Monday, January 5, 2015

BAYAN MAGHRIB MAULANA MUSTAKIM

(Malam Markaz Nizammuddin New Delhi). Ketika org dilahirkan di dunia ini, walaupun mereka semua dilahirkan dgn cara yg sama yaitu dari rahim seorg ibu, ttpi mereka dilahirkan dgn membawa status yg berbeda2. Inilah cara Allah memberi pelajaran pada manusia, walaupun mereka lahir dlm keadaan yg berbeda2 ttpi semuanya harus tunduk dgn keputusan Allah jika mau mendapatkan yang namanya kebahagiaan. Semuanya dari yg miskin, yg kaya, yg sehat, yg cacat, semuanya kalau mau mendapatkan kebahagiaan harus ikut cara Allah, yaitu dgn agama, tidak ada cara lain. Utk bisa menjadikan Agama sbg jalan mendapatkan kebahagiaan ini diperlukan Hidayah dari Allah. 

Penting saat ini kita fikirkan bagaimana kita berusaha utk mendatkan Hidayah. Tidak ada seorang pun yg bisa mendptkan Hidayah tanpa ada usaha utk mendptkannya. Berbeda dgn kekayaan yg bisa didapatkan tanpa usaha spt melalui warisan dan keturunan dlm tahta kerajaan. Ttpi Hidayah ini hanya bisa didpt dgn melakukan usaha atas hidayah. Jadi usaha yg paling penting bukan usaha atas keduniaan, tetapi usaha atas hidayah. Usaha atas hidayah inilah yg namanya jln keselamatan. Apa itu jln keselamatan yaitu Jalan Hidayah atau Sunnanul Huda. Allah telah berikan kpd Nabi s.a.w Sunnanul Huda : jalan2 petunjuk atau jalan2 hidayah, agar manusia bisa mendptkan yg namanya kebahagiaan dan keselamatan. 

Siapa saja yg berjalan diluar Sunnanul Huda niscaya mereka akan tersesat dan jauh dari petunjuk Allah. Jika kita tidak diberi petunjuk maka kita akan sengsara hidup di dunia ini dan di akherat nanti. Spt org buta yang kehilangan tongkat, jlnnya akan menderita, nabrak sana nabrak sini, terjatuh2. Begitulah orang yang hidup tanpa hidayah. Hari ini orang islam banyak yang hidup dengan cara Yahudi dan Nasrani, padahal satu2nya kehidupan yg di ridhoi Allah dan yg Allah telah jamin hanya kehidupan Nabi s.a.w. Kehidupan Nabi ini adalah suatu kehidupan yg didasari atas wahyu Allah, langsung petunjuk nya dari Allah. Sehingga ketika Nabi s.a.w mengamalkan petunjuk atau wahyu itu dengan sempurna maka kehidupan Nabi penuh dn keberkahan dan pertolongan Allah. Beda dengan kehidupan kita hari ini yang penuh dengan kesulitan dan tidak ada pertolongan Allah. Hari ini kita setiap ada masalah baru lari ke ulama minta do’a karena merasa doanya tidak didengar oleh Allah. Tetapi setelah minta doa, ketika pulang kehidupannya tidak berubah, sama saja dgn kehidupan Yahudi dan Nasrani. 

Bagaimana Allah akan tolong kita jika kita masih seperti itu cara hidupnya. Beda dengan sahabat setiap ada masalah langsung lari kpd Allah, diselesaikan dengan sholat dan doa, maka pertolongan Allah langsung turun saat itu juga. Mengapa doa sahabat ijabah dan sedangkan doa kita tidak? padahal Tuhannya sama, Nabinya sama, Kitabnya sama, Kiblatnya sama. Ini disebabkan kehidupan yg kita jalani berbeda  dengan sahabat r.a. Keyakinan kita kini belum benar karena masih terkait pada Asbab dan Dunia. Spt keyakinan kita hari ini meyakini bahwa onta ini hanya bisa lahir dari onta yg hidup bukan dari onta yang mati. Padahal Onta ini utk dapat melahirkan onta berhajat pada Allah Taala sedangkan Allah tidak berhajat pada unta untuk bisa melahirkan onta. Unta tidak bisa melahirkan dgn sendirinya tanpa izin dari Allah Taala. Allah mampu menciptakan onta dgn onta. Dan Allah mampu menciptakan onta tanpa lahir dari seekor onta spt onta Nabi Sholeh yg keluar dari batu. Inilah kekuasaan Allah, Allah mampu mengeluarkan benda yg hidup dari benda yg mati. Jadi Allah mampu menciptakan onta dari onta ataupun tanpa onta, mudah saja bagi Allah. La Illaha Illallah.

