Saturday, March 12, 2016

UNGKAPAN CINTA PARA PENCINTA

Imam Al-Ghazali dalam Kitab Al-Mahabbah wa al-Syawq wa al-Uns wa al-Ridha, menuturkan: “Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Adam a.s., “Wahai Adam, siapa yang mencintai Sang Kekasih, maka dia pasti membenarkan apa yang diucapkan-Nya. Siapa yang merasa damai bersama Sang Kekasih, maka dia pasti ridha terhadap apa pun yang dilakukan Sang Kekasih. Siapa yang benar-benar merindukan-Nya, maka dia pasti akan berjalan menemui-Nya tanpa kenal lelah.” Al-Khawash r.a. memukul-mukul dadanya dan berkata, “Alangkah rindunya hati ini kepada Zat yang melihatku, tetapi aku tak melihat-Nya.”

Imam Al-Junaed r.a. bertutur, “Nabi Yunus a.s. menangis hingga buta, berdiri hingga doyong dan bershalat sampat terduduk, seraya berkata, “Demi kemuliaan dan keagungan-Mu, andaikan saja antara aku dan Engkau terbentang lautan api, maka pasti kulewati demi kerinduanku kepada-Mu.” Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a menuturkan, “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang sunnah beliau. 

Beliau menjawab, “Makrifat adalah harta kekayaanku, akal adalah pangkal agamaku, cinta adalah asasku, kerinduan adalah kendaraanku, zikir mengingat Allah adalah kedamaianku, kepeecayaan adalah harta simpananku, kesedihan adalah sahabatku, ilmu adalah senjataku, kesabaran adalah selendangku, ridha adalah harta rampasan perangku, kelemahan adalah kebanggaanku, zuhud adalah mata pencaharianku, keyakinan adalah kekuatanku, kejujuran adalah penolongku, ketaatan adalah kecintaanku, perjuangan adalah akhlakku, dan puncak kesenanganku adalah shalat.” (HR Qadhi Iyadh melalui jalur Ali bin Abi Thalib)” (Imam Al-Ghazali dalam Kitab Al-Mahabbah wa al-Syawq wa al-Uns wa al-Ridha, Ihya Ulumuddin).

No comments:

Post a Comment