Saturday, January 24, 2015

HIKMAH DAKWAH DENGAN MENDATANGI RUMAH

Beragam media dan cara dalam berdakwah memiliki kelebihan masing2. Ada yang lebih sesuai dengan menggunakan teknologi, ada dgn cara lisan, ada dgn tulisan dan berbagai cara lainnya. Alim ulama menggolongkan sasaran dakwah secara umum terdiri dari 2 golongan iaitu:

1. Orang-orang yang sudah ada minat terhadap agama.

2. Orang-orang yang sama sekali belum ataupun kurang berminat terhadap agama.

Bagi org2 yg sudah ada rasa tertarik dan minat terhadap agama, maka bagi mereka tidak ada masalah yg terlalu dikhawatirkan. Apapun media yg menyampai kan agama dan mrk dpt mengambil manfaat pelajaran darinya, pasti mereka akan bersegera mencarinya. Dan tidak dapat dimungkiri bahwa kebanyakan org2 yg mau mendengarkan dakwah melalui kaset, buku, majelis ta’lim, cd dan sebagainya, hanyalah org2 yg sudah ada minat di dlm hatinya terhadap agama. Namun sayangnya, org2 jenis ini sgt minoritas jumlahnya. Sedangkan bagi org2 yg belum ada minat atau kurang tertarik terhadap agama, media dakwah apapun yang sudah tersedia dengan mudah, ternyata tidak dimanfaatkan sebaik mungkin karena memang mereka tidak berminat sama sekali terhadap agama. Mereka lebih memilih kaset-kaset dan cd-cd musik, buku-buku komik, dan majelis2 lali daripada yang berbau agama. 

Mari kita perhatikan, siapakah yang mau mendatangi majlis2 agama? Siapakah yang mau mendengarkan acara2 agama di radio dan TV? Siapakah yang mau membeli buku2 agama? Siapakah yg mau membeli kaset2 agama? Jawabannya adalah mereka yg sudah ada rasa minat dan tarikan terhadap agama. Sedangkan billionan manusia di luar sana, sama sekali belum tergerak hati mereka untuk berminta kepada agama, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang sama sekali tidak mengenal apa itu agama. Oleh sebab itu, Jamaah Tabligh bergerak tidak hanya kpd org2 yg sudah ada minat terhadap agama, namun lebih besar perhatiannya adalah org2 yg memang tidak ada minat terhadap agama, bahkan kepada mereka yang tidak peduli sama sekali dgn ajaran2 agama. 

Org2 yg berminat terhadap agama telah tumbuh subur dimana-mana. Dan mereka tidak kekurangan pembimbing serta da’i-da’i yang menanganinya. Tetapi untuk mencari da’i-da’i yang bersedia terjun tanpa jemu ke lapangan menemui org2 yg tidak ada minat sama sekali terhadap agama, bahkan membenci agama, sangatlah sulit dan sedikit sekali. Sedangkan pada zaman yang semakin rusak ini, semakin banyak jumlah org2 yg tidak memperdulikan agama. Murtad terjadi dimana-mana, kemungkaran bertambah merajalela, kejahilan dan kelalaian merasuk ke setiap sisi kehidupan umat. Maka siapakah yg akan menjumpai, membujuk, merayu serta menuntun mereka kpd agama?

Alhamdulillah, dengan cara mendatangi rumah2 mereka dan bersilaturahim kepada org2 tersebut, maka banyak manfaat dan perubahan besar yg dapat diraih. Mereka memang harus didatangi, tidak boleh kita menunggu mereka bertaubat dulu, ataupun sadar sendiri dan berinisiatif sendiri terhadap agama. Tidak sedikit dgn melalui kunjungan silaturrahmi ke rumah2, menyadarkan mereka dari kelalaian mereka selama ini. Kejadian dan kisah2 nyata mengenai hal ini tidak terhitung banyaknya. 

Jutaan org telah bertaubat dan merubah kehidupan mereka 180 derajat, dari kegelapan menuju hidayah yg terang benderang. Janganlah melihat kepada orang yang sudah memahami usaha ini dan telah mengakuinya, tetapi pikirkanlah berapa juta manusia yang masih belum memahaminya, yg sampai skrg belum kita sampaikan kepada mereka tentang kebesaran Allah. Dan berapa banyak org yg sudah mengenal usaha ini, namun belum mau mengambil kerja ini. Ini semua disebabkan kelemahan kita. 

Diantara hikmah yg terbesar dari mendatangi rumah2, selain hikmah dakwah yang diatas adalah hidupnya amalan sunnah sillaturrahim karena Allah yang sangat besar manfaatnya. Walaupun pada perkembangan zaman yang semakin canggih, dimana hubungan dapat dilakukan melalui alat-alat komunikasi, seperti telepon dan sebagainya, namun didalam silaturrahmi yang dilakukan secara langsung berkunjung, bertemu muka dengan muka, memiliki kekuatan dan keuntungan yang jauh besar daripada jika dilakukan melalui alat komunikasi.

No comments:

Post a Comment