Wednesday, February 4, 2015

KISAH DAKWAH TANPA KATA-KATA

Nabi berakhlak secara makrifat. Dapatkah kita melakukannya? Satu kali Tuhan hendak membuat kisah yang tinggi tentang “DAKWAH DALAM DIAM TANPA KATA2..” Lalu dikisahlah sebuah peran seorang Yahudi, Tua, Buta, Pengemis, Hina dan Suka mencela yang entah asbabun nuzulnya darimana dan tak jelas identitasnya. Pokoknya tau2 dia ada dalam panggung sejarah dan kehadirannya menjadi amat penting, sepenting Khidir dalam kisah Musa atau sepenting peran ikan paus yang tiba2 datang dalam kisah Yunus. Adalah seorang Nabi yang bernama Muhammad di tokohkan dalam kisah itu sebagai pemeran utama dan Abu Bakar sang khalifah yang lembut sebagai pemeran pembantu..

Dalam kisah yang ditulis pendek melalui hadits ahlul bait, sang nabi dengan sabar selalu menyuapi makan seorang pengemis tua yahudi buta itu dengan penuh kasih sayang sekalipun sang pengemis tua membalasnya dengan cacian dan makian. Katanya selalu kepada sipemberi makan: “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”. Tetapi suapan demi suapan kepada pengemis buta itu tetap dilakukan setiap pagi hari sampai sang nabi wafat.

Rindulah sang penemis buta itu pada suapan kasih sayang dan kelembutan sang nabi hingga Allah menggerakkan sang pemeran pengganti yaitu Abu Bakar untuk menggantikan peran sang nabi memberi makan pada si pengemis yahudi buta. Ketika Abu Bakar mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “Siapakah kamu?”. Abu Bakar menjawab, “aku orang yang biasa”. “Bukan!, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri”, pengemis itu melanjutkan perkataannya. 

Abu Bakar menangis, tidak dapat menahan air matanya sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada lagi. Ia adalah Muhammad Rasulullah. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghina nya, memfitnahnya, ttpi ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dgn membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia. Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abu Bakar.


No comments:

Post a Comment