Monday, February 2, 2015

KEMUNDURAN UMAT ISLAM DAN CARA MEMPERBAIKINYA

Lebih dari 1350 tahun yg lalu, ketika dunia ini telah dipenuhi oleh kekufuran, kegelapan, kebodohandan kejahilan, maka dari balik pegunungan Batha (Mekah) memancarlah nur hidayah yg menembus daerah Timur, Barat, Utara, Selatan, sehingga seluruh penjuru dunia disinari dgn nur hidayah tersebut. Hanya dlm waktu singkat, iaitu selama 23 tahun, Nabi Muhammad saw. dpt membawa manusia ke puncak kemajuan yg tiada bandingnya dlm sejarah dunia. Dan pelita hidayah, perdamaian, serta kejayaan berada di tgn kaum muslimin, sehingga dgn sinarnya, mrk selalu berjln di puncak kemajuan yg blm pernah dicapai seblmnya. 

Dgn cahaya hidayah tersebut, seluruh dunia berada di bwh kekuasaan kaum muslimin selama berabad2 sehingga Tiada kekuatan yg berani menentang mrk. Kalaupun ada, setiap kekuatan yg menentang itu akan dihancurkan hingga ke akar2nya. Ini merupakan kenyataan yg tidak dpt dipungkiri. Namun demikian, semua itu adalah cerita lama yg jika diceritakan terus menerus mmg akan menghibur hati, tanpa ada faedah dan manfaatnya, selama kehidupan org2 terdahulu itu hanya kita simpan dlm kenyataan dan kejadian kita pada saat skrg ini. Dari sejarah kehidupan kaum muslimin pada 3 belas abad yg silam dpt kita ketahui  bahawa umat Islam adalah satu2nya pemilik dan penguasa kemuliaan, keagungan, keberaniandan kehebatan serta kekuatan. 

Namun, bila kita beralih dari lembaran sejarah tersebut dan melihat keadaan yg terjadi skrg ini, maka kaum muslimin berada dlm keadaan yg sgt rendah dan hina, miskin papa tanpa memiliki kekuasaan ataupun kekayaan, tanpa kewibawaan dan kekuatan. Tiada kerjasama, persaudaraan dan kasih syg dan tidak lagi memiliki adab yg baik maupun akhlak mulia, juga Tiada lagi amal perbuatan yg baik. Segala keburukan ada pada diri kita, sdgkan kebaikan sgt jauh.

Musuh2 kita sgt  bergembira dgn kehinaan kita ini, kelemahan2 kita diperlihat kan dgn terang2an dan kita dijadikan bahan tertawaan. Tidak cukup smpi di situ, bahkan para pemuda kita yg telah mendpt pendidikan gaya baru telah berani mempermainkan asas2 agama yg suci ini dan menentangnya, bahkan syariat yg suci ini dianggap tidak  layak utk diamalkan, sia-sia dan Tiada gunanya. Sungguh menghairankan, kaum yg telah membuat kenyg seluruh dunia, mengapa justru kehausan? Kaum yg telah mengajarkan adab dan kebudayaan, mengapa skrg justru tidak beradab dan berbudaya? Para tokoh kaum muslimin pun telah bnyk memikirkan hal ini dan telah mencoba dgn berbagai cara utk memperbaiki keadaan ini. 

Ttpi, semakin diubati, semakin parah penyakitnya. Skrg, apb keadaan sudah lebih buruk dan pada masa yg akan dtg mungkin akan semakin buruk, maka  jika kita hanya berdiam diri dan tidak berusaha sungguh2 utk mencegahnya, ini merupakan suatu kesalahan besar. Sgt penting bagi kita seblm mulai melangkah utk memikirkan penyebab kehinaan dan keburukan yg terjadi dewasa ini. Usaha utk memperbaiki keruntuhan dan kegagalan kita telah bnyk diucapkan. Dan utk menyelesaikan nya pun sudah bnyk cara yg ditempuh, namun setiap cara yg diusahakan selalu tidak sesuai dan tidak mencapai kesuksesan. Sehingga, para pemikir agama telah jatuh dlm keputusasaan dan kecemasan.

