Saturday, January 23, 2010

PETA KEPULAUAN MELAYU DI MUZIUM TURKI

Sebuah peta lama yang dibuat pada tahun 1850 oleh ahli geografi Kesultanan Aceh memperlihatkan hubungan yang sangat erat antara kesultanan-kesultanan MELAYU dengan Dinasti Turki Utsmani.

Peta ini sengaja dibuat oleh kesultanan Aceh untuk dikirim kepada Sultan Utsmani di Istanbul untuk menggambarkan situasi negeri-negeri Islam di Asia Tenggara yang waktu itu tengah berada dalam penjajahan bangsa Eropa.

Peta tersebut saat ini tersimpan di museum Turki. Di sudut peta itu tertulis kode İ.HR 73 atau 511 yang merupakan code dalam katalog Ottoman. Di bawah nombor katalog ada catatan jelas dan ringkas dalam bahasa Turki yang berbunyi: "Jumlah pulau sekitar 250”.

Beberapa hal dalam peta ini menarik untuk dikaji. Misalnya Pulau Sumatera yang digambarkan melintang lurus. Di atas Sumatera tergambar pulau Lingga, yang mana jika dilihat dalam peta modern, Pulau Lingga tak seberapa besar. Ketika peta ini dibuat, Kerajaan Riau Lingga ketika itu sangat besar dan kuat. Sultan Lingga adalah Yang Dipertuan Agung beberapa negeri MELAYU hingga ke Johor dan Pahang. 

Dengan demikian, Pulau Lingga pun digambarkan sebagai pulau yang besar. Di sebalah kiri Lingga, terdapat pula sebuah pulau bernama Riau. Pulau Riau yang dimaksud dalam peta ini adalah Pulau Bintan sekarang dengan gugusan pulau Penyengat dan lain-lain yang merupakan pusat Kerajaan Riau ketika itu.

Lebih dari itu, Semenanjung MELAYU pun digambarkan sebagai kesatuan dari daratan Anatolia. Dalam peta yang menggunakan abjad Arab ini, hampir semua kota disebut sebagai 'Bandar'. Di Pulau Sumatera misalnya terdapat Bandar Asahan, Bandar Pelalawan, Bandar Indragiri, Bandar Jambi, Bandar Palembang dan lain sebagainya. 

Di Pulau Jawa ada Bandar Betawi yang dilingkar khusus (barangkali menunjukkan bahwa wilayah tersebut sebagai pusat kekuasaan Belanda). Beberapa titi di Pulau Jawa tidak disebut sebagai bandar seperti Tegal, Kendal, Bandun, Dema' dan lain sebagainya.

Beberapa pulau di peta tersebut berbeza dengan sekarang. Contohnya Pulau Sulawesi - disebut sebagai Pulau Bugis, Pulau Kalimantan disebut sebagai Borneo. Di tengah-tengah Borneo terdapat daerah yang disebut Dayak. Kepulauan Maluku disebut Ambun (Ambon).

Tengku Daeng Mawelle

No comments:

Post a Comment