Asbab keyakinan kita yg belum benar ini sehingga Agama saat ini sulit untuk dijalankan secara sempurna. Yakin kita masih bergantung pada logika dan asbab, sedangkan manfaat dari agama ini akan nampak jika kita beramal dengan keyakinan yang sempurna. Sahabat hanya dgn sholat 2 rakaat saja Allah tundukkan alam untuk mereka. Sahabat karena mempunyai yakin yang sempura sehingga ketika beramal, hanya dgn sholat saja dpt menyelesaikan segala masalah. Kini toko2 kecil telah berkembang menjadi industri asbab meningkatnya keinginan manusia akan kebendaan. Org2 yg tadinya hanya  bersepeda dan berkuda, kini telah mengendarai mobil2 mewah. Semua asbab keduniaan telah mengalami peningkatan qualitas dan kemajuan, tetapi mengapa pada hari ini pengamalan agama oleh manusia malah mengalami kemunduran yang drastis jauh dibandingkan dengan pengamalan agama di jaman Sahabat. 

Mengapa Agama justru mengalami kemunduran, padahal kini kondisi ekonomi jauh lebih baik, teknologi jauh lebih baik, dan fasilitas manusia utk mengamalkan agama jauh lebih lengkap dari pesawat sampai mesjid yg nyaman. Begitu mundurnya agama, bahkan kini seorg anakpun tidak mampu memandikan jenazah dan memimpin sholat jenazah utk org tuanya. Dunia ini telah Allah berikan bahkan kpd musuhnya juga, ttpi Hidayah hanya Allah berikan kpd org yg mau mengusahakannya. Dunia ini tidak ada nilainya walaupun hanya sebelah sayap nyamuk disisi Allah. Dan barang siapa yg mengejar dunia dgn meninggalkan perintah Allah, maka org ini akan Allah buat susah mendapatkan apa yg dia ingini. Sedangkan dia tidak akan mendptkan lebih dari apa yg Allah telah tetapkan di Lauh Mahfudz. Org yg spt ini akan menjadi hina disisi Allah karena dia rela meninggalkan sesuatu yg punya nilai disisi Allah demi dunia yg tidak punya nilai disisi Allah.

Jadi jgn sampai kita tertipu dan jgn sampai kita salah bergantung. Tawajjuhkan diri kita hanya kpd perintah Allah, nanti Allah akan cukupkan keperluan kita dan Allah akan selesaikan masalah2 kita. Ka’bah adalah rumah pertama yang dibangun untuk Allah di mekkah, padahal Allah tidak memerlukan rumah. Sedangkan rumah terbesar ini adalah hati manusia. Hati ini jika di isi dgn nafsu dan kebendaan walaupun seluruh isi langit dan bumi ini dimasukkan ke dlm hati, maka hati ini ttp akan merasa kurang dan tidak akan pernah merasa cukup. Ttpi jika hati ini ada Taqwa, maka nanti Allah yg akan dtgkan rasa cukup walapun dia ini hidupnya sehari makan sehari tidak. Hati yg mempunyai Taqwa maka terhadap keduniaan dia akan selalu merasa cukup, sedangkan utk agama selalu merasa kurang dan ingin tambah lagi. Setan ini adalah mahluk yg telah mempersembahkan hidupnya utk menjauhkan manusia dari Allah dan Amal Agama. 

