Thursday, March 13, 2014

KEMATIAN, SIAPA YANG BERSEDIH PADA HAKIKATNYA?

Seorang Mukmin yang benar meyakini ALLAH SWT dan segala firmanNya, meyakini Rasulullah saw dan apa yang disabda Baginda saw.

Akhirat adalah tempat tinggal sebenarnya
Dunia adalah tempat ia singgah sahaja

Akhirat adalah tempat ia berehat
Dunia adalah tempat kelelahan

Akhirat adalah tempat kenikmatan
Dunia tempat kesakitan

Akhirat tiada kepalsuan
Dunia penuh kepalsuan dan fitnah

Akhirat penuh kedamaian
Dunia penuh kesengsaraan

Akhirat penuh keluasan
Dunia penuh kesempitan

Akhirat adalah yang lebih baik dan kekal
Dunia adalah tempat yang biasa dan sementara

Disana insan semuanya jujur dan baik
Disini insan sedikit yang benar jujur dan baik

Justeru itu

Kematian adalah satu keindahan
Ia adalah kenikmatan
Ia adalah kegembiraan
Ibarat ikan kembali ke dalam lautan
Yang selama ini terkurung dalam akuarium
Ibarat dibawa pulang ke kampung halaman
Setelah lama hidup di perantauan
Ibarat dibawa ke tempat yang harum
Setelah sekian lama di tempat yang penuh kotoran
Ibarat dibawa ke tempat cahaya
Setelah lama berada dalam kegelapan
Ibarat dibawa pada dunia yang bebas
Setelah lama berada dalam penjara
Seorang Mukmin yang benar meninggal
Kesedihan kita kerana kehilangannya
Kesedihan dirinya melihat kita masih dalam dunia yang sempit dan fitnah.  Mereka yang dibukakan nikmat di akhirat

Pasti berkata, “alangkah baiknya jika keluarga, kawan-kawan dan seluruh manusia mengetahui betapa nikmat apa yang disediakan ALLAH SWT disini..”

Siapa yang bersedih pada hakikatnya? Kita yang hidup masih terikat dengan dunia sempit dan sementara ini, atau mereka yang hidupnya telah mendapat kebebasan pada alam yang luas dan abadi?

Tengku Daeng Mawelle

No comments:

Post a Comment