Sunday, January 31, 2016

TAJALI SOLAT (KAJI SOLAT) DIRI BATIN MEMPUNYAI 9 WAJAH

Adapun hakekat 17 raka’at dalam SOLAT lima waktu sehari semalam mengambil dari lima hal keadaan, yaitu : …., Allah, MUHAMMAD, ADAM ,…. Perkataan alif + ha itu mengandung 2 huruf menandakan solat Subuh, perkataan alif + lam + lam + ha (Allah)itu mengisyaratkan kepada solat Zohor, perkataan mim + kha + mim + dal (Muhammad) itu mengisyaratkan solat Ashar dan perkataan alif + dal + mim (Adam) itu adalah mengisyaratkan solat Magrib,… Berawal solat Subuh itu adalah 2 rakaat sebab tabiat sesuatu itu adalah dengan dua perkara yaitu zat dan sifat.

Solat Zohor ada 4 rakaat sebab tajalli Allah s.w.t. itu dengan perkara yaitu : Dzat… Sifat… Af’al dan Asma

Solat Ashar itu 4 rakaat sebab tajalli Muhammad itu dengan empat perkara yaitu : Nur .. Ruh .. Jasad … Alam semesta

Solat Maghrib itu 3 rakaat sebab tajalli tuhan itu dengan tiga perkara yaitu : Jalal … Jamal dan Kamal

Solat Isya itu empat rakaat sebab tajalli hamba itu dengan empat perkara yaitu : tanah, angin, api dan air

Sesungguhnya Nur muhammad itu adalah dari Nur Allah yang di tajalli dengan empat anasir dan Adam a.s. itu dari Nur Muhammad yang ditajalli dengan empat anasir yaitu Tanah Nurani, Angin Nurani, Air Nurani dan Api Nurani.

Dan berawal manusia itu adalah daripada Adam a.s. dengan di tajallikan dengan empat perkara juga yaitu : maddi, waddi, manni, manikam. Inilah hakekat kejadian awal manusia yang mengandung rahasia diri Allah s.w.t. Mengapa kita harus mengucapkan Dua Kalimah Syahadat 9 kali dalam 5 waktu solat kerana diri batin kita mempunyai 9 wajah. Berawal mengucapkan Dua Kalimah Syahadat satu kali pada solat subuh adalah kerana memberi kesaksian pada wajah diri kita pada martabatnya Sirusir, Dua Kalimah Syahadat pada solat zohor di baca dua kali sebagaimana memberi penyaksian pada wajah kita pada martabat Sir dan Ahdah. Dua Kalimah Syahadah pada solat ashar dibaca dua kali kerana memberi penyaksian pada wajah kita pada martabat Wahdah dan Wahdiah. Dua Kalimah Syahadah di baca dua kali pada solat maghrib sebab memberi penyaksian pada wajah diri kita pada martabat Ahmad dan Muhammad dan dua kalimah syahadat pada solat Isya’ sebab memberi penyaksian pada wajah kita pada martabat mustafa.

Berawal hakekat niat itu kepala Solat, dan Al-Fatihah itulah hakekat tubuh Solat, dan Tahayat itu adalah hati Solat, dan salam itulah hakekat kaki tangan Solat, oleh kerana itu adalah menjadi satu perkara yang paling penting bagi kita memahaminya. Adapun niat itu letaknya pada martabat alif. yaitu pada SIR yang terkandung didalam jasad, Taarad, Taawud dan Ta’ayin dan juga niat itu letaknya pada makam AHADIYAT ataupun pada makam WAHIDIYAT yaitu suatu keadaan nyata di dalam tidak nyata, oleh kerana itu untuk menyatakan apa yang nyata pada makam itu maka perlulah dinyatakan dengan perbuatan (af’al). Bahwa pada hakekatnya didalam solat itu telah terkumpul semua rukun islam yang lima yaitu dalam huruf ALHAMDU.

