Saturday, January 23, 2010

TASAWWUF IBNU ARABI PADA KERIS JAWA

Manuskrip Jawa-Sunda yang berada di Perpustakaan Universiti Leiden, Belanda. Pada halaman ni ada tertulis,

“Pamor kang becik-becik sami metu saking sifat Ahadiah Wahdah. Tegese pamor “Palunetra” metu saking “ha”. Lakasanane anyukupi becike maring balane kabeh. Lan pamor alif metu saking lafaz bismillah. Laksanane rahayu selamet. Lamun ana pamor “sumur bodong"metu saking alam insan kamil laksanane dadhi pandita anging ora kena gagah”

Maknanya, 

“Ini adalah lukisan pada bilah keris (pamor) yang memiliki tujuan baik. Pamor-pamor ini diwujudkan dari sifat Ahadiah dan Wahdah. Yaitu pertama pamor “Palunetra” yang muncul dari huruf “ha”. Tujuannya yaitu agar dapat memberikan kebaikan kepada seluruh pendukung setianya. Dan kedua pamor alif yang muncul dari kalimat bismillah. Tujuannya yaitu agar dapat mewujudkan kesejahteraan dan keselamatan. Adapun ketiga pamor “sumur bodong"yang muncul dari alam “insan kamil"(manusia universal). Tujuannya yaitu agar menjadi seorang Wali namun tidak boleh digunakan untuk kesombongan…”

Seperti yang kalian lihat pada halaman tu ada 13 jenis pamor, Yang terilham ada 12 jenis pamor, manakala 1 pamor lagi tidak menjadi pamornya (Pelukis keliru), iaitu pamor kedua dari atas sebelah kanan. 

Semuanya diambil ataupun diilhamkan dari 2 tahapan pertama daripada Tahapan-tahapan "Martabat Tujuh"dalam tasawuf ibnu arabi. Iaitu alam "Ahadiah"dan alam "Wahdah". 

Nama-nama bagi 12 Pamor ini adalah:

-Patula 
-Alif Elam
-Surya Naga
-Surya Naga Giri
-Surya Naga Negari
-Surya Kunta
-Wulan
-Sumur Bodong
-Partulah
-Alif Puju
-Batu Lapaka
-Palunetra

Namun kesemua percubaan untuk menzahirkan semua pamor yang dilukis ini tidak menjadi ataupun lebih tepat tidak terzahir pamor seperti lukisan empu keris sepertimana di dalam manuskrip ini.

Tengku Daeng Mawelle

No comments:

Post a Comment