Hari ini banyak sekali manusia yg terperangkap oleh tipu daya setan. Seseorg berkata ketika ditaskil, “Saya akan keluar nanti setelah saya pensiun.” Ini namanya terperangkap oleh setan. Padahal apa jaminannya dia bisa hidup selama itu. Lalu ketika sudah tua nanti dia akan berkata, “saya sudah tua, sudah pikun, dan sudah lemah, skrg ini adalah tugas yg muda utk fissabillillah”. Sehingga org yg sama, bisa mati tanpa pernah buat usaha atas hidayah, mati tanpa ada usaha utk menyempurnakan agama pada dirinya sendiri. Tanpa usaha atas hidayah atau usaha atas keimanan, seseorg bisa mati spt org kafir, tidak ada tanda2 keislaman. Amal baik ini akan membuat ruh kita menjadi suci dan bersih, sedangkan amal buruk akan membuat ruh kita kotor dan rusak. 

Sedangkan Ruh yang dpt memasuki Jannah hanya Ruh manusia yg suci dan bersih dari dosa. Sedangkan Ruh yang kotor dan berdosa tidak akan bisa memasuki Jannah. Jannah ini bukan tempat untuk sesuatu yang kotor, jadi untuk itu harus dibersihkan terlebih dahulu di Neraka. Segala sesuatu di dunia ini agar mempunyai nilai disisi Allah ada adabnya dan do’anya. Dgn demikian maka kehidupan seseorg ini akan bernilai disisi Allah sejauh mana dia mau ikut adab dan do’a yang telah Allah ajarkan kepada Nabi s.a.w. Kini org berharap bisa mempunyai anak yg baik dan sholeh, ttpi ketika berhubungan intim dgn istri (Jima’) dilakukan tanpa adab dan do’a. Akhirnya asbab tidak menggunakan adab, maka nutfah kita menjadi tumpangan setan. Binatang dlm melakukan sesuatu tanpa adab oleh sbb itu anaknya tetap spt binatang. Inilah penting kita mulai segala sesuatu dgn mengucapkan “Bismillah” dan pakai adab. 

Jika kita buat kerja atas agama dgn benar maka Allah akan selamatkan kita dari segala musibah sebagaimana Allah selamat kan Nabi Luth dari bencana atas kaumnya. Hari ini fikir kita bukannya justru ingin menjadi da’inya Allah ttpi malah ingin menjadi pengusaha, pedagang, petani, ilmuwan, dokter, ini justru yg kita utamakan. Seharus nya kita tawajjuhkan diri kita terhadap apa yg Allah mau atas diri kita bukan nafsu kita. Jika kita tawajjuh kan diri kita kepada Allah dlm setiap perbuatan dan keputusan yg kita ambil, maka Allah akan bantu kita dan memberi kita jalan keluar bahkan dari arah yg tidak disangka2. Ttpi jika kita tawajjuhkan diri kita pada nafsu dan mahluk maka nanti Allah akan hinakan kita dan akan buat kita bersusah payah mendapatkan apa yg kita ingini. Kedamaian ini hanya dpt dtg melalui perintah2 Allah. Jika semua org taat pada perintah Allah maka keinginan terhadap keduniaan dan kebendaan akan berkurang hingga hilang dari diri kita.

Ketika ini terjadi, maka tidak akan ada lagi kejahatan dan kebathilan. Sahabat ketika penaklukan Parsi, harta ghanimah datang bertumpuk2 ke pintu rumah mereka tetapi apa yang mereka lakukan? mereka menangis dikarenakan Nabi s.a.w tidak pernah mengajarkan kepada mereka untuk menumpuk2kan harta. Jadi keinginan akan dunia dan kebendaan telah Allah angkat dari mereka asbab ketaatan mereka pada perintah-perintah Allah. Kini karena ummat sudah meninggalkan agama maka masalah berdatangan dan kemauan menjadi banyak. Waktu saat ini adalah jalan menuju masa depan yg akan terlewatkan. Malaikat Maut akan datang menjemput kita pasti dan pasti, walaupun kepada org yg beriman dan yg tidak beriman. Waktu yang telah terlewatkan, adalah kerugian bagi seseorg jika dilewati tanpa amal. 

