu dan menghiasi, mengotori pikirannya dan menjanjikan janji-janji palsu. Seandainya aku memiliki kemampuan untuk menyesatkan, tentu aku tak akan membiarkan segelintir manusia di muka bumi ini masih sempat mengucap syahadat. Tidak ada lagi orang yang solat dan puasa. Sebagaimana engkau Muhammad, tidak berhak memberi hidayah sedikitpun kepada siapapun. Akan tetapi tugasmu sama dengan tugasku yaitu mengajak. Engkau adalah utusan dan penyampai amanat dari Allah. Andaikan engkau mempunyai kemampuan untuk memberi hidayah, tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir kafirpun di muka bumi. Engkau adalah sebagaimana hujjah Allah terhadap makhlukNya. Sementara aku hanyalah menjadi sebab celakanya orang.”

Lantas Rasulullah saw berkata kepada iblis, “Wahai Abu Murroh (Iblis), apakah engkau masih ingin bertaubat dan kembali kepada Allah, sementara aku akan menjaminmu masuk syurga.”

Iblis menjawab, “Wahai Rasulullah, ketentuan adanya aku adalah untuk mempertegas adanya engkau, begitu juga sebaliknya. Itulah hukum yang ditetapkan Allah dan aku menikmatinya. Takdir telah diputuskan dan qalam telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga hari kiamat nanti. Maka maha suci Allah yang telah menjadikan engkau sebagai tuan para Nabi dan Khatib para penduduk syurga. Sementara diriku dijadikan tuan orang-orang yang celaka dan khatib para penduduk neraka. Aku adalah makhluk celaka dan terusir. Ini adalah akhir dari apa yang aku beritahukan kepada engkau dan aku mengatakan sejujurnya.” (Diriwayatkan oleh Muaz bin Jabal dari Ibnu Abbas).

(Dikutip dari Syajaratul Kaun, doktrin tentang pribadi manusia pilihan, Muhammad saw yang ditulis oleh Asy-Syeikh Al-Akbar Muhyidin Ibnu Arabi Abdullah Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Ali Al-Hatimi Ath-Thai Al-Andalusia), 17 Ramadhan 560 H-22 Rabiuts-Tsani 638H. Ini baru konspirasi iblis yang diupayakan sendiri oleh anak keturunannya, bagaimana dengan makar-makar yang diupayakan oleh syaitan-syaitan dari golongan jin dan manusia? Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk melawan konspirasi mereka).

No comments:

Post a Comment