Thursday, January 3, 2013

KARAMAH BEBERAPA SAHABAT NABI YANG MULIA

PERTANYAAN: Kenapa sahabat tidak tampak karomahnya sedangkan waliullah mempunyai karomah yg bermacam-macam?

JAWABAN

Karomah Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq

Didalam kitab Jamiatul Karamah Aulia karya Imam Yusuf An-Nabhani (1265 H-1350 H) cetakan Dar El-Fikr jilid 1 halaman 128 diterangkan sebagai berikut:

"Dan Imam Fakhrur Rozi berkata di dalam kitab tafsir Surat Al-Kahfi: Dan sesungguhnya aku hanya menceritakan sedikit tentang karomahnya sahabat Nabi Muhammad saw Ia berkata: Adapun karomahnya Abu Bakar RA, di antaranya: Ketika jenazahnya (Abu Bakar) dibawa ke pintu makam Nabi Muhammad saw, beliau mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad saw: As-Salamu alaika yaa Rasulallah (Semoga keselamatan Allah dilimpahkan kepada engkau hai Rasulullah !!). Ini adalah Abu Bakar di pintu makammu. Kemudian, seketika itu juga pintu makam benar-benar terbuka. Seiring dengan itu ada suara hatif (suara tanpa rupa) yang keluar dari makam itu menjawabnya: Silahkan masuk kekasih Allah kepada kekasih-Nya yang lain !"

Mbah Jenggot

1). Karomah Abu Bakr As-Siddiq Fakhrur Razi, tatkala menafsirkan Surat AI-Kahfi banyak menceritakan tentang karomah para sahabat Nabi termasuk di dalamnya karomah Abu Bakr As-Siddiq. Diceritakan bahawa saat mayat Abu Bakr dibawa dan mendekati pintu makam Rasulullah, para pengusung mengucapkan salam, "Assalammualaika ya Rasulullah, ini Abu Bakr sedang di luar pintu". Tanpa diduga pintu makam langsung terbuka dan terdengar suara, "Masuklah orang yang dicintai kepada orang yang mencintainya” Menurut Imam Taj Al-Subki, Abu Bakr memiliki 2 macam keramat. Pertama, mengetahui penyakit yang dialaminya membawa kematian dan mengetahui bayi yang ada didalam kandungan isterinya adalah bayi perempuan.

2). Karomah Umar Ibn Al-Khatab Al- Faruq, Sarriyyah Ibn Zanim adalah salah seorang pemimpin bala tentara Umar Ibn Al Khattab. Suatu ketika dia sedang berada di medan peperangan dan saat bala tentera yang dipimpinnya berada di pintu Nuhawand. Saat itu, Umar Ibn-Al Khatab sedang berada di atas mimbar untuk membacakan khutbah, tiba-tiba saja dia berteriak agar Sarriyyah Ibn Zanim mengubah strategi perang. Padahal saat itu Sarriyyah Ibn Zanim berada di arena pertempuran di negeri timur, sedangkan Umar di Madinnah. 

Kemudian suara komando Umar tersebut didengar oleh Sarriyyah yang segera mengubah strategi perangnya. Diceritakan, di masa Umar Ibn Al-Khattab pernah terjadi gempa bumi yang maha dahsyat. Kemudian Umar bertahmid dan memukulkan cemetinya seraya berkata, "Hai bumi, tenanglah kamu!” Maka dengan segera bumi tenang kembali seperti semula. 

Saat penaklukkan kota Mesir di bawah panglima Amr Ibn Al-As, terjadi kekeringan di sungai Nil. Menurut penduduk Mesir air akan mengalir lagi bila seorang perempuan harus menjadi korban sebagai tumbal. Perihal ini, Amr Ibn Al-As melaporkannya kepada Umar Ibn Al-Khattab. Lalu Umar menuliskan surat kepada sungai Nil yang berbunyi, "Dari Umar Amirul Mukminin kepada sungai Nil di Mesir. Amma badq. Jika kamu mengalir dengan kehendakmu, maka janganlah kamu mengalir. Namun jika kamu mengalir kerana kehendak Allah Yang Maha Esa dan Perkasa, maka kami mohon kepada Allah Yang Maha Esa dan Perkasa untuk mengalirimu” Selanjutnya surat itu dilemparkan ke dalam sungai Nil. Dan pada malam harinya suangai Nil mulai berair.

