Wednesday, March 16, 2016

PESONA DUNIA, JANGAN MELALAIKANMU

Dalam kitab Nasha'ihul Ibad, Imam Nawawi Al-Bantani mengungkap sebuah syair: “Wahai orang yang sibuk dengan dunia sungguh ia telah tertipu oleh panjangnya angan-angan. Atau selalu berada dalam kelalaian hingga ajal datang kepadanya. Kematian itu datang tanpa pemberitahuan. Balasan amal perbuatan menanti di alam kubur. Bersabarlah dalam menghadapi kesusuahan dunia. Sebab tidak ada kematian kecuali jika telah datang ajalnya."

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ تَرَكَ الدُنْيَا أَمَرَّ مِنْ الصَبْرِ وَأَشَدُّمِنْ حَطْمِ السُيُوْفِ فِيْ سَبِيْلِ اللِه وَ لَا يَتْرُكُهَا أَحَدٌ إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ مِثْلَ مَا يُعْطِى الشُهَدَاءَ وَتَرَكُهَا قِلَّةُ الأَكْلِوَ الشِّبَعِ وَ بُغْضُ الثِنَاءِ مِنْ النَّاسِ فَإِنَّهُ مَنْ أحَبَّ الِثنَاءَ أَحَّبَ الدُنْيَا وَنَعِيْمَهَا وَ مَنْ سَرَّهُ النَعِيْمُ كُلُّ النَعِيْمِ فَلْيَدَعْ الدُنْيَا وَ الثِنَاءَ مِنْ النَّاسِ

"Menjauhi kesenangan duniawi lebih pahit rasanya daripada pahitnya bratawali dan lebih menyakitkan daripada sayatan pedang di medan perang. Tiada seorang pun yang menjauhinya, Allah akan menagurehkannyan pahala yang sama seperti yang diberikan-Nya kepada para syuhada.

Cara menjauhi kesenangan duniawi adalah dengan sedikit makan dan tidak terlalu kenyang serta tidak suka dipuji orang. Bagi siapa yang senang dipuja oleh orang lain, itu bermakna bahwa dia menyukai dunia dan kesenangannya. Karena itu, bagi siapa yang ingin meraih kesenangan hakuiki hendaklah menjauhi keduniawian dan pujian orang lain.” (HR. al-Dailami).

مَنْ كَانَتْنِيَّتُهُ الآخِرَةُ جَمَعَ اللُه شَمْلَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُنْيَا رَاغمَةً وَمَنْ كَانَتْ نِيَّتُهُ الدُنْيَا فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِيهِ مِنْ الدُنْيَا إِلاَّ مَاكَتَبَ لَهُ

“Siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan membuat baik semua urusannya, menjadikan kekayaan pada hatinya, dan dunia akan datang kepadanya dengan mudah. Siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan mencerai beraikan segala urusannya, dan menjadikan kefakiran ada di hadapannya dan dunia tidak akan datang kepadanya, kecuali sebatas apa yang telah ditentukan” (Imam Nawawi Al-Bantani, kitab Nasha'ihul Ibad).

No comments:

Post a Comment