Setiap waktu yg terlewatkan tanpa amal ini bisa menjadi asbab bagi kita mendptkan hisaban yg keras dari Allah ta’ala. Kebendaan itu bisa dtg dan bisa pergi, jika hilang bisa diusahakan kembali, ttpi waktu yg terlewatkan tanpa amal adalah kerugian yg sebenarnya. Amal ini walaupun itu hanya sebesar debu dpt menyelamat kan kita dari Adzab Allah di akherat dan Allah akan balas dgn surga yg luasnya 10 kali lipat lebih besar daripada Dunia beserta isinya. Untuk perkara ini perlu kita fikirkan bagaimana waktu yg akan kita lewati dapat terlewatkan dgn amal2 agama. Jangan kita ambil kebanggaan dari kebendaan yg kita miliki, status yang kita dapati, atau kekuatan yg kita punyai karena itu semua dapat mejadi asbab kehancuran kita. Kita perlu belajar dari sejarah bagaimana Allah hancurkan musuh2nya karena kesombongan mereka. Seperti Qorun yang mengambil kebanggaan dari hartanya, Firaun dari kekuasaannya, kaum Ad dari kekuatannya, dan kaum2 yg lain, semuanya Allah musnahkan. Segala yg mereka punya tidak dapat menyelamatkan mereka dari adzab Allah. Allah tidak dapat dibeli oleh apapun dan siapapun.

Kalau kita ingin bahagia kita harus bawa Allah kedlm hati kita karena melalui hati seluruh tubuh kita bergerak. Jika di hati ada kebesaran wanita maka tubuh kita akan kita arahkan geraknya menuju wanita tersebut. Jika di hati ada kebesaran perdagangan maka kita akan bergerak menuju perdagangan. Jika ada kebesaran Allah di hati maka seluruh anggota tubuh kita akan tergerak menuju Allah. Penting kita benarkan hati dan amal kita. Di hati ini tidak boleh ada selain Allah. Jangan sampai hati ini terkesan kepada selain Allah walaupun itu pada air ketika haus. Jika di hati ini hanya ada Allah maka kita tidak akan tertarik utk mencari yang selain Allah. Jika keyakinan sudah terbentuk maka seseorang siap melakukan apa saja untuk yang dia yakini. Itulah sebabnya ketika di taskil untuk keluar di jalan Allah tidak semua orang siap dan mau. 

Khalid bin Walid r.a sebelum wafat berkata bahwa saya selalu mencari malaikat maut dalam setiap peperangan. Khalid RA sudah pergi dlm banyak pertempuran dan mengambil banyak takaza agama dlm kondisi apapun. Apa yg dia harapkan yaitu mati syahid di jln Allah. Beda dgn keinginan kita hari ini yg dicari justru kenyamanan dan kemudahan. Siap pergi kalau usahanya tidak terganggu, kalau dapat cuti, kalau tempatnya aman, ini bukan pengorbanan namanya, tidak ada rasa takut pada Allah. Ciri2 org yg Taqwa itu adalah kesiapan dia utk bermujahaddah menjlnkan perintah Allah dimana saja dan kapan saja. Tidak siap dan tidak mau bermujahaddah belum taqwa namanya. Nabi Zakaria AS selalu berdoa untuk diberikan anak laki2 karena dia tau bahwa kerja ini harus ada penerusnya. Sebagaimana Yacob telah Allah berikan Yusuf AS, Daud AS Allah telah berikan Sulaiman AS, Ibrahim AS Allah telah berikan Ishak AS dan Ismail AS. Fikir mereka adalah bagaimana kerja ini dapat diteruskan oleh keturunan mereka.

