Sunday, January 19, 2014

KETENANGAN JIWA DARI AL-QURAN

Al Quran merupakan mukjizat terbesar yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad saw melalui malaikat Jibrail. Mukjizat ini menjadi pimpinan hidup umat Islam dalam menjalankan kehidupan di dunia. Segala permasalahan dan penyelesaian hidup manusia tercantum dalam Al Quran.

Sudah tidak diragukan lagi kehebatan Al Quran. Di samping sebagai sumber segala hukum dan ilmu pengetahuan, Al Quran juga memiliki bahasa yang indah. Bahasa Al Quran begitu puitis. Al Quran bukan kitab puisi atau sastera. Namun, keindahan bahasanya tiada tara. Masyarakat Arab pada zaman jahiliyah senang membuat syair. Syair-syair yang memiliki nilai puitis dan penuh hikmah akan dipamerkan di Kaabah. Oleh karena itu, orang Arab sering berlumba-lumba membuat syair. 

Dengan alasan itu, Al Quran diturunkan pada bangsa Arab yang gemar membuat syair. Keindahan bahasa Al Quran mengalahkan semua syair-syair pada masa itu. Selain susunan bahasanya, Al-Quran juga sangat indah pada saat dilantunkan. Keindahan lantunan ayat-ayat Al Quran dapat menenangkan hati yang membaca maupun yang mendengarnya.

Irama membaca Al Quran sejalan dengan metabolisme tubuh, penting untuk meningkatkan kesihatan. Definisi sihat menurut WHO adalah "a state of complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity." (suatu keadaan kesejahteraan fisikal, mental dan sosial secara utuh dan bukan hanya tidak mengidap penyakit atau kecacatan).

Seorang ahli telah meneliti respons biologis dan kejiwaan manusia ketika mendengar A Quran dengan menggunakan seperangkat peralatan elektronik dan komputer. Responden terdiri atas Muslimin yang tidak boleh berbahasa Arab, dan non-muslim yang tidak boleh berbahasa Arab. Hasilnya 97 peratus percubaan menemukan terjadi menurunnya kadar tekanan pada saraf secara sepontan saat mendengar Al Quran. Selain itu, 65 peratus responden menunjukan tenaga elektrik yang ada pada ototnya lebih banyak turun pada percobaan saat mendengarkan Al Quran, sedangkan untuk bacaan selain Al Quran hanya 33 peratus.

Terjadi perubahan pada organ-organ saraf otak secara langsung yang lalu akan mempengaruhi organ tubuh lainnya. Percubaan dilakukan sebanyak 210 kali, responden dibacakan kalimat Al Quran dan kalimat berbahasa Arab bukan Al Quran sebanyak 85 kali. Bacaan berbahasa Arab bukan Al Quran dibacakan dan dilafalkan seperti Al Quran. Pembacaan dilakukan secara selang-seling dan responden tidak tahu mana yang Al Quran dan mana yang bukan. Ketika mendengar Al Quran, ketegangan saraf menurun sehingga badan segar kembali. Stamina tubuh meningkat dan berpotensi menghalau berbagai penyakit atau mengubatinya.

No comments:

Post a Comment