Monday, April 4, 2016

ALASAN AKU BERSELAWAT

1. Aku rindu kepada Rasulullah s.a.w. Tanpanya, aku tak mengenal Allah dan ajaran suci-Nya.

2. Aku ingin agar kelak Rasulullah S.a.w memberiku syafaat di akhirat nanti. Aku ingin beliau menolongku pada saat Pengadilan Tuhan datang.

3. Aku ingin selalu dibimbing oleh Nabi Muhammad S.a.w, sebab aku yakin, dia tetap hidup dan selalu ada di hatiku, duduk bersamaku, saat kuucapkan tahiyita pada shalat dan zikirku.

4. Aku ingin selalu mendapat cinta Rasulullah, yang dapat mengantarkan cintaku kepada Allah.

5. Aku ingin merasakan kedamaian hati dan kebahagiaan batin, seperti yang dirasakan Rasulullah S.a.w.

6. Aku ingin mendapat pahala dari Allah dan mendapat kucuran berkah dan rezeki Ilahi, sebab aku berusaha meneladani Nabiku.

7. Aku ingin menanamkan semangat hidup seperti Rasulullah S.a.w dalam jiwaku.

8. Aku ingin menjadi kekasih Allah dengan cara mencintai kekasih-Nya.

9. Aku ingin mati dan dikenang sebagai umat Muhammad S.a.w.

10. Aku ingin meneladani ajaran Rasulullah S.a.w, dengan membaca selawat Nabi diharapkan agar Allah membukakan mati hatiku, memudahkan kesadaranku untuk tetap istiqamah di jalan yang diajarkan baginda Rasul.

11. Aku ingin agar Allah memberiku kemudahan, keluasan pikiran, kerendahan hati, keteguhan iman, kesabaran dan kedahsyatan keyakinan seperti yang diberikan Allah kepada kekasih-Nya, Muhammad S.a.w.

12. Aku ingin agar aku, saudaraku, suamiku/istriku, orangtuaku, kawanku, tetanggaku, mau meneladani ajaran Rasulullah S.a.w. Dengan selawat Nabi yang aku panjatkan setiap saat, kelak menjadi doa untuk kami semua.

13. Aku tahu setiap aku shalat, tak ada rakaat yang sah, tanpa selawat Nabi, karenanya, tak ada satu shalat pun yang aku dirikan tanpa kehadiran Rasulullah, kekasih hatiku...Kekasih yang kelak mengantarkan aku, kepada Sang Kekasih Sejati, Allah SWT.

14. Aku berselawat untuk menurunkan demam panas anakku. Karena, aku tahu, Rasulullah adalah air kesejukan batin yang menyembuhkan dan menyegarkan jiwa setiap hamba Allah yang meniti jalan Rasul-Nya.

15. Aku berselawat atas Nabi, karena aku ingin selalu dibimbing, diajar, dikasihi dan disayang seperti baginda Rasulullah S.a.w.

16. Aku berselawat atas Nabi karena aku membutuhkan pertolongan batin, saat aku berusaha meniti jalan Ilahi, belajar tentang makrifatullah. Tanpa bantuan Rasulullah, mustahil aku dapat menghadap-Nya.

17. Aku berselawat atas Nabi Muhammad S.a.w, khatamu-nabiyyin (penutup para Nabi), sebab tak ada Nabi setelahnya.

18. Aku berselawat atas Nabi Muhammad, sebab atas alasan inilah Allah menciptakan dunia.

19. Aku berselawat Nabi, karena aku merasakan sendiri kehadiran Nabi dalam setiap ibadah yang kujalankan. Praktis, semua ibadahku dimulai dan diakhiri dengan selawat.

20. Aku tak ingin menjadi umat yang sombong, kikir, bodoh dan tak tahu diri, yang tak pernah mau memahami makna selawat Nabi dalam kehidupan batinnya.

21. Aku tak ingin menjadi hamba Allah yang kufur dan sombong, sebab Allah dan Malaikat-Nya pun berselawat atas Nabi.

22. Aku ingin agar cinta Rasulullah S.a.w menjadi ruh yang menggairahkan jiwa setiap Mukmin hingga akhir zaman, sehingga ajaran Ilahi bisa diamalkan, dihayati dan dijalankan sesuai sunah Rasul-Nya.