Doa inilah yg perlu kita minta kpd Allah, agar Allah jadikan keturunan kita sbg penerus2 kerja dakwah. Namun perlu kita sadari bahwa di dlm setiap kerja atau usaha selalu ada ujian dan cobaan yg harus kita lewati. Utk kerja dunia saja kita akan mengalami berbagai macam ujian dan rintangan. Melalui ujian dan rintangan kita akan memiliki pengalaman, sehingga kita menjadi manusia yg lebih baik. Begitu juga dlm kerja agama, Allah akan beri kita kondisi2 utk menguji kita. Melalui ujian ini maka seseorg akan menjadi manusia yg lebih baik qualitas sifatnya dan keimanannya. Iman dan Sifat ini akan dtg pada kita melalui mujahadah atas cobaan yg Allah berikan kpd kita. Semakin Allah cinta pada seseorg maka semakin di uji dia oleh Allah. Semakin sering dia lulus dari ujian yg Allah beri, semakin sempurna Iman dan sifatnya. 

Jika seseorg merasa telah membuat maju kerja agama ini dan merasa bahwa keberhasilan kerja agama ini ini adalah asbab usaha dia, maka Allah akan singkirkan dia dari kerja agama ini. Usaha ini bukan usaha atas hasil dan keterampilan, ttpi ini adalah usaha atas perbaikan diri dan peningkatan qualitas kita sbg hamba Allah. Hasil dari usaha ini tidak ada hubungannya dgn ketrampilan kita, ttpi semata2 karena hidayah Allah s.w.t. Allah yg memberikan hasil dan kita hanya dijadikan sbg asbab hidayah krn Allah hendak memuliakan kita. Usaha ini adalah Allah yang punya kerja seorg diri dan Allah pulalah yg menjaganya tanpa bantuan yang lain. Allah tidak perlu siapapun dalam menjaga kerja dakwah. Bagi Allah membuat org taat semudah membalikkan telapak tangan, dlm sekejap semua org bisa taat. Sedangkan yg Allah mau lihat dari seseorg adalah pengorbanannya dan keinginannya atas hidayah. Usaha ini mulia bukan karena ada org kaya, org berpangkat, org pintar, bukan, tetapi justru asbab usaha agama ini mereka menjadi mulia.

Ketika kita keluar di jalan Allah kita harus banyak buat doa atas hidayah terutama kepada orang yang kita kunjungi. Jika mereka menjamu kita dengan makanan bagaimana kondisi hati kita, senang atau risau? mengapa kita harus risau, jangan2 Allah ganti doa hidayah kita dengan makanan. Usahakan ketika kita di jln Allah jgn pernah mengeluh terhadap apapun, cukup do’a saja mengadu kpd Allah. Jika ini bisa kita amalkan ketika keluar di jalan Allah, Insya Allah nanti ketika pulang kita akan mempunyai kekuatan untuk melepaskan gantungan kita kepada mahluk. Jika ketika keluar di jalan Allah saja kita tidak bisa berubah menjadi baik, apalagi ketika kita tidak keluar di jalan Allah yaitu di rumah, akan lebih susah lagi untuk berubah menjadi baik. Jika di mesjid saja kita tidak bisa tawajjuh  kepada Allah bagaimana kita bisa tawajjuh kepada Allah di luar mesjid. Jangan kita sampai terkesan pada keadaan senang dan susah, ini hanya keadaan2 saja yang semuanya datang dari Allah. Jangan sampai kita terjebak dalam kondisi2 seperti ketika senang menjadi lalai dan ketika susah putus harap kpd Allah. 

Sambungkan diri kita dgn Allah dlm setiap keadaan dan jaga diri kita dari perbuatan dosa. Jika kita bisa bersyukur dan bersabar atas semua keadaan yg Allah berikan kpd kita, maka nanti Allah akan tunjukkan QudratNya sebagaimana yg telah Allah tunjukkan QudratNya kpd para sahabat. Semua kekuatan dan kekuasaan didunia ini adalah semu, tidak nyata. Semuanya permainan dan tipuan saja, kelihatannya seakan2 punya kekuasaan dan kekuatan, padahal sebenarnya selain dari Allah semua kekuasaan dan kekuatan itu tidak ada dan tidak nyata. Semua kekuasaan dan kekuatan itu milik Allah dan datang dari Allah. Jika kita sambungkan diri kita dgn Allah nanti Allah akan ubah segala keadaan dgn QudratNya. Untuk bisa mendptkan keyakinan ini perlu pengalaman Iman yg didpt melalui ujian dan latihan. Akan datang masa semua kekuatan dan kekuasaan kita akan bertambah diluar batas kemampuan yg dpt kita bayangankan.

