Sunday, January 31, 2016

AKU DAN SYAHWAT

Seseorang bertanya kepada cucu Rasulullah saw, imam jaafar shadiq,  “akal itu apa?” beliau menjawab, “akal itu yang membuat seseorang menyembah/ mengEsakan Tuhannya dan yang membuat seseorang mendapatkan syurga”. Pada dasarnya semua manusia memiliki akal tapi mereka tidak memaksimalkan potensi tersebut. Kalau seseorang mampu memaksimalkan akalnya, ia akan mampu memahami realiti dengan lebih baik. Ia akan mampu memilih cara dan jalan yang terbaik yang akan mengantarkannya ke pintu gerbang kebahagiaan.

Aktiviti akal adalah melakukan tafakkur. Dengan kekuatan tafakkur, manusia dapat memahami hikmah penciptaan alam yang Maha Pencipta dan pasrah dengan hukum yang diturunkan oleh Maha Pencipta. Berkat kekuatan akal pula manusia dapat memahami nilai2 moral dan menyusuri jalan2 untuk menyempurnakan dirinya dan membersihkan diri dari noda2 akhlak yang kotor.

Abdullah bin Sinan bertanya kepada Imam Jaafar, " mana yang paling utama antara malaikat dan manusia?"

Beliau menjawab, “Datuknya saw mengatakan, Allah Swt menciptakan malaikat dengan akal tanpa syahwat, menciptakan binatang dengan syahwat tanpa akal dan menciptakan manusia dengan akal dan syahwat. Sesiapa yang akalnya menguasai syahwatnya ia lebih baik dari malaikat dan jika syahwatnya menguasai akalnya ia lebih buruk dari binatang.”

No comments:

Post a Comment