23. Aku berselawat atas Nabi, sebab hanya beliaulah figur manusia satu-satunya yang perlu dipuja dari generasi ke generasi. Aku tak ingin anak-anakku lebih mengenal Katty Perry, Justin Beiber, Rihanna, dan arti lainnya, meski kini mereka masuk ke dinding-dinding rumah lewat radio, internet, televisi atau film.

24. Aku berselawat atas Nabi karena aku lebih mementingkan akhiratku daripada dunia yang fana. Karena itu, aku tak akan peduli dengan cemooh, hasutan, dan tuduhan bid’ah atas amalan ini. Sebab, aku yakin mereka yang tak paham, telah terkotori oleh cara berpikir rasional-empirik yang salah kaprah, cara berpikir golongan yang bersumber dari nafsu, dan cara pandang pada ajaran yang sangat kering dari spiritulitas dan menyepelekan sejarah, tidak menghargai Rasulullah, sahabat, ulama, wali, guru, nenek moyang dan para orangtua.

25. Aku berselawat Nabi agar Allah mau mengajarkan ilmu batin langsung kepadaku, melalui pancaran cahaya –Nya yang diberikan ke arah batinku, melalui hembusan nafasku saat mengucapkan selawat atas Nabi Muhammad S.a.w.

26. Aku berselawat Nabi agar karena, aku merasa Rasulullah adalah satu-satunya manusia yang diutus Allah kepadaku, kaumku, bangsaku dan duniaku. Aku tak pernah merasa dikecewakan oleh beliau, meski beliau telah meninggal, tapi aku masih bisa merasakan kehadirannya di setiap shalat dan dzkirku. 

27. Aku berselawat Nabi, karena kalimat inilah yang pertama kali diajarkan oleh orangtuaku, saat aku dinina-bobokan, ditamang-timang, dibelai dan dimanja.

28. Aku berselawat Nabi, karena kalimat inilah yang dijarkan guruku saat menyelamatkan aku dari sakit selama berbulan-bulan. Selawat inilah yang menyadarkan aku tentang makna doa dan munajat kepada Allah, sebagai satu-satu Zat yang disembah dan dimintai pertolongan.

29. Aku berselawat Nabi, karena kalimat ini yang dibisikan nenekku, ketika aku jatuh dari pohon belimbing di belakang rumah.

30. Aku berselawat Nabi, karena ini urusan pribadiku, antara aku, nabiku dan Tuhanku. Aku tak membutuhkan pemaksaan logikamu, sebab ini sangat pribadi buatku.

"Seorang pecinta tak akan pernah merasa bosan bercakap-cakap dengan Kekasihnya”. (Mutharrif Ibn Abi Bakr). Dikutip dari kitab Ihya Ulumuddin, karya Imam Al-Ghazali. Sahabatku, seperti yang pernah diungkap Ahmad bin Atha' tentang cinta. Menurutnya, cinta adalah danan-dahan yang ditancapkan dalam hati sehingga hati akan berbuah sesuai dengan kemampuan akal. Melalui shalat, zikir, doa dan munajat, sebenarnya kita sedang melakukan komunikasi kepada Allah. Dialog ruhani ini adalah wujud cinta dan kerinduan seorang hamba kepada Rabbnya. 

Seperti itu pula seorang kekasih yang merindukan Kekasihnya. Kita tak akan pernah merasa bosan dan bosan untuk menyebut nama Allah, menyebut keagungan, kelebutan, kebijaksanaan dan seluruh sifat-sifat indah-Nya setiap saat. Baik dengan ucapan lisan ataupun bisikan hati: zikir jahr ataupun khafi. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang senang bertemu dengan Allah, maka Allah pun senang untuk bertemu dengannya. Siapa yang tak senang bertemu dengan Allah, maka Allah pun tak senang bertemu dengannya." (HR Al-Bukhari).

No comments:

Post a Comment