Kini jika kita melihat matahari saja tidak mampu, nanti di akherat Allah akan tingkatkan kemampuan mata kita, jgnkan melihat matahari, bidadari saja yg nurnya dapat membuat matahari cahayanya menjadi redup dan pudar, dapat kita lihat tembus dari lapisan bajunya sampai ke tulang sumsumnya. Tembokpun tidak akan bisa menghalangi mata kita untuk melihat pemandangan dibaliknya. Inilah mata super yg Allah berikan kpd kita yaitu mata tembus pandang. Inilah kekuatan mata manusia surga, belum lagi kekuatan mereka yg lain. Design dari tubuh manusia ini merupakan teknologi tercanggih yg tidak mempunyai kelemahan. Tujuan penciptaan tubuh manusia yg sangat rumit ini agar manusia dpt menyempurnakan ibadah kpd Allah Taala. Kecacatan yg ada pada diri kita bukanlah kesalahan atau kelemahan dlm penciptaan ttpi merupakan sarana utk ibadah kpd Allah. 

Begitu pula keterbatasan pendengaran kita dan penglihatan kita semata2 utk memudahkan manusia beribadah kpd Allah. Jadi kekurangan pada manusia bukanlah kesalahan atau kelemahan tetapi merupakan bagian dari Ibadah kpd Allah. Binatang mempunyai pendengaran yang tidak terbatas seperti kemampuan pendengaran untuk mendengarkan siksa kubur. Jika manusia mampu mendengarkan siksa kubur bagaimana mrk bisa mampu beribadah. Jadi keterbatasan dan kekurangan ini semuanya Allah ciptakan utk peribadatan kpd Allah. Allah mampu ciptakan manusia yg berbeda2 dari Rahim yg sama. Dari Rahim yg sama manusia bisa lahir membawa perbedaan fisik, sifat, dan  ketentuan hidup di dunia dari Allah. Lalu Allah uji mereka dgn keadaan2 agar terlihat mana yg terbaik dari mereka keimanannya. Jadi yg perlu kita lakukan jika ujian itu tiba adalah Sabar dan Tahammul agar bisa bertahan dlm Mujahaddah mempertahankan agama setiap waktu, tempat, dan keadaan.

Allah pasti akan beri hidayah dan rahmat kpda seseorg jika selama dia mau berusaha utk sabar dan tahammul dlm ujian yg Allah kasih. Seseorg ingin punya keluarga dan keturunan maka dia akan berusaha utk nikah. Namun hasil dari pernikahan berupa keturunan atau anak ini tidak ada jaminannya walaupun kita telah mengusahakannya. Beda dgn usaha atas keturunan melalui pernikahan yg tidak ada jaminan nya, usaha atas Iman ini hasilnya mutlak adalah hidayah bagi yg mengusahakannya. Jgn pernah kita putus asa dari hidayah dan rahmat Allah, jaga prasangka baik kpd Allah setiap saat agar Allah jadikan kita hambanya yg terbaik dari Keimanan dan Ketaqwaannya. Syukuri atas segala nikmat yg Allah beri terutama Nikmat Iman dan Islam. 