Bermula hakekat syahadat didalam Solat itu adalah terdapat didalam Tahiyat awal dan Tahiyat akhir dalam Solat itu sendiri. Kita pun sering melafazkan kalimah syahadat Tauhid dan Syahadat Rasul tersebut didalam 5 waktu pada 17 rakaat kita Solat sebanyak 9 kali. Ini maksudnya membuat penyaksian terhadap 9 wajah diri kita, seperti yang telah diterangkan sebelum ini. Kita mengakui bahwa tiada bagi kita untuk mensyirikkan diri kita dengan Allah s.w.t. Kita juga mengakui bahwa kita tidak mungkin mensyirikkan Allah dengan yang lain dari pada Allah. Maka nyatalah syahadat itu didalam solat.

Adapun hakekat Solat didalam Solat adalah hakekat pada perbuatan penyaksian kita terhadap diri batin kita dan diri zahir kita didalam acara Solat tersebut. Sesungguhnya penyaksian terhadap diri batin dan diri zahir itu hakekat pengertian dan pujian hati antara zat dan sifat, pujian antara diri dengan Empunya diri.

Sementara hakekat puasa didalam Solat adalah meliputi seluruh Solat tersebut, dimana didalam solat kita tidak boleh makan, tidak boleh minum, bahkan seluruh anggota zahir dan batin berpuasa, maka kita berpuasa telinga kita, berpuasa mata kita, berpuasa hati kita, berpuasa … dan semuanya berpuasa. Sesungguhnya didalam acara Solat itulah keadaan berpuasa yang sebenarnya.

Adapun hakekat zakat didalam Solat itu membawa makna pembersihan hati dari pada syirik dengan Allah s.w.t. Didalam acara Solat kita beberapa kali berikrar bahwa kita tidak akan sekali-kali syirik dengan Allah, sebagaimana kita berkata: Innassolati wanussuki wamahyaya wamamati lillahi rabbil alamin. Artinya: Sesungguhnya solatku, hidupku, matiku hanya bagi Allah Tuhan Semesta alam. Tidak ada sekutu baginya kerana itu aku rela diperintah, dan aku ini adalah termasuk golongan orang-orang yang islam.

Disamping itu kita berkata: Iyyaka na’budu waiyyaka nasytain. Artinya: Kepada Engkau aku “ sembah “ dan kepada Engkau aku minta pertolongan. Oleh kerana itu jelaslah bahwa didalam Solat tersebut tersirat dan tersurat suatu pengertian zakat yang harus dipahami oleh kita semua. Lantas bagaimana hakekat haji didalam Solat? Sebagaimana yang kita ketahui bahwa ketika kita menyebut ibadah haji maka sudah tentu kita membayangkan kab’ah.

Haji adalah dimana seluruh manusia menuju ke satu arah yaitu ka’bah . Begitu pula dalam Solat, dimana Solat semua orang menuju kearah yang satu yaitu ka’bah. Didalam ibadah haji manusia semua sama derajatnya, kaya, miskin, alim, jahat, sihitam, siputih semua sama, memakai pakaian yang sama di Padang Arafah (ketika wukuf). Maka pada hakekatnya didalam solat tidak ada yang kaya, yang miskin, semua menghadap yang sama dan semua perbuatan adalah harus dibuat sama, semuanya tunduk kepada Allah Tuhan semesta alam.

Jikalau didalam ibadah haji ada tawaf di Baitullah sebanyak 7 keliling. maka didalam hakekat solat juga ada, tawaf itu letaknya pada Al Fatihah kerana Al Fatihah mengandung 7 ayat yang meliputi pada 7 lapis susunan jasad manusia yaitu : bulu, kulit, daging, darah ,tulang, lemak dan lender. Dengan membaca Al Fatihah itu kita menjelajahi seluruh anggota lapisan tubuh kita supaya menjadi satu arah yaitu arah tuju matlamat hanya Allah semata-mata.

No comments:

Post a Comment