Sebenarnya, smpi skrg pun blm diketahui dgn pasti apa penyakit yg tengah diderita oleh umat ini. Hal-hal yg dijelaskan selama ini sebenarnya bukan merupakan asal penyakit yg sesungguhnya, namun hanya akibat dari penyakit tersebut. Krn kita tidak bertawajjuh terhadap penyakit yg sebenarnya, pengubatan dan perbaikan pun bukan ke atas sumber penyakit, sehingga tidak mungkin dan mustahil dpt memperbaiki akibat2 yg sudah terjadi seblm kita mengetahui dgn benar sumber penyakit yg melanda umat ini dan mengubatinya dgn tepat. 

Cara perbaikan kita yg asal2an merupakan kesalahan yg sgt besar. Kita mengakui bahawa syariat Islam adalah suatu aturan Ilahi yg sempurna, sbg sbb kesuksesan di dunia dan akhirat, serta jaminan pada hari Kiamat kelak. Oleh sbb itu, Tiada alasan bagi kita utk mendiagnosis sendiri penyakit ini, lalu mulai mengubatinya dgn cara kita sendiri. Sgt penting bagi kita utk  berusaha mengetahui penyebab penyakit ini di dlm Al-Quran. Kemudian dgn berpusat pada petunjuk dan hidayat tersebut, kita akan mengetahui cara pengubatannya yg benar, sehingga penyakit tersebut dpt diubati.

Apb Al-Quran dijadikan sbg tuntunan amal atau aturan yg sempurna bagi kita hingga hari Kiamat, maka Tiada alasan bahawa Al-Quran akan membawa kita kpd kegagalan pada saat yg sgt genting ini. Benarlah janji Maharaja langit dan bumi bahawa Dia telah berjanji akan menjadikan org2 yg beriman sbg khalifah di muka bumi. “Allah telah berjanji kpd org2 yg beriman di antaramu dan beramal soleh, bahawa Dia sungguh akan menjadikan mrk khalifah di muka bumi.” (QS An-Nur:55). 

Dan memberi khabar gembira bahawa org2 mukmin akan selalu menang melawan org2 kafir dan Tiada teman serta penolong bagi org2 kafir. “Dan jika org2 kafir memerangi kalian, pasti mrk akan lari berpaling. Kemudian mrk tidak akan mendptkan seorg pun teman atau penolong.” (QS Al-Fath : 22). Bantuan dan pertolongan bagi org2 mukmin adalah tggjawab Allah, sehingga org2 mukminlah yg akan selalu menang. “Dan adalah hak (kewajiban) Kami menolong org2 mukmin. Dan jgnlah kalian merasa rendah dan jgn merasa sedih, padahal kalian yg akan unggul jika kalian org2 beriman.” (QS Ar-Rum:47, QS Ali Imran:139). “Dan kemuliaan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi org2 yg beriman.” (QS AlMunafiqun:8).

Stlh kita merenungkan ayat2 di atas, dpt kita ketahui bahawa kemuliaan, pangkat, keberanian, ketinggian, kemenangan dan kebaikan kaum muslimin hanya terikat erat dgn sifat keimanan. Apb telah tercipta hubungan yg kuat dgn Allah dan RasulNya (sbg maksud iman), maka semua janji di atas akan terwujud. Sebaliknya (semoga Allah melindungi), apb terputus hubungan dgn Allah dan RasulNya atau melemah bahkan berkurang; maka kekurangan, kerugiandan kehinaan yg akan didpt. 

Hal itu disebutkan dgn jelas dlm ayat berikut ini: “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar2 berada dlm kerugian. Kecuali org2 yg beriman dan beramal soleh dan nasihat menasihati agar mentaati kebenaran dan nasihat menasihati agar menepati ketabahan.” (QS Al-Ashr:1-3). Para pendahulu kita telah mencapai kemuliaan yg sempurna, ttp kita berada dlm kehinaan dan keburukan. Maka dpt diketahui bahawa sifat keiman an mrk telah mencapai darjat yg sempurna, sdgkan kita jauh dari nikmat yg sgt besar itu, sbgmn sabda Nabi saw.: “Akan dtg suatu zaman bahawa tidak akan tersisa Islam kecuali namanya saja dan tidak pula Al-Quran kecuali tulisannya saja.” (Misykat). 