Bagaimana kita mensyukuri nikmat Iman dan Islam ini yaitu dgn meningkatkan quantitas dan qualitas amal. Jika kita Allah golongkan sbg org2 yg tau mensyukuri nikmat Allah, maka nanti Allah akan tambah kenikmatan kita dlm mentaati  perintah Allah dan menjauhi larangan nya. Jgn kita terkesan pada kondisi ketika ada atau tidada makanan, jadikan segala kondisi sebagai cara mengenal Allah. Jika manusia tahu bahwa Allah adalah satu2nya penyebab segalanya terjadi dan pemelihara segala sesuatu, “That Allah is the doers”, maka segala kekhawatiran atas segala sesuatu akan hilang. Ketika itu maka kedamaian akan masuk dan kesusahan sirna dari hati. Sibukkan diri kita hanya dlm amal nanti Allah akan dtgkan keadaan2 yg baik utk kita. Hidupkan dakwah maka amal akan wujud dlm diri kita, kampung kita, tetangga kita, keluarga kita dan manusia seluruh alam.

Nabi s.a.w selalu mengajarkan keluarganya baik dlm keadaan senang ataupun susah untuk tawajjuh pada amal2 Agama. Rasullullah lebih senang melihat keluarganya dlm keadaan sabar dan tegar menghadapi kesusahan dibanding dlm keadaan senang yg bisa melalaikan mereka dari tawajjuh pada amal. Walaupun itu terhadap anak kesayangannya sendiri. Suatu ketika Nabi s.a.w dtg kerumah anaknya ternyata Nabi SAW dapati bahwa Fatimah R.ha dan cucunya sudah 2 hari tidak makan. Namun ketika itu Nabi SAW tidak bereaksi dengan marah2 karena kondisi mereka sehingga mencari Ali RA utk minta pertanggung jawaban. Tetapi apa yg Nabi SAW nasehatkan kepada mereka adalah untuk bersabar, padahal ini adalah anak dan cucu kesayangannya yang sudah 2 hari tidak makan. Inilah yang  Nabi s.a.w ajarkan kepada mereka yaitu untuk sabar, dan inilah yang disukai Nabi SAW yaitu ketika beliau melihat keluarganya dpt sabar dan tegar menghadapi cobaan. 

Tidak pernah tercatat dlm riwayat manapun ketika Nabi SAW melihat kondisi keluarganya yg susah lalu memerintahkan Ali RA menantunya untuk mengejar dunia agar dapat merubah kondisi keluarganya yg susah. Sebaliknya Ali RA ketika itu melihat keluarganya belum makan 2 hari diapun segera pergi keluar rumah mencari rezeki Allah dengan kerja atau ikhtiar. Ali RA berhasil mendapatkan pekerjaan dari seorang yahudi dengan imbalan secukupnya. Namun secukupnya sahabat ini benar2 cukup tidak kurang dan tidak  lebih yaitu hanya 4 kurma : 1 untuk istrinya, 1 untuk hasan, 1 utk hussein, dan 1 utk dirinya sendiri. Walaupun ketika itu si yahudi menawarkan kerja tambahan atau lembur, dgn tambahan gaji yg lebih tinggi, Ali RA menolaknya dgn alasan bahwa apa yg dia telah terima telah mencukupi bagi keluarganya. Namun hari ini org kerja lembur, “overtime”, berlebihan mengira bahwa dgn uang lebih dia akan bisa mendapatkan kebahagiaan dan masalahnya dpt terselesaikan.

Inilah yg namanya menyelesaikan masalah dgn masalah, sehingga bukannya masalah selesai tapi bertambah. Asbab keyakinan yg spt ini banyak org yg terjebak dlm keadaan yg menyulitkan mereka sendiri. Waktu dgn keluarga berkurang, kesehatan menurun, beban bertambah dan lain-lain. Sedangkan Ali r.a lebih memilih merasa cukup apa adanya sehingga dia tidak terjebak dlm keadaan2 spt kita saat ini. Rasullullah saw hingga akhir hayatnya tidak pernah merasakan perut kenyang dan makanan yg mewah. 