3). Usman Ibn Affan Usman terkenal dengan ketajaman firasatnya, yang oleh Ibn Taymiyyah digolongkan karomah yang dianugrahkan Allah kepadanya. Ketajaman firasatnya telah dibuktikan ketika dia berada di sebuah majelis taklim. Ketika itu datang seorang laki-laki dan wanita yang bukan muhrimnya. Usman mengatakan, "Ada 2 orang di antara kalian yang datang, sedangkan kedua matanya terlihat bekas berzina!” sindir Usman. Kemudian orang tersebut terkejut dan mengira bahawa Usman telah mendapatkan wahyu dari Allah sebagaimana layaknya Nabi Muhammad Saw.

4). Karomah Ali Ibn Abi Thalib Ali terkenal boleh berdialog dengan orang-orang yang telah meninggal. Pada suatu hari bersama Said Ibn Al-Musayyab, Ali masuk ke lingkungan makam kota Madinnah dan mengucapkan salam kemudian menawarkan apakah mereka yang akan memberi kabar terlebih dahulu ataukah Ali. Mereka (para ahli kubur) menjawab, "Engkau beritakan kami kejadian apa yang ada sepeninggal kami?” Ali menjawab, "Sepeninggal kalian, isteri-isteri kalian menikah lagi, harta benda kalian telah dibagi menjadi warisan dan anak-anak kalian menjadi yatim” ‘Dan bagaimana berita dari dalam kubur?” lanjut Ali. Mereka mengatakan, "Kain kafan telah tersobek, rambut-rambut jadi berantakan, kulit-kulit telah tercabik-cabik, mataku turun sampai ke pipi, mulutku mengeluarkan cairan bercampur nanah, apa yang kuperbuat di atas dunia telah kudapatkan balasannyadi dalam ini, aku sedang menunggu nasib di masa mendatang.” 

Diriwayatkan pula bahawa Ali dapat menyembuhkan orang yang sakit lumpuh bertahun-tahun. Hal ini terbukti telah membuat orang lumpuh yang diketemukannya saat Ali dan putra kembarnya, Hasan dan Husain mendatangi Kabah untuk beribadah, lalu bertemu dengan orang lumpuh tersebut akibat dari perbuatan sebelumnya. Maka Ali pun mendoakan dan menyerukan kepadanya untuk berjalan, maka orang tersebut dapat berjalan seperti orang-orang sehat lainnya. Fakhrur Razi menjelaskan bahawa sebahagian karomah Ali adalah dapat menyambung tangan yang telah dipotong, akibat kisas pencurian, hal ini terjadi pada hambanya sendiri. 

5). Karomah Saad Ibn Abi Waqqas yang terkenal adalah kemustajaban doanya. Sebagaimana diceritakan Tabrani Ibn Asakir dan Abu Nuaem dari Abi Qubaisyah bahawa pada suatu hari, Saad pernah dihina dan dicaci maki oleh seseorang yang tidak mengenalnya. Kemudian Saad berdoa kepada Allah, "Ya Allah, hentikanlah gangguan lidah dan tangan orang yang menghinaku ini!” Dan saat orang tersebut ikut terlihat dalam peperangan, anak panah menancap ke bahagian mulut dan tangannya, sehingga benar-benar tidak dapat berbicara dan memegang sesuatu. 

At-Tabrani juga telah mengemukakan suatu riwayat dari Ammir Ibn Saad, bahawa ketika Saad bertemu dengan orang yang mencaci maki Ali Ibn Abi Thalib, kemudian Saad menegurnya, "Jangan kau caci orang yang telah meninggal dunia, nanti aku akan mendoakanmu". Orang tersebut mengatakan, "Aku tidak takut dengan gertakmu” Akhirnya Saad pun berdoa, "Ya Allah berilah orang ini atas pelajaran hinaannya terhadap orang yang telah meninggal" Seketika itu, disaksikan oleh orang banyak, si penghina itu terkena siksa-Nya.

6). Karomah Khalid Ibn Walid Khalid seorang tidak terkena mudlaratnya racun yang diminumnya. Juga dapat mengubah isi guci yang semula khamer menjadi cuka. Banyak riwayat tentang karamat Khalid Ibn Al-Walid, diantaranya sebagaimana disebutkan Abu Yala dan Abu Nuaim. Suatu ketika Khalid memakan makanan beracun dan tidak terkena oleh racunnya tersebut.