Yg patut kita renungkan adalah jika kita benar2 terhalang dari hakikat Islam yg hakiki sbgmn yg dikehendaki Allah dan Rasul-Nya (yg menjadi penyebab kejayaan dan kemenangan kita di dunia dan akhirat) maka dgn cara apa lagi kita dpt memperoleh kembali nikmat2 yg telah hilang itu? Apakah yg menyebabkan ruh Islam keluar sehingga kita hanya memiliki jasad Islam tanpa ruh? Apb kita mengkaji kandungan Al-Quran mengenai keutamaan serta keting gian umat Muhammad saw., maka dpt kita ketahui bahawa umat ini digelari sbg umat yg terbaik krn memiliki kedudukan yg mulia dan tggjwb yg sgt besar.

Maksud diciptakannya dunia adalah utk mengenal dan mentauhidkan Allah dari segala serikat selain Dia. Hal ini tidak mungkin tercapai jika manusia masih bergelimang dgn kemusyrikan dan dosa2 tanpa meng gantinya dgn kebaikan. Utk mencapai maksud tersebut, diutuslah ribuan Nabi, sehingga utk men yempurnakan maksud tersebut diutuslah Nabi terakhir; Rasulullah saw, sesuai dgn firmanNya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan utkmu agamamu dan telah Aku sempurnakan nikmatKu atasmu dan telah Aku relakan Islam menjadi agamamu.” (QS Al-Maidah:3). 

Skrg, krn maksud telah sempurna dan setiap kebaikan serta kejahatan telah dijelaskan dan suatu aturan amal yg sempurna telah diberikan, maka silsilah risalah dan kenabian yg pada mulanya diberikan kpd para Nabi dan Rasul, telah dibebankan kpd umat Muhammad saw. hingga hari Kiamat. “Kalian adalah umat yg terbaik yg dilahirkan utk manusia, kalian menyuruh kpd yg maaruf dan mencegah dari yg mungkar dan kalian beriman kpd Allah.” (QS Ali Imran:110).

“Dan hendaklah ada diantara kalian segolongan umat yg menyeru kpd kebajikan dan menyuruh kpd yg maaruf dan mencegah dari yg mungkar dan mrk itulah org2 yg beruntung.” (QS Ali Imran:104). Dlm ayat pertama disebutkan bahawa umat terbaik diperutkkan bagi mrk yg menyeru kpd kebaikan dan men cegah kemungkaran. Sdgkan ayat berikutnya disertai pengkhususan bahawa hanya mrk yg menunaikan tugas dan tggjwb yg akan mendptkan kebahagiaan dan kejayaan. Bahkan tidak hanya itu, dlm ayat yg lain disebutkan bahawa mrk yg tidak menyeru kpd kebaikan dan mencegah kemungkaran wajib mendptkan laknat dan azab Allah swt.. “Telah dilaknat org2 kafir Bani Israil dgn lisan Daud a.s. dan Isa putra Maryam. Yg demikian itu disbbkan mrk durhaka dan selalu melampaui batas. Mrk satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yg mrk perbuat. Sungguh sgt buruklah apa yg selalu mrk perbuat.” (QS Al-Maidah:78-79).

Ayat ini dijelaskan dgn keterangan hadis: Dari Abdullah bin Mas’ud r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya keadaan umat seblmmu, apb di antara mrk ada yg berbuat dosa (kemaksiatan), dtglah seseorg melarang seraya memperingatkan mrk dgn berkata, ‘Wahai kamu, takutlah kpd Allah.’ Pada hari2 berikutnya, org yg melarang itu pun bergaul, duduk, makan2 dan minum bersama nya, seakan2 ia tidak pernah melihatnya berbuat dosa pada hari seblmnya. Ketika Allah menyaksikan pergaulan mrk, maka Allah menyatu kan hati mrk. 

