Sunday, January 19, 2014

WAKTU-WAKTU AFDHAL MEMBACA SURAH AL-IKHLAS

Surah Al Ikhlas, seperti halnya surah-surah yang lain juga memiliki banyak rahsia yang terkandung di dalamnya. Dinamakan surah Al Ikhlas, karena dia menyelamatkan orang yang membacanya dari kesulitan dunia akhirat, dari kesulitan sakaratul maut, dari kesulitan kegelapan malam dan dari segala kesulitan huru hara di hari kiamat.

Ternyata ada waktu tertentu yang dianjurkan membaca surah Al Ikhlas. Berikut sembilan waktu yang dianjurkan untuk mengamalkan surah Al Ikhlas:

Pertama: waktu pagi dan petang hari

Pada malam hujan lagi gelap gelita kami keluar mencari Rasulullah (s.a.w) untuk solat bersama kami, lalu kami menemukannya. Baginda bersabda, “Apakah kalian telah solat?” Namun sedikitpun aku tidak berkata-kata. Baginda bersabda, “Katakanlah“. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Baginda bersabda, “Katakanlah“. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Kemudian beliau bersabda, “Katakanlah“. 

Hingga aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan?” Rasulullah (s.a.w) bersabda, “Katakanlah (bacalah surat) QUL HUWALLAHU AHAD DAN QUL A’UDZU BIRAB BIN NAAS DAN QUL A’UDZU BIRAB BIL FALAQ ketika petang dan pagi sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akan mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan.” (HR. Abu Daud no. 5082 dan An Nasai no. 5428. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Kedua: sebelum tidur

“Nabi (s.a.w) ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017)

Ketiga: ketika ingin meruqyah (membaca do’a dan wirid untuk penyembuhan ketika sakit)

Dari ‘Aisyah (r.a), dia berkata, "Apabila Rasulullah (s.a.w) hendak tidur, beliau akan meniupkan ke telapak tangannya sambil membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surat Al Ikhlas) dan Mu’awidzatain (Surat An Naas dan Al Falaq), kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya. Aisyah berkata, “Ketika beliau sakit, beliau menyuruhku melakukan hal itu (sama seperti ketika beliau hendak tidur)."  (HR. Bukhari no. 5748)

Rasulullah (s.a.w) memerintahkan padaku untuk membaca mu’awwidzaat  di akhir solat (sesudah salam).” (HR. An Nasai no. 1336 dan Abu Daud no. 1523. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Yang dimaksud mu’awwidzaat adalah surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani. (Fathul Bari, 9/62)

Kelima: dibaca ketika mengerjakan solat sunnah fajar (qobliyah shubuh)

“Sebaik-baik surat yang dibaca ketika dua raka’at qobliyah shubuh adalah Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) dan Qul yaa ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun).” (HR. Ibnu Khuzaimah 4/273. Syaikh Al Albani mengatakan dalam Silsilah Ash Shohihah bahwa hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shohihah no. 646). Hal ini juga dikuatkan dengan hadits Ibnu Mas’ud yang akan disebutkan pada point berikut.

Keenam: dibaca ketika mengerjakan solat sunnah ba’diyah maghrib

“Aku tidak dapat menghitung karena sangat sering aku mendengar bacaan Rasulullah (s.a.w) membaca surat pada solat dua raka’at ba’diyah maghrib dan pada shalat dua raka’at qobliyah shubuh yaitu Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash).” (HR. Tirmidzi no. 431. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Ketujuh: dibaca ketika mengerjakan solat witir tiga raka’at

“Nabi (s.a.w) membaca pada rakaat pertama: Sabbihisma robbikal a’la (surat Al A’laa), pada raka’at kedua: Qul yaa ayyuhal kafiruun (surat Al Kafirun), dan pada raka’at ketiga: Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) dan mu’awwidzatain (surat Al Falaq dan An Naas).” (HR. An Nasai no. 1699, Tirmidzi no. 463, Ahmad 6/227)

Kedelapan: dibaca ketika mengerjakan solat Maghrib (solat wajib) pada malam jumaat

“Nabi (s.a.w) biasa ketika solat maghrib pada malam Jum’at membaca Qul yaa ayyuhal kafirun’ dan ‘Qul ‘ huwallahu ahad’. ” (Syaikh Al Albani dalam Takhrij Misykatul Mashobih (812) mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Kesembilan: ketika solat dua rakaat di belakang makam Ibrahim setelah tawaf

“Lantas Nabi (s.a.w) menjadikan makam Ibrahim antara dirinya dan Kaabah, lalu beliau laksanakan solat dua rakaat. Dalam dua rakaat tersebut, beliau membaca Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas) dan Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun). Dalam riwayat yang lain dikatakan, beliau membaca Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun) dan Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas).” (Disebutkan oleh Syaikh Al Albani dalam Hajjatun Nabi s.a.w, hal. 56)

Meskipun ada anjuran 9 waktu di atas. Namun membaca surat Al-Ikhlas tidaklah terpaku pada 9 waktu tersebut. Di mana pun bila pun juga boleh membaca surat Al-Ikhlas sebagai bentuk zikir kepada Allah s.w.t. Wallahu a’lam.

No comments:

Post a Comment