7). Karomah Usayd Ibn Khudayr, ketika sedang membaca AI-Quran Surat Al-Kahfi, malaikat turun seperti bayangan halus dari langit untuk mendengar bacaan yang begitu indah dan merdu. Dan malaikat pun pernah memberi salam kepada Usayd Ibn Khudayr. 

8). Karomah Salman AI-Farizi yang pernah makan bersama Salman satu piring, kemudian piring dan seluruh isinya terdengar mengucapkan tasbih kepada Allah Swt.

9). Karomah Ubbad Ibn Basyar Yang pernah bersama-sama pulang dari Majelis Rasulullah pada malam yang gelap gulita, kemudian muncul cahaya sebagai penerang mereka dan saat mereka berpisah, cahaya itupun terbelah menjadi 2 untuk dapat menerangi masing-masing dari mereka. Nah, begitulah kisahnya. Satu hal yang perlu Anda ketahui, bahawa kemunculan keramat dalam As-Sunnah yang dialami oleh beberapa sahabat Nabi dalam berbagai kejadian, tentunya melalui proses panjang dan sifatnya sementara saja dan tidak berterusan. Syariat dan ibadah yang mereka jalankan tidak menyalahi dan menyimpang dari tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

KUMPULAN KAROMAH SAYYIDINA UMAR BIN KHATTAB RA

Kisah 1

Ibnu Abi Dunya meriwayatkan bahawa ketika Umar bin Khattab r.a. melewati pemakaman Baqi, ia mengucapkan salam, “Semoga keselamatan dilimpahkan padamu, hai para penghuni kubur. Ku kabarkan bahawa istri kalian sudah menikah lagi, rumah kalian sudah ditempati, kekayaan kalian sudah dibagi.” Kemudian ada suara tanpa rupa menyahut, “Hai Umar bin Khattab, kukabarkan juga bahawa kami telah mendapatkan balasan atas kewajiban yang telah kami lakukan, keuntungan atas harta yang yang telah kami dermakan dan penyesalan atas kebaikan yang kami tinggalkan.” (Dikemukakan dalam bab tentang kubur)

Yahya bin Ayyub al-Khazai menceritakan bahawa Umar bin Khattab mendatangi makam seorang pemuda lalu memanggilnya, “Hai Fulan! Dan orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya, akan mendapat dua syurga (QS Al-Rahman 55: 46). Dari liang kubur pemuda itu, terdengar jawaban, “Hai Umar, Tuhanku telah memberikan dua syurga itu kepadaku dua kali di dalam syurga.” (Riwayat Ibnu Asakir)

Kisah 2

Al Taj al-Subki mengemukakan bahawa salah satu karamah Khalifah Umar al-Faruq ra, dikemukakan dalam sabda Nabi yang berbunyi, “Di antara umat-umat sebelum kalian, ada orang-orang yang menjadi legenda. Jika orang seperti itu ada di antara umatku, dialah Umar.”

Kisah 3

Diceritakan bahawa Umar bin Khattab r.a. mengangkat Sariyah bin Zanim al-Khalji sebagai pemimpin salah satu angkatan perang kaum muslimin untuk menyerang Parsi. Di Gerbang Nihawan, Sariyah dan pasukannya terdesak kerana jumlah pasukan musuh yang sangat banyak, sehingga pasukan muslim hampir kalah. Sementara di Madinah, Umar naik ke atas mimbar dan berkhutbah. Di tengah-tengah khutbahnya, Umar berseru dengan suara lantang, “Hai Sariyah, berlindunglah ke gunung. Barangsiapa menyuruh serigala untuk menggembalakan kambing, maka ia telah berlaku zalim!” Allah membuat Sariyah dan seluruh pasukannya yang ada di Gerbang Nihawan dapat mendengar suara Umar di Madinah. Maka pasukan muslimin berlindung ke gunung dan berkata, “Itu suara Khalifah Umar.” Akhirnya mereka selamat dan memperoleh kemenangan.

Al Taj al-Subki menjelaskan bahawa ayahnya (Taqiyuddin al-Subki) menambahkan cerita di atas. Pada saat itu, Ali menghadiri khutbah Umar lalu ia ditanya, “Apa maksud perkataan Khalifah Umar barusan dan di mana Sariyah sekarang?” Ali menjawab, “Doakan saja Sariyah. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.” Dan setelah kejadian yang dialami Sariyah dan pasukannya diketahui umat muslimin di Madinah, maksud perkataan Umar di tengah-tengah khutbahnya tersebut menjadi jelas.