Kemudian Allah melaknat mrk atas lisan (nabi-Nya) iaitu Daud dan Isa bin Maryam. Demikian itu krn mrk mentaati Allah dan sudah melampaui batas. Demi Zat Yg jiwaku berada dlm genggamanNya. Kalian harus menyuruh kpd kebaikan dan mencegah kemaksiatan, memegang tgn org jahil dan memaksanya ke arah kebenaran. (Kalau tidak), maka Allah akan menyatukan hatimu dgn hati mrk. Kemudian Allah melaknatmu sbgmn Dia melaknat mrk (umat2 seblmmu).” (HR Abu Daud, Tirmizi).

Jarir bin Abdullah r.a. berkata, “Aku mendgr Rasulullah saw. bersabda, “Tidak lah seseorg berada di suatu kaum, ia berbuat maksiat di tengah mrkdan mrk mampu utk mencegahnya, namun mrk tidak mencegahnya, melainkan Allah akan menimpakan kpd mrk siksa seblm mrk mati.” Yakni mrk akan ditimpa berbagai musibah di dunia. (Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al-Ashbahani). 

Diriwayatkan dari Anas r.a. bahawa Rasulullah saw. bersabda, “Kalimat Laa ilaaha illallaah akan selalu memberi manfaat bagi siapa saja yg mengucapkannya dan akan menghindar kan mrk dari azab dan bencana selama mrk tidak mengabaikan hak2nya.” Sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah yg dimaksud mengabaikan hak2nya?” Jawab beliau, “Kemaksiatan kpd Allah dilakukan secara terang2an, ttpi tidak dicegah dan diubah olehnya.” (Al-Ashbahani).

Aisyah r.ha. meriwayatkan, “Pada suatu saat, Rasulullah saw. masuk ke rumahku dan aku mengetahui dari raut wajah beliau bahawa sesuatu telah terjadi pada beliau. Beliau tidak berbicara kpd seorg pun. Stlh berwudhu, beliau masuk ke dlm masjid. Aku pun merapatkan (telinga) ke dinding kamarku agar dpt mendgr apa yg beliau sabdakan. Beliau duduk di atas mimbar. Stlh memuji Allah, beliau berkhutbah, ‘Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah berfirman kpd kalian, ‘Suruhlah manusia berbuat kebaikan dan cegahlah mrk dari kemungkaran, seblm (dtg masanya) di mana kalian berdoa, ttpi doa kalian tidak dikabulkan; kalian meminta kpdKu, ttp Aku tidak akan memberimudan kalian memohon pertolongan dari-Ku, ttp Aku tidak akan menolongmu.'” 

Beliau pun tidak menambah khutbahnya hingga beliau turun (dari mimbar).” (HR Ibnu Majah, Ibnu Hibban). Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Jika umatku sudah mengagungkan dunia, maka akan tercabut darinya kehebatan Islam. Dan jika mrk sudah meninggalkan amar ma’ruf nahi mungkar, maka mrk akan terhalang dari keberkatan wahyu. Dan jika umatku sudah saling menghina, maka jatuhlah mrk dari pandangan Allah.” (HR Hakim, Tirmizi).

Jika hadis2 di atas direnungkan, maka dpt diketahui bahawa meninggalkan amar ma’ruf nahi mungkar akan menyebabkan laknat dan murka Allah swt.. Dan apb umat Muhammad saw. meninggalkan tugas ini, maka mrk akan ditimpa bnyk musibah, kesusahan, kehinaandan akan terjauh dari nushrah ghaibiyah dari Allah swt. dlm setiap masalah mrk. Penyebab dari semua ini krn kita tidak mengenal apa yg menjadi kewajiban dan tggjwb kita sbg umat Muhammad saw.dan sbg akibat dari kelalaiannya dari tggjawab ini. Inilah penyebabnya, mengapa Rasulullah saw. mendudukkan amar maaruf nahi mungkar pada bhg iman yg istimewa dan diikrarkan kelazimannya. 

