Monday, April 4, 2016

SEBAHAGIAN PANDUAN BERAGAMA

“Laksanakanlah perintah Allah kepadamu, maka kau akan menjadi ahli ibadah. Jauhilah larangan Allah, maka kau akan menjadi orang yang paling zuhud. Terimalah dengan ridha rezeki yang Allah berikan kepadamu, maka kau akan menjadi orang yang paling kaya”. Ibnu Mas’ud (Dikutip dari kitab Nashaihul Ibad, Imam Nawawi Al-Bantani)

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah berhakim kepada hukum Al-Quran yang telah diturunkan oleh Allah dan kepada hukum Rasulullah” nescaya engkau melihat orang-orang munafik itu berpaling serta menghalang (manusia) dengan bersungguh-sungguh daripada menghampirimu”. (Surah An-Nisaa' 61)

Sabda Rasulullah SAW: “Lihatlah kepada orang yang di bawah kamu dan jangan lihat orang yang di atas kamu. Itu lebih baik agar kamu tidak memandang remeh nikmat Allah ke atas kamu”.  (HR Muslim). Abu Hurairah r.a menyampaikan sabda Rasulullah s.a.w: “Bila seseorang di antara kamu melihat orang yang dilebihkan oleh Allah dari dia dalam bidang harta dan rupa, hendaklah ia melihat kepada orang yang lebih rendah dari pada orang yang dilebihkan dari padanya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

"Aku mencintai orang-orang sholeh, meskipun aku belum termasuk golongan mereka. Aku harap semoga aku mendapat syafaat dari mereka. Aku membenci orang-orang durhaka, meskipun sebenarnya, mungkin aku termasuk golongan mereka”. “Aku mampu berhujah dengan 10 orang yang berilmu tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, kerana orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu”.  (Imam Syafie rah).

Doa Ibnu Mas’ud: “Ya Allah… Aku memohon kepada-Mu keimanan yang tidak pernah berbalik kepada kekufuran, kenikmatan yang tak pernah habis, cindera mata kebahagiaan yang tiada berakhir, dan kenikmatan untuk dapat mendampingi Nabi Muhammad SAW di surga yang paling tinggi nan kekal abadi”. (Ibnu Mas'ud, dikutip dari kitab Nashaihul Ibad, Imam Nawawi Al-Bantani).

Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik dunia bagi seseorang adalah jika dunia dijadikan bekal akhirat sehingga Rabb-nya meridhai. Dan, seburuk-buruk dunia bagi seseorang adalah jika urusan dunia bertentangan dengan urusan akhiratnya dan membuatnya jauh dari ridha Rabb-nya”. HR Al-Hakim, (Dikutip dari kitab Nashaihul Ibad, Imam Nawawi Al-Bantani).

No comments:

Post a Comment