Menurut al Taj al-Subki, Umar r.a. tidak bermaksud menunjukkan karamahnya ini, Allah-lah yang menampakkan karamahnya, sehingga pasukan muslimin di Nihawan dapat melihatnya dengan mata telanjang, seolah-olah Umar menampakkan diri secara nyata di hadapan mereka dan meninggalkan majelisnya di Madinah sementara seluruh panca indranya merasakan bahaya yang menimpa pasukan muslimin di Nihawan. Sariyah berbicara dengan Umar seperti dengan orang yang ada bersamanya, baik Umar benar-benar bersamanya secara nyata atau seolah-olah bersamanya. Para wali Allah terkadang mengetahui hal-hal luar biasa yang dikeluarkan oleh Allah melalui lisan mereka dan terkadang tidak mengetahuinya. Kedua hal tersebut adalah karamah.

Kisah 4

Dalam kitab al-Syamil, Imain al-Haramain menceritakan Karamah Umar yang tampak ketika terjadi gempa bumi pada masa pemerintahannya. Ketika itu, Umar malah mengucapkan pujian dan sanjungan kepada Allah, padahal bumi bergoncang begitu menakutkan. Kemudian Umar memukul bumi dengan kantong tempat susu sambil berkata, “Tenanglah kau bumi, bukankah aku telah berlaku adil kepadamu.” Bumi kembali tenang saat itu juga. Menurut Imam al-Haramain, pada hakikatnya Umar r.a. adalah amirul mukminin secara lahir dan batin juga sebagai khalifah Allah bagi bumi-Nya dan bagi penduduk bumi-Nya, sehingga Umar mampu memerintahkan dan menghentikan gerakan bumi, sebagaimana ia menegur kesalahan-kesalahan penduduk bumi.

Kisah 5

Imam al-Haramain juga mengemukakan kisah tentang sungai Nil dalam kaitannya dengan karamah Umar. Pada masa jahiliyah, sungai Nil tidak mengalir sehingga setiap tahun dilemparlah tumbal berupa seorang perawan ke dalam sungai tersebut. Ketika Islam datang, sungai Nil yang seharusnya sudah mengalir, tenyata tidak mengalir. Penduduk Mesir kemudian mendatangi Amr bin Ash dan melaporkan bahawa sungai Nil kering sehingga diberi tumbal dengan melempar seorang perawan yang dilengkapi dengan perhiasan dan pakaian terbaiknya. Kemudian Amr bin Ash r.a. berkata kepada mereka, “Sesungguhnya hal ini tidak boleh dilakukan kerana Islam telah menghapus amalan tersebut.” Maka penduduk Mesir bertahan selama tiga bulan dengan tidak mengalirnya Sungai Nil, sehingga mereka benar-benar menderita.

Amr menulis surat kepada Khalifah Umar bin Khattab untuk menceritakan peristiwa tersebut. Dalam surat jawaban untuk Amr bin Ash, Umar menyatakan, “Engkau benar bahawa Islam telah menghapus amalan tersebut. Aku mengirim secarik kertas untukmu, lemparkanlah kertas itu ke sungai Nil!” Kemudian Amr membuka kertas tersebut sebelum melemparnya ke sungai Nil. 

Ternyata kertas tersebut berisi tulisan Khalifah Umar untuk sungai Nil di Mesir yang menyatakan, “Jika kamu mengalir kerana dirimu sendiri, maka jangan mengalir. Namun jika Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa yang mengalirkanmu, maka kami mohon kepada Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa untuk membuatmu mengalir.” Kemudian Amr melempar kertas tersebut ke sungai Nil sebelum kekeringan benar-benar terjadi. Sementara itu penduduk Mesir telah bersiap-siap untuk pindah meninggalkan Mesir. Pagi harinya, ternyata Allah Swt telah mengalirkan sungai Nil enam belas hasta dalam satu malam.

Kisah 6

Imam al-Haramain menceritakan karamah Umar lainnya. Umar pernah memimpin suatu pasukan ke Syam. Kemudian ada sekelompok orang menghalanginya, sehingga Umar berpaling darinya. Lalu sekelompok orang tadi menghalanginya lagi, Umar pun berpaling darinya lagi. Sekelompok orang tadi menghalangi Umar untuk ketiga kalinya dan Umar berpaling lagi darinya. Pada akhirnya, diketahui bahawa di dalam sekelompok orang tersebut terdapat pembunuh Utsman dan Ali r.a.