Beliau saw lebih memilih hidup utk bersabar dlm kekurangan dan kesusahan, lalu bersyukur ketika tercukupkan. Makanan beliau yg di makan sehari-hari yg kadang2 ada dan kadang2 tidak adalah roti tepung gandum yg belum di tapis agak kasar, sehingga ketika memakannya memerlukan air utk menelannya. Ttpi Nabi saw tidak pernah mengeluh akan kehidupan yg dihadapinya. Bahkan beliau mampu menemukan kenikmatan dari kesusahan yg beliau lewati, salah satunya dgn menjadikan roti spt itu menjadi roti kesukaannya yg dimakan dgn minyak zaitun. Sedangkan hari ini kita makan tidak pernah puas, padahal makanannya sudah terdiri dari berbagai macam jenis. Namun kita tidak penah peduli akan perbedaan kehidupan kita dgn kehidupan Nabi saw. Apakah pantas kita mengakui cinta kpd Nabi saw padahal Nabi saw hidup dlm keadaan yg sgt terbatas, sementara kita hidup berlebih2an, dan tidak ada sedikitpun kesedihan dihati kita melihat perbedaan ini. Sedangkan:

1). Umar bin Khattab RA saja jika melihat sajian makanan lebih dari 2 jenis makanan maka dia akan langsung meninggalkan jamuan makanan, tidak jadi makan.

2). Aisyah R.ha ketika dihidangkan makanan seperti daging ayam, ia bisa segera menangis, ingat akan Nabi SAW yang tidak pernah makan kenyang dan enak.

3). Abdurrahman bin Auf RA walaupun dia seorang pedagang yang kaya raya, namun ketika makanan mewah dan nikmat disajikan dihadapannya, maka dia akan menangis terisak2 teringat kehidupannya bersama Nabi SAW dulu.

Sementara kita jika ada makanan mewah kita langsung melihat kesempatan, tanpa ada rasa takut dan risau bisa langsung menyantapnya tanpa pikir2 dahulu. Bahkan kalau kurang quantitas dan qualitasnya kita tidak sungkan2 mengeluh. Didlm sebuah hadits dikatakan mahfum barang siapa yg kekurangan makan dan minum ketika di dunia maka Allah akan berbangga dgnnya dihadapan para malaikat, seraya berfirman, ”Lihatlah Aku telah uji dia dgn kekurangan makanan dan minuman ttpi dia telah bersabar terhadapnya. Maka saksikanlah bahwa aku akan meninggikan derajatnya di surga mengikuti setiap suap yg dia kurangkan utk dimakan.” Jadi nilai kesabaran inilah yg menyebabkan Nabi SAW lebih suka melihat keluarganya bersabar terhadap ujian dari Allah berupa kekurangan dan kelaparan walaupun itu terhadap putrinya sendiri. Dpd melihat mereka dlm kesenangan ttpi ganjaran yg Allah berikan kpd mereka tidak semaksimal ketika sabar dlm kesusahan. 

Dan kesabaran dalam kesusahan, yaitu dgn sehari lapar dan sehari cukup agar beliau saw bisa sabar ketika tidak ada makanan dan bersyukur ketika cukup, inilah yg dipilih Nabi saw ketika ditawarkan harta dunia oleh Allah Taala. Nabi saw bersabda dlm mahfum hadits, “Barangsiapa yg paling kenyang di dunia maka dia akan menjadi org yg paling lapar di akherat, dan barangsiapa yg paling lapar di dunia maka ia akan menjadi org yg paling kenyang di akherat.” Utk mendapatkan kesiapan bersabar seperti Nabi saw dlm segala kondisi, maka kita perlu latihan keluar di jalan Allah. Tidak bisa hanya dgn 3 hari, 40 hari, atau 4 bulan, ttpi dgn latihan yg terus menerus secara istiqomah sampai mati. Mesin mobil ini jika tidak dipanas kan maka dia akan rusak sehingga tidak bisa digunakan lagi. Begitu juga kesiapan kita, jika tidak dipanas kan atau dilatih maka nanti akan hilang dari diri kita. Tingkatkan pengorbanan, hanya dgn pengorbanan Allah akan beri kita keimanan untuk menghadapi segala ujian.

No comments:

Post a Comment