Sdgkan jika kita meninggalkannya, itu menunjukkan kelemahan iman serta kemalasan kita, sbg mana disebutkan di dlm hadis Abu Said r.a. berikut ini: Dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a., ia berkata, “Aku mendgr Rasulullah saw. bersabda, ‘Brgsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dgn tgnnya. Jika tidak mampu, maka ubahlah dgn lidahnya. Jika tidak mampu, maka bencilah dgn hatinyadan ini adalah selemah2 iman.” (Muslim,Tirmizi, Ibnu Majah, Nasai – At-Targhib). 

Ringkasnya, jika membenci kemaksiatan adalah darjat yg terendah dan menunjukkan iman yg terlemah, demikian pula tingkat pertama adalah kesempurnaan dakwah sbg  kesempurnaan iman. Utk lebih jelasnya disebutkan dlm sebuah hadis dari Ibnu Mas’ud r.a.: “Tiada seorg Nabi pun yg diutus seblm ku, melainkan ia memiliki pengikut dan para sahabat pilihan dari umatnya yg setia kpd sunahnya dan mengikuti perintah nya. Iaitu mrk menjaga syariat Ilahi sbgmn keadaan dan bentuk yg diajarkan oleh Nabi mrkdan tidak membiarkan ada perbezaan sedikit pun. 

Kemudian dtglah stlh mrk masa yg penuh fitnah dan kerosakkan, sehingga muncullah satu generasi berikutnya yg membicarakan apa yg tidak mrk amalkan, beramal ttpi bukan yg diperintahkan. Brgsiapa bersungguh2 (mencegah mrk) dgn tgnnya, maka ia seorg mukmin, brgsiapa bersungguh2 (mencegah mrk) dan lidahnya, maka ia seorg mukmin dan brgsiapa bersungguh2 (mencegah) mrk dgn hatinya, maka ia juga seorg mukmin. Sdgkan stlh itu Tiada lagi darjat iman walau hanya sebesar biji sawi.” (Muslim).

Keutamaan dan pentingnya dakwah ini juga telah disebutkan oleh Imam Ghazali rah.a., ia berkata, “Tidak diragukan lagi bahawa amar ma’ruf nahi mungkar adalah inti yg paling agung dlm agama, sesuatu yg paling penting, yg demi tugas tersebut Allah mengutus seluruh Anbiya a.s.. Apb penyebarannya dihentikan, ilmu dan amalnya ditinggalkan; tentu kenabian akan sia-sia, keagamaan akan melemah, sifat bermalas2 akan menyebar, jln2 kesesatan akan terbuka, kebodohan akan merajalela, kerosakkan akan terjadi  di dlm setiap pekerjaan, akan timbul perpecahan di antara manusia, perkampungan dan negara, sehingga  akan hancur dan binasa seluruh makhluk. Sdgkan mrk tidak menyadari kehancuran nya kecuali pada hari Kiamat ketika dibawa dihadapan Allah swt. 

Dan apa yg kita khuatirkan tampaknya akan benar2 terjadi. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Tanda2 ilmu dan amalnya tiang ini telah terhapus. Keberkatan serta hakikatnya pun telah tiada. Sikap meremehkan dan menghina org lain telah mengakar di dlm hati. Hubungan hati dgn Allah swt. telah terhapus. Dan manusia bebas mengikuti hawa nafsu dan syahwat sbgmn haiwan melata. Sulit didpti seorg mukmin yg benar demi agama Allah yg tidak terpengaruh dgn celaan org2 yg mencelanya. 

Dgn demikian, brgsiapa yg berusaha menghilangkan kehancuran ini dan berusaha menghidupkan sunat Rasulullah saw.dan ia berdiri memikul beban ini, bangkit utk mengembannya serta menyingsingkan lengan utk menghidup kannya, maka di antara manusia, dialah pemilik kemuliaan dan org pilihan.” Kata2 Imam Ghazali rah.a. yg menerangkan pentingnya dan perluan kerja ini sebenarnya telah cukup sbg peringatan utk membangunkan dan menyadarkan kita.

No comments:

Post a Comment