Kisah 7

Dalam kitab Riyadh al-Salehin, Imam Nawawi mengemukakan bahawa Abdullah bin Umar r.a. berkata, “Setiap kali Umar mengatakan sesuatu yang menurut prasangkaku begini, pasti prasangkanya itu yang benar.”

Saya tidak mengemukakan riwayat dari Ibnu Umar tersebut dalam kitab Hujjatullah ala al-Alamin. Kisah tentang Sariyah dan sungai Nil yang sangat terkenal juga disebutkan dalam kitab Thabaqat al-Munawi al-Kubra Dalam kitab tersebut juga dikemukakan karamah Umar yang lainnya yaitu ketika ada orang yang bercerita dusta kepadanya, lalu Umar menyuruh orang itu diam. Orang itu bercerita lagi kepada Umar, lalu Umar menyuruhnya diam. Kemudian orang itu berkata, “Setiap kali aku berdusta kepadamu, niscaya engkau menyuruhku diam.”

Kisah 8

Diceritakan bahawa Umar bertanya kepada seorang laki-laki, “Siapa namamu?” Orang itu menjawab, “Jamrah (artinya bara).” Umar bertanya lagi, “Siapa ayahmu?” Ia menjawab, “Syihab (lampu).” Umar bertanya, “Keturunan siapa?” Ia menjawab, “Keturunan Harqah (kebakaran).” Umar bertanya, “Di mana tempat tinggalmu?” Ia menjawab, “Di Al Harrah (panas).” Umar bertanya lagi, “Daerah mana?” Ia menjawab, “Di zatu Lazha (Tempat api).” Kemudian Umar berkata, “Aku melihat keluargamu telah terbakar.” Dan seperti itulah yang terjadi.

Kisah 9

Fakhrurrazi dalam tafsir surah Al-Kahfi menceritakan bahawa salah satu kampung di Madinah dilanda kebakaran. Kemudian Umar menulis di secarik kain, “Hai api, padamlah dengan izin Allah!"Secarik kain itu dilemparkan ke dalam api, maka api itu langsung padam.

Kisah 10

Fakhrurrazi menceritakan bahawa ada utusan Raja Romawi datang menghadap Umar. Utusan itu mencari rumah Umar dan mengira rumah Umar seperti istana para raja. Orang-orang mengatakan, “Umar tidak memiliki istana, ia ada di padang pasir sedang memerah susu.” Setelah sampai di padang pasir yang ditunjukkan, utusan itu melihat Umar telah meletakkan kantong tempat susu di bawah kepalanya dan tidur di atas tanah. Terperanjatlah utusan itu melihat Umar, lalu berkata, “Bangsa-bangsa di Timur dan Barat takut kepada manusia ini, padahal ia hanya seperti ini. Dalam hati ia berjanji akan membunuh Umar saat sepi seperti itu dan membebaskan ketakutan manusia terhadapnya. Tatkala ia telah mengangkat pedangnya, tiba-tiba Allah mengeluarkan dua harimau dari dalam bumi yang siap memangsanya. Utusan itu menjadi takut sehingga terlepaslah pedang dari tangannya. Umar kemudian terbangun dan ia tidak melihat apa-apa. Umar menanyai utusan itu tentang apa yang terjadi. Ia menuturkan peristiwa tersebut dan akhirnya masuk Islam.

Menurut Fakhrurrazi, kejadian-kejadian luar biasa di atas diriwayatkan secara ahad (dalam salah satu tingkatan sanadnya hanya ada satu periwayat). Adapun yang dikisahkan secara mutawatir adalah kenyataan bahawa meskipun Umar menjauhi kekayaan duniawi dan tidak pernah memaksa atau menakut-nakuti orang lain, ia mampu menguasai daerah Timur dan Barat, serta menaklukkan hati para raja dan pemimpin. Jika anda mengkaji buku-buku sejarah, anda tak akan menemukan pemimpin seperti Umar, sejak zaman Adam sampai sekarang. Bagaimana Umar yang begitu menghindari sikap memaksa boleh menjalankan politiknya dengan gemilang. Tidak diragukan lagi, itu adalah karamahnya yang paling besar. Rodliyalloohu anhu. 

No comments:

Post a Comment